
Tak berselang lama,kereta yang di tumpangi gus Arsyad pun berhenti,seketika itu langsung turun dan menenteng kardus beserta tas gendong,dan tak lupa pula mengucapkan salam perpisahan pada Yoseph.
"Sebaiknya aku mencari masjid di sekitar sini,untuk melaksanakan sholat berjamaah juga beristirahat sebentar sebelum ku melanjutkan perjalanan pulang".ucapnya sambil mengusap tetesan keringat yang muncul dari kepala nya.
Ketika sedang berjalan menuju masjid,Tiba-tiba ada sekelompok orang yang menghadang gus Arsyad dari arah berlawanan.
"Mau lari kemana kamu anak muda?" ucap salah satu dari mereka yang berbadan kekar sambil menunjukkan satu kepalan tangan.
Gus Arsyad berhadapan langsung dengan orang tersebut,dengan menelan saliva nya dan menenangkan tubuh nya agar terlihat seperti biasa sambil berdoa memohon keselamatan dirinya.
Menarik nafas dalam gus Arsyad pun menjawab
"Saya mau ke masjid pak untuk menunaikan sholat berjamaah karena sebentar lagi masuk waktu ashar,maaf saya permisi dulu Assalamu'alaikum".
" Buka dulu bungkusan yang ada di dalam kardus,itu sangat mencurigakan jangan jangan itu bom yang kamu rakit sendiri?" ucap laki-laki tersebut dengan nada marah.
"Maaf Pak ini hanya berisi buku buku pelajaran saya waktu mengaji" ucap nya dengan nada ketakutan
"Ya rabbi, selamat kan hamba mu yang lemah ini " ucap gus Arsyad dalam batin.
Bruk...
Tiba-tiba kardus yang berada di genggaman gus Arsyad jatuh terpental terkena tendangan laki-laki tersebut,dengan sigap gus Arsyad membenahi buku buku yang jatuh dengan menahan amarah.
Akan tetapi tas gendong yang ia kenakan di tarik oleh laki laki berbadan kekar tersebut hingga gus Arsyad terpental,dan di tarik lah gus Arsyad sejauh beberapa meter di ibaratkan seperti menarik koper seperti itulah perlakuan laki-laki tersebut terhadap gus Arsyad sungguh miris jika dilihat secara langsung.
Sungguh sakit hati gus Arsyad diperlakukan seperti itu tapi beliau tetap sabar,menahan amarah sambil berdoa meminta pertolongan Nya.
Disisi lain,anak buah laki-laki berbadan kekar tersebut meng obrak abrik bungkusan kardus tersebut di hambur hambur kan ke atas dan di robek robek lah beberapa buku pelajaran selama di pondok,sungguh pemandangan yang sangat menyedihkan bukan? akan tetapi salah satu dari anak buah tersebut melihat sobekan kertas terpampang sebuah foto seorang kyai yang sangat ia segani rasa bersalah pun muncul dia sadar apa yang telah di lakukan nya adalah salah,kemudian dia memberitahukan kepada teman temannya akhirnya kegiatan menyobek buku pelajaran pun terhenti. Lalu anak buah tersebut memberitahukan kepada tetua nya untuk menghentikan perlakuan di luar manusiawi terhadap gus Arsyad untuk di hentikan tapi dia mendorong anak buahnya hingga terpental dan akan melakukan hal yang lebih parah terhadap gus Arsyad.
Anak buah tersebut hanya bisa diam dan tertunduk dia bingung harus berbuat apa takut menjadi amarah tetua nya tapi apabila ini di biarkan terus dia juga akan terkena marah gurunya, kemudian ada seseorang yang datang berlawanan arah dengan laki-laki kekar tersebut dengan marahnya ia berkata...
"Berhenti,cukup kau lakukan hal itu pada pemuda tersebut atau kau akan di marahi oleh Kyai hanif" ucap seseorang tersebut dengan sangat marah.
__ADS_1
Deg..
Semua orang yang melihat kejadian itu langsung menoleh ke sumber suara,termasuk laki-laki berbadan kekar tersebut.Seketika nyali nya menjadi ciut lemas mendengar penuturannya dan akhirnya cengkraman tangan yang menarik tas gendong gus Arsyad ia lepas dan tertunduk malu di depan laki laki yang bersuara lantang tersebut,lain dengan gus Arsyad yang tertunduk lesu dan meringis kesakitan karena goresan lantai semen yang membuat kulit di bagian kakinya sedikit tergores.
"Apa maksud kamu memperlakukan putra seorang Kyai yang kau anggap seperti orang tua mu sendiri diperlakukan layaknya sebuah koper yang kau seret sejauh beberapa meter?
Mana jiwa kemanusiaan mu, Hah!" ucap laki-laki tersebut dengan marah nya terhadap laki-laki yang berbadan kekar tersebut,mata yang menyala nyala menandakan bahwa ia sedang tidak main main,
"Leman,mana jiwa kemanusiaan mu yang telah di ajarkan oleh Kyai Hanif,Hah! yang kau perlakukan seperti itu adalah putra Kyai mu sendiri,Jika Kyai melihat secara langsung,maka beliau akan sangat marah terhadap mu,mana janji mu yang pernah terucap akan menjadi lebih baik, Mana Hah mana!,Kalian juga kenapa tidak melerai hanya diam saja,apa kalian lebih takut terhadap tetua kalian daripada takut pada siksa Allah yang begitu kejam karena perlakuan kalian terhadap saudara saya sendiri "ucap pemuda tersebut yang tak lain adalah gus Ahmad di sertai marah karena sepupunya di perlakukan tidak sopan.
" Dan buku pelajaran yang di robek di hambur hambur kan,kalian pikir itu mainan tidak penting,Itu ilmu yang di dapat kan mas Arsyad selama mengaji,dan dengan mudah nya kalian merusak begitu saja,"lanjut gus Ahmad.
Akhirnya Leman pun angkat bicara
" Ma..maa..af kan sa.. say.. saya ustadz,saya tidak tahu kalau beliau putra Kyai Hanif karena saya belum pernah melihat sebelum nya" ucap nya terbata bata karena takut di marahi oleh ustadz dan Kyai Hanif.
"Kenapa tidak bertanya sebelum bertindak,saya sangat kecewa terhadap mu,sia sia perjuangan saya mendidik kamu untuk menjadi lebih baik lagi dan kembali ke jalan Allah,Saya akan mengelu..." ucap gus Ahmad menggantung karena melihat raut wajah gus Arsyad yang memegang kaki nya memohon untuk tidak melanjutkan perkataan nya.
Dengan menarik nafas dalam,Gus Ahmad pun berbicara
"Faris,cepat bawa mobil kemari Arsyad dalam keadaan lemah " ucap Gus Ahmad sambil memapah tubuh Gus Arsyad di bawah pohon rindang agar tidak kepanasan dan menunjukkan lokasi nya.
Tak berselang lama terdengar suara klakson.
Tin..tin..
Dengan sigap pemuda bernama Faris tersebut membuka kan pintu mobil dan membantu Gus Ahmad memapah Gus Arsyad yang terbaring lemah dengan balutan sarung di kaki nya untuk menghentikan aliran darah yang terus mengalir.
"Em..m..mas Ahmad,Arsyad mboten nopo nopo mas, Arsyad tasih kiat" ucap Gus Arsyad terbata bata.
Seketika itu,air mata Gus Ahmad langsung luluh di saat keadaan nya terbaring lemah ia mengatakan masih kuat dan baik baik saja,dia hanya khawatir dengan Pakde nya yang melihat anak nya pulang dari pesantren dengan keadaan seperti ini,bagaimana perasaan nya.
"Arsyad keadaan e kados niki,damel mas Ahmad panik,kiat nggih Arsyad sekedap malih dugi Griyo sakit,sabar nggih" Ucap Gus Ahmad menguatkan dengan perasaan panik dan berdoa untuk keselamatan sepupunya.
__ADS_1
Walaupun dengan keadaan panik,tapi Faris yang tak lain adalah ustadz Salman sangat menguasai jalanan ketika menyetir hingga akhirnya sampai mereka di sebuah rumah sakit.
#Di ponpes al Ikhlas...
Beberapa menit sebelum kejadian,Umi Zulaikha selaku istri dari Kyai Hanif sedang berjalan menuju dapur menuangkan segelas air putih untuk melepas dahaga, tiba tiba secara tidak sengaja Umi menginjak sebuah pecahan gelas dan berdarah,beliau tidak mengetahui keberadaan serpihan gelas tersebut karena rabun,
"Astaghfirullah kenapa perih sekali telapak kaki ku" ucap umi sambil melihat kakinya yang terkena pecahan gelas.
Mbak ndalem yang mendengar suara gurunya langsung masuk ke dapur
"Astaghfirullah Umi maaf,Dila kurang hati hati tadi waktu membersihkan pecahan gelas yang pecah,mari Umi Dila obatin" Ucap seorang santri tersebut menuntun gurunya dengan hati hati dan membersihkan luka dengan air hangat serta dibalut plester.
"Matur nuwun mbak Dila,maaf Umi jadi merepotkan" ucap bu nyai berterimakasih.
"Dila mik bade nyuwun ngapunten amargi wau umbah umbah kirang ngantos antos" ucap nya sambil menunduk malu karena terlalu ceroboh.
"Iya sudah,itu di bersihkan kembali nduk,keburu nanti ada santri lain yang terluka." ucap umi Zulaikha berjalan menuju kamar.
"Injih umi" ucap Dila mengantar bu nyai menuju kamar dan membersihkan ulang serpihan gelas kaca.
"Astaghfirullah semoga tidak terjadi hal buruk kepada putra putri ku" ucap umi Zulaikha dalam hati.
"Assalamu'alaikum Umi" ucap Kyai Hanif masuk ke dalam kamar.
"Wa'alaikumussalam warahmatullah,sudah selesai bi mengajar ngaji nya?" ucap umi Zulaikha sambil mencium punggung tangan suaminya.
"Alhamdulillah sudah umi(sambil melihat kaki istrinya yang di perban) Umi kakinya kenapa? " ucap Kyai Hanif khawatir.
"Tadi kena serpihan gelas sedikit bi,Alhamdulillah tadi sudah di obati oleh mbak santri.Abi,dari tadi kenapa perasaan umi tidak enak iya menghawatirkan keadaan Arsyad,Umi takut terjadi hal hal yang tidak di inginkan," ucap Umi Zulaikha dengan nada gelisah.
"Doa kan saja semoga Arsyad cepat pulang dengan keadaan sehat wal afiat,jangan su'udzon dulu" ucap Kyai Hanif menenangkan dan di angguki oleh Umi Zulaikha.
Kira kira bagaimana keadaan terkini Gus Arsyad yang terbaring lemah?🤔
__ADS_1
Tetap Pantau terus iya😉