MADU (Ku Balas Kau)

MADU (Ku Balas Kau)
Aku tidak mau


__ADS_3

Di mobil Nining hanya diam dengan wajah bingung nya.


"Di Mana Alamat rumah Mu " Tanya Ustadz Alzam Pada Nining yang seperti Orang yang Bingung.


" A aku Lupa alamat Rumah Ku" Jawab Nining menggaruk Kepalanya yang tidak gatal Di balik Jilbab nya.


Nining memang belum tau jalan pulang ke Mension ILham Karena Baru semalam Dia Pindah Ke sana.


Ustadz Alzam Memarkir Mobilnya di pinggir jalan" Mungkin ada Seseorang yang bisa kau hububungi di rumah mu" Saran Ustadz Alzam.


" Aku tidak memiliki Ponsel kak" Jawab Nining tersenyum Kecut.


" Apa kau baru di kota ini" Tanya Ustadz Alzam Pada Nining.


Nining mengangguk Pelan. " Bagaimana jika Aku antar Kau ke Cafe Umma ku, Nanti kau bisa Di sana Dulu Sementara Mengingat Ingat Alamat Mu" Saran Ustadz Alzam Lagi. Karena dia Juga Tidak Berani membiar Kan Nining berada Di Mobil nya lebih lama lagi, Dia Takut Jika nanti ada Fitnah jika ada orang yang mengenalinya dan melihat nya bersama perempuan berdua duan Di dalam Mobilnya.


" Maaf Jika Aku merepot kan" Kata Nining Merasa tidak enak hati Pada Ustadz Alzam.


Ustadz Alzam tersenyum Lembut yang membuat Orang yang melihat nya pasti Meleleh. " Tidak merepotkan sama sekali, Santai saja'' Jawab ustadz Alzam.


Tampan Banget. Batin Nining buru buru mengalih kan pandangannya dari Ustadz Alzam Sebelum dia juga ikut Meleleh. Fikir Nining.

__ADS_1


Ustadz Alzam Kembali menghidupkan mobilnya dan melaju ke cafe Ummanya.


,,,


Di rumah sakit Zira sedang di periksa Oleh Dokter.


Dokter tersenyum saat mendapati jika Zira sedang hamil Kembar Tiga.


" Selamat Tuan Muda, Nona Hamil Kembar Tiga" Kata Dokter memperlihatkan ILham layar misin untuk memeriksa kandungan.


ILham membeku mendengar dan melihat anak anaknya melalui misin Ultrasound, Dia tidak bisa menggambar Kan Rasa Bahagianya karena akan menyambut Buah hati mereka tiga Sekali gus.


" Apa Kata Dokter? Kembar Tiga? " Kaget Zira Berteriak yang membuat Dokter dan Juga suaminya Kaget mendengar teriakan Zira.


Zira buru buru menduduk kan dirinya. " Zira.. Kau kenapa Zira.. " Tanya ILham heran Melihat respons Istrinya.


" Aku nggak mau kalo sampai kembar Tiga" Kata Zira menangis.


" Tapi kenapa Nona? Orang lain bahkan ikuti Program Kehamilan Hanya Untuk Bisa Mendapat kan Bayi Kembar" Jelas Dokter pada Zira.


" Ya.. Tapi keluar nya itu mau Keluar Dari Mana Coba " Ujar Zira marah pada Suaminya.

__ADS_1


ILham langsung memijak Pelipisnya dengan bingung Saat Mendengar Ucapan Istrinya.


Ada ada saja. Batin ILham.


,,,


Di mobil Zira Masih terus menangis membelakangi suaminya yang frustasi menghadapi Zira karena dari tadi terus menangis. Mereka berdua bahkan masih Berada Di pekarangan Rumah sakit.


" Zira.. Sudah Dong.. Sampai Kapan Kau akan terus Menangis seperti ini" Lembut ILham Membujuk Istrinya yang memunggungi nya.


" Ini Semua salah Kak ILham... Kenapa Benih Kak ILham Banyak Banget Sih... Itu nanti keluarnya mau lewat Mana Coba" Kata Zira Ngawur dan terus mengusap air matanya.


" Ya keluar dari tempat nya masuk Lah Sayang.. Masak Keluar Dari Mulut" Bujuk ILham Memanggil Istrinya 'Sayang' dan menyentuh lembut Bahu Zira.


" Nggak Usah Pegang Pegang... Pokoknya ini semua salah nya kak ILham Hiks Hiks Hiks. " Kata Zira masih terus menangis.


" Lah, Kenapa jadi salah nya ke aku, Kan kau yang paling Agresif Bila Di ranjang." Kata ILham tersenyum membela dirinya yang membuat Zira semangkin mengeras kan tangisannya.


" Tu kan... Benar Benar" Kata Zira bertambah marah.


ILham menarik Zira ke dalam pelukannya dengan hangat. " Sudah Ya... Itu kan Rezeki Dari Allah... Jika Allah memberi mu banyak Amanah, Itu berarti Allah tau, Jika kau ada lah Ibu yang Baik Buat Anak anak Mu kelak.. Kita buat Operasi saja jika kau takut Melahir kan Dengan Normal.. Ok Honey.." Lembut ILham Mengusap Usap Punggung Istrinya yang berada dalam Pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2