Mafia Tampan Mencari Jejak Waitress Kaya

Mafia Tampan Mencari Jejak Waitress Kaya
#37


__ADS_3

Alea masih berpura pura lemah tidak bertenaga agar vincent tidak mengurung Alea lagi di gudang. sedangkan vincent lagi lagi tertipu dengan akting Alea yg bagus. vincent yg iba melihat wanita hamil ini sampai pingsan kemudian membiarkan Alea beristirahat di rumah itu.


"kak, boleh tidak Alea beristirahat di sofa ini sampai besok kak. rasanya sudah lama Alea tidak berbaring kak. kasiani lah Alea kak" ucap Alea dengan suara yg lemah


"Ya. kali ini hati ku kasian melihat wanita tak berguna seperti mu" jawab vincent ketus kemudian pergi.


Alea memperhatikan vincent pergi, memastikan benar benar menghilang dari ruangan ini. setelah vincent tidak terlihat lagi, alea mulai memperhatikan sekitar, menyusun siasat untuk kabur.


"jendela itu" ucap Alea pelan saat melihat jendela di rumah itu. Alea berjalan dengan pelan agar tidak menimbulkan suara, perlahan Alea mengintip ke arah luar, alea berjaga takut ada anak buah vincent yg berada di luar jendela,


Alea membuka jendela pelan, melompat keluar, alea langsung lari ke dalam semak belukar yg tidak jauh dari jendela itu. Alea bernafas pelan pelan menormalkan sirkulasi udara dalam paru paru nya.


menyibakkan sedikit daun melihat sekitar lagi. terlihat seorang berjalan melewati semak belukar tempat tempat Alea bersembunyi, alea berusaha tenang dan tidak panik agar tidak ketahuan. memastikan orang itu sudah benar benar pergi. Alea merangkak perlahan menjauh dari sana.


Alea langsung berusaha berlari secepat mungkin menjauh dari sana. ada aliran sungai disana. Alea melihat perahu di pinggiran sungai itu.


"ah ada perahu, dimana dayung nya?" ucap Alea sambil mencari ke sekitaran perahu itu.


"ini dia" ucap Alea menemukan dayung tak jauh dari perahu itu. Alea melepaskan ikatan perahu itu dari pohon. kemudian pelan pelan naik ke atas perahu itu. beruntung nya cahaya rembulan bersinar terang malam ini membuat Alea mendapat kan cahaya terang malam ini.


"entah kemana perahu ini membawa ku nanti, yg penting aku pergi dulu dari sini. tuhan lindungi aku dan anak ku tuhan" ucap Alea sambil sesekali mendayung perahu itu mengikuti arus sungai.


dingin nya malam membuat Alea menggigil, bahkan rasa nya Alea akan terkena hipotermia jika berlama lama di dalam perahu ini. Alea berusaha menghangatkan tubuh nya. memeluk tubuhnya sendiri sambil mengusap lengan tangan nya bergantian.


"ah dingin sekali ya ampun, aku tidak kuat lagi rasa nya berlamalama disini" ucap Alea melihat sekeliling. ingin menepi tapi sepertinya hutan belantara ini sangat mengerikan malam ini. Alea semakin kedinginan dan mulai kehilangan kesadaran nya.


\*\*\*


"ssshhh" desis Alea memegangi kepala nya yg terasa sakit

__ADS_1


"dimana ini?" Alea menatap tubuh nya dalam balutan selimut, melihat dinding kamar yg terbuat dari kayu tertata rapi. suasana kamar yg hangat ada di kamar ini.


kreek.. pintu kamar terbuka, alea sedikit takut tapi penasaran. kemudian muncul wanita tua yg membawa nampan berisi semangkuk bubur menghampiri nya dan meletakan nampan itu di nakas sebelah tempat tidur


"kamu sudah sadar nona, oma menemukan mu tak sadarkan diri di perahu tadi malam" jelas wanita tua itu kepada Alea


"Terima kasih nek menyelamatkan ku, mungkin aku sudah tidak berdaya jika nenek tidak menemukan ku" ungkap Alea mengucapkan terima kasih kepada wanita itu.


"panggil aku oma , oma Rose" ucap oma Rose lagi


"oma Rose, terima kasih sudah menyelamatkan Alea oma"


"makan lah bubur ini supaya tubuh mu lebih baik nak. setelah itu istirahat lah kembali, oma berada di luar jika kamu memerlukan sesuatu" ucap oma kemudian keluar dari kamar Alea


alea kemudian mengambil semangkuk bubur dan melahapnya sampai habis. bersyukur sekali Alea di selamatkan oleh oma Rose. Alea bahkan tidak berfikir kalau dirinya akan selamat dari perahu itu.


Alea berjalan menuju pintu, alea membuka pintu dan menemukan ini adalah pintu keluar. mata Alea melihat pemandangan yg menyejukkan,, tanaman sayuran berbaris rapih di halaman ini. bunga bunga bermekaran di sekitar rumah. Alea tersenyum. kemudian Alea menangkap sosok oma Rose sedang memetik buah tomat. Alea lalu berjalan menghampiri oma Rose.


"oma" sapa Alea


oma Rose melihat Alea lalu tersenyum. Alea lalu menghampiri oma Rose. oma Rose memberikan keranjang tomat itu kepada Alea, lalu membiarkan Alea memetik tomat tomat yg sudah merah. alea sangat bahagia bisa berkebun seperti ini.


Alea dan oma Rose sudah selesai memetik beberapa sayuran dan buah yg ada di sekitar rumah. kemudian mereka masuk ke dapur dan menyimpan dengan rapi hasil berkebun mereka.


"apa kamu mau makan lagi nak?" tanya oma Rose


"Alea masih kenyang oma" jawab Alea


"mari ikut oma" ajak oma Rose sambil berjalan menuju ke sebuah ruangan.

__ADS_1


alea terpana melihat barisan buku yg rapih, berjajar di dalam rak yg di desain khusus untuk perpustakaan. sebuah sofa di depan penghangat ruangan, ah nyaman sekali rasanya.


"kemari lah nak" ucap oma sambil duduk di sofa


Alea kemudian berjalan menghampiri oma Rose, Alea duduk di sebelah oma Rose .


"Alea, kenapa kamu bisa pingsan di dalam perahu itu tadi malam?" tanya oma Rose membuka percakapan


"mmm, alea sebenarnya melarikan diri dari seseorang yg menyekap Alea oma" jelas Alea jujur


"apa org itu melukai mu nak?" tanya oma Rose khawatir


"tidak oma, tapi mereka mengurungku" jawab Alea jujur


"apa menurutmu mereka akan mencari mu nak?" tanya oma Rose lagi


"sepertinya iya oma, karena mereka menjadikan Alea sandera nya" ucap alea.


"baiklah kalau begitu tunggu oma berkemas sebentar. kita pergi dari sini nak. oma akan melindungi mu dari manusia manusia kejam seperti itu" ucap oma Rose kemudian berjalan keluar dan di susul Alea.


"kita akan kemana oma?" tanya Alea heran sambil berjalan membuntuti oma Rose


"pergi ke suatu tempat nak, jika mereka mencari mu mengikuti aliran sungai ini, mungkin nanti malam kamu sudah di temukan oleh mereka. jadi kita harus bergegas meninggalkan rumah ini" jelas oma Rose sembari membereskan sedikit barang barang miliknya.


oma kemudian mengajak Alea menuju garasi, disana sudah terparkir mobil jeep. oma memasukan tas nya ke dalam mobil, lalu membuka pintu garasi itu. Alea yg masih tercengang tidak percaya dengan apa yg ada di hadapan nya saat ini sampai tidak sadar jika oma sudah berada di bangku kemudi mobil itu.


***hai para readers yg baik hati, jangan lupa beri dukungan untuk author supaya tetap terus berkarya ya. jangan lupa like nya di pencet ya gais.


terima kasih kalian semua ❤❤❤***

__ADS_1


__ADS_2