
"menyebalkan... masa iya malam pertama malah di tinggal tidur, apa gak terangsang gitu lihat aku pake lingerie seksi" Reni pun merebah tubuh nya di sisi Angga, kesal melihat Angga yang tidur nyenyak dan membelakangi nya.
-
-
-
"Kakak! adek! ayo cepetan sarapan nya di makan, nanti keburu telat masuk sekolah" Kinan yang sibuk dengan membuat bekal untuk kedua anaknya, namun mulut tetap saja tidak bisa diam, selalu cerewet dan bawel.
"Kakak udah selesai" ucap Kenan
Kenan melangkah ke belakang membawa Pring dan gelas bekas sarapan nya. Itulah kebiasaan anak anakku, aku membiasakan mereka sedari dini, habis makan piring gelas Langsung di bawa ke belakang tempat cucian piring. walaupun belum ku ajari untuk mencuci piring dan gelas, namun Kenan biasanya ber inisiatif mencuci sendiri waktu malam hari. Karena bila pagi aku selalu melarang mengingat waktu yang mepet untuk mereka berangkat sekolah.
"adek juga udah Bu" ucap si bungsu, seperti si kakak, bungsu pun membawa bekas sarapan nya ke belakang meletakkan di wastafel.
Setelah selesai mengantarkan anak-anak maka seperti biasa aku menyetor kan beberapa makanan ringan di warung sepanjang jalan dari rumah menuju sekolah.
Setelah nya aku berbelanja untuk makan malam dan juga besok sarapan pagi. teringat jika persediaan beras juga habis, aku membeli lima kilo beras yang ku pikir bisa untuk satu Minggu.
Saat sampai di rumah aku di kejutkan dengan kedatangan ibu mertua ku.
"assalamu'alaikum ma, tumben pagi-pagi sudah ke rumah. ada perlu apa?" tanyaku sopan.
"wa'alaikumsalam, kamu ini memang mantu kurang ajar, mertua cuma di luar gak di suruh masuk rumah" ucap mama Wulan membuat ku melongo.
__ADS_1
"loh.. mama liat sendiri Kinan baru sampe, habis antar anak-anak sekolah. Ini juga baru mau buka pintu. mama udah ngomel-ngomel aja" jawabku, yang setelah nya membuka pintu rumah dan mempersilahkan mama Wulan masuk rumah.
"kamu tuh memang pandai kalau cari alasan. pantas saja Angga gak betah di rumah dan cari istri lagi" sindir mama Wulan.
"maksud mama apa ya?" tanyaku langsung, membuat mama kelimpungan mencari jawaban atas keceplosan ucapan nya.
"huh.. memang mama ngomong apa? sudah sana buat kan mama minuman haus, kalau ada jus jambu atau es jeruk"
'hmmm.. kumat' batinku, segera aku kebelakang membuat kan minuman teh panas, kubuat saja teh celup yang praktis dan cepat.
"maaf ma, ada nya teh celup" ucap ku kemudian, saat memberikan minuman ke hadapan mertua ku.
"sudah di bilang mama haus malah di kasi panas, biar makin panas gitu maksudnya, sana ambilkan air es" tunjuk nya, namun tetap saja menyeruput teh buatan ku, sambil monyong monyong mulut nya meniup dan menyeruput.
Kadang aku heran apa salah ku tiap mama bicara selalu saja pedas, tidak pernah ada kata katanya yang halus dan lembut untuk menunjukkan sosok seorang ibu.
Hanya karena aku bisa menghasilkan uang sendiri, ia menafkahi ku seenaknya sendiri. tidak berfikir kurang atau tidak uang uang yang ia berikan, asal sudah memberi nafkah baginya cukup tidak cukup haruslah cukup.
kusodorkan air putih dingin yang biasa tersedia di kulkas, karena Kenan tiap pulang sekolah pasti minum air dingin dari kulkas, jadi untuk stok air dingin di kulkas jarang sekali tidak ada.
"nah gini kan segar" ucap mama Wulan, kulirik gelas telah ternyata habis, aku hanya menahan senyum. Malas untuk menyindir atau pun berdebat.
"ada apa ma?" tanyaku lagi, setelah duduk di depan ibu mertua ku
"mama mau pinjam uang sama kamu, gak banyak sepuluh juta saja" ucap mama Wulan enteng.
__ADS_1
"hah..." gak banyak kata nya!. " maaf ma, mana ada kinan uang segitu banyak nya" jawab ku, seakan tak percaya dengan apa yang aku dengar.
"memang uang Angga selama ini kamu kemanakan? bisa bisanya uang segitu gak ada"
"Mama berharap Kinan punya uang dan tabungan berapa? sampai sampai mama bilang uang sepuluh juta hanya segitu" tanyaku seolah menantang.
"huh.. gaji Angga kan kamu yang pegang semua"
"gaji mas Angga memang berapa ma sampai Kinan harus punya tabungan melebihi sepuluh juta" tanyaku lagi, biarlah ku buat makin berbelit-belit. aku ingin tau apakah ibu mertua ku tahu berapa jumlah gaji mas Angga dan apa mertua ku tau kalau mas Angga sudah naik pangkat dengan gaji besar, atau malah ikut ikutan menyembunyikan.
"Gaji Angga itu sepuluh juta ya, dan Angga hanya memberi mama dua juta, Anita satu juta sedangkan sisanya Angga kasi ke kamu jadi sisanya pasti lah tujuh juta, kamu pasti menabung paling tidak lima juta tiap bulan"
"yang sepuluh juta yang mama minta kan tabungan mu selama dua bulan, sekarang mama minta yang sepuluh juta untuk arisan" ucap mama Wulan yang kukuh meminta sepuluh juta,.yang awal meminjam jadi meminta, seperti inilah kebiasaan mama.
Ngomong pinjam uang tapi tidak pernah di kembalikan, dulu aku tak masalah karena masih bermaksud untuk menarik hati ibu mertuaku, berharap luluh dengan apapun yang dia minta aku berikan. Namun sekarang aku bukan wanita bodoh.
Cukup sudah aku berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan mertua dan adik ipar ku, perjuangan yang tidak pernah di anggap.
"wowww... Kinan baru tau ternyata gaji mas Angga sepuluh juta perbulan nya, dan apa kata mama tadi Kinan di beri uang tujuh juta sebulan" hahahaha.... seketika aku langsung tertawa.
"bahkan uang bulanan adik nya saja lebih banyak daripada nafkah yang mas Angga kasi ke istri dan anaknya"
"hahahaha... uang yang dulu satu juta berubah jadi lima ratus ribu dan mama berharap Kinan punya tabungan, tabungan apa yang mama harapkan! bahkan Kinan rela berjualan aneka Snack yang Kinan titip titipkan di warung. Bukankah mama dan Anita sering menghina Kinan wanita kampungan tidak berpendidikan, rela berjualan dengan untung seratus dua ratus perak, anak mama yang pelit dan kikir itu apa mama kira mau ngasi semua gaji nya ke Kinan?"
"kamu.. kamu sembarangan ngatain Angga pelit, kikir.. huh.. sudah untung di nafkahi" balas mama Wulan sengit, ia sampai menunjuk nunjuk wajahku. dengan wajah merah padam"
__ADS_1
©©©©©©©©©©
Bersambung.