Mamah-mamah Muda

Mamah-mamah Muda
Surat wasiat untuk Mira


__ADS_3

Setelah pemakaman om Irvan selesai pengacara ingin semua anggota keluarga berkumpul di rumah mewah peninggalan om Irvan yang ditinggali oleh bu Sandra selama ini.


"Saya kamu semua anggota keluarga berkumpul di rumah pak Irvan hari ini yah bu Sandra ada suatu hal penting yang harus saya sampaikan pada kalian semua," ucap pengacara kepada ibu Sandra.


"Suami saya tidak ada anggota keluarga lain selain saya dan anak saya Rian pak, kalau itu yang perempuan hanya menantu saya dia bukan siapa-siapa," ujar bu Sandra yang memperkenalkan Mira yang dianggap orang tidak penting untuk ikut berhasil.


"Sebaiknya semua ikut saja ke rumah pak Irvan termasuk Mira istri Rian juga diajak yah dia juga harus mendengar yang akan saya sampaikan nanti," ucap pak pengacara.


Akhirnya mereka naik dalam satu mobil yang sama setelah dari pemakaman umum itu menuju rumah om Irvan yang megah dan luas.


Selama menikah dengan beberapa tahun dia menikah dengan suaminya Mira tidak pernah diajak untuk berkunjung ke rumah ibu Sandra dan om Irvan karena ibu Sandra melarang Mira untuk bertemu dengan suaminya takut akan menjelek-jelekan Rian dihadapan ayah sambungnya yang sangat baik itu.


"Wah rumah om Irvan besar sekali yah mah," ucap Sandra yang terkejut melihat rumah mewah om Irvan untuk pertama kalinya.


"Udah mending sekarang masuk aja, engga usah kaya orang kampung mulut pakai mangap sagala kaya begitu liat rumah mewah." pikir bu Sandra terhadap Mira yang kampungan.


Rian berjalan menuju ke dalam rumah om Irvan dengan menggandeng kedua buah hatinya yang masih balita dan anak-anak.


"Apa kah semuanya sudah berkumpul untuk mendengarkan surat wasiat dari bapak Irvan Dermawan?" tanya pengacara kepada semua pihak keluarga yang berhadir.


"Sudah pak, ini semua anak dan menantu saya yang hadir biarkan mereka mendengarkan surat wasiat yang ditinggalkan suami saya untuk saya itu, silahkan bapa bacakan." pinta ibu Sandra yang sudah sangat amat tidak sabar mendengar apa isi surat wasiat tersebut.

__ADS_1


Pengacara pun mulai membuka isi koper dan mengeluarkan surat wasiat yang ditinggalkan oleh om Irvan terakhir kalinya sebelum beliau meninggal dunia.


"Isi surat wasiatnya adalah sayanga akan coba bacakan yah, saya yang bernama Irvan Dermawan memutuskan sepenuhnya surat wasiat ini dengan sadar dan sehat kalau saya mewariskan harta saya 90% saham perusahaan, rumah, mobil dan aset saya yang lainnya atas nama Mira Harianti,"ucap pak pengacara membacakan surat wasiat dari om Irvan.


"Apa! Semua harta yang suami saya tinggalkan ini diserahkan begitu saja kepada menantu saya kok bisa begini pak?" tanya bu Sandra yang merasa sangat tidak terima Mira yang bukan siapa-siapa malah mendapatkan harta om Irvan suami ibu Sandra sangat besar 90%.


"Ini sudah keputusan yang dibuat oleh pak Irvan sebelum dia meninggal bu, dan ini resmi secara hukum dan tidak bisa diganggu gugat lagi," ujar pengacara.


"tidak! ini pasti sabotase dari Mira pak atau surat itu salah hanya rekayasa,"


ucap bu Sandra yang tidak percaya.


Ibu Sandra yang tidak terima semua harta milik suaminya jatuh ke tangan menantunya akhirnya nekat menjambak rambut Mira dan menyeretnya hingga ke teras depan rumah.


"Dasar kamu menantu kurang ajar, dan tidak tau diri selama ini aku yang menanggung kehidupan mu dan anak-anak mu tapi kamu malah melakukan ini kepada ku dan anak ku Rian," ucap bu Sandra sambil menyeret Mira keluar rumah dengan menarik rambut Mira yang panjang.


"Aku sama sekali tidak tau mah kalau om Irvan memberikan semua harta itu sama aku, dan aku juga engga pengen jadi pewaris harta om Irvan mah," teriak Mira yang mencoba menjelaskan kepada ibu Sandra.


Ibu Sandra semakin menjadi-jadi dia menampar pipi kanan dan kiri Mira bolak balik untuk melampiaskan semua amarahnya yang besar karena menurutnya Mira sudah menusuknya dari belakang dan menantu yang tidak tahu diri.


Bruk,

__ADS_1


Begitulah bunyi tamparan keras yang dilontarkan untuk Mira dari tangan kejam sangat mertua yang sangat gila harta.


"Sudah kalian semua cukup, terutama ibu Sandra kalau masih bertindak dengan kejam seperti ini nanti saya akan tindak pidana ibu," ucap sang pengacara.


Mendengar akan dilaporkan ke kantor polisi ibu Sandra menghentikan siksaannya kepada Mira sang menantu. Rian suami Mira melihat di depan matanya kalau istrinya dipukuli oleh ibu kandungnya sendiri hanya berdiam diri saja tak berani untuk mengambil tindakan tegas untuk membela Mira sang istri, entah suami macam apa Rian ini yang tak berani membela istri sendiri di hadapan ibu kandung.


"Kenapa bisa Mira yang mendapatkan warisan sebanyak itu dari suami saya?" tanya ibu Sandra kepada pengacara.


"Saya juga tidak mengetahui pastinya kenapa dan bagaimana tetapi ini adalah keputusan resmi yang dibuat oleh pak Irvan untuk mbak Mira 90% dan ibu Sandra sebagai istri yang mendampingi sampai akhir hayat 10%," tutur pengacara yang menjelaskan sangat jelas.


Resmi mulai hari ini pemilik semua harta kekayaan om Irvan adalah Mira dan mulai besok dia adalah pemimpin perusahaan yang dibangun oleh om Irvan. Sedangkan ibu Sandra dan Rian hanya berhak bagian 10% dari semua harta dan juga rumah mobil itu semua atas nama Mira ibu Sandra sudah tidak berhak lagi tinggal di rumah mewah itu.


"Tega yah kamu Mira seperti ini kepada mamah dan juga suami kamu Rian, kurang apa mamah sama kamu selama ini sampai tega-teganya kamu mengambil semua hak mamah yang ditinggalkan oleh papah tiri Rian," ucap Ibu Sandra yang berbicara hanya bertiga dengan Rian dan Mira setelah kepulangan bapak pengacara.


"Mira juga benar-benar engga tau mah kenapa pm Irvan sampai melakukan ini semua," ujar Mira.


"Apa jangan-jangan kamu ada hubungan gelap dengan Irvan selama ini sampai-sampai dia mewariskan semuanya sama kamu." tuduh ibu Sandra.


"Engga mah aku sama sekali engga deket sama om Irvan," ujar Mira.


"Kalau sampai omongan mamah benar-benar terbukti kamu ada hubungan gelap sama om Irvan aku engga akan segan untuk menggugat cerai kamu Mira." ancam Rian kepada Mira.

__ADS_1


Mira masih bingung apa yang harus dia lakukan dengan harta sebanyak itu dia masih dia bisa berpikir kalau dia sekarang sudah menjadi orang yang sangat kaya raya, apa kah Mira yabg tertekan akan menyerahkan semua harta peninggalan om Irvan kepada sang mertua ibu Sandra?


__ADS_2