
"maaf mas aku gak sengaja kesandung tadi, mas Angga berhenti nya juga mendadak" ucap nya.
Aku tak menggubris ucapan Reni, bisa-bisanya aku panas dingin begini. Haisss... wajar saja Kinan mulai dingin terhadap ku, ia sudah jarang memberiku jatah malam. Bahkan sudah seminggu lebih aku belum dapat jatahku.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
POV Kinan
Pagi ini aku menuju ke tempat pembuatan tempe keripik dan keripik singkong milikku yang saat ini di kelola bapak dan ibu.
"mbak Kinan apa kabar? kapan pulang?" tanya bude Minah salah satu karyawan ku yang hampir seumuran dengan ibu.
Beliau lah yang bertanggung jawab untuk pengolahan tempe keripik.
"Alhamdulillah bude, kabar ku baik-baik dan sehat wal'afiat" jawabku sambil mencium punggung tangan beliau dan memeluk nya sebentar.
"anak-anak kemana? apa gak ikut?"
"pastilah ikut bude, kan libur dua hari. dari pagi sudah ngrecokin kakung nya minta main di empang lele mau mancing" aku pun tersenyum dan dibalas senyuman juga oleh bude Minah.
Teringat dengan keheningan pagi tadi saat bapak mau ke sawah tapi anak-anak merengek minta memancing di sungai. Tapi bapak tidak mengijinkan karena sungai sedang pasang karena ini musim hujan.
Akhirnya bapak pun mengajak mereka ke sawah dan setelah nya berjanji mengajak anak-anak memancing di kolam lele belakang rumah.
*
*
*
*
*
Iseng-iseng aku membuka status milik Anita adik ipar ku, ada foto Selfie Anita dan seorangpun perempuan yang ku pikir adalah teman nya.
Tapi tunggu dulu kenapa caption nya bertulis kan calon kakak ipar
[PAGI CERAH BREAKFAST SAMA CALON KAKAK IPAR CANTIK] yang diikuti dengan emoticon love
__ADS_1
Calon kakak ipar? kakak ipar siapa maksud nya? bukankah mas Angga hanya dua bersaudara. Apa mungkin maksud Anita calon kakak ipar sepupu nya. Tapi siapa? bukankah keluarga besar mas Angga yang laki-laki sudah menikah semua. Bahkan mas Angga yang terakhir menikah, karena papa dan mama mertua sama-sama anak terakhir, mama malah anak tunggal maka nya sifat mama manja, keras kepala, tidak bisa mandiri dan selalu merasa menang sendiri.
Segera aku screenshot story' Wh***App milik Anita untuk ku tanya kan langsung pada mas Angga.
Hari ini aku membantu paking keripik singkong yang kata bapak ada pesanan dari desa sebelah meminta bungkusan keripik singkong dan keripik tempe sebanyak sepuluh kilo yang perkilo nya di jadikan lima bungkus.
Alhamdulillah rejeki untuk anak-anak ku dan juga tetangga di sekitarku. Semoga lancar terus usaha ku ini.. amin.
"wah ini owner nya ikut turun tangan aja" suara cempreng dari belakang ku, tidak perlu menoleh ke belakang. Dialah Marini anak dari bude Minah, orang- biasa memanggilnya dengan sebutan Rini.
"Biasa lah Rin, owner yang satu ini kan baik hati, royal, rajin dan tidak sombong" ucapku membalas ejekannya.
"yahhhh... dia nya malah muji diri sendiri, nyesel muji-muji.. buihh.. buihh.. " Rini pun memeragakan seperti orang membuang ludah.
Aku pun tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan nya. "Sini bantuin nanti aku tambah gajinya dua ribu" aku pun menarik tangannya untuk mendekat ke arah ku.
"ya ampun Bu bos naik cuma dua ribu beli es teh aja gak dapat"
"daripada enggak naik kan lumayan tuh buat parkir"
"haisss... ngaku baik hati, royal! mulut Rini mencibir lalu ia pun mengeras kan suara nya "hello! any body home?"
"hehehe.. just kidding bu bos! piss!!!" Rini pun menunjukkan dua jari telunjuk dan jari tengah nya dengan wajah cengar cengir.
"gak usah cengar cengir, kering nanti gigi kamu, bahaya juga gak bisa mingkem kasian sama lalat yang masuk"
"astaganaga kejam nya di kau!"
"Ehh.. ini pesanan Duren Desa sebelah kah?" tanya Rini.
"Duren? memang musim durian?" tanyaku
"haduhhh Bu bos.. duren DU DA KE REN..." Rini pun mengeja maksud dari ucapan nya.
"ohhh...!! gak tau juga kata bapak ada yang pesan itu masing-masing sepuluh kilo"
"ya... ya.. ya.. bener banget pesen masing-masing sepuluh kilo, perkilo nya di jadikan lima bungkus"
"Nan.. kamu mesti ketemu itu Duren, ganteng pollll" ucap Rini menegaskan ucapan ganteng untuk duda yang dia maksud.
__ADS_1
"jadi sales nya mbak yu?" goda ku.
"sembarangan.. aku mau nyalonin jadi bini nya" ucap Rini dengan wajah di buat seimut dan secentil mungkin.
"gak usah sok imut yang jadi malah amit" walaupun banyak bicara ternyata Rini bekerja cepat sekali, tangan nya benar-benar cekatan. Aku baru membungkus satu sedangkan dia sudah membungkus tiga.
"itu timbangan udah bener belum? jangan asal Lo, kalau kelebihan dikit gak apa-apa jangan sampai kurang, di tagih di neraka nanti"
"tenang Kinan sesuai dengan arahanmu dulu, kami di sini kalau nakar timbangan pasti di lebihkan sedikit gak mungkin kurang. lagi pula aku lah yang sering menimbang, kalau yang lain aku suruh packing.
"Iya deh.. sahabat ku memang top markotop" ucapku.
"Gimana kabar anak-anak, mereka ikut kan?"
"alhasil baik dan sehat, pasti lah ikut. Tuh mereka di rumah lagi ngrecokin eyang Kakung nya"
"hahaha.. pasti minta macing di sungai"
"kabar suami kamu gimana? masih pelit" tanya Rini dengan berbisik, hanya Rini yang pertama kali aku ceritakan tentang pelit dan perhitungan nya mas Angga.
Karena itulah dari modal pemberian bapak dari hasil panen yang di kumpul kan, aku membuka usaha keripik singkong dan keripik tempe.
Karena sebagian besar penduduk kami bertani dan menanam ketela pohon, maka ide itulah yang ada di otakku, selain membantu warga yang bingung bila menjual ketela pohon aku juga membuka peluang kerja bagi ibu-ibu yang menganggur di rumah.
Tidak banyak memang gaji mereka tapi mereka senang karena mendapat penghasil sendiri untuk tambah tambah belanja.
Aku hanya menggaji lima ratus ribu perbulan, tapi aku juga memberi kan sembako masing-masing dua puluh lima kilo beras, gula pasir lima kilo, teh satu box, dan juga minyak goreng dua liter.
Awal-awal pegawai ku hanya enam orang, masing masing dengan tugas nya.
Empat orang mengupas dan memotong singkong dan tempe, dua orang menggoreng masing masing orang memegang keripik singkong dan keripik tempe.
Pengawas Bude Minah dan juga Rini hanya saja Rini jarang membangun karena dia kerja di kelurahan, sesekali membantu jika sudah pulang dari kelurahan.
Ibu juga sering membagi kan sayur mentah hasil panen kebun belakang rumah, ada kangkung, bayam, terong, cabe, dan tomat.
Alhamdulillah walaupun keuntungan ku tidak banyak, paling tidak bisa membantu ke uangan ku selama setahun ini.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Bersambung...