Main Cantik Membalas Suami Pelit

Main Cantik Membalas Suami Pelit
Mama Mertua


__ADS_3

"karena kamu sudah ngerti, jadi pulang lah, tunggu mas aja kamu!, kasi uang ke kamu!, palingan juga mas kamu pulang ke rumah mama, untuk makan daging ayam atau daging sapi. gak kayak di rumah nya sendiri hanya makan sayur bayam lauk tempe" ucap ku, yang kemudian berdiri, dan berjalan menjauh pintu keluar. kemudian mempersilahkan Anita keluar.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"KINANNNNN...!!" Suara panggilan mama mertua yang cetar, menggelegar dan membahana terdengar memanggil ku.


"wa'alaikumsalam", jawabku sambil berjalan keluar menemui mertua ku.


"gak usah sok alim kamu, kalau masih jadi manusia pelit dan kikir!" ucap nya jumawa.


"Ha...!" aku hanya melongo mendengar ucapan mama.


"gak usah sok kaget!, kamu itu gimana sih, Anita minjam uang buat biaya kuliah kok gak di kasi. uang kamu juga hasil jerih payah anakku" ucap Bu Wulan bijak.


"maaf ma, ayo masuk dulu. jangan di luar malu di lihat tetangga mama teriak-teriak macam orang kesurupan",


"ngomong apa kamu? mau ngatain mama, siapa yang kesurupan hah?" teriak mama Wulan sambil melotot dan berkacak pinggang, namun tak urung dia juga masuk rumah. syukur lah kalau masih ada urat malu nya.


"tadi Kinan sudah ngomong ke Anita kalau Kinan gak ada uang. Mas Angga akan kasi nanti kalau pulang kerja", jelasku setelah mama mertua masuk, dan aku menyuguh kan teh hangat untuk nya.


"heh.. Angga baru saja gajian, pasti lah gaji Angga semua kamu yang pegang. bawa sini Mama minta satu juta buat bayar kuliah Anita"


"Ma.. uang dari mas Angga cuma satu juta, itu pun sudah habis untuk belanja bulanan"


"Halah... banyak alasan kamu, punya menantu satu kok, bisanya cuma jadi benalu"


"Astaghfirullah.. Ma.. dulu Kinan juga bekerja sebelum anak² lahir, tapi mas Angga yang meminta Kinan berhenti kerja. Supaya lebih fokus ke anak-anak",

__ADS_1


"Lagi pula itu kewajiban mas Angga untuk memberi nafkah Kinan dan juga anak-anak"


"kamu itu kebanyakan alasan kalau di kasi tau orang tua!, anak-anak sudah besar harusnya bisa kamu tinggal kerja, daripada ongkang-ongkang kaki di rumah saat anak-anak sekolah. lebih baik kamu kerja bantuin Angga cari nafkah"


"Kinan gak ongkang-ongkang kaki Ma, Kinan jualan camilan dan aneka snack Lo ma, kalau mama inget"


"Heleh jualan barang seribuan aja di Banggain, makanya sekolah yang tinggi, kalau cuma lulusan SMA ya gitu pikiran nya cetek, kamu tu beruntung dapat Angga anakku yang sarjana, sekarang dia sudah jadi manager gaji sepuluh juta"


"woowww... luar biasa! sepuluh juta, istri cuma di kasi satu juta itu juga mau mama minta, sungguh pemikiran sarjana"


wajah mama Wulan terlihat memucat seperti nya dia keceplosan di saat membanggakan anak laki-laki nya.


"eh.. maksud mama bukan Angga itu... Anu... calon suami nya Anita, iya iya calon suami Anita." jelas mama Wulan, tangan nya *******-***** ujung pakaian nya, terlihat jika mama gelisah.


"oh... calon suami Anita, namanya sama ya kayak mas Angga. berarti ganti dong pacar Anita. sejak kapan putus sama Dhani? seperti nya kemarin Kinan lihat Anita di boncengin sama Dhani?" ucap ku dengan memegang janggut pura-pura berfikir dan mengingat-ingat.


Mama benar-benar ketakutan dengan pertanyaan ku. aku hanya tersenyum sendiri, dia pikir aku tak tau kalau gaji anak nya sudah menjadi sepuluh bukan dua juta seperti yang mas Angga selalu sebut.


Tunggu saja tanggal mainnya mas, kamu bakal nangis-nangis saat gaji mu benar-benar jadi dua juta.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Angga kamu nanti harus hati-hati saat di rumah, mama tadi keceplosan waktu ngomongin soal gaji" ucap Wulan, ketika Angga berada di rumah nya. Seperti biasa Angga akan makan malam di rumah ibunya. Setelah kenyang ia akan pulang.


Ketika di rumah ia akan makan lagi walaupun hanya sedikit agar Kinan tidak curiga.


Tanpa Angga tau, selama lima tahun terakhir ini, Kinan telah mengetahui kebiasaan Angga yang lebih memilih pulang terlebih dahulu ke rumah ibu nya, barulah setelah itu pulang ke rumah.

__ADS_1


"kok mama bisa keceplosan sih, gimana kalau Kinan benar-benar menanyakan soal gaji ku ma! huhh... mama ini kebiasaan kalau ngomong gak ada rem nya. ngeblong melulu" ucap Angga.


"eh.. anak durhaka kamu, berani-beraninya ngatain mama, mama tuh geram aja sama istri kamu. tiap di nasehati selalu saja jawab. mama tadi nyuruh Kinan bekerja, buat bantu kamu"


"Ma.. jangan dong, kasian anak-anak ku masih kecil-kecil!, nanti siapa yang jagain mereka?" ucap Angga.


Sepelit-pelit nya Angga, dia termasuk ayah yang menyayangi anak-anaknya. walaupun jarang berinteraksi namun untuk kebutuhan anak-anak dia selalu menomor satukan satu kan. walaupun terkadang harus ada perdebatan dan perbedaan pendapat antara Angga dan Kinan.


"halahhh.. kamu itu jangan terlalu memanjakan anak Ga, anak-anak kamu kan sekolah si kenan full day. kalau si Anggi kan gampang bisa di jemput waktu jam istirahat" ucap Wulan,


"Lihat aja si Kinan itu cuma ongkang-ongkang kaki di rumah" lanjut nya lagi.


"betul banget itu mas, lagian mbak Kinan itu pelit banget sih jadi orang, cuma minta uang seratus ribu aja bilang gak punya, padahal kan mas habis gajian pasti gaji mas juga di kasi ke mbak Kinan semua kan" ucap Anita yang baru saja nongol setelah pulang dari kampus.


"sembarangan aja kalau ngomong, mas cuma kasi dia jatah satu juta" bantah Angga.


"kamu itu gimana sih pembagian gaji nya?" tanya Bu Wulan.


"ya seperti biasa ma, Kinan satu juta, Anita satu juta, aku satu juta dan mama paling banyak dua juga. Yang lima juta tentu harus angga tabung untuk masa depan anak-anak" ucap Angga.


Walaupun pelit Angga tidak pernah tidak menabung tiap bulan nya. Maka dari itu meskipun dulu hanya karyawan kecil dengan gaji yang sedikit ia mampu membeli rumah sendiri. yaitu rumah yang dia tempati bersama Kinan.


"harus nya jatah mama kamu tambah, yang kamu tabung cukup dua juta, kemudian yang lima juta untuk mama, kamu kalau makan minta nya yang enak-enak tapi pelit sama Mama"


"gak bisa gitu dong ma, kita gak tau apa yang akan terjadi ke depan nya. lagi pula mama kasi aku makan ayam dan daging hanya seminggu sekali tuh, setelah itu mama cuma goreng tahu, tempe atau telur" ucap Angga yang tak mau kalah.


\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2