Mas Pondok... I Love You

Mas Pondok... I Love You
Indahnya Toleransi


__ADS_3

#Disisi lain.....


"Saya turun di stasiun pak" ucap seorang laki-laki sambil melambaikan tangan sebagai pertanda untuk berhenti.


"Ini pak uangnya,terimakasih sudah mengantarkan saya" sambil memberikan yang satu lembar 50 ribu.


"Waduh mas,apa tidak ada uang receh yang lain,kebetulan belum ada kembalian nya" ucap sang sopir menggaruk kepala.


"Maaf Pak tidak ada,kembalian nya buat Bapak saja tidak apa apa" ucap nya kembali.


"Apa saya tukar dulu mas uang nya?" tanya sang sopir kembali.


"Maaf Pak,tolong diterima uang lebihnya saya sedang buru buru takut nanti ketinggalan kereta,mari Pak assalamu'alaikum" ucap laki laki itu sopan.


"Wa'alaikumussalam mas terimakasih banyak semoga Allah membalas semua kebaikan nya".


ucap sang sopir tersenyum melihat pemuda tersebut berjalan menuju pintu masuk stasiun.


Kemudian sang sopir melanjutkan perjalanannya mencari penumpang lain.


#Kembali ke Aqila..


Cittt....


Mobil warna hitam berhenti tepat di depan gang merpati tepatnya menuju rumah aqila.


" Alhamdulillah ibu dan aqila kita sudah sampai di depan gang,maaf kakak hanya bisa mengantarkan sampai di sini"ucap ustadz Salman menghentikan laju kendaraan nya.


"Alhamdulillah,Terima kasih ustadz Salman jadi merepotkan harus mengantar pulang juga" ucap Ibu berterima kasih.


"Tidak bu,alhamdulillah saya senang bisa berbaur dengan masyarakat disini yang ramah bisa bisa saya betah berlama-lama disini hehehe" ucap ustadz Salman.


"Iya sudah saya duluan,terimakasihh ustadz assalamu'alaikum " ucap Ibu sambil membuka pintu dan di susul aqila.


"Wa'alaikumussalam bu hati hati"


Mobil ustadz Salman pun melajukan kendaraan nya menuju kontrakan selama menjadi guru pengajar.


#Flashback to gus Arsyad


Seorang pemuda duduk di bangku sambil menunggu kedatangan kereta menuju surabaya.

__ADS_1


Tiba tiba ada seseorang yang menepuk bahu pemuda tersebut dan berkata


"Bade tindak pundi mas panjenengan?" ucap seorang kakek membawa tongkat sebagai tumpuan berjalan dengan penampilan baju compang camping.


"Bade wangsul wonten griyo mbah," ucap nya sambil menyalami tangan seorang kakek tersebut.


Kakek tersebut pun membalas dengan mengelus peci gus Arsyad lalu tersenyum.


"Le,panjenengan niku tiang ngalim sholih sae akhlak e nanging panjenengan tasih nggadahi raos ragu nglampahi takdir " ucap kakek tersebut merasakan keraguan di hati gus Arsyad.


Gus Arsyad terdiam menunduk dan mencerna setiap kalimat yang di lontarkan kakek tersebut,benar adanya masih ada keraguan untuk menjalani kehidupan setelah pulang dari pesantren sebelum waktu boyong di saat yang tepat,dirinya merasa bersalah mengapa semua hal dia lakukan bukan karena lillahi ta'ala.


Dengan menarik nafas dalam,gus Arsyad menyalami kembali kakek tersebut dengan menitikan air mata,mencium tangan kakek tersebut


"Sampun le,ampun nangis panjenengan tasih proses belajar nyuwun pangapunten dateng tiang sepah kalih,nyuwun restu inshaAllah panjenengan angsal barokah,monggo le ngantos ngantos wonten perjalanan mugi selamet dugi griyo,simbah nitip salam dateng tiang sepah panjenengan,simbah pamit le assalamu'alaikum "ucap kakek tersebut dengan memberi wejangan yang tidak terlalu banyak tuntutan.


" Wa'alaikumussalam warahmatullah mbah maturnuwun simbah ugi mugi tansah di paringi sehat wal'afiat,inshaAllah mangke kula sampeaken amanate simbah"ucapnya sambil tersenyum dan tidak terasa kereta menuju surabaya telah sampai kini saatnya memasuki gerbong kereta.


#kembali ke aqila..


Setelah sampai di depan pintu rumah ibu mengeluarkan kunci dari dalam tas berwarna coklat dan membuka pintu rumah.


"Assalamu'alaikum alhamdulillah ya Allah lelah nya hari ini" Ucap aqila sambil merebahkan tubuh mungil nya di salah satu sofa rumah sambil mengipas jilbab nya.


"Nak,katanya badan nya lengket kok tidak langsung ke kamar mandi " ucap Ibu aqila sambil membenahi beberapa sayur.


"Hehehe iya bu ini aqila sedang merebahkan tubuh,panas sekali cuaca hari ini" ucap aqila nyengir sambil menyalakan kipas angin yang tak jauh dari sofa.


"Kalau bisa sekarang kenapa di tunda nak,Allah tidak menyukai hambanya yang menunda waktu,buruan mandi terus sholat dzuhur berjamaah di mushola.


Tanpa basa basi aqila mengambil baju di lemari pakaian dan mengambil handuk bersiap untuk mandi.


" Otw mandi guys"ucap aqila sambil masuk ke kamar mandi.


#Kembali ke Gus Arsyad


Selama di perjalanan tak henti henti nya Gus Arsyad berdzikir mengingat Allah dan membaca sholawat di dalam batin hingga tak terasa tubuh nya jatuh ke alam mimpi.


Ketika terlelap,ada seseorang yang menepuk bahu gus Arsyad dan berkata


"Maaf mas mengganggu sebenarnya ini sudah masuk waktu dzuhur,apakah anda akan menjalankan ibadah sholat?" tanya seorang mahasiswa tersebut.

__ADS_1


Sambil mengucek kedua matanya lalu mengumpulkan kesadaran gus Arsyad tersenyum


"Oh iya mas terimakasih telah membangunkan saya tidak terasa sudah dzuhur iya,apakah mas nya juga akan menunaikan sholat?" tanya Gus Arsyad.


"Maaf mas(sambil menggelengkan kepala nya)saya hanya mengamalkan ajaran toleransi di dalam kitab agama saya" ucap nya tersenyum.


"Baiklah mas terimakasih banyak atas kesediaan nya membangunkan saya " ucap gus Arsyad


"Sama-sama mas,sebenarnya saya sering ketika berangkat menuju kampus bersebelahan dengan seorang santri menuju pesantren jadi saya sudah terbiasa mas dengan cara beribadah mereka,walaupun dalam perjalanan jauh tapi mereka tetap beribadah kepada Tuhan nya dan yang saya kagumi adalah keringanan dalam beribadah nya tidak memberatkan,yang saya ketahui kalau orang Islam beribadah itu dengan gerakan gerakan tertentu tapi dalam keadaan perjalanan jauh saya mulai berpikir bagaimana cara mereka beribadah akhirnya semua pertanyaan saya terjawab ketika pertama kali duduk bersebelahan bersama seorang santri ternyata ada aturan khusus ketika beribadah di dalam kendaraan semakin kesini saya mulai penasaran dengan islam mas"ucap seorang mahasiswa tersebut terkagum.


Gus Arsyad tersenyum mendengar antusias mahasiswa tersebut "Alhamdulillah,nanti kita bisa belajar bersama mas,tapi sebelum nya maaf saya akan sholat terlebih dahulu" ucapnya dengan santun.


"Baik mas monggo silahkan" ucap mahasiswa tersebut tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah Gus Arsyad


Setelah beberapa menit kemudian,sholat dzuhur pun telah terlaksana kini tinggal mereka berdua berbincang bincang.


"Apakah sudah selesai mas ibadah sholat nya?" tanya mahasiswa tersebut.


"Sudah mas,oh iya dari tadi kita belum berkenalan sama sekali nama saya Arsyad mas,salam kenal" ucap Gus Arsyad sambil mengulurkan tangan nya.


Mahasiswa tersebut tersenyum dan membalas jabatan tangan tersebut


"Yoseph Putra Handika panggil saja Yoseph mas,oh iya kalau boleh tau mas nya juga mau berangkat ke pondok pesantren juga?"tanya Yoseph penasaran.


" Sebenarnya saya mau pulang mas,rumah saya di Kediri,kapan kapan main ke rumah saya mas nanti saya jemput di terminal"ucap Gus Arsyad meyakinkan.


"Wah terimakasih mas,itu ide yang bagus tapi saya takut mas nya jadi omongan masyarakat jika berteman dengan saya" ucap Yoseph ragu.


"Selagi kita berteman dalam hal kebaikan tidak akan menjadi omongan mas,itu nasehat dari abah saya berteman lah dengan siapa saja asal itu tidak membawa kerugian masing masing pihak dan tidak boleh mengunggulkan RAS satu sama lain karena kita semua sama di hadapan Tuhan,"ucap Gus Arsyad meyakinkan.


"Ternyata tidak semua orang Islam itu fanatik iya bahkan ada yang mau berteman dengan yang berbeda agama,sebenarnya saya pernah mengalami Pembullyan karena di kelas saya berbeda agama sendiri sewaktu sekolah di SMA,bahkan saya juga pernah berpikiran untuk pindah sekolah akan tetapi karena keadaan orang tua,saya membuktikan bahwa saya bisa menghargai teman teman saya dan sekarang banyak yang berteman baik dengan saya."ucap Yoseph menjelaskan.


"Ternyata benar dengan nasehat abah bahwa dunia luar lebih menyeramkan dari lingkungan pesantren" ucap Gus Arsyad dalam batin


"Mas Arsyad,apakah boleh saya meminta alamat rumah dan nomer telepon agar bisa berkomunikasi lebih lanjut?" ucap Yoseph menyadarkan lamunan Gus Arsyad.


"Tentu boleh saya akan menuliskan alamat rumah saya sebentar" Gus Arsyad mengeluarkan buku kecil dan menuliskan alamat lengkap rumah nya


"Tapi maaf saya tidak hafal dengan nomer telepon saya, apabila mas Yoseph hafal dengan nomer telepon nya biar nanti saya yang menghubungi dulu" ucap Gus Arsyad kembali.


"Ok mas Arsyad kita akan bertukar alamat rumah,saya akan menuliskan 2 alamat rumah yang satu alamat rumah kost saya dan yang satu nya alamat rumah di semarang" ucap Yoseph sambil menulis nomer telepon juga.

__ADS_1


"Ini mas semoga kita bisa bertemu di lain waktu" Ucap Yoseph tersenyum.


__ADS_2