
"Mas, tadi aku ketemu sama Mira. Sekarang ini ternyata dia sudah kaya raya dan memegang kuasa di perusahaan besar."
"Terus apa urusannya sama saya?"
"Bukannya begitu mas, karena tadi aku udah bilang sama Mira, kalau aku minta buat kamu bisa kerja disalah satu perusahaan yang pada saat ini Mira pegang."
Dengan sangat terkejutnya Adi mendengar semua apa yang Fitria katakan kepada dirinya, karena dirinya tidak pernah meminta istrinya untuk mencari pekerjaan apa lagi sekarang ini Adi masih memiliki usah yaitu berdagang sayur keliling.
"Untuk apa kamu mencarikan saya pekerjaan seperti ini, bukannya kamu sudah tau kalau saya ini masih memiliki usaha jualan dagang keliling sayuran di kampung ini. Apa jangan-jangan kamu malu punya suami yang jualan sayur keliling?"
"Bukan begitu mas!"
"Terus apa?"
"Aku hanya kamu bisa berpenghasilan lebih baik lagi dari pada hanya dagang sayuran, yang setiap harinya engga pasti. Lagian apa salahnya kalau aku hanya ingin kamu maju."
__ADS_1
"Maju dalam hal apa?"
"Dalam segala hal mas, lagian kita ini masih memiliki anak-anak yang perlu biaya buat sekolah mendingan kamu terima saja tawaran dari Mira buat kerja di perusahaan yang dia pegang."
"Malas, mendingan kamu aja sana yang kerja di perusahaan Mira sedangkan kamu tau sendiri. Kalau saya sedang membutuhkan dukungan dari kamu agar usaha ini terus berkembang dengan pesat."
"Kenapa mesti aku yang kerja mas, sedangkan yang bertanggung jawab di dalam rumah tangga ini adalah kamu sebagai kepala keluarga bukannya aku yang malah kamu suruh kerja."
"Terserah kamu saja kalau begitu, pokoknya saya tidak akan pernah menerima tawaran kerja itu."
"Mas, tunggu dulu kamu engga bisa kaya gini dong."
"Apa lagi yang mesti kita bicarakan, menurut saya semuanya sudah cukup kalau kamu hanya ingin mengajak saya untuk ribut dan bertengkar hanya gara-gara masalah ini."
Sepertinya Adi sudah tidak mau mendengar apa yang istrinya ingin bicarakan kepada dirinya, apa lagi disuruh menganti profesi pekerjaan yang pada saat ini sedang dia geluti tentunya tidak mudah.
__ADS_1
"Ada hubungan apa kamu dengan Aisyah??"
"Aisyah siapa yang kamu maksud?"
"Sudahlah mas, kamu engga usah mangkir lagi dari semua orang yang terjadi pada saat ini karena aku tau kalau kamu itu mata keranjang. Engga bisa liat ada cewek bening dikit langsung kamu dekati."
"Kamu jangan asal tuduh sembarangan kaya gitu, Aisyah itu adalah pelanggan sayur aku tiap hari mana mungkin aku ada main mata sama dia."
"Feeling seorang istri itu engga akan mungkin pernah salah mas, kalau suaminya sedang berbuat macam-macam di luar sana. Mesti ini adalah alasan kamu mengapa kamu ogah untuk kerja di kantoran biar engga bisa ketemu Aisyah lagi." ucap Fitria yang melontarkan tuduhan kepada Adi walaupun bukti yang dia punya tidak kuat.
"Bicara apa sih kamu ini."
"Ngaku aja mas, kamu engga usah berkelit lagi karena aku sudah tau semaunya kalau pada saat ini kamu sedang ada perasaan dengan wanita lain di luar sana."
"Kalau ngomong jangan ngaco dong, kamu harus bisa buktikan semua apa yang kamu omongkan dulu engga bisa sembarangan kaya begini."
__ADS_1
Dengan amarah yang sangat memuncak, Adi tidak terima dengan semua apa yang Fitria tuduhkan kepada dirinya saat ini.
Mampukah Adi menyimpan semua perasaan yang dia rasakan kepada Aisyah??