MADU (Ku Balas Kau)

MADU (Ku Balas Kau)
Kepolosan Nining


__ADS_3

Zira mengusap air matanya Dan mendorong pelan Dada Bidang suaminya. " Antar aku ke Cafe Umma Aja" Kata Zira masih tidak Mau melihat Suaminya dan Masih Ngambek, Dia menyalah Kan Suaminya Karena Dia Mengandung kembar Tiga.


Hadeh, Zira Zira.


" Apa kau tidak Capek mau ke Cafe Umma Lagi" Tanya ILham Lembut.


" Nggak, Kak ILham Kan Mau Ke Kantor juga " Jawab Zira Cemberut Dengan Sisa Air mata Di wajahnya.


" Ini Lah Gaya calon Papa Kalian, Kerja Mulu yang berada di otaknya, Mana Mau nemenin Mama" Gumam Zira Masih di dengar oleh suaminya.


ILham mengembang kan Senyumannya. Dia baru Sadar ternyata istrinya tidak ingin jika dia ke kantor, Zira maunya jika ILham menemani nya dulu, Toh Mereka Baru saja bersatu lagi. Fikir Zira.


" Kenapa Tidak Bilang dari tadi kalau mau di temani coba" Jawab ILham Menahan tawanya.


" Nggak Peka, Udah Di ajak Keramas pagi pagi itu agar tidak pergi kerja sudah, Eh tapi fikirannya malah kerja kerja dan kerja, Nikah lagi aja sana sama pekerjaan di kantor" Ketus Zira Pada Suaminya yang tidak peka Pada nya.


" Baik Lah.. Jangan Ketus ketus dong Baby.. Kan hilang manis nya.. " Kata ILham Menghidup kan mobil nya dengan senyuman yang tidak pudar sedikit pun dari wajah Tampannya.

__ADS_1


Entah mengapa Sikap Zira tidak membuat ILham merasa di beban kan sama sekali dengan sikap Istrinya yang semangkin ke sini semangkin manja saja padanya.


ILham mengeluar kan Mobil nya dari parkiran dan mulai meninggal kan Rumah Sakit.


" Kau ingin makan Sesuatu" Tanya ILham pada Istrinya yang hanya diam Melihat Keluar jendela Mobil.


Zira Menggeleng" Nanti saja Di Cafe Umma " Jawab Zira.


" Baik Lah"


,,,


" Mbak Zira " Panggil Nining tersenyum Senang melihat Zira.


Ternyata Nining juga baru tiba di Cafe bersama Dengan Ustadz Alzam.


Alzam juga Mengalih kan Pandangannya Pada Zira. " Zira" Panggil Alzam Heran Kerana Gadis Yang dia bawa Bisa Mengenal adik nya.

__ADS_1


" Assalamualaikum.. Nining, Kak Alzam. Kok kalian Bersama. Dan bagaimana kau bisa berada di sini Nining" Tanya Zira Heran melihat Nining Dan Juga Kakak Laki lakinya. Kalau ILham jangan di tanya Lagi tentu saja dia hanya diam di sebelah Istrinya.


" Waalaikumussalam. Kau mengenal Gadis Ini" Tanya Alzam Pada adiknya.


" Iya Kak, Dia gadis yang aku ceritakan itu yang menyelamat kan aku dengan Ibunya" Jelas Zira.


" Benar Kah" Jawab Alzam.


" Mbak Zira kenal ama Kakak Ini" Tanya Nining.


" Ini Kakak tertua Ku Nining Cantik " Jawab Zira merangkul bahu Nining.


" Oh, Aku nggak tau Mbak" Kata Nining tersenyum pada Zira.


" Nah, Sekarang kan Udah Tau, Bisa kenal kenal dong, Siapa tau aja Jodoh. Benar nggak Kak Alzam? " Tanya Zira Pada Kakaknya seperti biasa sambil menaik turun kan alis nya.


Nining menyerjit. " Jika kakak Ini, Kakak nya Mbak Zira, Berarti nggak bisa dong berjodoh nya ma aku, Secara kan Aku sama Mbak Aja Bedanya 6 tahun Tu, nah Berarti sama kakak Ini Bedanya belasan tahun begitu dong, seperti anak dan Ayah" Kata Nining dengan polosnya membuat Zira tertawa terbahak bahak Karena Nining secara tidak langsung mengatai kakaknya tua.

__ADS_1


Alzam juga ikut tertawa mendengar kepolosan gadis di hadapannya Tidak terkecuali ILham yang sering kaku kali ini dia benar benar tertawa Oleh Kepolosan Nining yang sudah dia anggap adik Dalam keluarga kecil nya.


__ADS_2