Main Cantik Membalas Suami Pelit

Main Cantik Membalas Suami Pelit
Ulah Adik Ipar


__ADS_3

Alhamdulillah akhirnya seribu pcs kue sus kering sudah selesai aku bungkus.


kejar-kejaran dengan waktu juga, supaya bisa selesai sebelum mas Angga pulang.


Segera aku antar pesanan Bu Endar, agar supaya tidak kemalaman saat pulang. lagian kasihan Kenan di rumah sendiri, mau ku ajak tapi Kenan menolak, ia beralasan masih mengerjakan tugas.


Akhirnya aku pun berangkat bersama anak gadisku Anggi.


Sampai di rumah Bu Endar, ku lihat para pekerja yang a sibuk mengemasi barang-barang serta mengemas kotak box Snack.


Bu Endar menyambut ku dengan wajah bahagia. "Wah gak nyangka ternyata mbak Kinan lebih awal mengantar pesanan saya"


"iya Bu.. saya takut kemalaman, kasian juga sama Kenan di rumah sendiri" jawab ku, sambil meletakan kantong plastik berisi Snack pesanan Bu Endar.


"Kenapa gak di ajak sekalian?",


"Kenan agak susah Bu kalau di ajak keluar, tadi juga masih mengerjakan tugas dari sekolah!".


"oalahhh... Kenan rajin ya, gak perlu di suruh-suruh sudah tau tugasnya"


"Alhamdulillah Bu Endar, Kenan sudah mulai tanggung jawab, kalau begitu saya pamit Bu Endar terimakasih kasih atas pesanannya, semoga makin laris, sukses dan menjadi berkah... amin."


Aku pun berlalu setelah doa yang Ki ucapan di amin kan oleh Bu Endar.


Ku gandeng tangan anak gadis ku dan membantu nya naik ke motor.


*


*


*


*


*


"Loh Anita tumben malam-malam ke rumah, ayo masuk dulu!" ucapku, aku pun memarkir kan sepeda motor milik ku ke dalam garasi yang ada di samping rumah. Ya motor matic ini adalah milik ku, yang dulu ke beli sewaktu masih bekerja. Dengan sistem kredit.


Ku gandeng Anggi dan tak lupa mempersilahkan Anita masuk rumah. Ia pun duduk di ruang tamu.


"Sebentar ya An mbak tinggal dulu, mau nyuruh Anggi tidur" ucapku, meninggalkan ruang tamu di mana Anita berada.

__ADS_1


"Ibu! tante Anita kok malam-malam ke rumah, memang nya gak di marahi sama nenek ya?" tanya Anggi, anak perempuan ku ini memang sangat kritis. Ia selalu mengingat dan meniru apapun perkataan orang dewasa.


Mungkin saja ia masih ingat saat berkunjung ke rumah mertua, di mana suami ku lembur, tidak bisa mengantarkan kami pulang ke rumah. Sedangkan untuk menginap Anggi tidak mau, anak gadisku ini memang rewel jika di tempat baru.


Walaupun itu rumah nenek nya dia tetap rewel dan minta pulang, untung lah jarak rumah ku dan mertua tidak terlalu jauh.


Bahkan Mas Angga lebih sering pulang ke rumah mertua, bila ia mendapat jadwal dua shift dalam sehari.


Memang lebih baik pulang ke rumah mertua karena memang dekat dari tempat kerjanya.


"Tumben malam-malam ke rumah An?", tanyaku pada Anita setelah meletakkan teh hangat dan kue brownies buatan ku.


"memangnya dari mana tadi?" tanyaku lagi.


"Iya mbak, dari kampus langsung kesini tadi" ucap nya. ku lihat raut wajah nya seperti ingin mengutarakan sesuatu namun masih di tahan, seperti sungkan atau takut, entahlah.


"Mbak.. aku mau minta uang!" ucap nya kemudian.


"hah..!!!" aku hanya bisa melongo mendengar ucapan nya.


"tau gak An? kalau gaji mas kamu tuh dikit banget, mbak cuma di kasi satu juta loh sebulan nya!" ucap ku tegas


('waduh ini mulut kok kayak gak pernah di sekolahin ya! ngomong asal ngejeplak') batinku.


"iya An.. hidup mbak memang terbiasa kekurangan, tapi sebisa mungkin mbak harus membuat kedua anak mbak hidup berkecukupan",


"dan maaf ya An, uang mbak cuma dua ratus ribu, itu pun yang kasi mas kamu pagi tadi buat beli sepatu Angga" jawab ku.


"mending kamu minta mas Angga aja, pasti di kasi" lanjut ku kemudian.


"Aku tadi udah minta kok, sama mas Angga, tapi mas Angga bilang suruh minta ke mbak dulu",


"ini urgent banget mbak, tolong ya mbak kasi aku uang dua ratus ribu aja. Lagian mbak kan juga punya penghasilan sendiri, harusnya gak usah terlalu nyusahin mas Angga, kasian mas Angga pontang-panting cari uang buat mbak sama anak-anak mbak" ucap nya panjang lebar.


('ehhh... itu mulut apa peratasan yak?? se enak jidat nya aja ngomong, pontang-panting mencari nafkah, buat anakku katanya!.. hellowwwww apa kabar semua nya, ini anak kita berdua bukan cuma anakku doang, ya kalik gue kawin ma terong trus nongol anak, hmmm... gemes pengen tak pites ni anak ') batinku.


"nih mbak mas Angga udah aku telpon, mbak bisa ngomong sendiri kalau gak percaya" ucap Anita, kemudian menyerahkan handphone nya kepada ku.


Angga


["hallo dek.. ini mas"]

__ADS_1


Kinanti


["iya mas"]


Angga


["tolong uang dua ratus ribu yang tadi pagi mas kasi, kamu berikan ke Anita ya, soal sepatu kakak biar mas yang beliin"]


Kinanti


["maaf mas sepatu kakak sudah terlanjur aku beli"]


"nih.." aku pun langsung mengembalikan handphone Anita.


Yang langsung di sambar oleh nya.


"mbak Kinan! ini mas Angga belum selesai ngomong!"


"sudah selesai, maaf ya An.. kamu bisa nunggu mas kamu untuk minta uang, atau gak suruh saja mas kamu transfer, uang mbak sudah habis buat beli sepatu Kenan. Lain kali kalau minta uang jangan ke mbak, kamu salah sasaran" ucap ku.


"ah.. dasar mbak aja yang pelit, aku tau kok mbak habis dapat orderan Snack seribu pcs. padahal hanya pinjam nanti juga mas Angga balikin, kalau gak urgent males aku datangi rumah mbak, udah sempit panas lagi" ucap Anita sewot.


"astaghfirullah.. An tolong ya kalau bicara di jaga, kamu bilang mbak pelit. selama ini tiap kamu datang minta uang, apa pernah mbak gak kasi. cuma baru sekali ini aja, kamu langsung bilang mbak pelit. Hellowww... terus apa kabar mas kamu itu! hahhhh!!" ku balas perkataan nya, biar lah dia mengadu.


Aku sudah tidak mau tau lagi urusan adik ipar maupun mertua, sakit hati ku belum hilang. saat tau slip gaji mas Angga yang sebenarnya.


"kok mbak jawab nya sewot, malah ngomongin mas Angga pelit. Mas Angga tuh ya, mas aku yang paling royal sejagat raya. aku aja tiap bulan dapat uang saku tiga juta dari mas Angga" ucap Anita tanpa dosa.


"APA?? TIGA JUTA" teriak ku.


"woowww... bagus.. bagus.. bagus.. banget. anak istri di beri satu juta sebulan, adiknya di beri tiga juta sebulan. terus mama di kasi berapa sama mas mu itu?" tanyaku dengan hati yang super dongkol.


"Eh... i..i..itu salah mbak maksud aku tiga ratus ribu mbak, iya tiga ratus ribu" terang nya seperti meralat perkataan nya.


"gak perlu nutupin, mbak tau kok gaji mas kamu itu sepuluh juta kan?" jelasku , dengan menatap nya geram.


"karena kamu sudah ngerti, jadi pulang lah, tunggu mas aja kamu!, kasi uang ke kamu!, palingan juga mas kamu pulang ke rumah mama, untuk makan daging ayam atau daging sapi. gak kayak di rumah nya sendiri hanya makan sayur bayam lauk tempe" ucap ku, yang kemudian berdiri, dan berjalan menjauh pintu keluar. kemudian mempersilahkan Anita keluar.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung,

__ADS_1


__ADS_2