Main Cantik Membalas Suami Pelit

Main Cantik Membalas Suami Pelit
Telpon Ibu Mertua


__ADS_3

"Berarti Anggi juga lihat rumah berantakan?" tanya Angga.


"ya lihat dong mas, kan Anggi yang buka pintu tapi pintu udah rusak, Anggi juga yang bantu aku beres-beres rumah",


"isi lemari juga berantakan semua, tapi gak ada yang hilang, mungkin maling nya capek gak Nemu apa-apa!"


"ya Allah dek, maling nya udah Nemu uang tabungan mas dek, seratus juta dek" ucap mas Angga, ia menjambak rambut nya sendiri dan mengobrak -abrik nya, benar-benar frustasi suami pelit ku ini.


"Dasar maling sialan, kurang ajar!", umpat mas Angga.


['maling cantik mas'] batinku.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sekarang mas Angga lebih berhati-hati waktu menyimpan uang nya, entah dimana ia menyembunyikan nya.


Sudah ku cari-cari ke seluruh rumah namun tidak ada tempat yang ku curigai sebagai tempat penyimpanan uang mas Angga.


Sejak kejadian itu mas Angga bukannya berubah namun makin menjadi jadi. pelit dan perhitungan nya semakin bertambah. Uang jatah belanja bulanan hanya lima ratus ribu.


Semua isi dapur dari beras, minyak, telur dan bumbu dapur ia sendiri yang belanja.


Bahkan susu untuk anak-anak serta sabun, odol, shampo mas Angga yang belanja. Tentu saja di toko kelontong milik papa Bondan.


Token listrik, PDAM, gas apapun kebutuhan rumah dia yang belanja.


Semua bayaran sekolah anak-anak pun dia sendiri yang membayar kan nya ke sekolah.


Hingga tiga bulan ini berjalan seperti itu, aku hanya diam tidak ada protes sama sekali, malah aku merasa senang tidak pusing mikir bagaimana tombok bayaran.


Biarlah dia yang pusing mengatur keuangan.


Aku sekarang hanya belanja sepuluh ribu tiap hari, entah itu dapat apapun? aku tetap belanja sepuluh ribu. Sisa uang nya tentu saja aku tabung sendiri.


Untung lah aku tinggal di kamu, bukan di kota apalagi ibu kota, yang apa-apa serba mahal.

__ADS_1


Di kampung ku ini, aku masih bisa beli sayuran sop, sayuran asem, kangkung, bayam seharga lima ribu. tahu atau tempe lima ribu. itu ku buat untuk satu hari.


Untuk bekal makan siang Anggi dan Kenan tentu saja aku menyembunyikan nugget atau ayam goreng khusus untuk mereka berdua.


Mas Angga pun tidak berani lagi protes tentang makanan. Ia selalu makan apapun yang aku hidangkan.


Pernah aku memberi nya nasi putih dengan tempe goreng dan sambal, ia pun tetap memakan nya tanpa banyak tanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Wulan


['Angga..! mama mau ngomong sesuatu sama kamu, besok malam kamu ke rumah makan langganan keluarga kita, mama tunggu, kami sendiri saja jangan ajak Kinan apalagi anak-anak kamu , pasti berisik!'] suara Mama Wulan di telpon, yang sempat ku dengar karena mas Angga me loud speaker handphone nya.


Angga


['a.. ada apa sih ma? gak bisa lewat telepon aja y?'] jawab mas Angga sambil menatap ke arah ku, wajah gugup nya tidak dapat di sembunyikan.


Apalagi suara ketus ibu mertua yang menyebutkan jangan membawa ku serta anak-anak.


Memangnya dia pikir aku juga mau ikut mereka makan, paling-paling aku yang bayar makanan mereka.


['udah gak usah banyak tanya, Mama mau kasi kamu kejutan, awas ya jangan sampai tidak datang'] ancam Mama.


['jam nya seperti biasa jam makan malam'] lanjut Mama Wulan. sebelum mendengar ucapan balasan dari mas Angga Mama Wulan lebih dulu menutup saluran sambungan telepon.


"Ayah..! ayah mau makan-makan sama nenek ya? adek ikut ya Yah?" ucap si bungsu putri kecil ku.


"adek.. besok kita kan mau menginap di rumah eyang Kakung sama eyang putri, adek gak kangen nih, ibu sama kakak mau ke rumah eyang besok" ucap ku, aku tidak mau anak ku kecewa mendengar penolakan ayahnya.


aku segera berfikir mengalihkan keinginan dan perhatian nya.


"beneran ma ke rumah eyang" tanya nya dengan mata yang berbinar.


"Iya dek.. kita ke rumah Eyang, Ayah ada perlu sama nenek, jadi kita berdua sama ibu ke rumah Eyang. kita nginap di rumah eyang terus pagi hari kita jalan-jalan di sawah eyang! gimana seru kan?" ucap Kenan,

__ADS_1


'Ya ampun nak! terimakasih sudah membantu Ibu' ucapku dalam hati, aku pun tersenyum saat anak laki-laki ku menatap kepada ku seraya mengangguk kan kepala nya.


"ok.. deh, Ayah! adek gak jadi ikut ayah, adek sama ibu sama kakak aja deh kerumah eyang"


"lohh.. kamu mau ke rumah bapak ibu dek? kenapa gak ngomong dulu sama mas?" tanya mas Angga, aku hanya diam tak menjawab.


Selesai makan malam aku mengantar kedua anakku menuju kamar mereka, menemani mereka belajar sebentar sebelum tidur.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"dek kamu kok gak ngomong mau ke rumah bapak ibu?" tanya mas Angga ketika masuk kamar,di saat aku masih membersihkan wajah dengan pembersih wajah.


"gak ada rencana! spontan aja?" jawab ku, masih dengan rangkaian skin care yang ku oleskan pada wajah ku.


"dek.. bisa di undur gak? gak mungkin mas biarkan kalian pulang sendiri tanpa mas!"


"gak bisa, karena aku gak mau anak-anak ku kecewa atas penolakan nenek nya, yang hanya ingin senang-senang dengan ayah nya saja"


"kamu itu dek, hal sepele di besar besarkan, mas tinggal pamit aja ada kerjaan, gak mungkin juga Anggi ngrengek mau ikut!"


"makanya mas dari pada mas repot terus bingung mau ngomong apa bua ngubulin anak, mending anak-anak aku ajak ke rumah ibu, toh mereka senang kok!"


"iya.. mas tau mereka senang tapi kan mas gak mau kalau ayah sama ibu menganggap mas gak bertanggung jawab sama anak istri, gak mau antar anak istri ke rumah mertua! kamu gak mikir apa gimana penilaian ayah sama ibu ke aku"


"terserah mas, yang penting aku sama anak - anak berangkat setelah Kenan pulang sekolah. terserah mas mau mikir gimana, aku gak peduli!" aku pun beranjak dari meja rias menuju tempat tidur.


"dek.. sejak kapan kamu beli skin care seperti ini? harga berapa ini? kamu itu jangan boros - boros lah dek, mas itu lebih senang lihat kamu polos, apa adanya tanpa make-up, jangan jadi tante-tante girang kamu dek"


Mendengar ucapan mas Angga yang mengatakan aku Tante - Tante girang seketika hatiku panas, langsung aku duduk setelah baru saja merebah kan tubuh ku.


"gila kamu mas, bilang aku tante girang! pake otak kamu. kamu kira berapa uang bulanan yang kamu kasi ke aku? aku juga cari uang sendiri mas, gak usah sok bilang suka polos, apa adanya. kamu kira mataku buta saat kamu melihat wanita-wanita di luar dengan dandanan menor dan seksi iler kamu tu sampe jatuh"


Segera ku tinggalkan kamar tak lupa Ki banting pintu sekuat-kuatnya, dan berjalan menuju kamar anak-anak.


"lah.. kok dia marah, aku kan cuma menasehati" ucap Angga berbicara pada dirinya sendiri.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


bersambung,


__ADS_2