Mamah-mamah Muda

Mamah-mamah Muda
Pertemuan Fitria dan Aisyah


__ADS_3

Pagi ini adalah hari kedua Adi suaminya Fitria berjualan dan dia selalu memulai usahanya dengan doa, suasana kampung yang cukup ramai dan juga di tambah banyak ibu-ibu nongkrong di depan pos ronda membuat banyak kesempatan Adi menawarkan dagangannya kepada para warga sekitar kediaman dirinya dan Fitria.


"Semoga hari ini dagangan ku laris seperti kemarin yah sayang," ujar Adi yang meminta doa kepada sang istri.


"Amin sayang, doa mamah selalu menyertai papah semoga berkah selalu," ucap Fitria yang mengantarkan suaminya hingga ke depan halaman rumahnya.


Saat Adi mencoba menawarkan sayur kepada para ibu-ibu yang sedang ada di sekitar rumahnya, dia malah bertemu kembali dengan ustazah kemarin yang sempat memborong semua dagangannya.


"Asalamualaikum, bagaimana kabar mas Adi hari ini," sapa perempuan di balik itu cadarnya tersebut.


"Walaikumsalam ustazah, wah senang sekali saya hari ini bisa kembali bertemu dengan kamu. Alhamdulillah kabar saya baik dan ini saya baru saja mau berangkat jualan dan menawarkan dagangan saya kepada warga sekitar." jawab Adi terhadap sapaan perempuan bercadar itu.


Ustazah ini selalu memerhatikan Adi menurutnya dia sebelum mengenal Adi dulu pernah bertemu di sesuatu tempat namun dia lupa entah itu di mana. Ternyata ustazah ini pernah memimpikan Adi beberapa kali entah itu pertanda apa.


"Boleh kah saya membeli semua dagangan mas Adi lagi untuk hari ini?" ujar ustazah tersebut yang hanya ingin membantu Adi.


"Kenapa ustazah ingin membeli dagangan saya lagi hari ini? Apa karena memang membutuhkan semua barang-barang sayur mayur dan lauk sebanyak ini atau hanya ingin membantu saya?" tanya Adi yang sangat bingung melihat kebaikan perempuan bercadar ini.


"Selain saya ingin membantu mas Adi , sebenarnya saya juga memerlukan bahan-bahan sayuran ini untuk masak dan dibagikan kepada fakir miskin dan para orang-orang yang memang sedang membutuhkan makanan," ucap sedang gadis bercadar yang bernama Aisyah.


Betapa mulianya hati Aisyah yang selalu ingin berbagi dan bersedekah setiap harinya, dan memikirkan untuk membagi-bagikan hartanya melalui makanan yang dia sedekahkan.


"Boleh kah saya tau nama ustazah siapa? saya hanya ingin mengenal ustazah lebih dekat," ucap Adi yang terkagum-kagum melihat perempuan bercadar ini.


"Nama saya Aisyah," ujarnya yang memperkenalkan diri.


"Nama ustazah sangat cantik sesuai dengan perbuatan dan hatinya," puji Adi dengan melirik mata perempuan di balik cadar itu.

__ADS_1


Sepertinya Adi sangat menyukai Aisyah dan berharap kelak istrinya Fitria bisa berubah dan menjadi seseorang yang berhati mulia yang senang memikirkan sesama seperti Aisyah.


"Tolong bungkus semua yah mas Adi dan total semuanya berapa," pinta Aisyah.


Adi yang sangat kagum dengan Aisyah rencananya nanti malam jika Aisyah tidak sibuk berencana untuk mengundang makan malam, dan ingin mengenalkan sosok Aisyah kepada Fitria agar istrinya bisa terinspirasi terhadap perempuan di balik cadar tersebut.


"Ini semuanya totalnya lima ratus ribu rupiah ustazah,"ujar Adi yang menyodorkan beberapa kantong kresek kepada Aisyah.


"Makasih yah mas Adi, kalau begitu saya pamit pulang dulu," ujar Aisyah yang hendak bergegas pulang ke rumahnya.


"Tunggu sebentar Aisyah, kalau kamu berkenan nanti malam saya mengundang kamu makan malam di rumah saya bersama anak dan istri saya!" ajak Adi kepada Aisyah.


"Maaf mas Adi dalam rangka apa yah saya di undang untuk makan malam di rumah kamu?" tanya Aisyah yang sedikit terkejut mendengar undangan Adi.


"Anggap saja ini ucapan terimakasih saya kepada dek Aisyah karena selalu memborong dagangan saya selama beberapa hari ini," ucap Adi.


Malam hari telah tiba waktu menunjukkan pukul 20.00 wib. Aisyah bersiap untuk datang ke rumah Adi dan Fitria, dia mengenakan gamis panjang berwarna hitam dan tidak ketinggalan dengan kerudung beserta cadar yang menutupi wajahnya.


Sedangkan di rumah kediaman Adi dan Fitria mereka sedang mempersiapkan makanan yang cukup lezat-lezat seperti jengkol, terong balado, dan semur daging. Ini semua di persiapkan Fitria atas perintah Adi suaminya karena ingin menyambut datangnya tamu spesial.


Tok


Tok


Tok


"Asalamualaikum," teriak Aisyah yang tiba di kediaman Adi dan Fitria.

__ADS_1


"Walaikumsalam, ini dek Aisyah yah tamu yang di undang makan malam oleh mas Adi?" tanya Fitria kepada Aisyah kepada pertemuan pertama.


"Iya mbak betul sekali, saya Aisyah!" jawab Aisyah.


Fitria langsung mempersilahkan Aisyah masuk ke dalam rumahnya dan membawa Aisyah menuju ruang meja makan, di sana sudah menunggu ke tiga anak Fitria beserta Adi yang sudah siap ingin menyantap hidangan bersama tamu spesial malam ini.


"Masya Allah, kaka Fitria dan mas Adi sudah repot-repot menyiapkan ini semua untuk saya," ucap Aisyah yang terkejut melihat menu di meja makan yang sangat banyak.


"Engga papa Aisyah, ini semua aku masak khusus untuk menyambut kamu datang di rumah ini," ujar Fitria.


Fitria sangat terpesona melihat Aisyah di balik cadarnya meski pun tak nampak wajah Aisyah di balik cadar itu.


"Setiap hari kegiatan kamu apa saja Aisyah?kata mas Adi kamu senang sekali memborong dagangannya untuk di masak dan di bagi-bagikan kepada orang-orang yang tidak mampu," tanya Fitria tentang ke seharian Aisyah.


"Selain saya sibuk menyiapkan makanan untuk di bagikan setiap hari, saya juga terkadang mengajarkan anak-anak kampung sebelah untuk mengaji," ujar Aisyah.


Fitria malah sebaliknya walaupun dirinya sudah berumur dua puluh delapan tahun yang jelas lebih tua beberapa tahun dari Aisyah tetapi Fitria masih belum bisa mengaji.


"Kalau dek Aisyah tidak keberatan nanti apakah bisa untuk mengajarkan anak-anak saya untuk mengaji," pinta Adi yang ingin anak-anak yang menjadi anak sholehah seperti Aisyah.


"Sekalian saya juga ingin belajar yah, soalnya dulu waktu masih gadis sama sekali belum belajar ngaji, pengen diajarin sama dek Aisyah juga," ucap Fitria.


"Insya Allah, nanti kalau kaka berkenan saya akan mengajarkan anak-anak untuk mengaji pada sore hari setelah kesibukan saya selesai," ujar Aisyah yang sangat antusias ingin mengajar mengaji kepada keluarga Adi.


Hari sudah mulai larut malam Aisyah mulai berpamitan pulang dan dia sangat merasakan kalau Adi sekeluarga sangat baik terhadap dirinya, semoga silaturahmi mereka selalu terjalin dengan erat setelah ini dan membawa pengaruh yang baik untuk Fitria dan anak-anaknya kelak.


"saya pamit pulang dulu yah, hari sudah larut malam," ujar Aisyah.

__ADS_1


"Hati-hati di jalan ya dek Aisyah, nanti kapan-kapan mampir lagi ke sini," ucap Fitria.


__ADS_2