Mafia Tampan Mencari Jejak Waitress Kaya

Mafia Tampan Mencari Jejak Waitress Kaya
#28


__ADS_3

sandra dan vincent saat ini duduk di sofa, karena kamar untuk Alea sedang di beres kan. Alea bersandar di sofa meregangkan otot nya yg kaku akibat perjalanan yg lumayan jauh. hampir satu jam lebih mereka berkendara menuju villa milik vincent. dan saat ini anak buah alex masih diam diam mengikuti mereka, anak buah alex sengaja menjaga jarak agar tidak di sadari oleh vincent jika mereka masih di buntuti.


bik nah datang membawa air minum untuk mereka, karena bik nah tau perjalanan kesini cukup jauh, apalagi untuk Alea yg baru pertama kali kesini. dan ini adalah kali pertama vincent membawa perempuan ke villa miliknya. biasanya vincent kesini hanya sendiri , untuk melepaskan penat nya pekerjaan nya.


"tuan, non ini di minum dulu" ucap bik nah sembari memberikan cawan berisi minuman.


"terima kasih bik " ucap alea kepada bik nah.


Alea langsung menuangkan air ke dalam gelas nya, meneguknya sampai tandas. vincent yg melihat Alea langsung tertawa.


"ah, akhirnya lahan tandus ku tersiram air juga" ucap Alea setelah merasa lega


"hahaha haus sekali ya san?" ucap vincent sambil tertawa


"Ya kak, sudah kering sekali tenggorokan alea" ucap Alea lagi


"Alea?" vincent menatap Alea bingung


"eh sandra maksud nya kak" ucap Alea gugup karena keceplosan menyebut nama nya.


"ooh, begitu" jawab vincent sambil manggut manggut berpura pura percaya


"tadi kakak bilang mau cerita sama sandra?" tanya Alea mengalihkan pembicaraan kepada vincent


"ah iya ya, tadi kita bahas apa di jalan?" tanya vincent lagi sambil menatap Alea.


"soal villa kakak" jawab Alea


vincent terdiam sembari merenung, kemudian vincent berdiri dan berjalan menuju ke arah pintu kaca yg besar, vincent kemudian membuka pintu itu berjalan menuju ke luar. vincent menatap pemandangan hutan dan danau dari sana. ternyata villa ini berdiri di atas pegunungan. vincent menatap ke sana sambil menghirup udara segar.


Alea kemudian berdiri dan menyusul vincent di luar, alea melihat pemandangan yg menyejukkan hati. Alea menghirup nafas dalam dalam.


"ah indah nya" ucap alea tersenyum memandangi hutan dan danau


"kamu suka?" tanya vincent


Alea mengangguk tersenyum menatap vincent.


bik nah dan pak den tidak sengaja melihat mereka disana tersenyum, "mereka berdua sangat cocok ya buk" ucap pak den


"Iya pak. cocok sekali. semoga saja mereka berjodoh ya pak" ucap bik nah. kemudian mereka berlalu dari sana..


"ini villa pribadi kakak?" tanya Alea membuka obrolan.

__ADS_1


"Iya san, kakak sengaja membuat villa ini untuk di tempati bersama istri ku kelak ,dan juga mama ku" ucap vincent masih melihat ke arah hutan


"lalu dimana mama kakak sekarang?" tanya Alea penasaran


"di rumah san, mama selalu di jadikan sandera oleh kak devano jika dia meminta ku melakukan sesuatu tapi aku tidak mau menuruti nya" ucap vincent lagi


"kak devano seperti itu?" tanya Alea heran


"bahkan lebih parah dari itu. kak devano tega menyekap mama karena aku tidak mau mengikuti kak devano melakukan transaksi gelap. aku terpaksa ikut kak devano pergi , baru kak devano melepaskan mama. aku tidak mengerti kenapa kak devano melakukan itu pada ibu kandung nya sendiri " jelas vincent


"saat papa ku meninggal, kehidupan ku mulai berubah, aku seperti boneka bernyawa di bawah kontrol kak devano, kamu dengar sendiri kan kalau kak devano juga menentukan dengan siapa aku boleh menikah, malang sekali nasib ku" ucap vincent dengan wajah sedih.


"ah sudah lah, kenapa jadi cerita sedih gini" ucap vincent lagi berusaha menghibur diri.


"jadi kamu ini sandra atau Alea?" tanya vincent tiba tiba sambil menatap dingin Alea


"a aku Sandra kak, casandra" ucap Alea gugup


"lalu kenapa kamu gugup?" tanya vincent mendekatkan diri nya pada Alea membuat Alea takut


"Iya namaku kan Alea Casandra kak" jawab Alea jujur dan berusaha tenang


"oh pantas saja" ucap vincent.


"Aku mendengar orang orang di luar sana mereka mencari Alea" jawab vincent santai


"apa kamu juga memerlukan kaca mata ini?" tanya vincent kemudian menarik pelan kaca mata Alea.


Alea terkejut dan menatap vincent. Alea benar benar takut kenapa vincent bisa mengetahui penyamaran Alea.


vincent kemudian membuang kaca mata besar alea ke luar. vincent mengeluarkan sebungkus rokok, lalu mengambil sebatang dan memantikan korek api.


untuk pertama kali nya Alea melihat vincent merokok. hari ini Alea melihat vincent tidak seperti biasanya. vincent terlihat dingin dan menyeramkan.


"kenapa menatap ku seperti itu?" tanya vincent yg melihat Alea menatap nya terdiam


"kak, apa kakak baik baik saja?" tanya Alea takut


"tidak" jawab vincent


"kakak kenapa?" tanya Alea lagi


"kamu yakin ingin tau aku kenapa?" vincent memegang dagu Alea membuat Alea menatap ke arah wajah vincent.

__ADS_1


"kak, kakak kenapa seperti ini?" tanya Alea ketakutan


"alex menahan kakak ku. dan kamu berada di sisi ku saat ini. apa kamu bisa ku tukar dengan kakak ku?" tanya vincent dengan tatapan dingin nya


"kak, alex kan sudah meninggal!" ucap Alea berusaha menenangkan vincent yg terlihat marah


"ah kamu tidak tau jika alex ternyata masih hidup ya? jika kamu mau ku tukar dengan kakak ku, aku akan membiarkan mu bebas dalam vila ini sampai mereka datang membawa kakak ku. Tapi jika kamu tidak mau. aku akan mengurung mu dalam kamar." ucap vincent sembari melepaskan tangan nya dari dagu Alea.


"kak, jangan berikan aku kepada alex kak." Alea memohon kepada vincent


"meskipun aku sangat membenci kak devano, tapi aku tau siapa yg harus ku selamatkan sekarang ini. saudara kandung ku lebih penting daripada orang lain" ucap vincent penuh penekan pada kata orang lain


"baik lah , aku mengerti . aku rela kakak tukar dengan kak devano, karena aku hanya orang lain di hidup kakak" ucap Alea sambil berfikir cara untuk kabur.


"bagus" vincent kemudian mengambil ponsel nya di dalam saku celana nya. terlihat vincent sedang menghubungi seseorang.


"Alea bersama ku. silahkan ambil dia kesini" ucap vincent entah kepada siapa.


"kak" ucap Alea dengan mata berkaca kaca.


flashback on


saat vincent sedang menunggu Alea bersiap, nomor tidak di kenal menghubungi vincent.


"Aku tau kau bersama Alea, berikan dia pada ku. atau kakak dan ibu mu menjadi tawanan nya!" ucap suara pria dari balik ponsel itu


vincent yg mendengar itu seketika meradang. vincent tidak akan perdulì jika hanya devano yg di tahan oleh alex. Tapi kali ini alex juga melibatkan ibu vincent. alex tau jika vincent tidak perduli dengan kakak nya. jadi alex menggunakan ibu nya untuk mengancam vincent .


"bajingan" ucap vincent.


"saat ini anak buah ku sudah berada di apartemen Alea, dia akan mengikuti kalian di perjalanan nanti. bawa Alea ke villa xxx di pegunungan. aku tau kau mempunyai villa disana. jangan coba bawa Alea kabur. kau yg menentukan nasib ibu dan kakak mu!" ucap pria itu kemudian mematikan ponsel.


sesaat setelah ponsel itu mati, alea menghampiri vincent


flashback off


"pergilah ke kamar mu, tunggu sampai mereka datang" ucap vincent kemudian berjalan masuk dan menuju ke kamar milik nya.


sedangkan Alea masih terdiam disana. Alea tidak menyangka bahwa vincent akan mengantarkan nya kepada alex, saat ini dunia nya seakan runtuh. vincent yg selama ini ia pikir tempat nya untuk berlindung, ternyata adalah orang yg akan membawa nya ke dalam jurang.


Alea kemudian menatap ke arah hutan. pikiran nya untuk kabur muncul lagi. Alea melihat ke bawah, banyak bebatuan di bawah , tapi Alea harus kabur. saat ini tidak ada yg bisa melindungi nya selain diri nya sendiri.


hai para pembaca yg baik hati, terima kasih sudah membaca novel karya ku. tunggu up selanjutnya. dan jangan lupa dukung novel ku, like nya di pencet juga jangan kelewatan. terima kasih kalian semua

__ADS_1


❤❤❤❤


__ADS_2