Mas Pondok... I Love You

Mas Pondok... I Love You
Hukuman


__ADS_3

"Wa'alaikumussalam warahmatullah" bola mata umi pun terbelalak kaget melihat siapa yang datang.


"Umiiii....." ucap Gus Arsyad sambil menyalami punggung tangan umi nya.


"Ya Allah Arsyad,umi kangen kamu nak,ini beneran kamu kan? Ya Allah Alhamdulillah engkau telah mengabulkan doa ku" ucap umi Zulaikha sambil memeluk putra nya yang telah berpisah dalam waktu lama.


"Arsyad juga rindu umi,Umi gimana sehat kan? Arsyad selalu berdoa untuk kesehatan umi serta abi." ucap Gus Arsyad membalas pelukan hangat ibunya.


"Alhamdulillah nak umi seperti yang Arsyad lihat,apalagi jika bertemu dengan mu nak sangat sehat,umi sangat merindukan anak umi yang sholih ini" ucap umi sambil menangis bahagia.


"Hehehe iya umi Alhamdulillah Arsyad bersyukur masih bisa bertemu dengan umi" ucap Gus Arsyad kembali.


Ehmmm..Ehmmm suara yang muncul pun mengalihkan kegiatan mereka.


"Ehh iya abi,Abi gimana kabarnya? sehat kan,Terimakasih abi telah memberikan waktu buat Arsyad ber tholabul ilmi" ucap Gus Arsyad mencium punggung tangan ayah nya.


"Alhamdulillah nak abi sehat,justru abi yang berterima kasih kepada Arsyad karena mau memenuhi permintaan abi,iya sudah sekarang kita semua masuk ke dalam,sudah malam juga" ucap Kyai Hanif mengajak semua orang termasuk leman dan kawan-kawan.


"Ahmad temani mereka biar Arsyad nanti menyusul,Alhamdulillah juga ini ada mas Leman dengan teman temannya,gimana kabarnya?,maaf dari minggu lalu saya belum bisa hadir di kajian karena waktu yang terlalu padat InshaAllah nanti bila ada waktu saya sempatkan kembali untuk menghadiri kajian" ucap Kyai Hanif ramah.


"Maaf Kyai sebelum nya saya kesini karena suatu kesalahan yang saya perbuat terhadap Putra panjenengan,saya sangat sangat tidak sopan karena telah berlaku hal yang tidak wajar terhadap Gus Arsyad" ucap Leman takut.


Kyai Hanif pun kaget mendengar pengakuan Leman karena menurut beliau mereka belum pernah bertemu.


"Maksud mas Leman bagaimana iya?Bukan kah kalian belum pernah bertemu sama sekali dengan Arsyad anak saya?" ucap Kyai Hanif heran.


"Maaf Kyai,tadi saya sempat bertemu dengan Gus Arsyad tetapi karena saya belum mengetahui jika beliau putra panjenengan,saya jadi salah sangka terhadap Gus Arsyad dan mengira beliau membawa bom dalam kardus dan saya sempat menendang kardus tersebut dan menyeret Gus Arsyad beberapa meter hingga menimbulkan luka di bagian kakinya, Ampun Kyai saya hilaf hukum kami untuk menebus kesalahan bahkan kami telah merobek buku pelajaran Gus Arsyad selama di pesantren,Mohon hukum kami beri hukuman yang setimpal " ucap mas Leman dan kawan-kawan nya terdunduk malu.


Kyai Hanif yang mendengar pengakuan murid murid nya sebenarnya kecewa,salah apa anak nya di perlakukan seperti itu hingga terluka,Arsyad memang pandai menyembunyikan masalah tapi untuk masalah hukuman beliau akan mempertimbangkan dengan Arsyad.


"Ahmad,apakah betul apa yang di kata kan oleh Mas Leman?" ucap Kyai Hanif sabar dan bertanya terhadap ponakan nya.


"Saya kurang tahu pasti kejadian awalnya pakde,Ahmad hanya melihat ada seseorang yang sedang menyeret seorang pemuda tapi dari kejauhan hingga akhirnya Ahmad maju untuk mengetahui lebih jelas ternyata Arsyad sebagai korban." ucap Gus Ahmad menceritakan hal yang di ketahui nya.


Suasana pun menjadi hening,sunyi senyap tidak ada satu orang pun yang memulai pembicaraan,Disamping Leman yang tertunduk lesu ada pula Kyai Hanif dan Gus Ahmad yang memikirkan suatu hal hingga terdengar sautan dari Arah dalam


"Assalamu'alaikum(ucapnya sambil melihat tatapan semua orang,Lo kenapa pada diam,)Abi..?" ucap Gus Arsyad memanggil ayah nya.


"Wa'alaikumussalam nak sini gabung (ucap Kyai menyadarkan lamunan dan menepuk sebelah kursinya untuk duduk disamping nya)"


"Baik abi,(menuju tempat duduk di sebelah ayah nya akan tetapi lebih memilih duduk di karpet),Mas Ahmad kenapa pada diam semua,apa ada yang salah?" ucapnya sambil menepuk paha sepupunya.


"Nggak ada syad,Oh iya pakde mumpung Arsyad nya sudah disini,bagaimana kalau Arsyad bercerita langsung atas kejadian tadi" ucap Gus Ahmad mengusulkan.


"Baiklah,untuk mempersingkat waktu juga karena sudah malam,Arsyad bisa menceritakan kejadian tadi?" ucap ayah nya lembut.


"Baik abi,jadi tadi siang.........


#Kerumah Aqila...


Setelah memeriksakan diri ke dokter,Aqila pun terbaring lemas di pangkuan sang ibu.


"Makan dulu iya nak ibu suapin,dari kemarin kamu cuma makan sedikit iya,biar cepat sembuh" ucap ibu membujuk putrinya.


"Nggak mau bu, rasanya hambar" ucap Aqila merengek.


"Ayo lah nak sedikit saja atau mau makan apa? bakso?mie ayam?soto?" ucap ayah menawarkan.


"Ayah,giliran Aqila sakit baru di tawarin,kenapa waktu sehat nggak pernah?" ucap Aqila lesu sambil mengelus kaki ibunya.


(Emang iya giliran kita sakit baru di tawarin makanan enak kalau lagi sehat mah boro boro di tawarin,di ingetin makan juga engga ๐Ÿ˜…)


"Hehehe iya udah besok kalau Qila sembuh,mau jajan apapun atau mau liburan kemana pun ayah turutin" ucap sang ayah sambil menunjukkan jari kelingking nya sebagai tanda perjanjian.


"Janji yah?" tanya Aqila sambil menatap ayah nya.


"Iya ayah janji " sambil mengelus kepala putrinya.


"Tapi sekarang harus makan dulu biar ayah yang menyuapi" ucap nya sambil membawa piring yang berisi nasi dan lauk ayam goreng beserta sayur nya.


"Ayo buka mulut nya pesawat akan mendarat" sambil memainkan sendok nya layak nya sedang terbang.


"Allahumma bariklana fii ma rozaqtana waqina 'adza Bannar" Ucap Aqila sambil mengaminkan doa sebelum makan.


Dengan telaten ayah menyuapi Aqila tanpa terasa satu piring makanan pun habis.


"Alhamdulillah,makanan nya habis pintar iya anak ayah dan sekarang waktunya minum obat lalu istirahat kembali iya sayang?" ucap ayah sambil mengelus pipi putrinya.


"Baik ayah,terimakasih ayah Aqila sayang ayah karena ayah cinta pertama Aqila dan mengajar kan Aqila untuk mengenal Allah lewat kumandang adzan setelah qila lahir,love you Ayah" ucap Aqila sambil memeluk ayah nya.


"Love you too sayang jadi anak yang sholihah iya berbakti sama ayah dan ibu,jangan pernah membantah apapun ok sayang?" ucap sang ayah membalas pelukan putri kecil nya.


Aqila pun hanya mengangguk dan terdengar suara dari sebelah yang mengalihkan.

__ADS_1


"Jadi sekarang ibu di cuekin nih,ayah asik meluk putrinya ibu di telantarkan" ucap nya sambil memancungkan bibirnya.


"Hehehe ayah sayang ibu kok,terimakasih telah menjadi istri yang baik buat ayah,dan sudah mau berjuang bersama dan Alhamdulillah juga dari rahim istri ayah ini lahir putra putri yang sholih dan sholihah,ayah bersyukur sayang,kalian bidadari ayah" ucap ayah sambil merangkul ibu dan memeluk kedua orang yang dicintai nya.


Sang ibu pun larut dalam pelukan ayah hingga tanpa sadar air mata nya pun luruh begitu saja.


"Ibu kamu cengeng Qil,masa di cuekin sebentar langsung nangis" ucap ayah menjaili istrinya dan mengusap air mata yang membasahi pipinya.


"Ihhhh ayah nggak lucu tahu, lagi terharu juga kebawa perasaan tadi gara-gara ayah" sambil memukul pelan dada suami nya.


"Cieee baperan,sejak kapan istri ku yang manis dan penyayang ini mendadak baperan?" ucap sang ayah menggoda istrinya.


"Ayah nyebelin,bunda mau ngambek" ucap Ibu memalingkan wajah nya.


"Uluhhhh istri ku,sini kita berpelukan kembali,ber pe lukan" ucap ayah sambil menirukan logat teletubbies.


Akhirnya mereka bertiga larut dalam kebahagiaan bersama dan berbagi cerita.


#Beralih ke tempat kost..


Setelah pulang dari bengkel,mereka berdua pun kembali ke rumah kost yang di sewa nya ketika merantau di kota tetangga.


"Eh bro,mau pulang kapan jadinya,besok pagi?" ucap fahmi bertanya.


"Besok pagi setelah shubuh kayak nya,sebenarnya si mau berangkat malam ini tapi takut nanti mengantuk di jalan kan bahaya," ucap Ulul kepada sahabat nya.


"Iya sudah bro sekarang kita tidur istirahat buat persiapan pulang besok" ucap fahmi yang sedang fokus membenahi tempat tidur dan di angguki oleh ulul.


"Besok gue di bangunin bro,kalau bisa sebelum shubuh"ucap Ulul sambil menarik selimut,


" Iya elah,biasanya lo duluan yang bangun aneh lu " ucap fahmi berdecak kesal karena dia biasanya bangun paling akhir.


"sekali kali bro,entar tahajud bareng gue" ucap ulul


"Iya udah,daripada pada nggak bangun gue pasang alarm dulu,berdoa dulu woy asal molor aja lu" ucap fahmi menepuk bahu teman nya.


"Ehmmm udah,jangan ganggu orang tidur" ucap nya sambil menarik selimut sampai menutupi kepala nya.


Fahmi pun hanya bisa menggeleng geleng kan kepala nya lalu beranjak tidur disamping Ulul teman nya tak berapa lama hanya terdengar suara dengkuran.


#Kembali ke Gus Arsyad..


"Jadi tadi siang Ahmad baru saja turun dari kereta api dan berjalan keluar dari stasiun menuju masjid terdekat,karena waktu juga hampir sholat ashar,ketika dijalan Arsyad di hadang oleh mas Leman yang bertubuh kekar dan bertanya apa yang Arsyad bawa di dalam kardus,dan Arsyad jawab jujur ini berisi buku pelajaran di pondok,tapi tiba-tiba kardus tersebut di tendang dan Arsyad juga di tarik tas nya,Arsyad kaget ingin meminta tolong tapi tidak yang menghiraukan mungkin mereka takut dengan mas Leman yang bertubuh kekar,Arsyad pasrah berharap Allah menolong lewat perantara orang lain,tak berselang lama ada seseorang yang berteriak untuk menghentikan mas Leman,Arsyad belum sadar kalau itu mas Ahmad,akhirnya mas Ahmad marah dan membawa Arsyad ke klinik,Arsyad juga tidak tahu kenapa mas Ahmad bisa di tempat kejadian,dan menurut Arsyad mas Leman hanya salah paham dan belum pernah sama sekali bertemu dengan Arsyad,jadi wajar saja jika mas Leman curiga karena belum lama ini kan juga lagi marak terjadi bom bunuh diri yang beranggapan bahwa itu termasuk mati syahid,Arsyad bisa memaklumi bi,manusia tempatnya salah jadi kalau mas Leman curiga berarti dia sangat berhati-hati takut terjadi hal yang tidak di inginkan,Arsyad sudah memaafkan mas Leman, Arsyad malah bangga mas Leman dan teman-temannya mau bertaubat mengakui kesalahan dan belajar ilmu agama lebih dalam,jadi menurut Arsyad tidak ada yang perlu di perdebat kan lagi,Arsyad hanya tergores sedikit,besok juga sembuh bi" ucap Gus Arsyad panjang lebar.


Kyai Hanif pun mencerna setiap kalimat yang terucap dari mulut Arsyad,tidak mungkin Arsyad berbohong dan memang benar mereka belum pernah bertemu sama sekali tapi di hati nya masih ada hal yang sedikit mengganjal bagaimana mereka bisa tahu jika Arsyad adalah putra nya bahkan mereka juga belum pernah bertemu sama sekali.


"Jadi kalian kan belum pernah bertemu,bagaimana mas Leman tau jika Arsyad ini putra saya?" tanya Kyai Hanif.


Mas Leman hanya bisa tertunduk dia masih kaget atas jawaban Gus Arsyad dan juga bingung dia saja tahu lewat Gus Ahmad dan akhirnya anak buahnya pun angkat suara.


"Maaf Kyai,sebelum nya tadi saya sempat merobek buku pelajaran Gus Arsyad dan juga sempat merobek foto keluarga ketika saya lihat ternyata ada foto Kyai di samping foto Gus Arsyad saya langsung kaget dan memberi tahukan kepada mas Leman tapi mas Leman mengancam akan melakukan yang lebih kejam lagi,saya hanya bisa tertunduk Kyai bingung dan akhirnya Gus Ahmad datang untuk melerai,maafkan kami Kyai ,kami sangat ceroboh dan kami siap menerima segala hukuman dari Kyai dan Gus Arsyad." ucap salah satu anak buah Leman menyesal.


Kyai Hanif pun menarik nafas dalam dan mengalihkan pandangan nya ke Arsyad.


"Nak Arsyad,bagaimana menurut mu?hukuman apa yang pantas untuk mereka karena kecerobohan nya?" ucap Kyai Hanif bertanya.


"Arsyad rasa tidak ada yang perlu di perdebatkan lagi abi,Setiap manusia punya kesalahan dan manusia juga tempat nya salah dan dosa,akan tetapi apabila untuk melegakan hati mas Leman dan teman-temannya Arsyad akan memberikan hukuman" ucap Gus Arsyad tenang sedang Leman dan kawan-kawan nya bingung takut hukuman apa yang akan di Terima nya.


"Arsyad akan memberikan hukuman yaitu.................(sambil menarik nafas panjang)


Selama bulan Ramadhan,mas Leman dan teman-temannya akan belajar mengaji di sini yaitu selama satu minggu sekali agar merasakan suasana pesantren walaupun cuma satu bulan tapi inshaAllah bermanfaat buat kedepan nya dan satu lagi sekarang yang akan menghadiri kajian bukan abi lagi tetapi Arsyad dan mas Ahmad" ucap nya sambil menyunggingkan senyum.


Betapa kaget nya mas Leman dan teman-temannya mendengar penuturan Gus Arsyad bahwa mereka di beri kesempatan untuk merasakan suasana pesantren walaupun hanya satu bulan,tak hanya itu sekarang Gus Arsyad juga menjadi guru mengaji nya bagaimana tidak bahagia jika putra Kyai yang kemarin di perlakukan bagai hewan memaafkan nya dan mau berbagi ilmu dengan dirinya yang berlumuran dosa.


"Bagaimana Mas Leman apakah hukuman nya terlalu berat?" ucap Gus Arsyad.


"Em..anu..eee tidak memberatkan Gus,Alhamdulillah Gus terimakasih saya akan ingat hukuman ini dan akan menjalani nya sesuai perintah" ucap mas Leman terbata bata.


"Baiklah kalau begitu,malam ini mas Leman tidur di asrama putra biar nanti saya dan mas Ahmad yang mengantar dan besok pagi boleh pulang ke Surabaya" ucap Gus Arsyad menawarkan.


"Apakah Kyai berkenan jika kami bermalam di sini?" ucap mas Leman di iringi ketakutan.


"Tentu boleh mas,njenengan juga santri saya asrama ini disediakan untuk kegiatan santri jadi tidak perlu sungkan,biar nanti di bimbing oleh santri yang lain" ucap Kyai Hanif tersenyum.


"Iya sudah kalau begitu saya pamit mau beristirahat,biar nanti diantar oleh mas Ahmad dan mas Arsyad (Kyai Hanif berdiri dan berjalan menuju kamar) Assalamu'alaikum" ucap Kyai Hanif.


"Wa'alaikumussalam warahmatullah " ucap mereka serentak.


"Mari mas Leman dan kawan-kawan nya,saya antar ke asrama " ucap Gus Arsyad sedang Gus Ahmad hanya terlihat tatapan dingin yang muncul dari raut wajahnya mungkin beliau lelah๐Ÿคญ.


Gus Arsyad yang geram melihat raut wajah sepupunya langsung mencubit kecil lengan Gus Ahmad.


"Sakit lo,usil mulu punya tangan nggak bisa diem apa syad?"ucap Gus Ahmad marah karena di ganggu oleh sepupunya.

__ADS_1


" Abis nya tuh muka nggak bisa apa senyum dikit,kaya bocil ngambek minta mainan " ucap Gus Arsyad kesal.


"Huaamm๐Ÿฅฑ..Aku ngantuk syad buruan napa" sambil berjalan sedikit cepat sedangkan Gus Arsyad menggeleng kan kepala nya tingkah laku sepupunya.


Tak membutuhkan waktu lama menuju asrama putra karena berada di samping ndalem sebelah barat.


Tok tok...Assalamu'alaikum


(Ucap Gus Arsyad mengetuk pintu pengurus asrama putra karena di waktu ini sebagian pengurus ada yang belum tidur).


Ceklek ..


"Wa'alaikumussalam warahmatullah" ucap santri tersebut membuka pintu sambil menguap.


Dan betapa kagetnya ternyata yang mengetuk pintu putra Kyai nya sendiri,dan segera membenarkan posisi peci serta menunduk malu.


"Udah pada tidur iya mas?maaf Arsyad mengganggu sebentar, apakah Mas Alfin nya ada?" tanya Gus Arsyad dan spontan yang mendengar nama Arsyad disebut langsung bangun dan menundukkan kepala nya.


"Wonten Gus,sekedap tak timbali rumiyin" santri tersebut berjalan mundur dan menepuk bahu mas Alfin yang sedang tidur dengan posisi duduk membelakangi teman teman nya dan bersandar pada tembok.


"Mas Alfin wungu mas,di padosi Gus Arsyad wonten ngajeng" ucap santri tersebut berbisik.


"Emmm...di suruh nunggu sebentar aku masih mengantuk,apa nggak bisa besok saja minta ijin nya?" ucap mas Alfin yang masih setengah sadar.


"Mboten saget mas,cepetan niko mpun di tenggo Gus Arsyad" ucap santri tersebut khawatir karena yang memanggil adalah Gus pondok nya.


Dalam benak mas Alfin masih berpikir,Arsyad? Gus Arsyad?bentar bentar otaku nge lag ,Arsyad?


Tanpa aba aba mas Alfin langsung kaget dan baru sadar bahwa dirinya sudah berbuat kesalahan,akhirnya dirinya langsung maju dan berjalan menunduk menuju pintu.


"Astaghfirullah pangapunten Gus,kula tembe tilem,Pripun Gus kabare? mpun dangu sanget panjenengan mboten kundur" ucap mas Alfin mengintrogasi.


Dan Gus Ahmad yang sudah tidak kuat menahan ngantuk akhirnya angkat suara


"Heh fin,tumben jam segini udah molor lu,biasanya belum,buruan fin ane udah ngantuk, ini ada tamu di kasih tempat buat tidur,dan Faris juga menginap disini beberapa hari kedepan" ucap Gus Ahmad sambil menguap.


"Mas Faris kan masih santri disini Gus,cuma di tugaskan untuk mengajar di pengabdian,dan buat tamunya nanti saya siapkan ruangan di kamar tamu wali santri,maaf mas kami ketiduran,jadi agak lama" ucap mas Alfin menunduk.


"Iya sudah tidak apa apa,nanti tolong mas Leman dan teman-teman nya di bimbing ke kamar tamu,"ucap Gus Arsyad meminta bantuan


"Oh iya mas Leman,saya dan mas Ahmad pamit dulu mau ke kamar,jika ada yang butuhkan bisa meminta bantuan mas Alfin atau mas Faris,assalamu'alaikum" ucap Gus Arsyad sambil menarik lengan sepupunya.


"Wa'alaikumussalam warahmatullah " ucap mereka serentak dan menuju tempat masing-masing untuk beristirahat.


"Mas Alfin ikut saya menemani mas Leman dan teman-temannya tidur di kamar tamu," ucap ustadz Salman.


"Siap laksanakan mas Faris kita siapkan dulu kamar nya soalnya juga jarang dipakai." ucap mas Alfin mengambil peralatan.


"Baiklah,mohon maaf mas Leman kami akan membenahi kamar terlebih dahulu" ucap ustaz Salman.


"Apa boleh saya bantu membersihkan?" ucap mas Leman sungkan.


"Ohh tentu saja mas,kita bersihkan bersama" ucap mas Alfin semangat.


Setelah berkecimpung dengan sapu dan teman-temannya,tibalah waktunya untuk beristirahat.


Di lain tempat....


Terlihat seorang lelaki berbaju putih berjalan di sebuah tempat yang sangat indah,bunga bunga tumbuh dengan suburnya,terdapat air terjun begitu deras nya hingga air yang jatuh membasahi jembatan yang berada di pinggir nya,burung burung berkicauan yang bertengger di ranting pohon yang saling bersahutan alangkah indah nya,lelaki tersebut terus berjalan sambil mengamati lingkungan sekitar,tak di sangka ternyata ada seorang perempuan bergamis putih melihat air terjun dari jembatan,jilbab yang menjulur dari kepala sampai menutupi lekuk tubuh nya,sungguh dia bidadari dari mana kah yang turun dari langit,apakah langit ke tujuh bisa menurunkan bidadari yang begitu menawan.


Lelaki tersebut heran bagaimana bisa dia ada di sini bahkan bajunya pun tidak basah sama sekali terkena tetesan air terjun,karena di hantui rasa penasaran lelaki berbaju putih pun mendekat.


"Assalamu'alaikum" ucap lelaki tersebut mendekat di jembatan dan mengucapkan salam.


Perempuan tersebut menoleh ke sumber suara dan menjawab salam nya.


"Wa'alaikumussalam warahmatullah " ucap nya sambil tersenyum di balik cadar putih nya.


Betapa terkejut nya lelaki itu saat melihat sosok perempuan tersebut ingin rasanya menangis mengingat semua kenangan bersama nya.


Akhirnya perempuan tersebut angkat bicara


"Aku pernah bermimpi bertemu dengan pangeran dan menjemput ku menjadi permaisuri di Kerajaan nya,menjadi ratu di hatinya,wajah nya yang rupawan membuat ku di mabuk asmara oleh nya,setiap kata kata yang keluar dari mulut nya seperti lagu yang bersenandung begitu indah,kemahirannya dalam memanah hingga ku terkena busur cinta nya,tanpa aku sadari ternyata takdir tidak berpihak kepada ku,restu yang menghalangi dua insan untuk memadu cinta,kini saatnya aku harus sadar bahwa aku bukan milik nya,bukan tulang rusuk yang tercipta dari tubuhnya,tugas ku dalam mencintai mu telah usai,aku akan tetap menjaga cinta ini dan berdoa agar orang yang aku cinta bisa menemukan tulang rusuk nya yang hilang dan bahagia selamanya,Maafkan aku Gus, aku telah terlanjur mencintaimu ".


Perempuan bercadar tersebut berjalan membelakangi lelaki tersebut dan menoleh sebentar sambil menyunggingkan senyum nya dan menghilang begitu saja.


" Aisyah....kembali lah,aku akan bahagia bila hidup bersama mu" ucapnya sambil berteriak dan sang gadis pun tak akan pernah kembali.


"Aisyah...." ucap nya sambil berteriak.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Aisyah,Aisyah kembali lah,Aisyahhh........" ucap laki-laki tersebut dalam tidur nya.

__ADS_1


__ADS_2