Mamah-mamah Muda

Mamah-mamah Muda
Mira pindah rumah


__ADS_3

Mira yang sudah resmi mulai hari ini menjadi pewaris terbesar dari harta om Irvan secara hukum dia sudah boleh menggunakan semua fasilitas milik om Irvan termasuk tinggal di rumah mewah yang ditempati oleh ibu Sandra kini menjadi milik Mira.


"Mira sekarang kamu boleh menempati rumah ini dan memakai semua mobil dan apa pun yang dimiliki oleh pak Irvan karena ini semua sekarang sudah menjadi milik kamu," ujar pengacara keluarga om Irvan.


"Engga ini tidak bisa pak, rumah ini adalah milik suami saya jadi yang berhak tinggal di rumah ini adalah saya istri sah dari mas Irvan bukan Mira menantu kurang ajar dan tidak tau diri ini," ucap bu Sandra yang menolak keputusan pengacara.


"Tidak ibu Sandra, semua harta milik pak Irvan sudah jatuh ke tangan Mira termasuk rumah ini dan juga beserta seluruh isinya sekarang sudah menjadi milik Mira seutuhnya," ujar pengacara.


Bu Sandra hanya bisa menangis di pelukan anaknya Rian, dia sangat berharap agar Rian bisa membantu dirinya untuk meminta Mira mengembalikan semua harta itu kepada dirinya.


"Mamah cuman bisa minta tolong sama kamu Rian biar kamu nasehati istri kamu itu suruh dia kembalikan semua harta milik mamah ini," ucap Ibu Sandra yang mencoba mengelabui pikiran Rian.


"Aku juga bingung mah kenapa om Irvan malah serahkan semua harta warisan itu buat Mira yang bukan siapa-siapanya dia seharusnya om Irvan memberikan ini semua untuk mamah istrinya dan keluarga satu-satunya yang dimiliki om Irvan," ujar Rian.


Rian yang sudah termakan hasutan ibu Sandra akhirnya mendesak Mira untuk menyerahkan semua harta itu kepada sang mertua sesegera mungkin.


Mira yang sudah mengemas baju dan barang-barang lainnya ke dalam tas karena ingin bersiap-siap pindah ke rumah om Irvan dilarang oleh Rian.

__ADS_1


"Kamu lagi ngapain Mira?" tanya Rian yang melihat Mira membereskan semua barang-barang.


"Besok pagi aku mau pindah ke rumah om Irvan mas," ucap Mira.


"Kenapa sih kamu tetap nekat kaya begini mau pindah segala ke rumah itu, Mira tolong kamu sadar itu rumah mamah karena yang berhak itu mamah istri sah om Irvan bukan kamu," ujar Rian yang mendukung mamahnya dari pada Mira sang istri.


"Terus aku harus gimana mas, aku juga engga mau kaya begini tapi semua nya sudah resmi secara hukum kalau aku adalah pewaris tunggal harta kekayaan om Irvan yang melimpah ruah itu," ucap Mira yang tak mendengarkan ocehan Rian sama sekali dia tetap membereskan barang-barang miliknya tak perduli Rian ingin ikut bersamanya atau tetap tinggal di rumah yang lama.


Ini menurut Mira satu kesempatan yang sangat bagus untuk dia dan keluarganya keluar dari jerat sang mertua ibu Sandra sudah lama sekali dia menunggu hal ini datang, agar bisa sepenuhnya terbebas dari ibu Sandra mertua yang kejam dan selalu ingin ikut campur rumah tangga anak dan menantunya. Dia selama ini terpaksa harus selalu mengikuti perintah ibu Sandra karena kehidupan keluarganya sepenuhnya ditanggung oleh sang mertua tapi sekarang keadaan sudah berbalik sangat berbeda Mira sudah menjadi seorang perempuan yang kaya raya.


Mira yang datang dengan membawa semua barang-barang dan pakaian miliknya membuat ibu Sandra terkejut karena memang benar ingin menguasai rumah mewah itu.


"Bukan maksud Mira untuk melawan dan tidak mendengarkan semua apa yang mamah katakan tapi rumah ini sekarang sudah menjadi milik Mira mah," ucap Mira dengan lantang kepada ibu Sandra.


"Oh kamu sekarang sudah berani melawan saya Mira, menantu macam apa kamu ini yang berani sekali membangkang mertua seperti ini." pikir ibu Sandra terhadap Mira yang sangat berani melawan dirinya.


"Mira tidak akan mengusir mamah untuk pergi dari rumah ini, kita bisa sama-sama tidak tinggal di rumah ini mah karena rumah ini terlalu besar untuk Mira tempati hanya bersama anak-anak saja," tutur Mira yang masih bersikap lembut dan baik kepada ibu Sandra.

__ADS_1


"Kamu tidak pantas untuk tinggal di sini Mira,anak saya saja sebagai suami kamu tidak kamu perdulikan sama sekali seperti ini." pikir ibu Sandra yang merasa Mira sangat kurang ajar.


Mira yang sudah tidak ingin berdebat lagi dengan ibu Sandra akhirnya meninggalkan ibu Sandra dan naik ke lantai dua rumah itu untuk memilih-milih kamar yang ingin dia tempati dan Mira memilih kamar utama yang sudah ibu Sandra tempati saat ini, karena kamar itu lumayan sangat besar.


"Lama-lama kalau aku satu rumah dengan Mira bisa setres aku dibuatnya seperti ini setiap hari." gumam ibu Sandra sendirian.


Mira yang mengeluarkan barang-barang milik ibu Sandra dari kamar itu tanpa sepengetahuan dan ijin dari sang mertua membuat ibu Sandra mengamuk dan marah besar kepada dirinya.


"Apa yang kamu lakukan Mira? Kenapa kamu keluarkan semua barang-barang milik saya seperti ini?" tanya ibu Sandra dengan nada emosi melihat semua barang-barang miliknya berada di luar kamar.


"Maaf yah Mah, Mira memilih kamar utama ini untuk aku tempati selama tinggal di rumah ini tolong mamah kalau mau tinggal di rumah ini silahkan cari kamar yang lain," ujar Mira yang mulai mengeluarkan tingkah menyebalkan.


"Lama-lama kalau kaya begini saya bisa mati berdiri Mira kelakuan kamu ini sama sekali sudah tidak masuk akal, saya tinggal di sini jauh lebih lama dari pada kamu dan ini rumah peninggalan suami saya tapi kamu malah mengusir saya dari kamar saya," ujar ibu Sandra yang sudah tak bisa melakukan apa-apa lagi.


Rian yang datang melihat Mira mengeluarkan semua barang-barang milih mamahnya sangat marah kepada Mira menurut Rian tindakan Mira sudah kelewatan batas tak ada rasa hormat sama sekali kepada mertua.


"Mira kamu apa-apaan sih kaya begini barang mamah semua kamu keluarkan dari kamar, engga pantas kamu lakukan ini sama mamah tau," ucap Rian dengan tatapan mata penuh kemarahan kepada sang istri.

__ADS_1


"Rian tolong mamah nak, istri kamu sudah tega sekali seperti ini sama mamah sekarang mamah diusir dari kamar mamah sendiri besok bisa-bisa mamah diusir sama istri kamu dari rumah ini," ucap Ibu Sandra dengan sedikit ketakutan.


Entah apa yang sedang ada di dalam pikiran Mira mungkin ini harga yang pantas Rian dan ibu Sandra bayar, karena selama pernikahan mereka berdua selalu menyiksa batin Mira sekarang giliran Mira yang harus membuat mertua dan suaminya merasakan apa yang dulu dia rasakan bagaimana rasanya tak dihargai dan tak dianggap.


__ADS_2