Mamah-mamah Muda

Mamah-mamah Muda
Bertemu Pengacara


__ADS_3

Itu akhirnya Sandra pun mendatangi pengacara, karena memang untuk bertanya tentang kemungkinan harta itu.


Apakah bisa kembali ke tangan dirinya, oleh sebab itu dia harus konsultasi terlebih dahulu tentang semua permasalahan yang dialami kepada pengacara, yang menangani kasus warisan ini.


"Tolong!! saya mohon bantu saya sekali ini saja Pak pengacara, karena saya tidak ingin semua harta warisan suami saya dikuasai oleh menantu saya yang tidak tahu diri itu."


Sangat terpaksa sekali Sandra harus mendatangi pengacara, karena memang dia sudah tidak tahu lagi harus meminta bantuan kepada siapa pada saat ini.


"Mohon maaf sekali Ibu Sandra, karena semua apa yang telah saya lakukan sampai detik ini adalah sesuai amanah yang telah diberikan oleh Pak Irvan, untuk memberikan semua harta dan juga perusahaannya langsung dipegang oleh Mira."


"Saya juga sama sekali tidak habis pikir, kenapa bisa-bisanya suami saya mewariskan semua hartanya kepada Mira, karena semuanya sangat tidak masuk diakal apa jangan-jangan suami saya ada hubungan jawab dengan Mira?"


"Kalau untuk masalah itu saya juga kurang tahu, sedekat apa Pak Irvan dengan Mira menanti Ibu tetapi yang jelas saya hanya melaksanakan semua perintah yang telah dikatakan oleh Pak Irvan, untuk menaruh nama Mira di dalam surat wasiat yang telah dia buat."

__ADS_1


Sandra sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi,karena memang secara hukum sudah resmi Mira menjadi pewaris tunggal dari semua kekayaan harta dari suaminya.


Walaupun dia sudah menjadi janda dan ditinggal meninggal oleh Irvan tetapi Sandra tidak mendapatkan sepeserpun harta dari yang suaminya tinggalkan.


"Sialan banget Irvan, dia sudah merencanakan ini semua jauh-jauh hari tanpa aku bisa berbuat apa-apa lagi sekarang ini.".


"Saya mohon untuk Ibu sedikit bersabar, karena saya masih mencari solusi apa yang patut dan pantas Ibu dapatkan dari sebagian harta Pak Irvan yang telah dia tinggalkan."


Mendengar kata-kata yang terucap dari pengacara tentunya Sandra pun menjadi bersemangat karena masih ada sepintas harapan, untuk dia mendapatkan sebagian dari harta warisan tersebut.


"Sepertinya Ibu Sandra masih bisa mendapatkan satu mobil, dari semua harta benda yang tertulis dari surat wasiat tersebut."


Akhirnya Sandra benar-benar terkejut, kalau dia hanya mendapatkan satu buah mobil. Dari semua harta benda yang dia tinggalkan begitu sangat banyak sekali karena memungkinkan ini karena dia adalah orang yang bener-benar kaya raya.

__ADS_1


"Apa hanya satu mobil??"


"Iya satu mobil saja."


"Saya engga terima."


"Mau atau tidak ibu harus menerima semuanya, karena semuanya ini sudah keputusan yang diberikan oleh almarhum suami ibu sendiri."


"Ya sudah kalau begitu, saya permisi saja pergi dari sini karena saya rasa tidak perlu lagi kita berbicara rasanya percuma saya tidak mendapatkan solusi, tetapi rasanya kepala saya terasa sangat benar-benar sakit setelah saya berbicara dengan kamu." ujar Sandra yang pamit pulang sambil marah-marah.


"Silakan kalau misalnya ibu Sandra mau pulang dan untuk menenangkan diri terlebih dahulu, karena saya tahu pastinya sangat sulit bagi ibu Sandra untuk bisa menerima semua kenyataan yang terjadi pada saat ini, kalau yang ternyata mendapatkan semua warisan dari almarhum suami Ibu adalah menantu ibu sendiri."


"Baguslah kalau kamu sadar tentang hal itu, lagian saya sudah menganggap dia sebagai musuh saya mulai hari ini, karena dia sudah mengibarkan bendera perang kepada saya."

__ADS_1


Apakah nanti Sandra akan berhasil merebut kembali semua harta almarhum suaminya??


__ADS_2