Mafia Tampan Mencari Jejak Waitress Kaya

Mafia Tampan Mencari Jejak Waitress Kaya
#35


__ADS_3

"kalau tidak mau di repotkan ya tidak usah menahan ku seperti ini, katanya tidak usah merepotkan!" ucap Alea semakin sinis


"dasar perempuan bodoh! cepat buka mulut mu!" bentak vincent membuat Alea yg tadi nya berani kini ketakutan.


"aku memang jahat, tapi aku masih mau melihat mu hidup Alea, hidup menderita!" ucap vincent setelah selesai menyuapi Alea


vincent kemudian keluar meninggalkan Alea, vincent memerintahkan kepada anak buah nya untuk mengawasi Alea, sedangkan vincent sendiri langsung pergi meninggalkan gudang tua itu kembali ke markas nya. vincent sengaja menyembunyikan Alea di gudang tua yg lumayan jauh agar alex tidak dapat menemukan Alea di markas nya.


papa Arsen dan mama Dewi


sebuah mobil hitam masuk melalui pintu gerbang utama, berhenti tepat di depan kediaman orang tua alex, lukas menarik nafas nya dalam, kemudian melepaskan seat belt, kembali terdiam menatap sepasang pintu utama rumah itu. Lukas meyakinkan diri sekali lagi bahwa keputusan nya untuk memberi tahu papa Arsen dan mama Dewi adalah pilihan yg tepat.


"ah, ini sudah waktu nya mereka tau" ucap Lukas kemudian membuka pintu mobil dan berjalan menuju ke pintu utama


Lukas memencet bel, tak berselang lama seorang pelayan membuka kan pintu untuk lukas.


"apa om dan tante dirumah?" tanya lukas tanpa basa basi


"tuan Arsen dan nyonya Dewi ada dirumah. silahkan masuk tuan" ucap pelayan itu mempersilahkan lukas masuk


meskipun sebelumnya lukas bebas keluar masuk ke rumah ini, tapi setelah alex berpura pura meninggal membuat lukas tidak pernah mengunjungi rumah ini lagi, setiap org tua alex bertanya lukas selalu beralasan sibuk. padahal lukas memang sengaja tidak ingin datang karena tidak tega melihat mama Dewi yg selalu murung mengingat alex


lukas menunggu di ruang tamu, lukas memperhatikan suasana rumah mewah ini, tidak ada yg berubah sama sekali, hanya terlihat begitu sepi memang tanpa alex.


"lukas, sudah lama menunggu nak?" tanya mama Dewi


"eh tante, belum lama. lukas baru saja tiba tan" jawab lukas


"Om dan tante apa kabar?" tanya lukas lagi


"kabar baik nak, hanya sedikit kesepian saja karena tidak ada alex" jawab mama Dewi yg seketika murung

__ADS_1


"sudah lah ma, jangan sedih begitu" timpal papa Arsen sambil mengelus bahu istrinya


"om, tante. ada yg harus lukas beri tahu kan sama om dan tante soal alex" ucap lukas memberanikan diri


"sorry lex, gue harus kasih tau bokap nyokap lo kalau lo masih hidup, dari pada lo mati beneran ntar gue yg repot" batin lukas


"kenapa dengan alex nak? Apa dia masih ada masalah sebelum dia meninggal?" tanya mama Dewi penasaran


"em, bukan tan. alex masih" lukas menggantungkan ucapan nya


"masih? masih apa?" tanya mama Dewi semakin penasaran


"alex masih hidup om, tan. sekarang alex kritis di rumah sakit" jawab lukas


"apa? kamu jangan bercanda lukas!" ucap papa Arsen tak percaya dengan apa yg ia dengar barusan


"lukas gak bercanda om, lukas kesini mau beri tau om sekalian mau ajak om sama tante lihat kondisi alex" ucap lukas meyakinkan mereka sekali lagi


"kalau begitu ayo kita lihat alex pa" ucap mama Dewi yg menangis panik mengetahui alex masih hidup dan kritis


"om, bareng lukas saja. om sedang panik jangan setir sendiri" ucap lukas


"baiklah" jawab papa Arsen kemudian menyusul lukas masuk ke dalam mobil.


di perjalanan lukas tidak banyak bicara soal alex, karena memberitahu alex masih hidup saja sudah melanggar ketentuan alex. apalagi memberitahu lebih banyak. bisa bisa lukas yg menjadi almarhum di tangan alex.


hampir satu jam lukas melajukan mobil nya menuju ke rumah sakit tempat Alex di rawat, lukas kemudian turun dari dalam mobil, papa Arsen dan mama Dewi juga turun, kemudian mereka berjalan menuju tempat alex di rawat. terlihat jelas raut wajah khawatir mama Dewi, terlihat dari kejauhan stev dan lexi duduk di luar ruangan tempat alex di rawat


"om, tante " ucap stev saat melihat papa Arsen dan mama Dewi


"stev, lexi. gimana kondisi alex nak?" tanya mama Dewi dengan air mata yg sudah membasahi pipi nya

__ADS_1


stev dan lexi terdiam, saling memandang kemudian melihat ke arah pintu ruangan alex di rawat. mama Dewi kemudian berjalan melihat kondisi alex dari balik kaca transparan di pintu itu. mama Dewi semakin terisak melihat kondisi alex yg tergeletak lemah, bahkan selang selang juga menempel di tubuh alex.


"alex, bangun nak. anak pembangkang mama bagaimana bisa kamu sampai seperti ini nak" ucap mama Dewi masih memandangi alex dari balik pintu


"sudah sudah ma, kita doakan alex agar segera melewati masa kritisnya" ucap papa Arsen lalu memeluk mama Dewi agar tenang


"lexi, ikut dengan om sebentar" ucap papa Arsen kepada lexi


"mama tunggu sebentar ya. ada yg papa ingin bicarakan dengan lexi" ucap papa Arsen kepada istri nya


mama Dewi mengiyakan permintaan suami nya, sedangkan papa Arsen berjalan menjauh dari mereka di ikuti dengan lexi yg berjalan di belakang papa Arsen.


"apa yg sebenarnya terjadi lexi?" tanya papa Arsen kepada lexi


"alex sebenarnya tidak pernah meninggal om" ucap lexi jujur


"lalu?" tanya papa Arsen menuntut jawaban yg jelas


"alex sengaja melakukan itu demi menyelamatkan Alea, alea di culik oleh devano, alea dijadikan sandera agar alex mau menandatangani kerjasama perusahaan. jadi alex berpura pura mati agar bisa menyelamatkan Alea diam diam om" jelas lexi


"selanjutnya?" jawab papa Arsen yg tidak puas dengan jawaban lexi


"aish mati lah gue kalau sampai alex tau gue cerita semua nya ke mama papa nya. bisa di gantung hidup hidup gue kayak nya. kenapa gak lukas aja sih yg di wawancarai" batin lexi menggerutu


"alex sudah menikah dengan Alea om, alea sedang mengandung anak Alex. mereka tinggal di apartemen. dan kondisi alex sekarang terjadi karena mereka di serang oleh anak buah devano. bahkan saat ini alea di culik oleh mereka om" jelas lexi dengan sejujurnya


"siapa devano itu? Kenapa menganggu putra ku terus?" tanya papa Arsen


"itu om saingan bisnis alex. dia selalu berusaha melakukan berbagai macam cara agar bisa menjatuhkan alex om" jawab lexi beralasan. karena tidak mungkin lexi akan memberi tahu papa Arsen soal bisnis gelap milik alex.


"jadi bagaimana dengan Alea dan calon cucu ku? Apa sudah ada kabar?" tanya papa Arsen penasaran

__ADS_1


"anak buah ku sedang mencari lokasi mereka om" ucap lexi lagi.


"halo para readers, baca terus novel karya ku ya. jangan lupa like nya di pencet ya. terima kasih atas dukungan kalian ❤❤❤❤❤❤


__ADS_2