
Anita pun mendekat ke arah Bondan, ia memijat kepala Bondan perlahan-lahan berharap menghilangkan rasa sakit kepala di kepala sang papa.
"sudah nit, papa mau tidur saja di kamar" ucap Bondan ia pun beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah kamar.
Melihat ke arah Wulan yang berbaring memeluk guling, ia tau istri nya tengah merajuk tapi biarlah, kepala nya saja sudah pusing dia tidak mau menambah rasa pusing dengan kesabaran nya merayu sang istri.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"dek.. masak apa?"
"sayur bayam sama goreng tempe" jawab Kinan tanpa menoleh ke arah Angga yang dipastikan sedang duduk di kursi ruang makan. Karena sebelum bertanya Kinan mendengar suara kursi di tarik.
"kok masak nya bayam terus dek, mas bosen"
"maaf mas apa-apa mahal, uang lima ratus mas harus di bagi-bagi bayar listrik, air dan gas"
"harus nya cukup Dek kalau kamu gak boros beli yang gak penting, jadi gak harus masak bayam sama tempe, beli lah ayam sekilo atau dua kilo untuk satu bulan" ucap Angga dengan jumawa nya seolah memberi nasihat.
"boros apanya mas? mas lihat aku beli apa yang menurut mas gak penting?" tanya Kinan, yang berhenti masak dan mematikan kompor nya, karena memang sudah selesai dengan maska bayam dan goreng tempe.
Angga hanya diam, dia pun berfikir apa barang yang di beli istrinya yang menurut nya tidak berguna.
"nah diam kan! makanya mas jangan asal ngomong aja, boro-boro beli barang gak guna, yang berguna aja gak kebeli" ucap Kinan mengomel.
"ya itu handbody atau skin care mu dek, kan gak terlalu penting " ucap Angga masih mencari -cari kesalahannya.
"mas lihat ada handbody gak di meja rias, skin care apa yang mas maksud bedak bayi, apa lipstik yang bahkan di korek pake cotton bud aja sudah gak bisa" ucap Kinan.
"ingat gak kapan terakhir beli? ingat?" sindir Kinan.
__ADS_1
"kamu tu istri gak tau diri, di kasi tau baik-baik bantah melulu, pantas saja mama marah-marah, terus kalau ngomong sama kamu!"
"kalau ngomong bener gak mungkin aku bantah mas, ngomong aja sembarangan kok gak boleh di bantah" akhir nya Kinan pun lebih memilih untuk masuk kamar, ia memilih untuk segera mengganti pakaian dan menjemput anak-anak pulang sekolah.
"### selalu saja ngambek kalau di nasehati" ucap Angga tanpa merasa bersalah, mau tak mau ia pun makan dengan sayur bayam dan tempe goreng, walaupun ngomel tetap saja ia makan dengan lahap.
-
"ibu kita mau mampir kemana dulu kok gak langsung pulang?" tanya Kenan saat di jalan bukan lah jalan pulang biasa mereka lalui.
"kita makan di luar yuk, ibu lagi ada rejeki. kakak adek pengen makan apa? ibu tadi di rumah cuma masak sayur bayam dan goreng tempe"
"yeee... adek mau chicken steak dong bu! boleh gak?" ucap si bungsu, bahagia sekali dia terlihat berbinar-binar saat aku lihat matanya melalui kaca spion motor.
"boleh! kakak mau juga?" tanyaku pada Angga, yang hanya diam saja.
['ya Allah nak sampai segitunya kamu takut ibu gak punya uang']
"gak apa-apa kak, ibu ada rejeki banyak kok, lagian tadi ayah makan kok masakan ibu, pasti tinggal sedikit" ucapku menjelaskan.
"loh.. memangnya ayah gak kerja buk" tanya Angga setelah nya.
"enggak ayah dapat libur tiga hari katanya, sayang juga kalau gak di ambil mau buat istirahat saja"
"ohhh.. ayah libur kok gak ajak kita jalan-jalan ya buk, padahal sudah lama sekali kita gak jalan-jalan sama ayah" protes Angga.
"lahhhh.. kakak kan sering jalan-jalan sama ibu sama adek juga"
"iya.. tapi kan beda buk, padahal kata Sonia ayah sering jalan-jalan ke mall sama nenek dan tante Nita, tapi kita kok gak pernah di ajak"
__ADS_1
"kapan Sonia cerita?" tanyaku, Sonia adalah anak dari Novi, adik sepupu mas Angga, namun berstatus janda. Wajar lah kalau Sonia tau karena memang rumah mereka berdekatan hanya berbatasan dengan pagar tembok setinggi bahu orang dewasa.
"sering banget ma, Sonia malah sering di belikan baju sama ayah. kalau ayah gajian Sonia juga dikasi uang saku sama ayah" penjelasan Angga cukup membuat ku terkejut.
[ 'loh.. kok malah jadi seperti ini? gimana bisa mas Angga malah membelikan baju untuk ponak'an nya, sedang untuk anak nya saja banyak alasan' ]
"tadi Sonia juga pamer habis di belikan sepatu sama ayah" ucap Angga lagi.
"mungkin Sonia bohong sama kakak, masa iya ayah belikan Sonia sepatu" bantah ku, agar tidak terlalu menyakiti anakku.
Sungguh keterlaluan jika mas Angga sampai membelikan Sonia sepatu, sedangkan sepatu Kenan yang jelas-jelas rusak saja di tambal dan di lem untuk menutupi bolong dan rusak di sepatu.
[ 'awas saja kau mas, kalau sampai apa yang Kenan cerita kan benar, aku pastikan habis lagi semua uang simpanan mu' ] benar-benar menguras emosi rasanya, kalau sampai kejadian.
"coba nanti tanya ayah kalau sudah sampai rumah, sekarang ayo turun kita sudah sampai. kakak mau double chicken steak?" tawarku, memang porsi makan Kenan meningkat drastis.
Tubuhnya juga tingginya sudah di telinga ku, padahal Kenan baru berumur sepuluh tahun. Mungkin yang salah tubuhku karena hanya memiliki tinggi 155cm saja.
Setelah makan kulihat wajah kenan mulai ceria lagi. Bahkan ia berani untuk meminta di belikan peralatan sekolah yang biasanya dia akan bertanya lebih dulu apakah aku punya uang atau tidak. Sungguh anak laki-laki ku tidak pernah ia membebani ku dengan segala macam permintaan, di saat anak-anak seusianya sibuk minta ini itu, dia hanya diam saja.
Kenan ku lebih suka di dalam kamar untuk belajar atau membaca buku, dari pada bermain di luar bersama teman-temannya. Aku pun bersyukur Kenan ku selalu menjadi juara satu dia bercita-cita ingin mendapatkan beasiswa penuh dari masuk SMP hingga berkuliah S2.
Kenan ku walaupun dia anak laki-laki yang baru Berusia sepuluh tahun tapi pemikiran nya sudah dewasa. Apabila ada sesuatu yang ingin dia beli, ia rela menahan lapar untuk tidak jajan dan menabung uang tersebut. Bila di rasa uang yang ia tabung kurang sedikit untuk membeli maka Kenan akan meminta tambahan untuk di bayar kan. itu pun dia selalu bertanya dulu 'apa ibu ada uang tabungan?'
Kenan dan Anggi anak-anakku semoga hidup kalian kelak selalu bahagia dan jangan sampai kesusahan lagi, ibu berjanji nak kalian berdua harus hidup jangan sampai kekurangan.
©©©©©©©©©©
Bersambung
__ADS_1