MADU (Ku Balas Kau)

MADU (Ku Balas Kau)
Whattttttttttttttttttt


__ADS_3

Pukul 11 malam di ruang kerja ILham yang berada di Mension.


Saat ini Zira dan Salfa berdiri di hadapan Meja kerja ILham sambil masing-masing Menatap tidak suka antara satu sama lain. ternyata ILham menghukum mereka berdua. ILham menghukum Salfa karena mengerjai Zira, sedang kan Zira di hukum karena telat pulang dan berkelahi dengan Salfa.


ILham sedang sibuk di meja kerjanya. sudah dua jam Salfa dan Zira berdiri. terasa pegal semua di betis dan paha mereka berdua. tapi ILham tidak peduli.


" Aku sudah lelah ILham, aku mau tidur " ketus Salfa pada ILham tapi ILham hanya diam dan mengabaikan Salfa.


Salfa geram pada ILham membalikkan tubuhnya ingin melangkah Keluar dari pintu ruang kerja ILham.


" Jangan salah kan aku jika besok kartu mu akan di bekukan" ujar ILham tanpa melihat pada Salfa dan masih sibuk Dengan pekerjaan nya.


Salfa mendengus kesal dan kembali berdiri di dekat Zira.


Zira mendekatkan wajahnya pada salfa dan membisiknya. " kau terlalu banyak mengeluarkan Air hangat putih mu, itu lah kenapa kau mudah lelah " Bisik Zira terkikik geli mendengar ucapannya sendiri.


"Jangan bicara sembarangan kau.. dasar wanita jadi jadian" Ketus Salfa tapi dengan nada berbisik.


"Jangan marah gitu dong Mbak cantik, mau aku beliin Oatmeal agar stamina nya bisa pulih semula hihihihi " Ejek Zira yang tau pasti Salfa sering berhubungan intim dengan kekasih nya, dan tidak terkecuali suaminya juga. fikir Zira.


Tiba-tiba.....

__ADS_1


Tuck !!


"Arkhhhhh sakit..." Ringis Zira memegang dahinya yang di tutupi cadar. ternyata ILham melempar dahi Zira dengan pulpen kerena Zira tidak bisa diam.


" Apa kau bisa diam !. suara mu sungguh memekakkan" ILham menatap tajam pada Zira


" Aku hanya bicara pelan tapi kata nya memekakkan, dasar Squidward, hidup nya tidak pernah bahagia " Gumam Zira mengecilkan Suara nya.


"Apa kata mu tadi ? " tanya ILham yang mendengar Gumam Zira.


" Aku tidak bicara apa pun" jawab Zira cepat dan menggeleng.


,,,


Tik Tik Tik


Waktu terus berjalan dan sekarang sudah menunjukkan pukul 12 malam Zira dan Salfa masih setia berdiri seperti tadi.


Salfa bahkan sudah tertidur dalam keadaan berdiri menyandarkan kepala nya di bahu Zira. kerana tubuh Salfa yang sudah lemah Zira terpaksa memeluk pinggang Salfa agar tidak terjatuh.


" Kak... " Panggil Zira tapi ILham pura pura tidak mendengar nya. dia masih sibuk dengan pekerjaan nya.

__ADS_1


" Kak ILham " panggil Zira lagi.


" HM " Dehem ILham tanpa melihat pada Zira.


"Udah deh kak hukumannya.. kasihan mbak Salfa.." Kata Zira memelas pada suaminya.


" Siapa yang menyuruh kalian berdua berdiri di situ, kenapa kalian tidak pergi tidur dari tadi saja.." jawab ILham tanpa rasa bersalah.


Zira melebarkan bola matanya mendengar ucapan ILham. Whattttttttt Oh ghhoosssttt, apa berdosa ya kalo tabok kepala suami sendiri, aku seperti ingin menabok kepalanya yang seperti tidak merasa bersalah sedikit pun hufftt. Batin Zira kemudian membawa Salfa keluar dari ruangan ILham sambil mengoceh.


Zira membawa Salfa ke kamarnya membaringkan tubuh Salfa di ranjangnya yang dalam keadaan setengah sadar. kemudian Zira juga kembali ke kamarnya di sebelah.


Zira membuka pakaian nya kemudian memakai baju tidur dan berbaring di Kasur sambil tersenyum bahagia karena akhirnya dia bisa berbaring setelah berdiri tiga jam.


"Akhirnya.... " Kata Zira memperbaiki posisinya senyaman mungkin.


Tiba-tiba terdengar suara ILham yang membuat Zira ingin membunuh suaminya detik itu juga.


" Pijat aku" Perintah ILham meniarap kan dirinya di sebelah Zira dan sudah membuka kaos nya yang dia pakai tadi.


Whattttttttttttttttttt. Ummmaaaaaaaaaaaaaaa aku ingin membunuh suami ku sendiriiiiiiiiiiiiiii. teriak Zira dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2