MADU (Ku Balas Kau)

MADU (Ku Balas Kau)
apa dia tidak pulang semalam


__ADS_3

Zira terpaksa menyimpan motornya di bengkel, karena dia tidak memiliki uang sepeser pun, dia juga meminta tolong pada pekerja di bengkel untuk memesan ojek. Untung saja yang punya bengkel mengerti, dan mau menolong Zira.


Setelah ojek tiba, Zira langsung pulang ke mension suaminya.


,,,


Zira melangkah masuk ke dalam mension setelah meminta tolong pak satpam untuk membayar ojek yang dia tumpangi.


Melangkah ke kamar suaminya sambil melurus kan tulang tulangnya yang terasa pegal. Membersih kan tubuhnya, dan melaksanakan sholat isyak, setelah sholat, dia baru sadar suaminya tidak berada di kamar.


Palingan dia pergi menemui perempuan itu. Fikir Zira, padahal suaminya berada di ruang kerjanya, Ilham juga sadar jika istrinya sudah pulang, tapi dia memilih menyibuk kan dirinya di ruang kerjanya karena dia masih sangat kecewa pada istrinya.


Apa dia baru pulang dari menemui pria itu. Batin Ilham yang geram sendiri memikir kan istrinya, tapi dia juga tidak ingin mencari ribut dengan istrinya, apa lagi mengingat istrinya sedang hamil muda.


Zira melangkah mencari bayi bayinya di kamar Nining, ternyata bayi bayinya sedang berada di sana dan tertidur pulas di ranjang Nining, Nining juga ikut tertidur bersama ke tiga anak anak nya, ke tiga anak anak Zira memang sudah terbiasa dengan Nining calon kakak ipar Zira dan Zila, karena Nining sudah di jodoh kan dengan kakak nya sebelum Ustadz Alzam kembali ke mesir satu bulan lalu.


Ibu Nining juga sudah punya pendapatan sendiri, karena dia sudah membuka restoran untuk jualan baksonya dan makanan lain nya. Tentu saja mbok Kasih malu jika harus bergantung hidup pada Ilham, walau pun dia tau jika Ilham kaya raya, tapi mbok Kasih tetap segan dan merasa sangat malu.


Tiba tiba Zira merasa sangat lapar. "Aku sangat lapar" Gumam Zira melihat jam, ternyata sudah pukul sembilan malam.

__ADS_1


"Pantas aku lapar" Zira menutup pintu kamar Nining dan melangkah turun ke dapur untuk mencari makanan.


"Nona Zira, Nona mau makan" Tanya bibi salah satu pelayan di mension Ilham.


"Iya, bi, apa ada yang bisa di makan" Tanya Zira tersenyum manis.


"Tentu nona, apa nona ingin saya masak sesuatu untuk nona"


"Tidak usah repot repot bibi, bukannya bibi ada masak tadi untuk makan malam" tanya Zira.


"Tapi itu sudah sangat dingin non"


"Tidak apa bi, biar aku yang panas kan, bibi istirahat saja ya" Kata Zira.


"Iya bi, pergi lah"


"Terima kasih nona"


Zira hanya tersenyum menanggapi nya.

__ADS_1


Nona Zira memang sangat baik hati. Batin bibi pelayan.


Zira memanas kan beberapa lauk, setelah itu, dia langsung makan. Selesai makan, Zira melangkah naik ke kamar Nining dan tidur di dalam kamar Nining bersama 3AR nya.


,,,


Pukul 12 malam.


Ilham baru keluar dari ruang kerjanya melangkah ke kamarnya.


Dia tidak melihat istrinya di dalam kamar, padahal tadi dia mendengar Zira sudah pulang.


Ilham kembali melangkah keluar dan berjalan ke kamar Nining. Dia membuka pintu kamar Nining yang ternyata tidak terkunci, melangkah masuk ke dalam dan menatap wajah cantik istrinya yang tertidur sangat pulas.


Setelah itu, Ilham kembali ke kamarnya.


,,,


Keesokan harinya.

__ADS_1


Zira masuk ke kamar suaminya, tapi lagi lagi dia tidak melihat suaminya, ternyata Ilham sudah berangkat bekerja awal awal pagi lagi. Dia sengaja menghindari Zira.


Apa dia tidak pulang semalam. Geram Zira dalam hati, dia juga belum mempertanyakan pada Nining tentang suaminya.


__ADS_2