Mamah-mamah Muda

Mamah-mamah Muda
Cinta Damar yang terpendam


__ADS_3

Damar yang datang ke rumah Laura pada pagi ini untuk mengajar anak sambung Laura untuk bermain piano agak sedikit cenderung diam saja tak seperti biasanya banyak bicara dan tawa.


"Damar kenapa hari ini kamu sedikit berbeda?" tanya Laura yang sedikit merasakan ada hal aneh terhadap Damar.


"Engga aku biasa saja kok," ujar Damar.


"Bicaralah sama aku Damar apa yang kamu rasakan, aku ingin mengetahui semua isi hati mu," tanya Laura yang cukup jauh.


"Kita sebaiknya jangan bicara di sini Laura nanti ada Gibran yang akan mendem pembicaraan kita sebaiknya nanti kita atur waktu untuk bertemu di tempat lain agar kita berdua dapat berbicara lebih leluasa nantinya." ajak Damar kepada Laura.


Gibran tak menduga dan tak tahu kalau ibu sambungnya sangat dekat dengan guru les privat pianonya dia hanya sekedar tau kalau Damar adalah teman waktu masa sekolah Laura dulu.


"Boleh Damar kamu ingin bertemu aku di mana, tentukan saja tempat nya nanti aku akan menyusul mu untuk menemui kamu," ujar Laura.


"Sebaiknya kita ketemu di cafe biasa aku memainkan piano nanti sore kalau kamu bisa temui aku di sana aku akan menunggu ke datangan mu Laura hanya seorang diri tanpa Dokter Rio dan anak-anak mu," ujar Damar.


Jantung Laura sangat berdegup kencang dan merasakan hal yang sangat aneh yang tak pernah dia rasakan semua ini kepada suaminya Dokter Rio.


"Apa yang akan Damar lakukan kalau aku dan dia hanya bertemu berduaan saja tanpa ada orang lain yang mencampuri dan mengetahui perbincangan kami," gumam Laura dalam hati.


Damar akhirnya pamit pulang dari rumah Laura dan bersiap menunggu kedatangan Laura di cafe tempat dia bekerja pada sore hari ini.


"Aku tunggu kamu sore ini Laura jangan lupa datang," ucap Damar.


"Baik lah Damar aku akan datang memenuhi permintaan mu," ujar Laura.


Akhirnya Laura mempersiapkan diri untuk pertemuan dirinya dengan Damar dengan memilih gaun yang paling bagus di dalam lemari pakaian miliknya tan ingin tampil paling cantik di hadapan Damar, karena menurut Laura kesempatan saat ini yang dia alami tidak akan pernah datang untuk yang kedua kalinya ketika Damar mengajak dirinya untuk berkembang.


"Kamu mau ke mana Laura? Berdandan sangat cantik dan rapi seperti ini," tanya Dokter Rio kepada Laura yang tampil sangat beda pada sore hari ini dari pada hari-hari biasanya.

__ADS_1


"Aku mau pergi sebentar mas, ketemu sama teman lama sudah bertahun-tahun soalnya engga ketemu," ujar Laura yang berbohong dan memberi alasan kepada suaminya.


"Apa kamu mau aku antarkan ke tempat tujuan kamu ingin bertemu sahabat lama kamu itu?" tanya Dokter Rio yang ingin mengantarkan Laura.


Laura seketika langsung merasa gugup dan takut bagaimana kalau suaminya mengetahui ketika dirinya bukan bertemu teman lama malah ingin berkencan dengan Damar disebuah cafe.


Laura memutar otak lebih pintar untuk mengalihkan perhatian suaminya agar Dokter Rio percaya kepada dirinya bahwa dia akan pergi sendirian dan takkan menimbulkan sebuah masalah.


"Aku pergi sendiri aja mas engga usah kamu antar yah, lagian aku juga pergi engga akan lama kok kamu cukup jagain anak-anak aja di rumah yah terus kalau ada apa-apa langsung telpon dan kabarin aku," ujar Laura.


Dokter Rio yang mendengar bahwa Laura tidak akan pergi lama akhirnya mengijinkan untuk istrinya pergi membawa mobil sendirian tanpa harus diantar ke tempat tujuan.


"Ya sudah hati-hati yah di jalan dan jangan lama-lama perginya," ucap Dokter Rio sebelum kepergian Laura.


Laura yang baru saja lolos dari genggaman suaminya langsung pergi menemui Damar di tempat yang sudah mereka tentukan.


"Makasih Damar, maaf yah kamu nungguin aku lama banget soalnya jalan tadi rada sedikit macet," ujar Laura.


"Oh iya santai aja engga papa kok, lagian aku juga baru datang," ucap Damar.


"Kamu mau pesan apa Damar biar aku pesanin sama pelayan cafe," ujar Laura.


Dengan tatapan yang penuh misteri Damar menatap Laura dengan tajamnya seperti ingin menyatakan cinta yang terpendam sejak lama sekali.


"Kenapa kamu liatin aku kaya begitu sih Damar?" tanya Laura yang merasa Damar terlalu memandang dirinya berlebihan hingga membuatnya terasa malu.


"Jujur Laura aku mau bilang ini sudah lama sama kamu,"ujar Damar.


"Bilang apa Damar?" tanya Laura.

__ADS_1


Baru saja Damar ingin mengatakan sesuatu hal ternyata ada pelayan yang memanggil Damar untuk menyanyi sebuah lagu.


"Damar, " teriak perempuan ini dari kejauhan.


"Tunggu sebentar yah Laura aku lagi di panggil, kamu jangan ke mana-mana," ucap Damar.


"Iya aku tungguin kok, kamu jangan lama-lama yah," ujar Laura.


Akhirnya Damar mendatangi perempuan yang memanggilnya itu dan langsung naik ke atas panggung menyanyikan sebuah lagi cinta yang dia persembahkan khusus untuk Laura.


"Lagu ini yang akan saya nyanyikan saya persembahkan khusus untuk tamu spesial saya yang duduk di pojok kiri, lagu ini berjudul cinta lama bersemi kembali," ucap Damar sebelum menyanyikan lagu itu.


Melihat Damar yang sangat romantis Laura hanya tersipuh malu, dan semua pengunjung di cafe itu memberikan tepukan yang sangat gemuruh untuk penampilan Damar yang di persembahkan khusus untuk Laura.


"Apa yang sudah kamu lakukan Damar, aku sangat malu semua orang melihat kita dengan penuh harapan seperti itu layaknya sepasang kekasih yang sedang menjalin asmara saja," ucap Laura dengan wajah yang memerah.


"Andai saja kamu bukan milik orang lain Laura pasti aku akan bisa memiliki mu," ujar Damar.


"Apa maksud kamu Damar?" tanya Laura.


"Iya Laura, aku suka kamu sejak kita sekolah waktu SMA dulu aku sudah lama memendam perasaan ini sama kamu," ujar Damar yang sudah berani terang-terangan tentang perasaannya yang sesungguhnya terhadap Laura.


Laura yang sangat tidak menyangka bahwa perasaan yang dia miliki selama ini ternyata tidak bertepuk sebelah tangan dan Damar juga menyukai dirinya bahkan lebih dari itu.


"Kenapa kamu tidak bilang ini dari dulu Damar kenapa kamu baru mengutarakan perasaan kamu sekarang setelah aku sudah menikah dan memiliki keluarga," ucap Laura dengan mata yang berkaca-kaca.


Damar yang sangat merasa bersalah terhadap Laura langsung memeluk Laura dengan sangat erat dan berkata aku mencintai kamu.


Laura masih tak menyangka kalau selama ini apa yang dia impikan ternyata terwujud dia mendapatkan cinta Damar tetapi sekarang hanya waktu yang salah mempertemukan mereka saat sudah ada anak dan suami Laura yang telah ada di tengah-tengah mereka.

__ADS_1


__ADS_2