
" Aku minta Maaf karena tadi sudah menyakiti mu" Kata Ilham menarik tubuh kecil Zira ke dalam pelukan.
Zira tertegun. Dia tidak menyangka jika manusia sedingin ILham Bisa Minta Maaf Juga. Fikir Zira.
Zira masih tetap diam. Dia Sebenarnya sangat penasaran tentang rumah tangan ILham Dengan Salfa. Tapi dia juga tidak punya cukup nyali untuk bertanya pada Suaminya.
" Apa kau mendengar ku..." Tanya ILham pada Zira.
Zira mengangguk menjawab ILham.
" Kau masih marah.." tanya ILham.
"Tidak.. aku tidak marah " Jawab Zira.
ILham tersenyum tipis" Beberapa hari ke depan aku ada perjalanan bisnis, dan mungkin aku akan sedikit lama di sana, kau tidak apa apa kan aku tinggal di sini" Ujar ILham memberitahukan pada Zira.
" Kapan Kakak Pulang" Tanya Zira sedikit melihat ke belakang.
" Mungkin dalam satu minggu... " Jawab ILham. Zira hanya mengangguk.
"Tidur lah.. Selama aku berada di sana. Ku harap kau dan Salfa jangan bertengkar" kata ILham karena dia tau jika Salfa Dan Zira sering bertengkar.
Lagi lagi Zira Hanya mengangguk.
Tidak berapa lama ILham mendengar deru nafas Zira yang sudah teratur.
__ADS_1
" Gadis aneh, jika dia mau tidur, dia pasti akan langsung tertidur." Gumam ILham tersenyum tipis menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya dan menurun kan sedikit Suhu AC agar Zira tidak kedinginan. ILham juga ikut tidur bersama istrinya.
,,,
Kantor ABADIJAYA group.
" Bagaimana keberangkatan kita nanti ke taiwan Jack" Tanya ILham pada Sekretaris Jack.
" Semua sudah beres Tuan, tinggal menunggu hari keberangkatan ke sana" Jawab sekretaris Jack.
" Baik Lah, kau siap kan berkas berkas untuk menemui Clain, sebentar lagi kita berangkat" Perintah ILham.
" Baik Tuan Muda. Kalau Begitu saya Permisi Dulu untuk menyiapkan berkas berkasnya"
" HM''
,,,
Di mension ILham.
Uwekkk Uwekkk Uwekkk
Salfa muntah muntah di kamar mandi dengan tubuh nya yang sangat lemah.
Zira yang melewati kamar Salfa Langsung menghentikan langkahnya saat mendengar Salfa yang muntah muntah di kamarnya karena pintu kamar Salfa tidak tertutup dengan rapat.
__ADS_1
Zira Melangkah masuk ke dalam Dan melihat Salfa yang sangat lemah baru keluar dari kamar mandi.
"Mbak Salfa, Mbak kenapa.." Tanya Zira Khawatir memegang tubuh lemah Salfa dan menuntun nya ke ranjang.
Salfa menggeleng" Aku tidak apa apa" Jawab Salfa Lemah.
" KIta Ke rumah Sakit ya Mbak" Ajak Zira.
" Aku sudah dari rumah sakit.. Aku tidak apa apa pergi lah.."
" Mana Mungkin aku meninggalkan Mbak Dalam keadaan seperti ini Mbak.. mana obat Mbak, aku ambil kan"
" Tidak usah.. Aku baik baik saja.. " Jawab Salfa dengan suara serak karena air mata Salfa sudah mulai membendung di kelopak matanya.
Zira tau jika salfa saat ini dalam keadaan yang tidak baik baik saja.
" Sebenarnya ada apa sih Mbak, coba deh di cerita.." Kata Zira tersenyum manis di balik cadarnya. Salfa belum tau jika Zira ada lah gadis yang memergokinya bersama Farhan tempoh hari karena Salfa memang belum pernah melihat Wajah Zira Secara Langsung.
Salfa Tiba tiba menangis dan memeluk Tubuh Salfa Yang duduk di dekatnya" Aku Hamil..." Kata Salfa menangis sesungguhan.
"Loh, bukannya senang jika Mbak Salfa Hamil. Kok malah Sedih.." Tanya Zira mengusap usap punggung Salfa.
" Aku tidak hamil anak Mas ILham. sebenarnya ILham belum pernah menyentuh ku.." Tangis Salfa pecah saat mengatakan hal yang sesungguhnya yang terjadi dalam rumah tangganya dengan ILham.
Zira Benar benar Kaget dengan apa yang dia dengar barusan. Dia tidak menyangka ternyata dugaannya benar. Zira semangkin penasaran kenapa ILham tidak pernah menyentuh Salfa. tapi dia juga tidak ingin masuk campur terlalu dalam tentang Rumah tangga Salfa dan ILham.
__ADS_1
" Terus siapa yang menghamili Mbak Salfa..." Tanya Zira Pura pura tidak tau.
" Farhan pacar ku, tapi dia menolak untuk bertanggung jawab..." kata Salfa berterus terang." jika ILham tau aku hamil, dia pasti akan menceraikan ku, dan mau ku apa kan bayi ini jika Farhan tidak mau bertanggung jawab " Tambah Salfa masih terus menangis.