Main Cantik Membalas Suami Pelit

Main Cantik Membalas Suami Pelit
SAH


__ADS_3

POV Kinan


"Kakak, adek.. sudah siap belum?" tanyaku, Minggu sore kami bertiga bersiap untuk kembali ke rumah di antar oleh Dani, tetangga sekaligus sopir yang mengantarkan pesanan keripik milikku.


Walaupun bukan mobil mewah, setidaknya bapak punya mobil yang beliau beli dengan tabungan hasil panen dan juga penjualan sapi. Beliau membeli mobil agar supaya memudahkan operasional usah keripik milikku.


"Kita sudah siap Bu, ayah kenapa gak jemput sih Bu?" tanya Anggi, wajah nya tampak kesal karena menunggu ayahnya yang tak kunjung datang padahal dari hari jumat malam kami sudah di rumah bapak dan ibu. Tapi hingga sekarang tidak ada kabar dari mas Angga.


[ Sesibuk apa suami ku itu sampai mengabaikan anak dan istri ] mau tak mau akhirnya Kinan pun menghubungi Angga


Kinan


[ halo mas, kamu dimana?]


Angga


[ halo dek, mas lagi di rumah mama, ada apa? ]


Kinan


[ kok ada apa? mas ini gimana sih, ngerasa kehilangan anak istri gak sih! ]


Angga


[ kamu kok ngomong nya gitu sih dek, kan kamu sama anak-anak lagi di kampung bapak ibu ]


"mas Angga buruan turun, itu pak penghulu nya sudah sampai"


Kinan


[ loh kok ada penghulu, mas katanya di rumah mama, terus siapa yang mau nikah? ]


Angga


[ gak ada dek kamu salah dengar, sudah ya mas tutup dulu ]


Kinan


[ mas itu tadi suara Anita mas gak usah bohong... ]


Belum selesai Kinan bertanya, Angga memutuskan sambungan line telpon dari seberang.


[ 'Ya Allah apa yang terjadi, kok aku mendadak cemas gini ya, mana semalam juga mimpi mas Angga tidur sama perempuan lain, nauzubillah.. ya Allah jangan sampai ']


kesal dengan pemikiran nya sendiri Kinan pun bergegas masuk rumah menghampiri kedua anak nya, dan menyeret beberapa tas untuk di bawa ke depan.


"sudah siap mau pulang nduk?" tanya pak Wijaya.


"sudah pak, terima kasih pak sudah di bantu menjalani usaha keripik Kinan "


Kinan pun memeluk pak Wijaya serta Bu Ayu, untuk berpamitan. Tanpa di perintah Kenan dan Anggi pun bersalaman kepada kakek dan neneknya.


"kakek, nenek.. adek sama kakak pulang dulu ya, kalau libur banyak adek kesini lagi, bobok nemenin kakek" ucap Anggi si cerewet yang tidak mau diam.


"nemenin kakek bobok apa kakek nemenin adek main?" ucap pak Wijaya, mengacak-acak rambut Anggi.

__ADS_1


"hehehe... dua-duanya kek" jawab Anggi dengan cengiran nya yang menampakkan gigi kelinci nya yang besar-besar.


"ya sudah sana pulang nanti keburu kemalaman kasian Dani pulang nyupir sendiri, hati-hati dijalan ya" ucap Bu Ayu.


"Anu.. paklik Wijaya maaf saya ijin mau ajak Johan, supaya ada teman nanti waktu pulang" ucap Dani terlihat sungkan.


"o ya boleh banget to Dan, Johan nya sudah di kasi tau belum?" ucap pak Wijaya mengijinkan.


"sudah paklik, Johan sudah di depan paklik"


"yowis kalau gitu kamu berangkat saja, gak usah gebut-gebut, kamu bukan Valentino Rossi"


"inggih paklik, saya pamit dulu"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Dani, Johan makasih ya sudah di antar sampai rumah" ayo masuk duduk istirahat dulu" Kinan mempersilakan kedua orang tetangga yang mengantarkan nya kembali ke rumah.


"Kalian biasa minum apa" tanya Kinan setelah memasukkan tas dan koper berisi pakaian nya dan juga milik Kenan dan Anggi.


"kopi hitam saja mbak, kalau ada" ucap Dani sopan.


"kamu Jo?"


"disamain aja mbak"


"ok.. santai dulu aja ya, mbak buat kan minum" setelah nya Kinan pun masuk ke dapur untuk membuat minuman bagi kedua tamunya.


pyarrr....


"ibu.." teriak Kenan berlari ke dapur saat mendengar suara pecahan entah itu gelas atau piring.


"ya Allah ibu.. hati-hati"


"kakak mau ngapain, awas kena pecahan kaca, minggir dulu biar ibu bersihkan dulu" segera ke belakang untuk mengambil sapu dan serok sampah.


[ astaghfirullah kenapa hatiku gak enak gini, ada apa dengan mas Angga]


"ibu ngalamun apa kok bisa sampe jatuh gelas nya"


"gak apa-apa kak, tadi ibu kepanasan kena uap air panas, karena kaget jadi gak sengaja kesenggol gelasnya, kakak masuk kamar istirahat aja gih, ibu mau lanjut bikin minuman untuk om Dani sama om Johan"


Kenan segera berlalu dari hadapan ku, kembali ke kamar nya.


"maaf ya kelamaan, ada sedikit insiden tadi" meletakkan dua gelas kopi panas dan kue yang dibawa ibu dari kampung.


"ayo silahkan di minum, ini camilan nya juga bawa dari kampung "


"tadi suara gelas pecah ya mbak?" tanya Doni, sambil menyeruput kopi hitam miliknya.


"iya.. kaget kena uap panas, waktu nyiram kopi sama air mendidih"


Satu jam berlalu akhirnya Doni dan Johan berpamitan kembali ke kampung.


[ ya Allah, ini mas Angga kok di hubungi gak bisa sih, telpon juga gak aktif, apa coba hubungi Anita ya tanya apa mas Angga di rumah mama ] Kinan bolak balik mondar mandir di depan televisi.

__ADS_1


Firasat wanita memang tidak pernah salah.


Kinan


[ assalamualaikum.. halo Anita ]


Anita


[ wa'alaikumsalam.. iya mbak ada apa ya ]


Kinan


[ kamu di mana nit? kok berisik banget ]


Anita


[ aku di rumah teman mbak, lagi ngerayain ulang tahun temen, kalau gak ada yang perlu di omongin aku tutup ya mbak, soalnya di tunggu teman-teman]


Kinan


[ tunggu dulu nit, mbak mau tanya apa mas Angga di rumah mama?]


Anita


[ oh.. itu mbak maaf aku gak tau, soalnya dari tadi di rumah teman ]


Tut......


sambungan telepon di putus sepihak oleh Anita.


[ ya Allah kok makin gak enak aja firasat aku, Anita juga main tutup telpon. padahal belum selesai aku ngomong ]


" ibu..! Ayah di mana? tumben belum di rumah, besok ayah kerja kan?" tanya Kenan yang menyusul ku di ruang televisi.


"ibu juga, kakak perhatikan dari tadi kayak yang gak fokus gitu, sekarang juga mondar mandir kayak setrika"


"iya kak bener, ibu dari tadi mondar mandir kayak setrika, adek pusing lihat ibu, mau nonton tv malah ibu mondar mandir di depan tv" protes Anggi membenarkan perkataan Kenan.


['ahhh... aku lupa sedang menemani Anggi nonton film']


*


*


*


"saya terima nikah dan kawinnya Renitasari binti Sumardi, dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"


"bagaimana para saksi.. SAH.."


"SAH" dengan selesai nya ucapan sah maka resmi pula pernikahan siri antara dua anak manusia yang sudah mendzolimi hati wanita lain tanpa sepengetahuan istri sah.


©©©©©©©©©©


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2