Mamah-mamah Muda

Mamah-mamah Muda
Menjenguk Ratna


__ADS_3

Setelah mendapatkan kabar dari Dokter Rio yang kebetulan bekerja di rumah sakit tempat Ratna juga di rawat akhirnya Laura memberi tahu kepada semua geng cupu kalau Ratna sedang sakit dan di rawat di rumah sakit.


Laura memilih untuk di antar suaminya karena sekalian Dokter Rio berangkat kerja ke rumah sakit.


Mira berangkat sendirian dari kediamannya yang lumayan dekat dari rumah sakit hanya dengan jarak tempuh dua puluh menit saja sampai.


Sedangkan Fitria yang awalnya ingin nebeng satu mobil dengan Aurel, terpaksa harus naik angkutan umum karena dia harus mampir ke sekolah anak bungsunya dulu untuk menjemput sekolah.


Sedangkan Aurel yang mendengar Fitria tidak jadi ingin berangkat satu mobil dengannya, berencana ingin pergi dengan pangeran tunangannya yaitu Zurio, tetapi dengan seribu alasan Zurio menolak permintaan Aurel kalau sampai Ratna melihat kedatangan suaminya dan sahabatnya datang bersamaan akan membuat Ratna tambah depresi, bahkan lebih dari melukai dirinya sendiri itu keputusan yang tepat bagi Zurio untuk tidak mendampingi Aurel menjenguk Ratna.


Hesti dengan dandanannya yang berlebihan seperti mau ke pesta saja padahal mau jenguk orang yang lagi sakit, dia pergi sendirian menggunakan supir pribadi dan membawakan oleh-oleh untuk Ratna buah-buahan dan roti bakar kesukaan Ratna.


Mereka saling menunggu di parkiran yang sampai lebih dulu Mira dan di susul oleh Fitria dan Aurel lalu Hesti dan yang terakhir Laura yang diantarkan okeh suaminya Dokter Rio.


Ratna yang masih tertidur karena efek obat yang membuat dia merasa mengantuk terkejut melihat teman-temannya datang menjenguk dirinya secara bersamaan.


"Kalian tau dari mana aku di rawat di rumah sakit ini?" tanya Ratna kepada semua sahabatnya.


"Kita semua tau kamu berada di rumah sakit dari Laura itu, kan suaminya Dokter Rio kerja di rumah sakit ini katanya om Tito kemarin ketemu sama Dokter Rio dan langsung deh di kabarin sama kita semua," ucap Fitria.


"Kamu kenapa bisa sampai kaya begini sih masuk rumah sakit segala emang sakit apa? Terus itu pergelangan tangan kenapa diperban kaya begitu," tanya Mira yang penasaran apa yang membuat Ratna sampai masuk rumah sakit.


"Engga papa kok, ini gara-gara biasa lah aku habis berantem sama mas Zurio kemarin," ucap Ratna.


"Parah ih suami kamu Ratna, emang kamu diapain sampai masuk rumah sakit kaya begini? Dia kekerasan dalam rumah tangga yah?" tanya Aurel kepada Ratna.

__ADS_1


"Engga kok, ini cuman aku aja yang emosi sama mas Zurio kemarin sampai luka kaya begini," ujar Ratna yang mencoba menjelaskan keadaan kepada semua teman-temannya.


"Kalau sampai Zurio berani nyakitin kamu kita semua bakal garuk dia engga bakal tinggal diam deh kalau sahabat kita semua disakitin kaya begini," ujar Laura.


Hesti yang sudah membawakan oleh-oleh atau buah tangan untuk Ratna langsung menyerah kepada pak Tito untuk nanti sewaktu-waktu kalau Ratna ingin mencicipi semuanya.


"Om ini saya bawakan oleh-oleh untuk Ratna semoga Ratna suka yah," ujar Hesti.


"Wah banyak sekali nak Hesti, terimakasih yah telah repot-repot meluangkan waktunya untuk menjenguk Ratna anak om," ucap pak Tito.


"Kita semua itu engga mungkin lah biarin Ratna sendirian di rumah sakit karena kita semua kan sahabat, engga akan biarkan Ratna kesepian pokoknya deh," ujar Fitria.


"Gue kalau nanti nikah lagi dan punya suami engga mau macam Zurio suami Ratna ini jahat banget sama istri sendiri, macam engga punya hati gitu loh," tutur Aurel.


Fitria yang mengetahui semuanya tentang kebohongan Zurio lalu tersedak seketika.


"Gue yang engga mau lah kalau dapat laki yang kaya begitu, amit-amit deh kasian anak-anak gue nantinya tersiksa punya bapa tiri begitu," ucap Aurel.


"Kalian ngomong apaan sih, kasian Ratna lagi sakit nanti dia pusing denger suara kalian yang berisik banget," tegur Mira karena kebersihan yang dibuat oleh Fitria dan Aurel.


"Engga papa kok, aku santai aja malah kalau ada kalian semua di sini rasanya semua kesedihan yang ada di hati aku jadi hilang, makasih yah kalian semua selalu ada di saat aku sedih mau pun senang," ucap Ratna dengan penuh hari kepada semua sahabat geng cupunya.


Waktu telah menunjukkan pukul 12.00 wib, jam besuk rumah sakit sudah habis semua tamu yang berkunjung di suruh pulang oleh para suster yang bertugas di rumah sakit untuk memberikan waktu istirahat pada pasien yang sakit.


"Maaf yah ibu-ibu semua jam besuk rumah sakit sudah habis silahkan pulang dan biarkan pasien untuk istirahat," pinta suster rumah sakit.

__ADS_1


"Nah loh kita udah di suruh pulang tuh sama suster, ayo kita balik kasian Ratna mau istirahat tanpa kita gangguin," ucap Laura.


Perasaan semua sahabat Ratna geng cupu sangat sedih melihat pernikahan Ratna yang berantakan dan sudah saling menyakiti seperti ini.


"Jaga diri yah sehat-sehat terus next time kita pasti ketemuan lagi," ujar Mira yang pamit ingin pulang.


"Kalian semua hati-hati di jalan yah kalau dah sampai rumah kabarin gue," ucap Ratna.


Setelah pulang dari rumah sakit Fitria membuka telpon genggam miliknya dan ingin mengajak Zurio ketemuan di suatu tempat. Hanya dirinya dan Zurio bahkan tidak ada teman-temannya yang mengetahui hal ini satu orang pun termasuk Aurel dan Ratna.


"Zurio kita bisa ketemu sore ini di cafe nostalgia?" ucap Ratna yang mengirim pesan kepada Zurio.


Zurio kaget kenapa Fitria ingin mengajak dirinya untuk ketemu, pasti ada sesuatu hal yang benar-benar penting yang tidak bisa di bicarakan lewat via telpon.


"Bisa kok nanti kita ketemuan pukul 17.00 wib, aku tunggu kedatangan kamu," ujar Zurio membalas pesan singkat dari Fitria.


Sepulang dari rumah sakit Aurel merasakan perutnya sangat lapar dan ini sudah waktunya jam makan siang lalu dia mengajak semua teman-temannya untuk makan siang bersama.


"Aduh perut gue udah bunyi-bunyi nih kayanya cacing-cacing sudah mulai demo pada mau minta makan," ucap Aurel yang memberi kode kepada teman-temannya.


"Kalau kamu lapar makan lah, tuh mampir di depan ada rumah makan padang," ujar Laura.


"Temenin dong masa gue sendirian sih di suruh makan," tutur Aurel yang ingin semua teman-temannya ikut makan bersama dia.


"Tapi gue engga bisa ikut deh nemenin elo makan kayanya soalnya mau cepat-cepat pulang takut mas Adi nungguin di rumah," ucap Fitria yang memberikan alasan kepada semua teman-temannya padahal dia ingin bertemu dengan Zurio.

__ADS_1


Setelah berpisah dari teman-temannya Fitria memutuskan untuk naik ojek ke tempat tujuan yang sudah dia putuskan untuk menemui Zurio.


Ada kepentingan apakah Fitria menemui Zurio?


__ADS_2