
Mira yang berencana untuk memberi tahu kan kepada suami ibu Sandra tentang niat buruk Rian dan sang mertua langsung berangkat ke rumah sakit tanpa sepengetahuan Rian.
Ketika Mira sudah rapi ingin berangkat tiba-tiba Rian kaget melihat Mira yang sudah siap berangkat ingin membuka pintu depan.
"Mira kamu mau ke mana ini masih pagi banget sudah rapi aja?" tanya Rian dengan penuh tanda tanya kepada Mira.
Mendengar Rian yang tiba-tiba muncul dan bangun tidur Mira langsung kaget dan memutar otaknya untuk mencari alasan.
"Aku mau jalan mas ada janjian sama temen-temen aku, engga papa kan kalau aku berangkat sekarang," ujar Mira.
"Kenapa sih kamu pergi banget kaya begini terus engga pamit lagi sama aku nanti kalau anak-anak bangun nyariin kamu gimana?" tanya Rian kepada sang istri.
"Sebentar aja mas aku pergi engga lama ko, tenang aja mas." pinta Mira yang memohon diijinkan untuk pergi.
"Ya sudah pergi sana." suruh Rian dengan terpaksa karena sudah terlanjur melihat Mira dengan keadaan yang sudah rapi ingin pergi.
"Makasih mas," ucap Mira yang langsung mengecup pipi suaminya itu.
Sesampainya Mira di rumah sakit dia melihat om Irvan suami ibu Sandra sedang dalam keadaan kritis dan hanya seorang diri di ruangan unit gawat darurat.
"Apa saya bisa menemui pasien yang bernama Irvan Wijaya di dalam ruangan unit gawat darurat itu Suster?" tanya Mira kepada Suster yang berjaga.
__ADS_1
"Maaf sekali Nona, bapak yang ada di ruangan itu dalam kondisi yang lumayan cukup parah sekarang ini tak bisa dijenguk oleh orang lain kecuali pihak keluarganya tapi sayang sampai hari ini tak ada pihak keluarganya yang datang," ucap Suster yang kasian dengan om Irvan sejak dirawat tak pernah ada pihak keluarga yang berkunjung.
"Saya ini pihak keluarga dari bapak itu, saya menantunya apa kah saya bisa masuk ke dalam?" tanya Mira yang ingin melihat kondisi orang tua sambung Rian tersebut.
Suster mempersilahkan Mira untuk masuk ke ruangan unit gawat darurat itu untuk melihat kondisi om Irvan tapi waktu yang Suster berikan tidak lama hanya lima belas menit saja.
Melihat keadaan om Irvan yang menggerakkan jari untuk memberi kode kepada Mira bahwa dia masih sadarkan diri dan mengetahui kedatangan Mira akhirnya dia mulai membisikkan sesuatu kepada om Irvan sebelum Mira terlambat.
"Om saya ke sini mau menyampai sesuatu hal yang sangat penting sekali sebelum semuanya terlambat dan om Irvan belum mengetahui rencana licik mamah dan Rian yang sangat curang, mereka berencana untuk mengambil alih semua harta milik om Irvan dengan memalsukan semua surat wasiat." penjelasan Mira terhadap om Irvan yang masih setengah sadarkan diri.
Om Irvan menggerakkan telunjuknya untuk menunjuk sesuatu yang ada di dalam lemari itu.
Mira mencoba membuka isi dalam lemari yang di tunjuk oleh om Irvan ternyata isinya itu adalah surat yang sudah disediakan oleh om Irvan untuk di berikan kepada siapa pun yang sudah berbaik hati kepada dirinya, ternyata om Irvan menyuruh Mira untuk tanda tangan.
Om Irvan dengan suara terbata-bata menyampaikan semua itu kepada Mira dan mencabut oksigen yang ada di mulutnya untuk bisa menyampai ini semua kepada Mira.
"Tapi om saya engga berhak menerima ini semua mending om serahkan saja semua harta ini kepada orang yang benar-benar sangat membutuhkan." tolak Mira kepada permintaan om Irvan karena dia takut kalau ini akan jadi bumerang untuk dirinya sendiri nantinya.
"Om yakin kamu bisa menggunakan ini semua Mira sesuai hati dan keinginan kamu dari pada semua ini jatuh ke tangan orang-orang yang serah dan tamak seperti Sandra dan anaknya," ucap om Irvan.
Setelah itu Mira bersedia tanda tangan dan seketika ok Irvan sudah tidak bernafas lagi dan langsung tak sadarkan diri.
__ADS_1
Mira yang panik melihat kondisi parah om Irvan langsung memanggil Suster dan Dokter yang berjaga di luar untuk memeriksa om Irvan. Ternyata om Irvan sudah tak bernyawa lagi.
Tak lama setelah itu pengacara om Irvan datang dan mengamankan surat wasiat yang sudah di tandatangani Mira itu untuk sebagai bukti yang sah kalau pewaris tunggal harta kekayaan om Irvan yang melimpah ruah adalah Mira.
Ibu Sandra yang belum sempat bertindak apa-apa untuk mengambil alih semua harta om Irvan mengetahui om Irvan meninggal langsung bergegas datang ke rumah sakit.
"Mira kenapa kamu ada di sini?" tanya sang mertua yang terkejut melihat Mira yang sudah berada di ruangan tunggu lebih lama dari dirinya.
"Aku rencananya mau jenguk om Irvan mah, tapi ternyata pas aku ke sini om Irvan sudah engga ada dan tak sadarkan diri," ucap Mira yang menjelaskan kepada bu Sandra.
Sandra tak tau harus senang apa sedih ketika tau suaminya meninggal dunia di satu sisi dia berharap semua harta milik suaminya jatuh ke tangan dia yang sebagai istri tunggal dari om Irvan tak ada sanak saudara dan keluarga lain. Tetapi dia belum mengetahui kalau semua harta sudah di wariskan kepada Mira sang menantu tanpa sebab dan Akibat.
Melihat pengacara om Irvan keluar dari ruangan bu Sandra langsung mendekat dan menanyakan siapa ahli waris untuk meneruskan semua bisnis om Irvan.
"Pak Candra apa suami saya sudah menentukan siapa ahli waris yang bisa meneruskan bisnis keluarga?" tanya bu Sandra pada pengacara.
"Ini masih dalam suasana berkabung bu Sandra jadi tolong jangan membahas ini dulu, nanti setelah selesai pemakaman saya akan mengumumkan apa keputusan pak Irvan yang sudah dia titipkan pada saya untuk di sampaikan kepada semuanya," ujar pengacara.
Bu Sandra memang tidak ada etika sama sekali suaminya baru saja meninggal dunia belum di makamkan dia sudah sibuk sekali membicarakan harta dan warisan tak ada kesedihan sedikit pun yang terpancar dari wajahnya.
Rian yang tau ayah sambungnya meninggal dunia juga langsung datang ke rumah sakit karena suruhan ibu Sandra. Tetapi dia terkejut melihat Mira yang ada di sana setau Rian dia tak berniat mengunjungi om Irvan tapi sekarang malah di rumah sakit.
__ADS_1
"Mira kamu kenapa ada di sini, bukannya kamu tadi pagi pamit sama aku mau pergi sama temen-temen kamu kenapa jadi malah ada di sini sih?" tanya Rian dengan nada sedikit emosi kepada Mira sang istri karena tau Mira sudah berbohong kepada dirinya.