Mafia Tampan Mencari Jejak Waitress Kaya

Mafia Tampan Mencari Jejak Waitress Kaya
#33


__ADS_3

alex berkutat di dapur , memasak seafood untuk makan malam mereka, alex sangat telaten memasak untuk istrinya. bahkan alex tidak membiarkan Alea berada di dapur. hanya untuk sekedar mengambil air mineral saja pun alex yg akan mengambilkan sendiri untuk Alea.


Alea memandangi alex , dirinya masih tidak menyangka di balik alex yg kejam ada sosok suami idaman dalam dirinya. Tapi tetap saja Alea tidak ingin menaruh harapan lebih pada alex, karena saat ini bisa saja alex hanya ingin mengambil anak yg di kandung nya saat ini.


"hei kenapa melamun? ayo makan" ucap alex menyadarkan Alea dari lamunan nya.


Alea hanya mengangguk kemudian menatap meja makan dan waaaah menggoda sekali hidangan di depan nya saat ini. Alea lalu berniat mengambil beberapa kepiting, tpi ternyata tangan nya kalah cepat, sesendok kepiting dan udang sudah mendarat tepat di piring nya. siapa lagi kalau bukan alex yg mengambil kan untuk Alea.


baru saja ingin mencicipi masakan suami nya, tiba tiba perut Alea seperti merasa mual, Alea menutup rapat mulut nya lalu berlari ke kamar mandi. alex yg heran kemudian mengikuti Alea dari belakang.


"hueeek, hueeek" suara Alea memuntahkan isi perutnya


"Alea kamu kenapa?" tanya Alex sambil memijat tengkuk Alea.


"aku , aku tidak tau, hueeeeek" jawab Alea terbata lalu mengeluarkan sisa sisa terakhir yg ada di dalam perut nya.


Alea sudah sangat lemas, beruntung nya alex sangat peka, alex langsung menggendong Alea ke kamar mereka. alex memijit kepala Alea yg kata Alea terasa pusing,


"Kita ke dokter ya?" ajak alex yg bingung melihat Alea sangat lemah


"ah tidak tidak. Aku tidak suka ke dokter" jawab Alea menolak


"ayo lah Alea, kamu sedang hamil sekarang. Aku tidak mau kalian berdua kenapa kenapa" ucap alex sedikit memaksa


"Aku cuma mau istirahat saja sebentar, besok pasti sudah sembuh" jawab Alea tetap menolak.


alex mengangkat tubuh Alea dengan paksa, membawa Alea ke dokter untuk memastikan istri nya tidak kenapa napa.


Alea yg ingin memberontak pun merasa tidak akan sanggup berbuat apa apa lagi, jangan kan untuk memberontak, tenaga yg Alea miliki saat ini pun hanya sisa sisa terakhir.

__ADS_1


"aish, terserah kamu saja lah lex mau bawa aku kemana" ucap Alea malas


alex melajukan mobil nya menuju rumah sakit terdekat, alex melaju dengan cepat menuju rumah sakit, sesampai nya disana, para perawat dan orang orang yg berada disana menatap Alex dengan terkejut dan seperti ketakutan, alex yg merasa risih di pandang seperti itu pun bingung


"kenapa menatap ku seperti itu, dimana dokter? Apa mata kalian buta tidak melihat aku membawa istri ku yg sedang sakit" bentak alex kepada perawat disana.


mereka yg terkejut langsung pergi ke tempat mereka masing masing. sedangkan perawat langsung membawa alex menuju ruang pemeriksaan.


Alea yg pusing melihat kelakuan suami nya ini hanya menutup wajah nya dengan tangan nya. masih di dalam pelukan alex, Alea kemudian mencubit dada alex hingga alex menatap Alea.


"ada apa?" tanya Alex


"apa kamu bodoh? kamu kan sudah mati, wajar mereka menatap mu seperti itu" ucap Alea kesal


alex yg tersadar bahwa dirinya tidak menggunakan topi atau pun masker hanya bisa menggerutu dalam hati.


"karena aku terlalu mengkhawatirkan mu, sampai aku lupa bahwa alex sudah mati" ucap alex sambil meletakan Alea pada kasur rumah sakit.


"sudah selesai belum? Kenapa kamu lama sekali memeriksa istriku!" ucap alex kesal


lagi lagi Alea di buat geleng geleng kepala dengan sikap alex yg menurut Alea sangat berlebihan. bahkan dokter yg memeriksa dirinya saja di omelin oleh alex.


"istri anda tidak apa apa tuan, ibu hamil memang biasa nya akan sensitif dengan bau bau tertentu. bawaan bayi nya tuan. jadi anda tidak perlu khawatir" jelas dokter kepada alex.


dokter kemudian keluar sedang kan alex dan Alea masih di dalam sana saling berdiam diri. Alea kemudian duduk menatap Alex.


"aku mau pulang" ucap Alea


"besok saja, kamu harus istirahat dulu" jawab Alex

__ADS_1


"aku mau pulang pokoknya. malam ini juga" ucap Alea tak ingin menginap di rumah sakit malam ini


"sudah cepat berbaring lagi, aku akan menjaga mu" jawab Alex tak perduli Alea ingin pulang malam ini


"ya sudah, aku jalan kaki saja pulang ke apartemen" ucap Alea lalu turun dari ranjang rawat nya.


"hei kamu ini" ucap alex kesal kemudian mengangkat tubuh Alea, dengan berat hati alex terpaksa menuruti kemauan Alea untuk pulang. .


alex melajukan mobil nya dengan tenang, menatap jalanan malam ini yg sepi. Tapi tiba tiba sepeda motor menghadang laju mobil milik Alex. Alex yg terkejut mengerem tiba tiba, untung nya Alea menggunakan seat belt, jadi tubuh nya tidak terbentur. alex menatap Alea memastikan istri nya baik baik saja. kemudian alex menatap kepada dua pria yg kini berdiri tepat di depan pintu mobil nya memaksa alex untuk turun.


alex tidak memperhatikan sekitar, alex lalu turun. Tapi Sayang nya saat baru saja membuka pintu, tiba tiba sebuah timah panas mengenai bahu alex. Alea yg melihat alex di tembak seketika histeris.


"aleeeexx" teriak alea menatap alex yg tubuhnya mulai luruh ke tanah terkena tembakan ke dua di paha nya.


Alea hendak menolong alex, sayang nya saat itu juga pintu tepat di sebelah Alea duduk dibuka oleh orang tak dikenal, Alea yg ingin melarikan diri nyatanya kalah gesit dengan para penculik ini. seseorang membekap mulut alea dengan kain yg sudah di berikan obat bius. Alea pun langsung lemas dan tak sadarkan diri.


para pria itu langsung membopong tubuh Alea menuju mobil mereka, sedangkan salah seorang pria yg sepertinya adalah pemimpin mereka, mengambil ponsel lalu memfoto alex yg sudah tergeletak. mereka lalu pergi dari tempat itu dan membawa Alea.


lukas


"kalian dimana? cepat datang ke lokasi yg aku kirim barusan" ucap alex melalui ponsel nya kepada lexi


lukas, lexi dan stev menuju ke tempat alex di hadang tadi. ternyata pria itu memberi tahu mereka posisi alex saat ini. bahkan pria itu mengirim foto ale yg berlumuran darah.


"lacak ponsel ini, biar aku yg membawa alex ke rumah sakit" ucap stev kepada Lukas


"lukas, ada cctv di situ. sebaiknya kau segera temukan siapa pelakunya" ucap lexi sambil menunjuk ke arah cctv


***halo para readers, maaf author nya lama up. lagi banyak kegiatan mendadak, nantikan up selanjutnya ya.

__ADS_1


terima kasih kalian semuanya ❤❤***


__ADS_2