
Mira yang merasa bosan di rumah sendirian, lalu akhirnya Pergi ke mall sendirian lalu dia bertemu dengan Fitria yang memang sedang jalan-jalan di mall juga, dan tidak menyangka bisa berpapasan dengan Fitria sekarang ini.
"Fitria apa kabar??"
"Eh elo Mira, alhamdulillah gua baik."
""Syukurlah kalau elo sekeluarga sehat dan juga baik-baik saja."
"Gua dengar elo habis kaya mendadak yah, dapat warisan dari bokapnya Rian. Apa itu semua benar?"
"Engga usah kenceng-kenceng ngomongnya gua malu tau."
Fitria hanya menanyakan tentang perihal gosip yang telah beredar luas kalau memang saat ini lalu Mira yang sedang mendapatkan warisan dari mertuanya, karena semua orang hanya mendengar kabar simpang siur, yang beredar tidak mendengar dari mulut Mira secara langsung.
"Emang benar gua dapat warisan."
"Wah berarti benar kabar itu kalah sekarang hidup elo lagi senang, gua dengarnya juga ikutan bahagia."
"T-tapi??"
__ADS_1
"Tapi kenapa?"
"Gua engga pernah senang sama warisan itu, semenjak gua mendadak kaya dan punya semuanya masalah terus aja datang dalam rumah tangga gua."
"Seharusnya elo, senang kalau misalnya sekarang berada diposisi ini buktinya aja hidup elo engga bakalan susah lagi, sedangkan selama ini semua orang tau kalau suami elo lama pengangguran dan engga pernah ngasih nafkah sama sekali."
Jujur sebenarnya Fitria bingung, dengan apa yang Mira rasakan sekarang ini karena dia tidak menyangka kalau Mira yang memiliki banyak uang maka, dia jua memiliki banyak masalah dan tidak bahagia kehidupan dirinya.
Apa lagi Mira berkata yang sejujurnya kepada Fitria, karena dia tahu Fitria bisa menjaga semua rahasia ini dan tidak akan menceritakan kepada orang lain, kalau misalnya pada saat ini Mira kebingungan. Apakah dia harus menyerahkan warisan itu kepada sandera atau menjaga amanah dari Om Irvan.
Ada kegalauan sendiri di dalam hati Mira,karena sejujurnya dia tidak menginginkan warisan tersebut apa lagi Mira tidak gila harta seperti apa yang telah mereka semua pikirkan.
"Kenapa bisa begitu?"
"Karena dia merasa kalau lebih berhak atas semua warisan itu dari pada gua."
"Elo beruntung sih bisa menjadi ahli waris kaya gini."
"Engga juga sih."
__ADS_1
"Kalau begitu ajak suami gua kerja dong."
Fitria meminta pekerjaan kepada Mira, karena suaminya hanya pedagang sayur biasa Karena memang itu ia ingin suaminya mendapatkan pekerjaan, yang jauh lebih baik daripada hanya berdagang sayur yang mendapatkannya sehari-hari tidak pasti.
"Ya sudah kalau begitu datang aja ke kantor suruh suami elo, besok pagi karena gua juga kebetulan lagi nyari orang banyak buat kerja di perusahaan gua."
"Ya ampun makasih banyak yah Mira."
"Sama-sama Fitria, gua juga senang banget kalau bisa bantu elo kaya begini apa lagi kita ini sahabatan udah lama banget."
Menurut Mira mereka yang sudah bersahabat sejak dari lama harus saling membantu satu sama lain, tidak boleh membiarkan kalau misalnya sahabat yang lain sedang kesusahan, kalau misalnya dia bisa membantu maka akan sebisa mungkin membantu sahabat yang lain.
"Kalau begitu gua pamit pulang dulu, nanti kalau mau datang ke kantor kabarin aja."
"Ok deh."
Dengan kebaikan hatinya Mira mau menolong Siapa saja yang pada saat ini sedang membutuhkan bantuan dirinya.
Apakah Mira akan hidup tenang dengan semua harta yang saat ini dia miliki??
__ADS_1