Mamah-mamah Muda

Mamah-mamah Muda
Cinta Laura yang belum usai


__ADS_3

Cinta Laura yang belum usai


Laura bingung harus mengatakan apa kepada Damar bibirnya seperti tidak mampu bicara dan membisu seketika tetapi dari pandangan matanya yang menatap Damar sangat tajam itu sudah cukup menggambarkan bah dia juga sangat amat mencintai Damar.


Perasaan yang sudah terpendam cukup lama atau bisa di sebut dengan cinta lama tapi tak sampai ini juga sangat menggambarkan betapa terpukulnya mereka saat takdir memisahkan kehendak Tuhan yang mengatakan mereka tidak ditakdirkan untuk berjodoh.


"Damar aku juga sangat mencintai mu, ternyata kita memiliki perasaan yang sama selama ini saling mengagumi bahkan mencintai," ucap Laura kepada Damar.


"Kamu harus tau Laura selama ini aku selalu mencari kamu dan mengikuti kehidupan kamu setiap hari setiap waktu, bahkan di hari pernikahan kamu dan Dokter Rio aku juga hadir menyaksikan itu semua meski pun hati aku terasa sangat sakit melihat kamu bersanding dengan lelaki lain," ujar Damar.


"Hentikan Damar, tolong jangan kamu teruskan perkataan mu itu aku sangat sakit ketika harus mendengarkan kenyataannya yang sangat berbalik dari apa yang sedang kita rasakan," tutur Laura yang meneteskan air mata.


Damar yang memegang tangan Laura seketika dengan beraninya langsung memeluk Laura di depan umum tanpa ada rasa malu sama sekali dan berpikir bahwa yang dia peluk sekarang ini adalah istri orang.


"Jangan biarkan aku menyesal untuk yang kedua kalinya Laura membiarkan aku tidak jujur atas perasaan ku sendiri karena ini cukup sangat menyiksa membuat aku harus memendam perasaan ini bertahun-tahun," tutur Damar yang sudah tidak ingin membohongi perasaannya.


"Perasaan ini salah Damar, kamu tau kan status ku sekarang apa?" tanya Laura yang harus menyadari kalau dirinya sudah menjadi seorang istri dan juga seorang ibu.


"Selama kamu masih terikat pernikahan dengan Dokter Rio aku tidak berhak untuk memaksa mu Laura untuk tetap mencintai mu walau bagaimana pun juga yang berhak untuk mendapatkan cinta dari mu adalah suami mu Dokter Rio bukan aku yang bukan siapa-siapa," ucap Damar yang harus pasrah dengan keadaan karena dia terlanjur mencintai Laura sejak masih gadis.


Sepulang dari pertemuan dirinya dengan Damar Laura tidak tau apa yang harus dia lakukan apakah Laura harus bergembira karena perasaan yang dimiliki Damar adalah perasaan yang sama dengan yang dia miliki atau malah sebaliknya, dia harus bersedih karena ini sudah bukan waktu yang tepat untuk mengatakan semua itu karena status Laura yang sudah resmi menikah akan membuat Laura semakin merasa bersalah terhadap Dokter Rio dan juga Damar.

__ADS_1


"Laura kenapa kamu datang malam hari seperti ini dan juga telpon aku berkali-kali tidak kamu jawab?" tanya Dokter Rio dengan nada emosi.


"Maaf mas aku baru pulang karena tadi di jalan macet banget aku juga engga sempat untuk ngabarin kamu karena telpon genggam aku kehabisan baterai," ucap Laura yang memberikan alasan palsu kepada suaminya.


Wajah Laura sangat berbeda sekali sepulang dari bertemu dengan Damar murung,pucat dan lesu tidak seperti keberangkatan awalnya tadi sangat bergembira dan penuh dengan energi positif.


Makan malam telah terjadi di meja makan tetapi Laura yang menemani anak dan suaminya untuk makan malam sama sekali tidak menyentuh makanan yang ada di hadapannya itu.


"Laura kenapa kamu tidak makan? Dan hanya di aduk-aduk begitu saja," tanya Dokter Rio.


"Aku engga lapar mas masih kenyang tadi sore kan aku sudah makan pas jalan-jalan sama teman aku," ujar Laura.


"Aku lihat kamu sejak pulang dari jalan-jalan bersama teman-teman kamu tadi sore kamu menjadi pendiam dan tak banyak bicara bahkan juga sering melamun ada apa Laura?"tanya Dokter Rio kepada Laura.


Kalau melihat sikap Laura yang cukup sangat mencurigakan ini membuat Dokter Rio lama kelamaan akan mengetahui kedok asli hubungan masa lalu dari Laura dan Damar.


"Jangan sampai mas Rio jadi curiga sama gue nanti bakalan bahaya banget." pikir Laura.


Anak Laura yang bernama Safira sedang menangis karena terjatuh dari atas kursi setelah usai makan malam tersebut tetapi Laura yang berada di lantai dua rumahnya tidak mendengarkan apa-apa bahkan tangisan anaknya sekali pun.


"Mah kamu kenapa sih engga denger apa gimana dari tadi Safira nangis kaya begitu habis jatuh dari atas kursi," ucap Dokter Rio yang mencoba mendatangi Laura ke lantai dua rumahnya.

__ADS_1


"Maaf mas aku sama sekali engga denger kalau Safira nangis," ujar Laura yang langsung menggendong anak perempuannya.


"Kasian Safira mah kalau kamu terus menerus kaya begini sering ngelamun dan menyendiri, aku tau kalau kamu menikah dengan aku karena terpaksa dan juga awal pernikahan kita kamu sama sekali tidak mencintai aku tapi tolong kasihani Safira dia ini anak kandung kamu," tutur Dokter Rio yang mencoba mengingatkan Laura.


Pruuuuukkkkk


Tamparan yang dijatuhkan Dokter Rio ke pipi kiri sang istri. Kenapa kali ini rasanya sudah hilang rasa kesabaran di hati seorang Dokter yang biasanya sangat penyayang dan sabar.


Merasa Dokter Rio sangat keterlaluan akhirnya Laura memutuskan untuk pergi dari rumah dengan membawa beberapa pakaian beserta koper.


"Laura kamu mau kemana,tolong maafkan aku tadi aku sangat tidak sengaja dan khilaf melakukan ini kepada mu," ujar Dokter Rio.


"Cukup mas, aku engga perlu penjelasan kamu kali ini." pikir Laura yang sudah sangat membenci Dokter Rio.


Setelah pergi dari rumah dia bingung mau kemana karena sama sekali Laura tidak ada tujuan. Ke rumah orang tuanya itu tidak mungkin dia lakukan karena papah dan mamahnya pasti akan membela Dokter Rio menantu kesayangan mereka dari pada harus membela anak kandungnya sendiri.


Damar, hanya satu nama yang terbesit dalam pikiran Laura saat ini karena dia tak tau lagi harus ke mana untuk membawa dirinya pergi selain kepada Damar.


Tetapi Laura yang tak tau kediaman Damar terpaksa harus berhenti di pinggir jalan untuk mencoba menghubungi Damar melalui telpon genggam miliknya.


Saat baru saja berdering satu kali suara Damar sudah terdengar di ponsel milik Laura, memang secepat itu Damar mengerti keadaan Laura yang sangat memerlukan dirinya.

__ADS_1


Memang benar kata hati tidak pernah salah untuk menentukan jalan cintanya dan pasti pada akhirnya akan menunjukkan jalan untuk mempersatukan cinta antara mereka berdua yaitu Laura dan Damar tanpa ada orang lain.


__ADS_2