Mamah-mamah Muda

Mamah-mamah Muda
Laura datangi warga


__ADS_3

Warga yang sudah beramai-ramai mendatangi kediaman pak RT langsung ingin mendemo tempat tinggal Damar.


"Pak RT itu Damar katanya sedang bersama wanita di dalam kontrakan nya masa tindakan kumpul kebo kaya begini dibiarin aja sih di kampung kita," ucap warga kepada pak RT.


"Tunggu dulu semua kalian jangan main hakim sendiri dengan bertindak kekerasan kepada Damar, nanti kita buktikan sama-sama apa yang dibicarakan itu betul apa salah," ucap pak RT yang ingin mendinginkan emosi para warga terhadap Damar.


Akhirnya warga dan pak RT menuju rumah Damar bersama-sama untuk membuktikan apakah ada seorang wanita yang tinggal bersama Damar dalam satu rumah.


"Danar ayo keluar." teriak warga di depan rumah Damar.


Damar dan Laura mendengar ada suara keributan di luar dan teriak-teriak cukup panik dan ketakutan.


"Damar itu kenapa banyak orang yang datang rame-rame kaya begitu di rumah kamu, aku takut Damar." pinta Laura yang menyuruh Damar untuk menengok keluar ada apa yang sedang terjadi.


Akhirnya Damar memberanikan diri untuk membuka pintu rumahnya dan menemui segerombol orang yang lumayan cukup banyak beserta para ketua RT tempat tinggal Damar juga.


"Ada apa yah bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian datang ke rumah saya pakai acara rame-rame kaya begini?" tanya Damar kepada semua orang yang berada di depan rumah nya.


"Begini Damar saya selalu ketua RT di sini di mana tempat kamu tinggal mendapatkan kabar dari warga setempat kalau kamu membawa seorang perempuan untuk tinggal bersama dengan kamu, bukannya status kamu masih lajang dan belum menikah kan," ujar pak RT yang menjelaskan semua kepada Damar.


Laura yang mendengar itu semua merasa ketakutan di dalam rumah Damar karena dia takut kalau warna bakal melakukan hal yang tidak diinginkan terhadap dia dan Damar.


"Mending kita paksa masuk ke rumah Damar aja pak RT, mana mau ini Damar ngaku bawa cewe ke rumah nya," ucap warga.


"Tenang dulu yah bapak dan ibu sekalian saya bisa jelaskan semuanya." pinta Damar kepada seluruh warga.

__ADS_1


"Mau jelasin apa lagi Damar, nanti malah berkelit dan bohong lagi kalau pakai acara jelasin segala kaya begitu." pikir para warga.


"Tenang dulu semuanya kita biarkan Damar lebih baik dulu menjelaskan semuanya," ucap pak RT.


"iya saya memang membawa wanita untuk tinggal bersama saya satu rumah tapi tolong dengarkan dulu tapi itu saudara saya yang datang dari kampung tadi malam namanya Laura,"ujar Damar yang terpaksa menjelaskan semuanya dengan berbohong.


"Paling itu cuman akal-akalan Damar aja biar kita semua percaya sama omongan dia, mending tuh cewe suruh keluar dulu biar ketemu sama kita semua jangan ngumpet aja dalam rumah," ucap warga yang menyuruh Laura untuk keluar rumah.


Dengan terpaksa Damar mendatangi Laura untuk menyuruh Laura keluar rumah di depan teras sebentar agar semua warga percaya kalau dia saudara Damar yang datang dari kampung.


"Laura ayo sekarang kamu ikut aku kita jelasin sama warga semua kalau kita ini emang engga ngapa-ngapain dan kamu ini cuman saudara aku yang datang dari kampung tolong bilang itu kepada mereka semua yang berada di luar sana." pinta Damar.


"Tapi aku takut Damar kalau mereka engga percaya sama aku dan terus bertindak anarkis seenaknya, mana itu orangnya banyak banget lagi satu kampung." pikir Laura.


"Tenang Laura, mereka engga akan nyakitin kamu kan ada aku yang selalu akan melindungi kamu," ujar Damar.


"Benar apa kata Damar bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian saya ini saudara sepupunya Damar yang baru saja tiba tadi malam dan dari kampung," ujar Laura.


"Kalau memang kamu benar saudaranya Damar kenapa pas datang tidak lapor sama pak RT malah asal main nyelonong nginap gitu aja, kan kita semua jadi salah paham ada perempuan sama laki-laki tinggal satu rumah," ujar salah satu warga setempat.


"Laura tadi malam datangnya cukup larut malam sekali kami ingin laporan kepada pak RT tapi mengingat hari yang sudah larut malam akan mengganggu kenyamanan istirahat pak RT maka kami memutuskan untuk laporannya pada pagi hari ini," ucap Damar.


"Nah jadi denger kan para warga sekalian ini cuman hanya salah paham saja, jadi tolong kalau ada kabar dan berita yang menyatakan simpang siur jangan di percaya dulu," tutur pak RT.


Akhirnya para warga pun bubar dari rumah Damar dan Pulang menuju rumah mereka masing-masing setelah mengetahui penjelasan Damar dan Laura.

__ADS_1


"Saya atas nama para warga di sini memohon maaf kepada mas Damar dan mbak Laura kalau merasa terganggu dan tidak nyaman karena tindakan para warga," ujar pak RT yang merasa tidak enak.


"Ya sudah pak tidak papa, saya juga sudah memaklumi kekhawatiran para warga yang berlebihan di kampung ini," ucap Damar kepada pak RT.


Setelah pak RT pamit dan para warga pulang Laura dan Damar masuk ke dalam rumah.


"Aduh Damar serem banget sih warga kampung di sini, aku engga bayangin deh kalau mereka akan berbuat yang engga-engga sama kita kalau mereka tadinya engga percaya omongan kamu," ucap Laura yang masih sangat ketakutan.


"Ya untungnya mereka percaya sama omongan aku kalau kamu itu saudara aku yang datang dari kampung," ucap Damar.


"Aku kayanya engga bisa deh lama-lama tinggal di rumah kamu kalau begini keadaan dan situasinya bahaya banget kan kalau sampai mereka datang lagi ke sini," tutur Laura.


"Terus kamu maunya kaya gimana?" tanya Damar kepada Laura.


"Aku mau cari kontrakan buat sendiri aja Damar tapi kamu mau bantu nyariin kan?" tanya Laura balik.


"Emangnya kamu mau pergi lama sampai harus nyari kontrakan kaya begini, saran aku sih mending kamu nyari hotel aja kalo hanya semalam atau dua malam setelah itu pulang ke rumah kamu dan Dokter Rio," ujar Damar.


"Kamu ngapain sih pakai bahas ini semua, aku benar-benar sudah engga mau pulang ke rumah itu Damar," ucap Laura.


"Kenapa sih Laura kasian anak-anak kamu kalau memang kamu harus pergi bersama-lama seperti ini pasti mereka merindukan ibunya," ucap Damar yang mencoba menasihati Laura.


"Kalau kamu mau aku pergi dari sini sekarang juga bilang aja Damar engga usah pakai alasan nyuruh aku pulang dan bawa anak-anak aku," tutur Laura yang marah kepada Damar.


"Bukan begitu maksud ku Laura kamu salah paham," ujar Damar.

__ADS_1


Laura pun tak ingin menjelaskan Damar menurutnya Damar sama saja lebih memilih membela suaminya dari pada Laura yang merasa teraniaya.


__ADS_2