Mamah-mamah Muda

Mamah-mamah Muda
Hesti yang kesepian


__ADS_3

Hesti yang kesepian


Sudah sepuluh hari Tambrin tak mengunjungi Hesti di kediamannya karena takut akan kecurigaan Shopia yang semakin bertambah dan menjadi-jadi, sejak sejauh ini keadaan rumah tangga Tambrin dan Shopia sudah berjalan dengan sangat baik tanpa ada pertengkaran lagi.


"Kenapa sih sekarang mas Tambrin jadi cuek dan engga perduli lagi sama aku akhir-akhir ini, apa dia sudah engga cinta yah," gumam Hesti seorang diri.


Saat Hesti mengintip sosial media milik Shopia ternyata Tambrin dan Shopia istri pertamanya beserta ketiga buah hati mereka sedang liburan jalan-jalan ke Bali, sangat tampak kemesraan diantara mereka dalam sebuah potret yang menggambarkan kebahagiaan keluarga mereka.


"Mas Tambrin benar-benar sialan, dia ajak Shopia jalan-jalan kaya begini sedangkan aku di rumah sendirian kesepian. Ini semua benar-benar engga adil sama sekali," ucap Hesti dalam hati setelah melihat kemesraan antara suami dan madunya itu.


Karena merasa sendirian dan kesepian akhirnya Hesti memutuskan untuk meninggalkan sementara kediaman dirinya dan Tambrin itu menjadi kosong melompong, Hesti lebih memilih untuk tinggal sementara di rumah kedua orang tuanya.


"Ibu,aku datang nih." Teriak Hesti dari halaman rumah sang ibu.


"Kenapa kamu membawa koper sebesar ini ke rumah ibu? Memangnya kamu sedang berantem sama Tambrin?" tanya ibu Sidah kepada sang anak.


"Aku engga berantem masa mas Tambrin tapi dia lagi asik sama istri pertamanya jalan-jalan ke luar kota sedangkan aku di lupakan, dan dibiarkan kesepian sendirian seorang diri," ujar Hesti curhat kepada ibu Sidah.


"Kamu engga usah baper kaya begitu Hesti, kamu sudah tau kan resiko menjadi istri yang kedua yah selalu menjadi nomer dua lah," ucap Ibu Sidah yang menyuruh Hesti tak usah makan hati.

__ADS_1


"Tapi sakit bu rasanya kalau terus diginiin sama mas Tambrin, sedangkan kalau mas Tambrin pisah dari Shopia dia sama sekali engga punya harta apa-apa dan kita semua akan balik lagi jatuh miskin," tutur Hesti yang tak ingin mengalami masa itu lagi kembali hidup susah.


"Ibu juga engga mau hidup susah lagi kaya dulu, yah anggap aja ini pengorbanan kamu untuk keluarga ibu rela kamu dinikahi sama lelaki yang sudah beristri karena dia menjamin semua kehidupan kita," ucap ibu Sidah.


Setelah Hesti masuk ke dalam rumah ibu Sidah dan menaruh koper dan barang-barang miliknya di kamar, dia di panggil ibu Sidah ke meja makan untuk menikmati makan siang masakan dari sang ibu.


"Kenapa ini cuma masak telor dadar sama tumis kangkung sih bu, emangnya tadi engga ke pasar atau uang bulanan yang mas Tambrin kasih untuk ibu kurang?" tanya Hesti.


"Kamu lupa suami kamu sudah beberapa minggu ini engga ngasih ini uang belanja, entah dia lupa atau masih sibuk sama istri pertamanya sampai ibu engga bisa belanja ke pasar hanya bisa masak telor ceplok sama tumis kangkung aja, " ujar ibu Sidah.


Hesti akhirnya memberikan uang senilai satu juta rupiah kepada ibu Sidah untuk membeli lauk pauk yang enak dan juga bergizi untuk beberapa hari ketika dirinya ikut tinggal di rumah ibunya.


"Ini uang satu juta rupiah cukup kan buat ibu ke pasar, aku mau makan daging sama ayam,"ucap Hesti.


Akhirnya ibu Sidah pergi ke pasar dan membeli apa saja yang dia mau bahkan dengan uang satu juta rupiah itu dia mampu membeli baju baru beserta alat make up untuk dirinya.


"Ibu mana lauk pauk yang Hesti mau?" tanya Hesti yang melihat ibunya baru saja pulang dari pasar.


"Tenang aja Hesti, ibu sudah siapin semuanya yang enak-enak buat kamu anak kesayangan ibu," tutur ibu Sidah.

__ADS_1


"Tapi ini banyak banget belanjaan yang sama sekali engga penting ibu, buang-buang uang banget mending semuanya di belikan makanan aja biar kita satu minggu ke depan bisa makan enak," ucap Hesti.


"Ini juga penting dah perlu buat ibu, kamu kenapa sih uang satu juta gitu doang pakai acara di hemat segala sama ibu sendiri engga boleh begitu jangan pelit-pelit amat," ujar ibu Sidah yang tak terima keuangannya diatur oleh sang anak.


Kehidupan Hesti dan ibunya sangat bergantung kepada Tambrin karena hanya Tambrin tambang uang yang selalu memberikan apa yang mereka mau, ketika Tambrin sudah mulai melupakan kewajibannya untuk mengirimkan sejumlah uang kepada sang istri dan mertua maka kehidupan mereka sedikit harus berhemat.


"Keuangan Hesti sekarang mulai menipis bu, mas Tambrin sudah tak menjenguk Hesti sejak sepuluh hari yang lalu terakhir dia tinggalkan uang sekitar tiga puluh juta rupiah tapi ini sudah tersisa sedikit," keluh Hesti yang melihat uang yang tersisa sudah tidak banyak lagi.


"Kalau sampai Tambrin melupakan kewajibannya kepada kamu dan ibu dan mengingkari semua janjinya dulu saat pernikahan kalian maka ibu akan paksa Tambrin untuk menceraikan kamu sama," ujar ibu Sidah yang ingin mengambil tindakan tegas.


Karena sebelumnya Tambrin menikahi Hesti dia sudah berjanji akan menanggung semua biaya kehidupan Hesti dan ibu Sidah untuk mengirimkan uang setiap bulan dengan nominal yang cukup besar.


"Ibu jangan bicara seenaknya kaya begitu dong main suruh pisah aja, Hesti beneran sayang sama mas Tambrin bu," ucap Hesti yang terlanjur jatuh cinta.


"Kamu ini anak ibu yang sangat cantik Hesti banyak lelaki kaya yang mau sama kamu, kalau Tambrin sampai lupa sama kamu ibu bisa dengan mudah mencarikan suami pengganti untuk kamu." ancam bu Sidah.


Hesti sudah tidak bisa memikirkan apa-apa lagi karena dia sudah terlanjur mencintai suaminya, awal pernikahan yang hanya main-main dan mengharapkan uang saja, tapi malah Hesti terjebak dalam rasa nyaman dan sayang begitu saja.


Awal mulai pertemuan yang salah belum tentu berakhir dengan salah pula, dia tidak ingin pernikahannya dengan Tambrin berakhir ditangan ibunya hanya karena masalah uang.

__ADS_1


Sebisa mungkin Hesti akan melindungi suaminya dan mempertahankan rumah tangganya, sekali pun taruhannya rumah tangga Shopia dan Tambrin harus hancur dan Hesti sudah tak bisa mengharapkan uang dari Tambrin lagi dia sudah tidak memperdulikan semua itu.


Hesti yang terbilang cantik dan sexy banyak lelaki yang menawarkan uang dan kehangatan untuknya tetapi karena cinta yang membuatnya bertahan dalam keadaan yang sulit seperti ini. Menjadi yang kedua adalah sesuatu yang menyakitkan karena tak pernah bisa membuka identitas sebenarnya siapa suami Hesti.


__ADS_2