
dan siapa mayat yg berada dalam kecelakan itu, adalah anak buah devano yg pernah mencoba masuk ke markas bawah tanah, dan berhasil di tangkap oleh anak buah alex. Alex sengaja memasukan pria itu ke dalam mobil miliknya. beserta barang barang milik alex yg bisa memperkuat bahwa yg meninggal adalah alex. Alex sengaja memasukan mobil itu ke jurang lalu membakarnya. Alex memang kejam untuk hal hal yg tidak bisa di negosiasi lagi.
keesokan pagi nya
vincent sudah gelisah dari malam hari, sampai akhirnya matahari menampakkan sinarnya, vincent bergegas mandi dan bersiap lalu melaju menuju apartmen Alea, vincent tiba disana dan tergesa gesa menaiki lift, kemudian mengetuk pintu kamar Alea.
Alea mengintip dari lubang pintu, kemudian melihat vincent, Alea tergesa gesa mencari kaca mata besar nya. ia tidak mau vincent melihat Alea tanpa kaca mata besar nya. alea lalu berjalan ke arah pintu dan membuka nya.
"kakak, pagi pagi sekali sudah sampai disini?" tanya Alea saat membuka pintu apartemen nya
"Hehe iya nih, takut kamu keburu berangkat ke resto. san, hari ini kita pindah resto ya?" ucap vincent
"pindah kak? kok mendadak?" tanya Alea penasaran
"Iya ada yg urgent di resto lain, jadi terpaksa kakak bawa kamu kesana, kan kamu sudah pro " ucap vincent berbohong
"haha ada ada aja kakak, pro apa nya? baru juga berapa bulan kerja di resto kakak" jawab Alea sambil tertawa mendengar ucapan vincent.
"Ya sudah siap siap sana, kakak tunggu di bawah ya" ucap vincent kemudian berjalan menuju lift ke bawah untuk menunggu Alea bersiap siap.
Alea lalu masuk, kemudian mandi dan bersiap, Alea duduk di depan cermin kemudian sedikit menggunakan makeup tipis agar tidak terlihat pucat.
Alea lalu berjalan keluar, mengunci pintu apartmen nya, berjalan menuju lift ke lantai bawah, saat pintu lift terbuka Alea mengedarkan pandangan nya mencari keberadaan vincent. dan pandangan Alea tertuju pada sosok lelaki berpakaian casual, alea menatap dengan teliti pria itu.
"*seperti pernah melihat. Tapi dimana ya? tidak asing sekali. Iya aku pernah melihat, emmmm sebentar ku pikirkan baik baik" Alea berbicara dalam hati sambil berusaha keras memikirkan laki laki itu. dan "ah iya. Dia laki laki yg mengikuti ku di apartemen yg sewa itu. Iya benar!" batin Alea lagi
Tapi Alea masih tidak berfikir lebih dalam. ia berdiri melihat ponsel nya lalu terpikirkan. "laki laki itu aku pernah bertemu di apartemen yg ku sewa. berarti laki laki itu adalah orang orang alex" batin Alea masih dengan polosnya*.
Alea berjalan keluar karena melihat vincent ada di luar. saat berjalan di ambang pintu. Alea menyadari satu hal lagi.
__ADS_1
"orang orang nya alex. astaga. berarti dia disini mengikuti ku!" batin Alea membulatkan bola mata nya dan terdiam seketika.
"ah bodoh, bodoh, kenapa baru sadar! Alea kenapa lemot sekali otak mu sekarang!" gerutu Alea lalu berjalan dengan cepat menghampiri vincent.
"kak ayo cepat!" ucap Alea sangat panik sambil menepuk bahu vincent agar segera melajukan sepeda motor nya. vincent yg terkejut langsung refleks mengenakan helm nya dan naik ke atas motor. begitupun Alea yg ikut naik.
"pegangan yg erat, kita akan melaju kencang san" ucap vincent , padahal vincent tidak tau kenapa Alea tiba tiba panik dan mengajak vincent pergi dengan buru buru. Alea langsung memeluk vincent erat karena ia takut jatuh dari motor nya.
"kak sandra takut!" teriak Alea agar vincent dengar.
"gak usah takut san, pegangan yg erat, tutup mata san" ucap vincent menangkan Alea.
"kak, anak buah alex masih mencari sandra sampai ke apartemen tadi" teriak Alea kepada vincent.
"iya kakak tau, mereka masih mengikuti kita. pegangan yg erat san" ucap vincent.
Alea menuruti perkataan vincent, alea berusaha tenang karena Alea tidak mau vincent tidak fokus karena ketakutan Alea.
tidak lupa anak buah alex sudah memberi kabar kepada alex dimana apartemen tempat Alea tinggal, dan saat ini mereka sedang membuntuti Alea. alex yg mendengar kabar ini langsung memerintahkan anak buah nya menyusul mereka.
"san, pegangan lebih erat. mereka masih mengikuti kita, kita akan pergi ke villa yg jauh dari sini supaya mereka tidak mengikuti kita" ucap vincent.
Alea dan vincent melaju kencang menembus jalanan ke arah hutan, vincent membawa Alea ke villa milik nya. meskipun vincent tidak pernah mengikuti jalan devano, tapi vincent juga memiliki banyak aset pribadi dari hasil kerja keras nya sendiri.
vincent mulai melambatkan laju motornya, menepuk tangan Alea, alea yg tersadar mengendurkan pegangan nya lalu melihat ke arah jalanan belakang , sudah tidak ada yg mengikuti nya. Alea sedikit bernafas lega.
"kak, kita villa siapa?" tanya Alea.
"villa milik kakak san. nanti kita cerita saat sudah tiba disana. sebentar lagi kita sampai" ucap vincent sembari melaju kan motor nya.
__ADS_1
15 menit kemudian mereka tiba di villa di tengah hutan. villa itu cukup luas, memiliki pagar yg cukup tinggi, dan juga disana ada penjaga yg mengurus villa itu.
"tuan silahkan masuk" ucap pak den.
"pak den, kenal kan, ini sanda. sementara kami akan tinggal disini pak" ucap vincent mengenalkan Alea.
"pak, saya sanda. teman kak vincent" sapa Alea ramah kepada pak den
"iya non, semoga betah tinggal disini ya non. non sandra kalau ada butuh apa apa bilang sama saya aja non" ucap pak den.
"panggil sandra saja pak. jangan pakai non" ucap Alea merasa tidak enak di panggil non.
"tidak papa non" ucap pak den lagi.
"ayo masuk san" ajak vincent menarik tangan Alea masuk.
"Oh ya pak den, tolong beresin kamar untuk sandra ya pak" pinta vincent kepada pak den
pak den mengangguk kemudian segera membereskan kamar untuk Alea. sedangkan bik nah menghampiri mereka, karena bik nah baru sadar kalau vincent datang.
"eh ada tuan vincent, sudah lama tidak datang ke villa. ini pacar nya tuan vincent. cantik sekali" ucap bik nah sembari tersenyum kepada Alea.
"saya Sandra bik, teman nya kak vincent" ucap Alea merasa tidak enak pada vincent karena di kira pacar nya.
"ini sandra bik, kami sementara akan tinggal disini, bik nah tolong siapin makan makan siang untuk kami berdua ya. pak den lagi siapin kamar buat sandra bik" ucap vincent menjelaskan pada bik nah.
"oh temen nya toh. Iya Iya, bik nah ke dapur dulu kalau gitu den. siapin makan siang buat tuan sama nona" ucap bik nah kemudian meninggalkan mereka menuju dapur.
sandra dan vincent saat ini duduk di sofa, karena kamar untuk Alea sedang di beres kan. Alea bersandar di sofa meregangkan otot nya yg kaku akibat perjalanan yg lumayan jauh. hampir satu jam lebih mereka berkendara menuju villa milik vincent. dan saat ini anak buah alex masih diam diam mengikuti mereka, anak buah alex sengaja menjaga jarak agar tidak di sadari oleh vincent jika mereka masih di buntuti.
__ADS_1
*halo semuanya, terima kasih sudah membaca novel karya ku ya. jangan lupa terus baca dan dukung karya ku.
like nya jangan lupa ya gaes ya , like dari kalian sangat berarti buat author. terima kasih kaliaaaan ❤❤❤*