
"untuk apa dia menggoda ku, aku juga tidak akan tergoda dengan wanita hamil itu" ucap vincent karena ia ingin alea tetap bekerja dengan nya. vincent ingin menjaga Alea dengan tetap berada di sisi Alea.
"jika aku tau kau menaruh hati pada wanita ****** itu. kau tau sendiri apa akibatnya bukan" jelas devano lagi.
"Iya aku tau" jawab vincent kemudian mematikan ponsel nya.
vincent kemudian menuju ke apartemen Alea malam itu. ia ingin memastikan apakah Alea sudah mengetahui berita ini atau belum. vincent mengendarai motor sport nya melaju kencang ke sana.
tok tok
sandra yg sedang merebahkan tubuh nya mendengar suara ketukan pintu kemudian bangkit dan melihat dari lubang pintu.
"Kak vincent, tumben kesini malam malam. ada apa ya" tanya Alea dalam hati. Alea lalu membuka kan pintu nya.
"Sandra? Apa kakak ganggu kamu istirahat?" tanya vincent
"enggak kok kak. kakak tumben datang ke apartemen sandra malam malam begini?" tanya Alea penasaran
"mmm gak papa san, cuma mau pastikan kamu baik baik aja. Boleh kita ngobrol san?" tanya vincent dengan hati- hati
"oh boleh kak. sebentar ya. kita ngobrol di rooftop aja ya" ucap Alea kemudian keluar menuju rooftop bersama vincent.
"kakak mau ngomongin soal apa?" tanya Alea saat mereka sudah berada di rooftop.
"san, apa kamu tau berita soal alex?" tanya vincent dengan ragu- ragu.
"alex?" tanya Alea dengan wajah polos nya.
"Iya alex, kamu sudah tau berita soal alex belum?" tanya vincent.
"kenapa emang nya alex kak?" tanya Alea.
__ADS_1
"emm, alex kecelakaan san." ucap vincent sedikit melemah kan suara nya.
"kecelakaan? tapi alex nya gak papa kan kak?" tanya Alea seakan tak perduli tapi ada sedikit khawatir dibenak nya.
"alex." vincent terdiam lagi seperti tak tega menyampaikan berita duka ini. apalagi saat ini Alea sedang mengandung anak dari alex.
"alex kenapa kak?" tanya Alea lagi dengan menatap vincent penuh tanya.
"alex meninggal dalam kecelakan itu san" jawab vincent menatap Alea.
Alea terdiam seakan tak percaya, entah apa yg Alea rasakan saat ini. dirinya seakan tak ingin perduli pada hal apapun tentang alex. Tapi kali ini rasanya hati nya melemah, bagaimana tidak, Alea mengandung anak dari alex, tapi kenyataannya Alea harus menerima bahwa anak nya tidak memiliki seorang ayah biologis.
"alex? meninggal? Apa aku tidak salah dengar? alex bahkan belum tau kalau aku benar benar mengandung anak nya. Tapi alex sudah pergi lebih dulu? nak, doakan ayah mu damai di atas sana ya" batin Alea sambil mengelus perut nya yg masih rata.
"kapan alex kecelakaan kak?" tanya Alea berpura- pura tidak peduli.
"tadi sore" jawab vincent.
"san, jangan sedih ya. kamu tenang saja. kakak pasti akan temani kamu selalu." ucap vincent menenangkan Alea.
keesokan harinya
semua kerabat sudah berkumpul, tak lupa juga para rekan bisnis mereka. mereka semua kini sudah bersiap untuk berangkat ke tempat pemakaman. mama Dewi terlihat sangat terpukul, bahkan papa Arsen kali ini tidak mampu menutupi kesedihan nya. menyaksikan peti jenazah sudah akan di makam kan, papa Arsen diam diam menghapus buliran air mata nya yg jatuh. sungguh hari yg sangat menyakitkan bagi keluarga Ghibson.
"ma, ayo kita pulang. biarkan alex beristirahat dengan tenang ma" ajak papa Arsen yg menepuk nepuk lembut bahu mama Dewi yg menangis meratapi kepergian putra nya.
"sebentar lagi pa. mama masih ingin menemani alex sebentar saja." jawab mama Dewi sembari terisak memikirkan kenangan kenangan bersama alex
papa Arsen hanya terdiam dan terus berusaha menguatkan istri tercinta nya. papa Arsen sadar, istrinya adalah orang yg paling kehilangan saat ini, anak yg ia rawat dan ia besarkan dengan penuh cinta kasih, kini sudah pergi meninggalkan mereka untuk selama nya.
"ayo kita pulang pa. waktu nya alex istirahat sekarang. alex pasti lelah setelah di perjalanan kemarin sore. alex, mama pulang ya nak. kamu istirahat yg tenang disana. mama sayang kamu nak" ucap mama Dewi setelah 15 menit meratapi kepergian anak nya, sambil mengusap air mata nya yg masih berhasil menerobos jatuh ke pipinya. mama Dewi melangkah kan kaki meninggalkan makam anaknya.
__ADS_1
papa Arsen menuntun istrinya pelan pelan menuju mobil. dari kejauhan terlihat pria menggunakan hoodie hitam, dan jeans santai menyaksikan pemakaman dari jauh.
sedangkan lexi, lukas dan stev juga beranjak pergi dari sana setelah kembali nya papa Arsen dan mama Dewi.
Alea
"Kak, media menyoroti kematian alex saat ini" ucap Alea kepada vincent. mereka sedang berada di resto saat ini. ya mereka sedang bekerja
"sudah pasti san. memang nya kamu tidak tau siapa alex?" tanya vincent heran.
"enggak" jawab Alea polos
"serius kamu gak tau?" tanya vincent terkejut.
"kamu bisa hamil anak dia tapi kamu sendiri tidak tau dia siapa. gimana sih kamu san?" gerutu vincent
"ya emang gak tau trus gimana kak. kan sandra cuma tau nama dia alex" jawab Alea santai
"san, alex itu pengusaha ternama di negara ini. bahkan nama alex juga terkenal di beberapa negara bagian. alex itu bukan orang sembarangan san. itulah alasan kenapa kak devano dan alex bermusuhan." jelas vincent kepada Alea yg membuat Alea manggut manggut.
"Apa kak devano masih menjadikan aku sandera nya kak?" tiba tiba Alea mengingat devano.
"tidak san. untuk apa lagi? kan alex sudah tidak ada juga" jawab vincent.
"ya siapa tau untuk hal lain lagi, siapa tau dia mau menjual ginjal ku, atau jantung ku. atau dia mau membunuh ku cuma cuma" jawab Alea santai
"haha, apa kakak ku terlihat sekejam itu san?" tanya vincent sambil tertawa.
"bukan hanya terlihat lagi kak. Tapi memang seperti itu kan. Apa kakak lupa kalau sandra sudah pernah melihat kakak babak belur akibat ulah pengawal kak devano. sandra masih ingat kak. ingat sekali bahkan " celoteh Alea sembari mengingat kejadian hari itu.
halo para raiders yg baik hati . jangan lupa dukungan nya buat author ya. like nya jangan lupa di pencet. terus kasih dukungan biar author semangat up up dan up lagi. ❤❤❤
__ADS_1