
Di perjalanan pulang, ternyata motor Zira kekurangan angin, sekarang juga sudah menunjukkan hampir pukul tujuh malam, tadi Zira sudah mampir dan solat di masjid, setelah itu, dia berniat pulang ke rumah suaminya, tapi malah motornya kekurangan angin di jalan.
"Bagaimana ini, ini lagi sudah malam, dan aku juga tidak membawa ponsel" gumam Zira. Tadi dia memang tidak membawa ponsel semasa keluar dari mension suaminya.
"Dorong aja lah, sepertinya tidak jauh dari sini ada bengkel di depan" Kata Zira pada dirinya sendiri sambil menolak motornya.
Tiba tiba ada segerombolan preman yang menghampirinya. "Hai cantik, kau sedang apa, apa kau sedang menunggu kedatangan kami" Tanya ke tiga preman yang berwajah sangar.
Zira tidak memperduli kan mereka dan masih terus mendorong motornya.
"Wah, sombong sekali ternyata si cantik," salah satu dari preman itu ingin menyentuh wajah Zira, tapi Zira menarik wajahnya dan masih terus melangkah, dia sangat malas meladeni preman preman yang hanya membuang buang waktunya saja. Fikir Zira.
"Bagaimana jika kita bermain main sebentar, kayak nya tubuh mu asik deh untuk kita bertiga, ya nggak" Kata salah satu preman itu dan kemudian bertanya pada kedua temannya sambil mengikuti langkah Zira.
__ADS_1
"Kau benar hahahah" jawab temannya sambil tertawa.
"Aku tidak mau, kalian semua berwajah jelek, oplas aja dulu wajahnya, biar terlihat ganteng, jadi ada penyemangat" Jawab Zira malah meladeni mereka bertiga sambil mengejek.
"Apa kata mu, lancang sekali kau" Kata salah satu dari preman itu dan melototi Zira yang terlihat tenang dan cuek cuek saja.
"Emang di rumah om, nggak ada cermin ya, masa wajah jelek kayak gitu mau godain aku yang cantik kayak gini" Zira semangkin memanas manasi mereka.
"Eh, gadis kecil, jaga bicara mu ya, apa kau tidak takut, kami bertiga, dan kau hanya sendiri"
"Wah, semangkin kurang ajar kamu ya" marah mereka.
"Astagfirullah.... Capek banget aku nolakin motor ini, tukaran dong om" Ujar Zira tanpa dosa kemudian memberikan motornya pada salah satu preman yang dari tadi terus mengikutinya. Preman itu dengan bodohnya tanpa sadar malah mengambil motor Zira dan mendorongnya mengikuti langkah Zira.
__ADS_1
"Om om ini pada dari mana sih, kok keluyuran tengah malam begini" tanya Zira dengan santai.
"Kita lagi cari mangsa lah, cari apa lagi" Jawab mereka.
"Tapi kayak nya om om ini salah pilih mangsa deh, soal nya aku sama sekali tidak punya uang" ujar Zira.
"Udah, enggak usah banyak omong, tangkap aja dia"
"Eits.... Nanti dulu, lihat itu deh" tunjuk Zira pada bengkel yang berada di depannya.
Ketiga preman itu menepuk jidatnya, mereka tidak sadar jika Zira sedang memperdayakan mereka bertiga. Ketiga preman itu malah berdebat saling menyalahkan karena dari tadi mereka tidak langsung menangkap Zira.
Zira memang sengaja mengulur waktu, karena dia tidak ingin memukul para preman itu, bagi Zira menghadapi preman pasar seperti itu tidak ada apa apa nya, hanya saja Zira tidak ingin menyakiti mereka bertiga.
__ADS_1
" Makasih om, om, sangar..." ejek Zira mengambil motornya dan membawa ke bengkel di hadapannya.
"Sial" umpat mereka bertiga.