
kediaman alex
siang ini alex dan lexi sengaja memantau resto tempat Alea bekerja kemarin. sudah cukup lama mereka disana, tapi sepertinya tidak terlihat sama sekali.
"kita sudah membuang waktu disini lex. tapi belum terlihat juga dimana Alea " ucap lexi
"ya, sepertinya mereka sudah menyembunyikan Alea lex" ucap alex.
"kita kembali ke kantor lex" ucap alex kepada lexi kemudian melajukan mobil mereka menuju kantor .
tiba-tiba.
"halo selamat sore? keluarga anda mengalami kecelakaan tunggal di pinggir jurang, kondisi mobil terbakar bersama dengan penumpangnya. anda bisa segera datang ke rumah sakit *** untuk mengurus jenazah korban" panggilan dari pihak kepolisian membuat papa Arsen diam membatu di tempat nya saat ini.
"pa, papa kenapa?" tanya mama Dewi yg heran melihat papa Arsen diam membatu
"ayo ikut papa" ucap papa Arsen yg tersadar oleh panggilan dari mama Dewi , bahkan papa langsung berjalan terburu- buru ke dalam mobil
"ada apa pa?" tanya mama Dewi yg terlihat bingung dan panik melihat suami nya
Tapi bukan nya menjawab pertanyaan istri nya, papa Arsen hanya diam dan fokus mengendarai mobilnya. dengan terburu- buru. papa Arsen tidak mau menjelaskan karena takut istrinya akan syok bila mendengar berita ini. lebih baik memastikan dengan benar siapa korban disana.
tidak butuh waktu lama pada Arsen dan mama Dewi sampai disana. papa Arsen langsung menuju ke seorang perawat yg melintas.
"Dimana kamar jenazah?" tanya papa Arsen.
Mama dewi yg mendengar semakin bingung. dia tidak mengerti maksud suami nya menanyakan soal kamar jenazah, karena ia tidak tau siapa yg meninggal. keluarga mereka juga tidak ada yg menghubungi dari tadi
"ngapain ke kamar jenazah pa?, emang siapa yg meninggal" tanya mama Dewi lagi yg mulai terlihat khawatir.
__ADS_1
tapi lagi lagi papa Arsen tidak menjawab sama sekali pertanyaan mama Dewi yg sedari tadi bertanya. mereka terus berjalan menuju kamar jenazah, disana masih ada polisi yg menunggu kedatangan mereka.
"sore pak, saya keluarga korban. Apa benar ini anak saya?" tanya papa Arsen kepada polisi itu.
"kondisi jenazah sudah hangus terbakar pak, dan ini adalah barang barang yg tersisa dari kejadian itu pak" ucap polisi sambil memberikan ponsel yg jelas jelas adalah milik alex, ada juga jam tangan dan sisa sisa dompet yg tidak berbentuk namun dapat di pastikan itu adalah dompet.
Mama dewi tercengang, mata nya mulai panas berembun. bahkan jantung nya seakan berhenti berdetak. seperti di sambar petir di siang bolong. Mama dewi mengenali jam tangan itu, itu adalah milik alex.
"Gak mungkin pa, itu bukan alex kan!" ucap mama Dewi dengan buliran bening mengalir di pipinya. ia masih tidak percaya bahwa alex akan secepat ini meninggalkan nya.
tidak berselang lama, lexi, lukas dan stev datang kesana. mereka datang dengan raut wajah yg tidak dapat di mengerti makna nya. papa Arsen pria yg tegas kini jelas terlihat rapuh, dunia nya bahkan seakan runtuh.
papa Arsen kemudian memeluk mama Dewi yg masih terisak , tiba tiba pelukannya mengendur, dan tubuh nya nyaris jatuh ke lantai sebelum di tangkap oleh papa Arsen lagi.
mereka kemudian berlari menuju ruang rawat untuk mengecek kondisi mama Dewi yg syok saat ini. sedangkan lexi di perintah kan papa Arsen untuk mengurus pemakaman alex.
papa Arsen yg mengerti kondisi istrinya yg sangat terpukul kini masih menemani mama Dewi di rumah sakit itu, papa terus menggenggam erat tangan istri nya. papa Arsen tidak ingin terjadi sesuatu kepada wanita yg dicintai nya saat ini.
papa Arsen yg melihat istri nya seperti ini seketika hati nya nyeri, terasa sesak sekali . tapi ini lah takdir. tidak ada yg bisa mengetahui akan terjadi apa kedepan nya.
"ma" panggil papa Arsen lembut sambil mengelus rambut istrinya.
mama Dewi tersadar kemudian melihat sekeliling. dia terdiam memikirkan apa yg terjadi barusan. Masih dengan lamunan nya kemudian tersadar bahwa alex pergi meninggalkan mereka.
"pa, kenapa alex pergi secepat ini pa?" tanya mama Dewi sembari menatap langit langit rumah sakit ini.
"sudah ma, Sudah takdir dari yg kuasa bahwa alex harus kembali saat ini. Mama harus kuat. alex tidak akan senang melihat mama seperti ini" jelas papa Arsen dengan lembut sambil trus menggenggam tangan istri nya.
"pemakaman anak kita akan di lakukan besok pagi ma. jadi mama harus kuat , kita harus mengantar alex ke tempat istirahat terakhir nya ma" ucap papa Arsen lagi.
__ADS_1
papa Arsen yg sebenarnya juga sangat terpukul atas hal ini , tetap berusaha kuat agar istri nya juga kuat, karena jika diri nya menangis, sudah pasti istrinya akan semakin lemah karena tidak ada sandaran untuk dirinya tetap kuat.
"iya pa, mama pasti kuat. besok mama mau antar alex, mau antar dia untuk terakhir kali nya. Mama mau alex beristirahat dengan tenang, dan bahagia disana" ucap mama Dewi sambil berusaha tersenyum.
hati papa Arsen sangat sakit melihat pemandangan istrinya yg berusaha tegar dan tabah dengan kondisi nya saat ini.
sedangkan lexi dan lukas sudah membawa jenazah itu ke kediaman papa Arsen, disana sudah ramai kerabat berdatangan. mereka sangat terkejut dengan berita kematian alex yg tiba tiba.
media- media pun menyoroti berita kematian sang ahli waris keluarga ternama di kota ini. bahkan berita ini sudah sampai ke telinga devano dan vincent. antara bahagia dan terkejut mendengar kematian alex. tapi sudah pasti bahagia lebih dominan. karena devano tidak perlu bersusah payah menyingkirkan musuh nya ini.
"Ah, ternyata dewi fortuna berpihak kepadaku" ucap devano sambil melihat berita terupdate di ponsel nya.
"vincent, apa kau sudah melihat berita menyejukkan malam ini?" tanya devano melalui ponsel nya.
"sudah, apa aku harus memberi tau sandra soal ini?" tanya vincent
"beri tahu saja. lagian wanita itu sudah tidak berguna lagi sekarang " jawab devano santai
"baiklah. Apa sandra masih bisa bekerja di resto milik ku?" tanya vincent. meskipun resto itu milik nya. tapi vincent harus memastikan dari nya karena vincent tau kalau devano tidak suka dengan Alea .
"Apa kau yakin wanita ****** itu tidak akan menggoda mu?" tanya devano
"untuk apa dia menggoda ku, aku juga tidak akan tergoda dengan wanita hamil itu" ucap vincent karena ia ingin alea tetap bekerja dengan nya. vincent ingin menjaga Alea dengan tetap berada di sisi Alea.
"jika aku tau kau menaruh hati pada wanita ****** itu. kau tau sendiri apa akibatnya bukan" jelas devano lagi.
"Iya aku tau" jawab vincent kemudian mematikan ponsel nya.
***halo semuanya, maaf ya telat update.
__ADS_1
jangan lupa like nya di pencet. dan terus dukung novel karya ku ya. Biar makin semangat nih update nya.
terima kasih kalian semua ❤❤❤❤***