Main Cantik Membalas Suami Pelit

Main Cantik Membalas Suami Pelit
Teman Mama Wulan


__ADS_3

Akhirnya mengalir lah cerita ku ke kedua orang tua ku. Sebenarnya aku tak mau bapak dan ibu tau masalah rumah tangga ku, tapi melihat bapak yang mengatakan ingin memberikan uang hasil penggusuran kepada mas Angga membuatku benar-benar tidak rela.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


POV Angga


"Angga sini" suara Mama Wulan saat melihat Angga celingak-celinguk di depan pintu masuk restoran khusus seafood.


"sini sini.." aku mendekat ke arah mama, ternyata mama tidak sendirian ada seorang wanita yang sebaya dengan mama, dan juga seorang wanita yang ku se umuran dengan Kinan, hanya saja dandanan nya sedikit menor dengan baju yang cukup seksi karena kulihat dadanya yang menonjol besar sekali, seperti nya big over.


"papa dimana?" tanyaku setelah duduk di sebelah kursi milik Mama dan berhadapan dengan gadis yang duduk didepan ku.


"papa mu di rumah ada tukang urut di rumah, katanya capek makanya tidak ikut"


"wah.. ini Angga jeng? anak laki-laki mu? ya ampun sudah sebesar ini dan ganteng banget jeng" suara wanita yang ada di depan mama.


"pasti lah ganteng jeng, mama nya aja cantik begini" ucap mama yang dengan penuh percaya diri memuji diri sendiri.


"Angga ini kenalin Tante Siska, terus itu anaknya namanya Reni" ucap mama mengenal kan kedua orang temannya kepadaku.


"salam kenal Tante, Mbak Reni, saya Angga!" ucap ku memperkenalkan diri.


"panggil Reni saja Ga Reni lebih muda dari kamu, usia Reni baru dua puluh tiga. Baru saja lulus kuliah loh ga! gimana cantik kan Reni" puji mama pada Reni.


"iya ma" aku hanya mengiyakan saja, sebab malas banyak berbicara dengan mama yang bersama dengan temannya.


Aku tidak suka mama yang memuji wanita lain di depan ku, bagiku tetap saja Kinan istri ku yang paling cantik, walaupun akhir-akhir ini Kinan agak menyebalkan dan sering mengajakku berdebat dan marah.


['Astaghfirullah..'!] seketika aku berdiri, aku lupa janjiku pada Kinan dan anak-anak akan mengantarkan mereka ke rumah mertua ku.


"ih.. kamu apa-apaan sih Angga bikin Mama kaget aja" reflek tangan mama memukul lenganku ketika aku berdiri secara tiba-tiba.

__ADS_1


"maaf ma Angga janji mau antar Kinan dan anak-anak ke rumah mertua" ucap ku.


"Halah... masalah sepele gitu aja bikin kamu sampe ngagetin mama, sudah malam ini, besok kan bisa" ucap Mama.


[ benar juga ucapan mama, besok sajalah aku antar Kinan dan anak-anak] batinku bermonolog, aku pun kembali duduk.


"ngapain lagi kamu" mama menegur ku ketika aku sibuk mencari ponsel ku, baru ku ingat aku masukkan ke dalam dashboard mobil karena tadi aku charger dengan power bank.


"Angga ke parkiran dulu ma, handphone Angga ketinggalan, Angga mau ngabarin Kinan dulu"


"sudah gak usah, duduk kamu" ucap mama dengan menarik lenganku, mau tak mau aku duduk kembali. Biarlah nanti aku jelaskan ke Kinan.


"Angga di kantor mu ada lowongan gak? coba kamu masukin Reni ke kantor kamu" ucap Mama.


Ya ampun ternyata hanya minta tolong Carikan pekerjaan. Mama kira itu perusahaan punya ku apa? seenaknya saja menyuruhku membawa orang masuk.


"maaf ma kayak nya sih belum ada lowongan, nanti deh Angga tanyakan ke bagian lain siapa tau ada" ucapku.


"ya sudah ayo makan, ayo jeng Siska, Reni makan yang banyak" mama pun terlihat senang, malah ku lihat mama meladeni Reni mengambil kan lauk ini dan itu. Membuat ku jengah saja, coba mama baik seperti itu pada Kinan.


Bagaimana pun aku mencintai Kinan, dulu akulah yang merenggut kesucian Kinan, membuat nya hamil dulu sebelum menikah.


Aku dan Kinan menikah ketika Kinan masih berumur tujuh belas tahun. Dia baru saja menyelesaikan ujian akhir nya. pada saat itulah aku KKN di desa tempat Kinan tinggal.


Gadis polos yang tidak tahu saat aku menjebaknya dalam rumah kosong, saat aku berpura-pura sakit ia merawat ku, di situlah aku mencekok nya dengan minuman perangsang.


Aku jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat Kinan, wajah ayu dengan wajah yang mungil dan wajah itu menurun ke wajah Kenan.


Aku begitu terobsesi dengan Kinan, ingin memiliki nya. Bagaimana pun caranya, hingga cara kotor itulah yang aku gunakan. Namun Kinan tidak tahu yang sebenarnya aku hanya mengarang cerita mengatakan dia kedinginan dan kami berpelukan hingga terjadilah sesuatu yang tidak di inginkan. Tetapi tentu saja itu sesuatu yang ku inginkan.


Berkali-kali aku mengeluarkan ****** ku, agar membuahi dan membuat Kinan hamil. Sehingga mau tak mau ia harus menikah dengan ku. walaupun harus merusak masa depan nya aku tidak masalah.

__ADS_1


Dan sesuatu yang ku inginkan menjadi nyata, Kinan benar-benar hamil. Dan aku pun datang melamar bersama


Papa dan Mama.


Tentu saja papa murka wajahku habis di tampar papa, papa benar-benar marah karena aku merusak masa depan anak gadis orang.


Mama terlebih histeris ia tidak terima aku menikah dengan Kinan yang di nilai nya kampungan dan hanya lulusan SMA.


Padahal harusnya mama tau kalau akulah penyebab Kinan hanya lulus SMA, ia bahkan tidak jadi kuliah yang seharusnya ia mendapat beasiswa prestasi penuh selama kuliah, namun ia relakan karena ia sedang hamil dan morning sickness nya yang berlangsung hampir lima bulan.


Kinan yang pandai dan cerdas, dia lah yang membantu ku menyelesaikan skripsi, walaupun dalam keadaan hamil besar.


Aku rindu Kinan ku, rindu istri dan anak-anakku. Biar lah besok aku susul mereka di rumah mertua kalau saja mereka sudah berangkat kesana.


"Angga kamu antar Reni ke rumah nya, buat ambil berkas lamaran terus kamu bawa berkas lamaran Reni ke kantor mu" ucap mama.


"besok-besok kan bisa ma, lagian ini kan weekend, besok libur"


"makanya karena libur kamu bawa berkas lamaran Reni, nanti kalau kamu sudah kerja pasti banyak alasan sibuk kerja! sudah sana kamu antarkan Reni" ucap Mama, berusaha mendorong tubuh ku agar berdiri.


"iya iya ma, sabar" aku pun berjalan terlebih dahulu yang kemudian Reni mengekori ku dari belakang.


Sampai nya di parkir aku berhenti di depan mobil entah sengaja atau tidak sengaja. Reni menabrakkan tubuh nya di punggung ku, hingga dua bulatan benda kenyal di depan Reni menghimpit punggung ku. Tubuh ku terasa merinding disko merasakan benda kenyal tersebut.


"maaf mas aku gak sengaja kesandung tadi, mas Angga berhenti nya juga mendadak" ucap nya.


Aku tak menggubris ucapan Reni, bisa-bisanya aku panas dingin begini. Haisss... wajar saja Kinan mulai dingin terhadap ku, ia sudah jarang memberiku jatah malam. Bahkan sudah seminggu lebih aku belum dapat jatahku.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2