
Zira dengan kesal setengah mati terpaksa kembali mendudukkan tubuhnya dan mulai memijat punggung suaminya yang kekar putih mulus dan bersih.
Zira mengencang kan pijakannya pada punggung ILham." Sakit Zira.. apa kau sengaja " Ujar ILham menutup kedua bola matanya.
Zira melembutkan pijakan nya lagi. " Kak, pake minyak urut aja gimana.. Biar tidak sakit juga" kata Zira berniat menjahili suaminya.
"Hm" ILham hanya berdehem.
" Bentar kak" Kata Zira turun dari kasur menghampiri meja rias.dan mengambil Fresh care yang kepedasannya tingkat dewa. gue kerjain aja Lo.. udah capek gini juga masih aja di suruh. Batin Zira Tersenyum jahil.
Zira kembali ke kasur kemudian mengusap usap fresh care di telapak tangan nya lalu menempelkan telapak tangan nya di punggung suaminya dia mulai kembali memijat semula punggung suaminya.
ILham mengerutkan kan alisnya saat merasakan punggung nya perlahan mulai terasa panas dan pedas.
"Zira, minyak urut apa yang kau gunakan, kenapa semangkin lama semangkin pedas" Tanya ILham yang sudah mulai merasa punggungnya seperti terbakar.
"Minyak urut kak, minyak apa lagi" jawab Zira menahan tawanya.
ILham mendudukkan dirinya saat sudah tidak tahan lagi merasa pedas pada punggungnya
__ADS_1
ILham menatap tajam pada Istrinya. " Mana minyak urut yang kau gunakan " tanya ILham mengadakan tangan nya meminta minyak urut dari Zira.
Zira pura pura mencari minyak urut di dekatnya dan dengan sengaja menyembunyikan fresh care tersebut di punggung nya. " Tadi ada di sini kak, tapi enggak tau udah di mana.." jawab Zira masih pura pura mencari.
ILham menatap curiga pada Zira lalu sedikit menolak tubuh Zira ke samping, dan ILham menemui Fresh care di punggung Zira. ILham kembali menatap tajam pada Zira yang menyengir. sedetik kemudian ILham tertawa jahat.
Sadar dengan apa yang ingin di lakukan oleh ILham Zira buru buru mintak ampun dan ingin berlari turun dari Kasur.
" Ampun kak, aku tidak sengaja" Kata Zira buru buru merinsut ingin turun dari ranjang untuk menjauhi ILham.
Dengan secepat kilat ILham menangkap kaki Zira " mau lari ke mana kau Hm, kemari kau" ILham menarik kaki Zira untuk mendekati nya.
" Ampun kak... aku tidak sengaja Arkhhh" kata Zira berteriak saat ILham memeluk Tubuh nya dan menguncinya kemudian mengangkat baju tidur Zira langsung mengusap fresh care tersebut di punggung Zira.
"Jangan kak.. arkhhh pedas... " teriak Zira memberontak dalam kuncian ILham.
ILham melepas kan Zira saat sudah selesai menaruh fresh care di punggung nya.
Zira menatap tidak suka pada suaminya kemudian mengangkat bajunya biar tidak terasa terlalu pedas. Zira juga mengambil remote AC dan menambah suhu AC. dia Benar benar kesal pada Suaminya.
__ADS_1
" Kau berniat menggoda ku" tanya ILham dengan wajah datarnya padahal dia sedang menahan tawanya melihat kekesalan Zira.
" Siapa juga yang mau menggoda Jin" gumam Zira jengkel melihat suaminya karena dia kepedasan.
Jin kata mu. batin ILham menyeringai kemudian menarik tubuh Zira membaringkan nya dan langsung mengukung nya.
"Siapa yang kau katakan Jin" Tanya ILham kemudian menahan tubuh Zira yang memberontak ingin bangun dari kukungan ILham karena punggungnya sangat panas.
"Lepas !! " teriak Zira mengangkat kakinya ingin Menendang ILham.
" Eitss.. kau mau durhaka menendang suami mu" kata ILham saat menyadari Zira ingin Menendang nya.
"Bedebah !! " teriak Zira kesal kemudian melumpuhkan ILham yang lalai dan membalikkan keadaan mengukung tubuh atletis suaminya dan juga mengunci tubuh ILham dalam kunjungan nya.
" Diam dulu, aku mau membuat punggung ku bernafas " kata Zira menarik nafas nyaman.
Dasar bodoh.. memang ada punggung bernafas. batin ILham membiarkan Zira mengukung nya
Zira tidak Sadar jika dia sedang menunjukkan pada ILham terang terangan kekuatan fisiknya. dia terlupa jika saat ini dia adalah Zila,bukan Zira.
__ADS_1
Sedetik kemudian ILham mendengar deru nafas Zira yang teratur. ternyata Zira sudah tertidur di atas dada bidang suaminya, bagaimana tidak sudah pukul satu dini hari dan mereka berdua masih bermain kucing kucingan.
ILham perlahan mengangkat tangan nya Merapi kan anak rambut Zira dan mengusap lembut kepalanya. ILham mulai menyadari jika kehadiran Zira mulai memberi warna dalam kehidupannya yang sudah lama terasa hampa karena menyimpan dendam pada Salfa.