
"ada banyak kendaraan di atas. seperti nya pasukan uji nyali sudah datang" ucap lukas saat melihat monitor di hadapannya.
"haha, dasar pengecut" ucap louis.
"santai, kita lihat saja reaksi mereka nanti saat melihat anggota di markas ini lebih dari cukup jika hanya untuk melenyapkan mereka sekejap mata saja" jawab lexi santai
"lihat cecungu bodoh itu sedang mencari pintu masuk kesini" ucap lukas masih menatap monitor nya.
"bersiaplah, akan ada hiburan untuk kalian sebentar lagi" ucap lukas melalui ponsel nya sembari menelpon anak buah nya di luar.
mereka yg sudah mengerti maksud dari lukas kemudian bersiap di tempat nya masing masing. sedangkan mereka berempat masih bersantai di ruangan lukas. kali ini mereka semua sudah duduk menatap monitor, nonton bawahan nya berkelahi, dan mereka berempat akan muncul setelah selesai. bukan tidak ingin ikut serta, mereka hanya ingin memberi tahu secara nyata, bahwa markas bawah tanah milik alex bukan markas sembarangan yg dengan mudah di hancurkan.
devano dan anak buah nya sudah mulai masuk ke dalam markas mereka. markas ini di desain dengan banyak terowongan, sudah pasti ini strategi untuk memecah kekuatan anggota musuh yg menyusup masuk. dan benar saja. devano membagi anggota nya menjadi 3 kelompok untuk menemukan di mana titik penyimpanan senjata milik alex.
Baru beberapa menit mereka berpencar, sudah terlihat dari monitor anggota devano tumbang satu persatu. lukas sengaja memberi arahan pada anak buah nya untuk membiarkan devano berjalan terus, sengaja memberi kejutan untuk devano karena anak buah nya yg berpencar tdi , saat ini sudah di kumpulkan dalam satu tempat yg akan menjadi titik akhir perjalanan devano.
"haha lihat betapa bodoh nya mereka" ucap louis menatap monitor di hadapan nya.
"bodoh sekali pasti nya. sekalipun kabar alex meninggal baru beberapa hari lalu. apa dia lupa kalau masih ada gue , Lukas dan lexi. atau dimata devano kita bertiga sebodoh dirinya hingga membiarkan markas ini begitu saja" ucap stev santai.
"lihat, mereka sudah sampai di titik akhir," ucap lexi
"biarkan anak buah ku memberi sedikit hadiah lagi untuk devano " ucap lukas yg belum mau keluar dari tempatnya.
"dasar bodoh, melawan mereka saja kalian tidak bisa!" teriak devano melihat anak buah nya sudah tergeletak di hadapannya. sudah dapat dipastikan banyak timah panas menempel di tubuh anak buah devano.
__ADS_1
prok, prok, prok.
lukas, lexi dan stev tiba tiba muncul dari balik pintu, memberi tepuk tangan atas hal bodoh yg di lakukan devano. mereka tersenyum penuh kemenangan, sedangkan devano terlihat marah, wajahnya sudah memerah. apalagi kini hanya tinggal devano dan dua anggota nya yg tersisa.
"bajingan kalian!" ucap devano
"siapa yg bajingan? kau yg menggunakan cara licik seperti ini malah menuduh kami yg bajingan." ucap lexi
"apa kau pikir setelah kematian alex kau bisa dengan mudah menjatuhkan kedudukan nya?" ucap stev tak mau kalah.
devano kini terlihat ketakutan, karena sudah dapat di pastikan mereka tidak akan berfikir dua kali jika hanya ingin membunuhnya.
"lex, sampai kapan lo mau di dalam sana. cepat lo urus manusia bodoh ini lex" teriak lukas tanpa basa basi.
"ada apa? Apa gue meninggalkan sesuatu yg penting barusan?" tanya Alex keluar dari dalam ruangan nya.
"oh, ada tamu tidak di undang ternyata disini" ucap alex dengan senyum menghina karena berhasil menipu devano
"ah aku sedang sibuk dev, jadi sebaiknya kau di urus oleh anak buah ku saja" alex berjalan lagi ke arah ruangan nya.
"lukas, perintahkan anak buah mu mematahkan tangan dan kaki nya. buat dia mengerti apa akibat nya bermain main dengan ku! siksa dia sampai dia meminta untuk mati. tapi jangan biarkan dia mati" ucap alex dingin kemudian masuk ke ruangan nya.
Alex tidak ingin terlalu lama basa basi dengan Devano, lebih cepat di eksekusi lebih baik. Alex kini menyandarkan tubuhnya di sofa , menatap langit langit dan lagi lagi memikirkan wanitanya, Alea Casandra Wijaya.
Vincent
__ADS_1
"apa? jadi dimana dia sekarang?" tanya vincent saat menerima panggilan dari anak buah kakak nya.
"kenapa sih kak, gak capek capek buat masalah. aku memang membenci mu. tapi kau saudara ku satu satu nya. aku harus menahan Sandra agar bisa melepaskan kak devano" ucap vincent di dalam kamar nya saat ini. meskipun vincent tidak pernah di perlakukan dengan baik oleh devano, tapi vincent tidak mau jika harus kehilangan kakak nya dengan cara yg tragis.
"kemarin anak buah alex datang ke resto, apa mereka mengenali sandra? jika iya pasti mereka dengan mudah merebut sandra. tidak tidak. aku harus membawa sandra pergi." ucap vincent lagi.
vincent berniat ingin menghubungi Alea, tapi ini sudah larut malam. jika menunggu besok. Vincent takut keduluan oleh anak buah alex. Vincent hanya memandangi ponsel nya yg sudah berada di room chat Alea.
"apa aku kabarin sekarang ya? atau besok pagi pagi aku datang ke apartmen nya. besok pagi saja sepertinya. semoga anak buah alex tidak mengetahui apartemen tempat tinggal sandra. besok aku akan membawa Sandra ke resto lain saja. karena jika Sandra masih di sana. pasti mereka akan datang lagi" batin vincent kemudian meletakkan kembali ponsel nya.
Alex
"gimana? sudah beres?" tanya Alex saat lukas masuk ke ruangan nya
"sudah, bahkan dia sudah pingsan saat ini" jawab lukas
"bagus. biarkan dia merasakan akibatnya" ucap alex lagi.
alex menghidupkan sebatang rokok nya. menyesap nya dengan santai. Alex melihat ponsel nya, ada rasa bersalah kepada mama Dewi dan papa Arsen karena telah membohongi mereka soal kematian nya. Alex memang merencanakan ini untuk menjebak devano dan menyelamatkan Alea, alex mendengar dari lukas betapa sedih nya mama Dewi saat hari pemakaman nya. Alex juga melihat sendiri kesedihan mama Dewi saat itu. karena alex berada disana saat hari pemakaman itu. dia berada jauh dari mereka, tapi masih bisa melihat dengan jelas mama Dewi dan papa Arsen.
dan siapa mayat yg berada dalam kecelakan itu, adalah anak buah devano yg pernah mencoba masuk ke markas bawah tanah, dan berhasil di tangkap oleh anak buah alex. Alex sengaja memasukan pria itu ke dalam mobil miliknya. beserta barang barang milik alex yg bisa memperkuat bahwa yg meninggal adalah alex. Alex sengaja memasukan mobil itu ke jurang lalu membakarnya. Alex memang kejam untuk hal hal yg tidak bisa di negosiasi lagi.
*halo para raiders yg baik hati nya. jangan lupa baca dan dukung terus karya ku ya. jangan lupa like nya ya , like nya di pencet.
terima kasih kalian semua nya ❤❤❤*
__ADS_1