
Dua bulan berlalu.
Jika sebuah Pernikahan Ada lah hari yang sering di nanti nanti kan Bagi setiap wanita. Tapi tidak untuk Zila yang hanya diam dengan Wajah Sedih nya Menatap sendu pada wajahnya yang sudah di dandani, Zila terlihat sangat cantik dengan Gaun pengantin yang dia gunakan.
Zila benar benar Takut, Karena Dia bingung, Apa yang akan Dia kata kan Nanti Pada suaminya di malam pertama mereka. Secara kan dia sudah tidak perawan lagi. Zila juga masih sangat trauma jika harus menjadi istri sepenuh nya bagi seorang pria. Dia sering membayang kan Kekerasan Kenan Yang merenggut ke suciannya.
" Kak, Kakak Kenapa Sih.. Kak Zila sepertinya sama sekali tidak bahagia.. Apa karena.... " Kata Zira menggantung nama Kenan laki laki Yang pernah kakak nya cintai.
" Tidak, Kakak Baik Baik saja.. Mungkin Kakak Hanya kurang tidur" Bohong Zila.
" Kalau begitu senyum dong kak, Sebentar lagi kan Calon suami Kakak Akan mengucap kan Ijab Kabul. Kakak Nikahnya enak, Nggak deg degan kayak Aku dulu, Seperti sedang mengguncang arisan hahahhahahahahha" Kata Zira Tertawa Mengingat pernikahannya dulu dengan Suaminya yang membuat dia harus menahan nafas karena takut jika Abi Umma nya sadar dengan nama nya. Tapi ternyata Abi Umma mereka emang sudah Menyadari nya. Hanya saja mereka memilih untuk Diam.
" Hahahahaha" Zila Akhir nya Ikut tertawa dengan Zira, Karena Pernikahan adik nya tempoh Hari memang Sangat Menegangkan dan juga lucu bagi mereka berdua.
" Adik adik Kakak Udah pada mau nikah ni " Tanya Alzam Yang melangkah Ke dalam kamar adik nya sambil tersenyum lembut pada kedua adik kembar nya.
"Kak Alzam" Panggil Zira Dan Zila Bersamaan Dan Langsung Memeluk Kakanya.
__ADS_1
Alzam juga membalas Memeluk adik adiknya." Kak Alzam Kapan Nikah nya Ni" Tanya Zira Dan Zila Melepas pelukannya pada kakak Tertuanya yang sangat menyayangi mereka berdua.
" Belum ada calon" Jawab Alzam tersenyum manis.
" Assalamualaikum" Terdengar Suara Nining yang memberi salam dan Masuk Ke dalam Kamar Zila.
" Waalaikumsalam" Serentak ketiga kakak Adik itu menjawab salam Nining.
" Hah, Panjang umur kak, Tu calonnya udah Datang" Kata Zira Menunjuk Nining.
" Calon Apaan Mbak? " Tanya Nining tidak mengerti pembicaraan mereka. Zira memang sudah memperkenalkan Nining dan ibunya pada semua keluarga nya. Nining juga sudah kembali sekolah lagi. Tapi hari ini dia libur karena sebentar lagi Zila akan menikah.
" Cocok? Cocok nya di apain Mbak? " Tanya Nining lagi dengan Polos nya yang membuat Zira lagi lagi tertawa Terbahak bahak Menghadapi kepolosan Nining.
Zila dan juga Alzam ikut tertawa Melihat kepolosan Nining. Kakak beradik itu Benar benar menertawai Nining yang sangat polos." Cocok nya di bikin berkedel" Jawab Zira Masih tertawa Sambil Memegang Perutnya yang sebentar lagi akan meletup.
" Apa nya yang mau di Buat Berkedel Mbak? " Tanya Nining Lagi yang sudah Benar benar bingung mendengar pembicaraan kakak beradik itu.
__ADS_1
" Udah, Udah, Udah... Ngomong ama kamu ini nggak Bakalan nyambung, Pengen yang detail nya itu baru nyambung kalo ngomong ama kamu Ning" Ujar Zira Menghenti kan Tawa nya sambil mengusap air matanya saking lucunya melihat Nining.
Alzam hanya menggeleng pelan melihat gadis Imut yang polos nya itu kelewat batas. Fikir Alzam. Tanpa sadar Alzam sangat senang melihat gadis imut itu yang masih sangat murni luar dan dalam. Otak nya juga masih sangat terjaga dari hal hal yang tidak baik.
Tidak Berapa lama Umma Zahra juga naik ke atas Kamar putri nya.
" Zila, Kau sudah siap sayang" Tanya Umma Zahra Pada Zila.
" Iya Umma " Jawab Zila.
" Ayo kita turun ke bawah, Calon Suami mu sudah Datang." kata Zahra Mengajak Putrinya untuk Turun ke bawah.
" Ya Umma" Jawab Zila.
Umma Zahra menggandeng Zila. Zira juga berjalan di belakang, Sedang kan Alzam dan Nining berjalan berdampingan di belakang Zira.
Ustad Alzam melirik Nining yang sangat cantik dan imut. Tanpa sadar dia menarik kedua sudut bibirnya dengan sangat tipis.
__ADS_1
Tiba tiba seseorang membisiknya." Jangan di lirik lirik pak ustadz, Nanti jatuh nya zina, Kan bukan muhrim, Kalo udah kebelet, Di halalin aja hihihi" Ejek Zira yang membisik Kakaknya sambil terkikik geli melihat wajah kakaknya yang malu sendiri.
Astaghfirullahalazim. Batin Ustadz Alzam Beristighfar karena Tanpa sadar Nining gadis polos itu membuatnya sering ingin dan ingin selalu melihat ke Arah nya.