Mafia Tampan Mencari Jejak Waitress Kaya

Mafia Tampan Mencari Jejak Waitress Kaya
#24


__ADS_3

"haha, apa kakak ku terlihat sekejam itu san?" tanya vincent sambil tertawa.


"bukan hanya terlihat lagi kak. Tapi memang seperti itu kan. Apa kakak lupa kalau sandra sudah pernah melihat kakak babak belur akibat ulah pengawal kak devano. sandra masih ingat kak. ingat sekali bahkan " celoteh Alea sembari mengingat kejadian hari itu.


"haha Iya Iya kakak ingat. sudah biasa kalau kak devano seperti itu san. kakak sudah terbiasa" jawab vincent santai tapi seperti penuh ungkapan kesedihan.


"kak, ada pelanggan. sebentar sandra kesana dulu ya" ucap Alea menghampiri pelanggan nya.


"silahkan tuan" ucap Alea sambil menyerahkan buku menu kepada seorang pria berpakaian serba hitam dan menggunakan buckethad menutup sebagian wajahnya.


pria itu melihat menu, sambil sesekali mencuri pandang ke arah Alea. dia sengaja berlama lama agar terus lebih lama berada di samping Alea.


"Jadi kamu bersembunyi menjadi gadis culun seperti ini? hanya agar tidak di kenali. cerdas. tidak salah aku memilih mu nona Casandra. bersabarlah sebentar. kamu akan segera menjadi milik ku" batin pria misterius itu.


"maaf tuan, apa sudah ada menu yg ingin tuan pesan?" tanya Alea karena sudah menunggu terlalu lama.


"aku ingin memesan stik dan juga wine" ucap nya kemudian memberikan buku menu itu kepada Alea.


"baik tuan, silahkan di tunggu. terima kasih" ucap alea kemudian tersenyum dan pergi.


"sudah lama menunggu, yg di pesan hanya ini, orang kaya memang terkadang membingungkan" batin Alea menggerutu sambil berjalan menuju ke kasir.


tidak selang beberapa menit, muncul dua orang lelaki dengan setelan jas rapi , terlihat elegan. Alea yg melihat awal nya tidak begitu memperhatikan wajah mereka. karena orang orang dengan penampilan rapi dan mewah sudah biasa datang ke resto ini. Alea kemudian menghampiri mereka yg duduk bersama pria misterius tadi.


"permisi tuan, silahkan dipilih menu kita" ucap Alea dengan senyum manis nya


lukas dan stev menerima buku menu yg di berikan Alea. stev menatap Alea, alea kemudian tersadar bahwa itu adalah stev, kemudian Alea melihat ke arah pria di sebelah stev. ya itu adalah lukas. Alea saat ini mendadak panik. wajahnya terlihat gugup saat mengetahui itu lukas dan stev.


Alea berusaha tenang agar tidak terlihat gugup. kemudian Alea mengingat bahwa dirinya saat ini adalah sandra, bukan Alea. lalu Alea sedikit lebih tenang sekarang. sedangkan alex yg diam diam memperhatikan gerak gerik Alea hanya tersenyum tipis sembari menunduk, semakin membuat wajah nya tidak terlihat.

__ADS_1


"kami berdua memesan menu yg sama seperti Louise, nona Casandra" ucap stev seperti sedang menyindir peran yg Alea buat kepada mereka.


alex yg mendengar ucapan stev semakin terkekeh dalam hati, alex yakin saat ini Alea pasti merasa semakin gugup karena penyamaran nya berhasil di ketahui.


"ba- baik tuan. pesanan akan segera datang. saya permisi" ucap Alea sangat gugup kemudian berbalik menuju ke kasir.


"san? kamu kenapa?" tanya vincent tiba- tiba saat melihat Alea seperti panik melihat sesuatu.


"ah, tidak papa kak" jawab Alea sambil mengatur nafas nya .


vincent hanya bingung melihat tingkah Alea, vincent kemudian melihat ke arah meja para pengunjung resto, dan pandangan nya tertuju pada salah satu meja berisi 3 orang pria.


"anak buah alex ada disini?" batin vincent


"san, apa kamu panik karena bertemu mereka?" tanya vincent yg langsung menyadari kepanikan Alea barusan.


Alea hanya mengangguk sendu, kemudian vincent tersenyum menatap Alea sambil memegang bahu nya.


Loius yg melihat langsung kejadian itu seketika emosi nya membara. rahang nya mengeras dan tangan nya sudah mengepal, ingin sekali rasanya iya meninju lelaki itu saat ini juga.


"berani sekali tangan kotor nya itu menyentuh wanita ku" ucap lelaki yg di juluki Louise kepada stev dan lukas.


"hei tenang lah. lo lupa ya kalau alex sudah mati?" ejek stev yang melihat pria di hadapan nya terbakar api cemburu.


"sialan. akan ku beri pelajaran saat alex sudah kembali" gerutu nya lagi.


"siapa laki laki itu?" tanya pria misterius itu lagi.


"vincent, adik devano" jawab lukas santai.

__ADS_1


"adik? devano? lo yakin?" tanya stev heran.


"yakin lah, lo gak percaya sama gue?" tanya lukas santai.


"meskipun gue cuma sibuk ngurusin markas bawah tanah, bukan berarti gue gak ngerti dunia luar" ucap lukas dengan sombong nya. Tapi memang kenyataan nya kalau lukas lelaki yg memiliki banyak keahlian. lukas juga sangat kompeten dalam mencari informasi yg valid.


"Jadi? Kenapa Alea bisa sedekat itu dengan adik devano?" tanya stev


"ya karena restoran ini milik adik devano, dan Alea bekerja disini sebagai pelayan. mungkin dari situ lah mereka mulai dekat" celetuk lukas santai.


"permisi tuan" ucap pelayan membawa pesanan mereka bertiga.


mereka tidak melanjutkan obrolan soal vincent lagi, mereka tengah fokus menyantap makanan mereka. Tapi tetap saja, sesekali pria misterius bernama louis itu memandangi Alea yg terlihat imut menggunakan baju pelayan dan kaca mata besar nya.


Andreas


"aku harus mulai dari mana mencari mu lea?" tanya Andreas pada dirinya sendiri saat tiba di paris. ia tidak mengerti kenapa adik satu satu nya itu bisa sampai nekat terbang hingga ke paris sendiri, bahkan Alea tidak menggunakan black card nya sama sekali.


"semoga kamu baikbaik saja le, kakak tidak mau terjadi apa apa sama kamu. ternyata pesan mu sebelum berangkat kemarin bermaksud seperti ini, ah bodoh nya aku tidak bisa memahami adik ku sendiri" gerutu andreas sambil memandangi jalanan kota paris.


Andreas saat ini menuju ke hotel, iya memesan hotel selama beberapa hari kedepan untuk mencari keberadaan alea. saat tiba di hotel, andreas meletakan koper nya, ia kemudian mandi dan bersiap untuk memulai pencarian Alea.


"sebaiknya aku ke kantor polisi saja ya, minta bantuan mereka untuk mencari alea" batin andreas bingung.


Andreas memesan taksi dan berniat ke kantor polisi, tapi saat ini perutnya sudah lapar. Andreas sampai lupa dengan isi perut nya karena terlalu fokus memikirkan Alea. Andreas tidak ingin terjadi Apa Apa dengan Alea, karena andreas akan merasa sangat bersalah jika benar benar terjadi sesuatu kepada Alea.


Andreas kemudian memberhentikan taxi itu ke sebuah cafe di pinggir jalanan kota paris. Andreas sengaja duduk di bangku emperan kafe agar andreas bisa melihat lalu lalang orang disana, ia berharap bisa melihat Alea diantara ribuan pejalanan kaki disana.


tuh lelaki misterius siapa ya kirakira? Kenapa cemburu amat liat neng Alea sama vincent. aduh duh, ada yg panas tapi bukan api nih . tunggu episode selanjutnya ya.

__ADS_1


hai para readers yg baik hati nya. terima kasih sudah membaca novel ku yg amatiran ini. jangan lupa di pencet lika nya, dan dukung terus karya ku ya. ❤❤❤


__ADS_2