MADU (Ku Balas Kau)

MADU (Ku Balas Kau)
Mengerjai


__ADS_3

ILham tersenyum tipis saat sadar ternyata istrinya sedang ngambek.


" Kamu ngambek ya aku pergi nggak bilang-bilang " Tanya ILham terdengar lembut mengeratkan pelukannya pada istrinya.


Seperti apa kita Kira Ekspresi nya dengan Nada lembut Itu. Batin Zira yang memunggungi suaminya.


" Enggak, Ngapain mau ngambek dengan Lelaki yang nggak peka.. Capek Aja Dapatnya " Tambah Zira semangkin menyindir suaminya.


ILham membalik tubuh Zira dan menangkup kedua pipi istrinya kemudian mencium Sekilas Hidung munggil istrinya.


Deg ! Deg ! Deg !


Zira berdebar debar karena kelakuan suaminya Yang sangat Manis terlihat tidak seperti suami Es Nya." Aku mau pamit, Tapi melihat kau yang sangat kelelahan makanya Aku Pergi saja Tanpa Pamit.. Aku minta Maaf" Kata ILham menyatukan hidung mancungnya dengan hidung munggil istrinya.


Zira menempel kan Tangan nya di jidat suaminya " Kak ILham Tidak lagi demam kan.? Kok Aneh... " Tanya Zira yang merasa Aneh dengan sikap suaminya.


ILham tersenyum mendengar Ucapan suaminya.


Gilaaaaaaaa Ganteng bangetttttt Bangggg Hadehhhhhh kayak nya Jantung Adek tidak Aman Bangggg. Batin Zira terpesona melihat senyuman lembut di wajah suaminya yang baru pertama kali dia lihat setelah menikah selama satu bulan lebih.


Tiba-tiba Zira menatap curiga pada suaminya "Kak ILham manis manis begini, Pasti ada maunya kan" Tanya Zira penuh selidik.


ILham menyerjit" Mau Apa ?" Tanya ILham yang tidak tau kemana Arah pembicaraan istrinya.


Sedetik kemudian ILham Kembali tersenyum." Kau sedang berfikiran Mesum" Kata ILham menahan tawanya saat sadar kemana arah pembicaraan istrinya.

__ADS_1


Blusshhh


Ni mulut, Suka nya berbicara tanpa berfikir, Kan malu Sendiri. Batin Zira dengan Wajah Yang memanas.


ILham semangkin bersemangat untuk mengerjai istrinya yang sedang malu. " Kau menginginkan nya." Bisik ILham ingin membuat Zira bertambah malu.


Tapi siapa sangka jika respon Zira malah sebaliknya" Kalo Iya, Kenapa" Jawab Zira dan langsung Memegang tengkuk suaminya dan menarik wajah ILham menyatukan bibir merah mereka.


Udah terlanjur basah, Ya Mandi Aja.. Ini Zira Kak ILham, Tidak semudah itu bisa mengerjai nya. Batin Zira yang tau niat suaminya.


Deg ! Deg ! Deg !


ILham berdebar debar oleh kelakuan Zira Yang mencium nya dengan Lembut. Dia bahkan tidak membalas Ciuman istri nya karena shock masih membeku Karena Zira menyerangnya dengan Agresif. Dia tidak menyangka Zira berani melakukan itu padanya.


Mampus Loh kak ILham, Siapa Suruh pergi Nggak Bilang bilang. Gue kerjain aja Lo sekalian. Tambah Zira Membatin dan tersenyum licik


Akhirnya ILham memegang Pinggang istrinya dan kembali menyerang istrinya saat hasrat nya juga sudah di ubun ubun akibat serangan Zira.


,,,


Keesokan Harinya.


ILham menyerjit Saya Zira Terus menghalangi nya untuk Melihat Cermin. " Sini biar aku saja yang rapikan Rambut Kak ILham " Kata Zira tidak membenarkan suaminya melihat Cermin.


Zira mendudukkan tubuh Suaminya di Sofa dan merapikan Rambut suaminya yang juga sudah siap dengan pakaian kantor nya, Karena ILham ingin berangkat ke Kantor sebentar lagi.

__ADS_1


ILham menarik pinggang istrinya dan mendudukkan di pahanya kemudian mencium belahan Dada Zira yang Terpampang dengan Bebas karena Zira hanya menggunakan baju Tidur yang hampir mirip Lingerie.


" Seperti nya Kau sengaja menghalangi ku Untuk melihat Cermin, Apa ada sesuatu di wajah ku" Tanya ILham menatap curiga pada istrinya.


" Tidak, Kak ILham seuzon Mulu Ma Istri " Jawab Zira pura pura Santai. Padahal dia sedang menahan tawanya sambil masih merapikan rambut suaminya.


" Ok, Siap" Kata Zira Berdiri dari pangkuan suaminya.


ILham hanya menyerjit merasa Aneh pada Zira Yang sering mengikuti langkah nya jika dia berdiri.


" Bersiap lah, Kita Turun Sarapan " Kata ILham di angguki Oleh Zira dan langsung bersiap.


,,,


Meja Makan.


Di sana Sudah ada kakek Kusuma, Oma Sarah dan juga Alham.


Saat ILham dan Zira tiba di meja makan. Mereka bertiga mengalihkan pandangan nya pada Zira Dan ILham.


Kusuma, Sarah Dan Alham langsung menahan tawanya melihat ke Arah ILham.


" Hahahaha Hahaha " Alham tidak bisa menahan tawanya melihat sodara kembaran nya.


ILham semangkin curiga dengan wajahnya melihat respon orang-orang di meja makan.

__ADS_1


__ADS_2