
lukas, lexi dan stev menuju ke tempat alex di hadang tadi. ternyata pria itu memberi tahu mereka posisi alex saat ini. bahkan pria itu mengirim foto ale yg berlumuran darah.
"lacak ponsel ini, biar aku yg membawa alex ke rumah sakit" ucap stev kepada Lukas
"lukas, ada cctv di situ. sebaiknya kau segera temukan siapa pelakunya" ucap lexi sambil menunjuk ke arah cctv
dengan kemampuan lukas langsung saja meretas cctv di lokasi dan melihat kejadian beberapa menit yg lalu. lukas melihat dengan jeli pria yg mengendarai sepeda motor itu. lukas seperti tidak asing dengan pria berjaket hitam itu. lukas memperbesar pada gambar pria itu.
"anak buah Devano " ucap lukas
"lo gak salah?" tanya lexi
"enggak, gue gak mungkin salah" ucap lukas penuh keyakinan
"devano masih menjadi tawanan kita, sudah pasti vincent yg memerintahkan anak buah mereka untuk menculik Alea dan mencelakai alex" jelas lexi setelah mendengar ucapan lukas.
"sudah pasti itu. ayo, kita harus melihat kondisi alex" ucap lukas beranjak dari sana menuju mobil mereka.
saat ini alex sedang di ruang bedah, dokter sedang mengeluarkan timah panas itu dari tubuh alex. kondisi alex cukup parah, karena peluru itu tepat mengenai tulang bahu nya, begitupun dengan kaki alex yg kemungkinan akan kesulitan berjalan untuk beberapa waktu. saat ini alex sedang kritis karena kehilangan banyak darah.
lukas dan lexi tiba di rumah sakit, disana stev sedang duduk di luar ruangan bedah, terlihat raut khawatir di wajah stev.
"gimana alex?" suara lexi menyadarkan stev
"masih di tangani" jawab stev
"vincent yg memegang kendali anggota bawah tanah Black Devil" ucap lexi kemudian duduk di sebelah stev
"lo yakin vincent?" ucap stev juga tak percaya
"siapa lagi yg bakal pegang kendali black devil kalau bukan vincent? meskipun semua anggota bawah tanah tau kalau vincent ga akan pernah tertarik masuk ke dalam bisnis gelap ini, tapi lo ga akan lupa kan sama ibu mereka yg masih kita tahan. vincent masuk kesini bukan karena devano, melainkan ibu nya" jelas lukas.
"lalu? vincent yg melakukan semua ini?" tanya stev lagi
lukas hanya menganggukan kepala memberi jawaban pada stev. kemudian dokter keluar dari ruang bedah menemui mereka. lukas langsung berdiri dan bertanya soal kondisi alex
"gimana kondisi alex dok?" tanya lukas
__ADS_1
"semua peluru sudah berhasil di ambil dari tubuh tuan alex, tapi kondisinya saat ini cukup parah, tuan alex sedang dalam masa kritis" jelas dokter itu
"lakukan yg terbaik untuk alex" ucap lukas lagi.
"lex, lo harus hidup. jangan sampai lo mati beneran lex" gerutu lexi yg sebenarnya cemas
"apa kita beritahu papa Arsen dan mama Dewi soal alex?" tanya stev
"menurut lo gimana?" tanya lexi kepada lukas
lukas hanya terdiam, dirinya sendiri juga bingung bagaimana cara menjelaskan kepada orang tua alex soal alex yg masih hidup. bagaimana pun jika terjadi sesuatu pada alex saat ini, pasti lukas akan merasa sangat bersalah pada mama dan papa alex.
"beritahu saja pada om dan tante, kalau terjadi sesuatu sama alex setelah ini, yang ada kita bakal merasa bersalah seumur hidup, mengingat kondisi alex saat ini sedang kritis. biar gue aja yg hubungi om dan tante. kalian tunggu alex" ucap lukas kemudian berdiri bersiap menuju kediaman papa Arsen dan mama Dewi.
"Oh ya stev, tanya anak buah mu apa sudah ada kabar dimana Alea" ucap lukas lagi lalu pergi
Alea
"dimana ini?" tanya Alea dalam hati sambil melihat sekitar,
banyak tumpukan box berserakan, ruangan yg kotor, dan banyak sekali serangga disana.
"alex" bisik Alea tiba-tiba teringat kejadian tadi malam dimana mereka di hadang oleh sepeda motor, lalu alex di tembak oleh orang tak di kenal, dan tiba tiba ada yg membuka pintu mobil lalu membekap Alea.
tiba tiba suara langkah kaki terdengar, berjalan semakin dekat ke arah alea, alea yg menyadari hal itu merasa sedikit ketakutan. terlihat seorang pria muncul dari balik tumpukan box. Alea memperhatikan dengan seksama pria itu.
"kak vincent " ucap alea pelan seakan tak percaya pria di hadapan nya itu adalah vincent.
sedangkan vincent yg melihat Alea sudah sadar dan saat ini sedang memandangi nya dengan ekspresi terkejut hanya tersenyum smirk.
"sudah sadar nona Alea?" tanya vincent sinis
"kak, ada apa ini?" tanya Alea saat mendengar vincent menyebut nama nya dengan Alea
"ada apa?" beo vincent sembari berjalan memutari Alea membuat Alea ketakutan
tiba tiba vincent menjambak rambut Alea hingga Alea berteriak kesakitan
__ADS_1
"aaah kak vincent, sakiit" rintih Alea yg tidak bisa melawan karena tangan dan kaki nya di ikat di sebuah kursi
"sakit?" beo vincent lagi tidak perduli alea kesakitan
"bagaimana kalau seperti ini?" ucap vincent beralih mencekik leher Alea
Alea kesakitan dengan perlakuan vincent, alea sudah hampir kehabisan nafas. Tapi vincent langsung melepaskan cengkeraman nya pada leher Alea
"sayang nya aku tidak ingin melihat mu mati secepat itu Alea " ucap vincent dengan senyum menyeramkan.
"uhuuk. kak vincent, apa salah Alea kak?" tanya alea sambil terbatuk batuk
"salah mu? kamu tidak bersalah Alea" jawab vincent santai
"lalu kenapa kakak ingin membunuh ku?" tanya Alea lagi
"kenapa? coba tanyakan pada suami mu jika dia masih hidup" jawab vincent santai kemudian beranjak pergi
"kak vincent, lepasin aku kaaak" teriak Alea saat melihat vincent berjalan menjauh
"sebenarnya ada apa ini? Kenapa kak vincent menjadi kejam seperti itu? alex, apa kamu baik baik saja? tolong selamatkan aku alex, meskipun aku membenci mu, tapi aku berharap kamu masih hidup untuk menyelamatkan aku dan anakmu lex" batin Alea dalam hati
"hei, makan ini" tiba tiba suara vincent mengejutkan Alea.
"untuk apa kakak memberi ku makan, biarkan saja aku mati" ucap Alea ketus setelah menyadari vincent kembali lagi membawa makanan untuk nya
"cepat makan, jangan merepotkan aku" ucap vincent kesal sambil mencoba menyuapi
"kalau tidak mau di repotkan ya tidak usah menahan ku seperti ini, katanya tidak usah merepotkan!" ucap Alea semakin sinis
"dasar perempuan bodoh! cepat buka mulut mu!" bentak vincent membuat Alea yg tadi nya berani kini ketakutan.
"aku memang jahat, tapi aku masih mau melihat mu hidup Alea, hidup menderita!" ucap vincent setelah selesai menyuapi Alea
***hai para pembaca yg baik hati, maaf kan author karena jarang up ya. author lagi pusing susah mikir.
semoga kedepan nya lebih rajin update lagi ya.
__ADS_1
jangan lupa dukungan buat author biar makin rajin dan semangat. like nya di pencet. Terima kasih kalian*** ❤❤❤❤❤