
Sam tertawa mendengar ucapan Zira. dari tadi dia bicara ternyata Zira tidak terlalu faham dengan bahasa nya.
'' Dah awak Ajar lah saye Bahasa Indonesia... '' Kata Sam kembali bercanda.
" Boleh kok nggak masalah " Jawab Zira menanggapi serius ucapan Sam.
Zira pun mengajar kan beberapa bahasa Indonesia pada Sam sambil sesekali tertawa jika ada yang salah. mereka terus menghabiskan waktu mereka di pinggir pantai dan bercanda bersama. Apa lagi sam orang nya yang sangat asik di ajak bicara. lagi pula umur Sam dan Zira hanya perbedaan satu tahun yang membuat mereka cocok berteman.
Sam Berusia 22 tahun. Sam anak Dato Tan Sri Wahid yang melarikan diri dari Malaysia karena di paksa oleh Ayah nya untuk memegang perusahaan tapi Sam tidak mau karena Sam sama sekali tidak menyukai dunia bisnis. Sam sangat menyukai dunia seni tapi Ayah nya tidak setuju. Dan akhirnya Sam memutuskan untuk melarikan diri ke Indonesia. Dia hanya berbohong pada Zira jika dia sedang berlibur.
,,,
Malam hari di Mension ILham di ruang kerja ILham.
Tak !!
__ADS_1
ILham menyimpan surat cerai di hadapan Salfa. Tadi ILham menyuruh Pak Din untuk memanggil Salfa ke Ruang kerjanya.
Salfa memegang surat cerai di hadapan nya." Apa apaan ini ILham " tanya Salfa dengan air mata yang sudah membendung bola matanya.
"Tidak perlu bersandiwara lagi Salfa. Sehari sebelum kita menikah aku sudah mengetahui semua belang mu, tapi aku tetap menikahi mu karena aku ingin membalas mu. Tapi mengetahui sekarang kau hamil, Aku tidak ingin lagi membalas mu, Jadi aku memilih melepas kan mu saja" Jelas ILham terdengar sangat dingin. Andai kan kedinginan nya bisa membeku kan seseorang, Di pasti kan Salfa pasti sudah menjadi Es batu.
Deg !!
Salfa bagai kan di sambar petir saat mendengar ucapan ILham. Jadi dia sudah tau semuanya. Batin Salfa.
" Jaga batasan mu Salfa " Dingin ILham menegur tangan Salfa yang menyentuh nya.
Salfa kembali menarik tangannya yang memegang tangan ILham.
" Cepat tandatangani surat cerai itu" kata ILham menyuruh Salfa.
__ADS_1
Salfa menggeleng " Aku tidak mau ILham... Aku tidak mau.." Salfa sudah mulai menjatuhkan air matanya.
"Terserah kau... Tapi aku sudah menjatuh kan talak tiga pada mu.. Dan mulai hari ini kau bukan lagi istri ku.." Kata ILham berdiri dari duduknya dan melangkah Keluar dari ruang kerjanya.
Deg !!
Salfa langsung longlai dan menangis sejadi jadi nya saat mendengar ILham Benar benar menceraikan nya Talak tiga tanpa tanggung tanggung.
ILham melangkah ke kamarnya untuk solat Isyak. Selesai solat ILham merebahkan dirinya di ranjang. Dia merasa hidup nya terasa sangat hampa.
Dia tiba tiba teringat Dengan Zira dan membangunkan dirinya dari ranjang kemudian perlahan melangkah masuk ke dalam kamar Zira.
ILham duduk di ranjang Zira. " Apa aku sudah keterlaluan dengan ucapan ku tadi.. apa kata kata ku melukai perasaannya... " Gumam ILham membaringkan dirinya di ranjang Zira.
Kenapa aku merasa sangat kehilangan tanpa gadis bodoh pembuat onar itu.. Ada apa dengan perasaan ku.. Kenapa aku tidak mengerti. Batin ILham memeluk bantal istrinya yang sangat pekat Harum aroma tubuh Zira.
__ADS_1