Main Cantik Membalas Suami Pelit

Main Cantik Membalas Suami Pelit
Pengenalan tokoh dan karakter


__ADS_3

Kinanti seorang ibu rumah tangga berusia tiga puluh tahun, Kinanti adalah ibu yang sabar, hangat, penyayang. selain sebagai ibu rumah tangga Kinanti juga membutuhkan makanan dan snack . Dia biasa nya mengintip kan aneka camilan ke warung-warung. Sambil menunggu anak-anak pulang sekolah ia membungkus aneka camilan, dan akan dia setor kan ke warung-warung sambil mengantar anak-anak sekolah atau pada saat akan menjemput sekolah.


Anggara Wicaksono seorang suami yang baik namun pelit dan perhitungan.


Anggara bekerja di sebuah pabrik garmen, dimana dia menduduki jabatan sebagai pengawas, dengan gaji yang sudah lumayan besar.


Kenan anak laki-laki Kinanti dan Anggara, berumur sepuluh tahun, duduk di bangku kelas lima sekolah dasar. Anak laki-laki yang pendiam dan cerdas, dia selalu berusaha untuk melindungi ibu dan adik perempuan nya.


Kenan lah yang membuat Kinanti menjadi seorang ibu yang kuat dan tegar menghadapi ulah suami.


Anggia anak gadis Kinanti dan Anggara, berumur lima tahun, sekolah TK di sebuah yayasan Islami, anak yang cerdas, cepat menghafal dan terlalu sensitif dengan ucapan orang dewasa atau ucapan orang di sekitar nya.


Bondan Wicaksono adalah ayah dari Anggara Wicaksono, memiliki sifat sabar dan sering membantu Kinanti bila sedang di marahi Wulandari, ibu dari Anggara. Bondan memiliki beberapa kios di pasar yang di sewakan dan juga dia gunakan sendiri untuk berjualan sembako.


Wulandari adalah ibu dari Anggara Wicaksono, sifat pemarah, serakah dan ingin menang sendiri. Tidak rela bila gaji anak laki-laki nya di berikan kepada menantunya. Dengan segala cara dan segala macam alasan yang di buat ibu Wulan agar gaji Anggara dia yang pegang dan kelola. Bu Wulan pekerjaan nya hanya membantu suami nya berjualan di pasar.


Anita Wicaksono adalah adik perempuan dari Anggara Wicaksono. Sangat manja dan boros, gaya hidup yang hedonis dan ingin tampil glamor. Hanya bisa menghabiskan uang yang di beri kakak nya Anggara dan juga kedua orang tua nya.


Saat ini Anita baru saja kuliah semester dua dia mengambil jurusan ekonomi,


Wijaya adalah ayah dari Kinanti. memiliki sifat yang lembut namun juga amat sangat tegas. Tidak suka bila keluarga nya di sakiti baik itu secara lisan maupun fisik. Apalagi jika anak-anak nya mendapat perlakuan yang tidak senonoh, maka tak segan-segan pak Wijaya akan maju terlebih dahulu.


Pak Wijaya memiliki sawah yang banyak dan juga luas. Di kampung pak Wijaya termasuk orang kaya, hanya saja karena kekayaan orang di desa tidak terlihat seperti di kota, dengan rumah mewah dan gedongan. Namun di desa hanya rumah biasa saja, bahkan rumah pak Wijaya hanya dari polesan pasir dan semen, bukan keramik seperti yang di inginkan.


Ayuk Wardana adalah ibu dari Kinanti, Bu Ayuk juga memiliki sifat yang lembut, sabar dan pemaaf.


Bagaimana pun orang menyakiti nya dia pasti akan memaafkan walaupun orang tersebut belum meminta maaf. Bu Ayuk pun sama hanya membantu suami nya ke sawah.


Fadil Pamungkas adalah adik dari Kinanti. Sifat nya keras dan tegas sama seperti pak Wijaya.


Berusia tujuh belas tahun, sekolah SMA kelas Tiga. Fadil dan Kinanti selisih sepuluh tahun. Sewaktu Kinanti menikah Fadil baru berusia tujuh tahun.

__ADS_1


*


*


*


*


*


Pagi ini seperti biasa di awal bulan Kinanti akan menerima uang jatah belanja bulanan


"Mas...! uang bulan ini kok cuma satu juta?" tanya Kinanti, ketika menghitung jumlah uang lembaran berwarna merah yang hanya ada sepuluh lembar.


"Iya dek! maafin mas ya, bulan ini potongan gaji mas banyak sekali, kemarin kan bayaran sekolah Kenan dan Anggi banyak, belum lagi Anita yang harus bayar kuliah nya" jawab Angga, masih dengan nasi goreng sebagai menu sarapan pagi nya.


Kinanti hanya bisa menghela nafas panjang.


Sudah lima tahun terakhir keuntungan nya berantakan. semenjak Anggia anak gadis nya lahir, Angga amat perhitungan dengan nya.


Dulu sepuluh tahun yang lalu awal-awal berumah tangga dengan Angga, Kinanti mendapat jatah dua juta perbulan.


Dengan gaji Angga yang dua juta lima ratus.


Kinan diberi dua juta rupiah, sedangkan Angga memegang sisanya lima ratus ribu rupiah. Yang di gunakan Angga untuk membeli bensin dan kebutuhan lainnya. Beruntung lah Angga laki-laki yang tidak merokok, jadi pengeluaran dia tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli rokok.


Dari uang dua juta tersebut Kinan akan memberikan tiga ratus ribu rupiah untuk ibu mertua nya, dan dua ratus ribu rupiah untuk ibu nya di kampung halaman nya. Walaupun terkesan tidak adil, dulu pernah Kinan memberi secara adil masing-masing dua ratus lima puluh ribu.


Namun oleh Bu Ayuk yang awalnya menolak uang pemberian anak serta menantu nya, ia hanya meminta dua ratus ribu saja dan akhirnya uang bulanan untuk Bu Wulan menjadi tiga ratus ribu rupiah.


Hingga tahun ke lima Kinan diberi tambahan uang belanja, saat Angga mendapat kenaikan jabatan sehingga gaji nya pun bertambah.

__ADS_1


Kinan mendapat tiga juta rupiah tiap bulannya. Kinan yang pandai mengelola keuangan tentu saja memiliki tabungan dari sisa belanja dan juga ia yang berjualan aneka snack kering yang ia titipkan pada warung-warung di sekitar rumah nya hingga ke sekolah taman kanak-kanak Kenan, hingga sekarang Anggi anak gadis nya lah yang gantian sekolah di sana.


Namun itu hanya berjalan satu tahun, pada tahun ke enam uang bulanan Kinan kembali menjadi dua juta lagi, karena Ayah mertua Kinan, pak Bondan terkena stroke yang membuat tubuh sebelah kiri pak Bondan lumpuh.


Walaupun kedua orang tua Angga mempunyai penghasilan yang banyak bahkan melebihi penghasilan Angga sendiri, namun tetap saja Bu Wulan meminta jatah pada Angga untuk biaya terapi tiap minggu nya yang berkisar antara dua ratus hingga tiga ratus ribu tiap satu minggu sekali.


Hingga hari ini di tahun ke sepuluh pernikahan mereka, bukannya bertambah jatah bulanan Kinan malah makin berkurang, dari dua juta menjadi satu juta lima ratus ribu rupiah per bulan, dan sekarang berkurang lagi menjadi satu juta.


Angga beralasan gaji nya untuk membantu membayar kuliah Anita adik perempuan satu-satunya dan kesayangan anggota keluarga Wicaksono.


*


*


*


*


*


"Yah..! ayo berangkat sekolah!" ucap si sulung Kenan.


"Kakak sudah selesai sarapan nya?", tanya Anggara.


" sudah yah!"


"Ya sudah ayo!, dek.. mas berangkat dulu ya!". pamit Anggara pada Kinanti, tak lupa Angga mencium pipi gembul anak gadis ku yang masih asik dengan sarapan nasi goreng menu favorit nya.


Kinanti pun mengantar kepergian kedua jagoan nya yang berbeda generasi tersebut.


"Hati-hati di jalan Yah!" ucap Kinanti setelah ia mencium punggung tangan Angga dan tidak lupa juga Angga mencium kening Kinan.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung..


__ADS_2