Mas Pondok... I Love You

Mas Pondok... I Love You
Masa Lalu Gus Ahmad


__ADS_3

"Aisyah,Aisyah kembali lah,Aisyahhh........" ucap laki-laki tersebut dalam tidur nya.


Di sisi lain,ada seorang pemuda yang duduk di atas sajadah setelah menjalankan sholat tahajjud ia berdzikir dan terusik oleh suara sepupunya.


"Ya Allah mas,mas Ahmad bangun mas,mimpi apa sih?"ucap Gus Arsyad sambil menepuk pipi sepupunya.


" Mas Ahmad bangun,ini Arsyad mas bukan mbak Aisyah,ngigau terus iya,mas Ahmad bangun" ucap Gus Arsyad sambil menggoyang goyang kan tubuh Gus Ahmad sambil membaca doa.


"Astaghfirullahalazim Ya rabbi,astaghfirullah astaghfirullah" ucap Gus Ahmad sambil memegang dadanya yang berdetak sangat kencang.


Gus Arsyad dengan sigap mengambil segelas air putih dan memberikan nya pada sepupunya.


"Astaghfirullah mas Ahmad buat orang panik aja,makanya kalau mau tidur itu wudhu terus baca doa,malah mengigau yang bukan mahram juga" ucap Gus Arsyad ketus.


Gus Ahmad berusaha menetralkan rasa kaget nya dengan beristighfar sebanyak-banyaknya dan mengatur nafas nya yang tersengal sengal.


"Astaghfirullahalazim itu hanya mimpi mad,ingat sekarang waktunya tahajud untuk bercerita pada Allah" ucap nya sambil berdiri menuju lemari pakaian untuk mengambil baju koko beserta sarung nya dan menarik handuk bersiap untuk mandi.


Gus Arsyad pun hanya heran dengan tingkah sepupunya yang mengigau menyebut nama Aisyah,siapa wanita yang di maksud mas Ahmad itu.


Kemudian Gus Arsyad melanjutkan kegiatannya dan membaca Al-Quran sambil menunggu sepupunya selesai mandi.


Tak berselang lama,pintu kamar mandi terbuka,Gus Ahmad yang sudah memakai baju koko berserta sarung nya langsung mengambil peci untuk melaksanakan sholat.


"Allahu akbar..." terdengar lantunan takbir dari nya,sedangkan Gus Arsyad sedang fokus membuka kitab tafsir jalalain untuk persiapan mengajar santri nya.


(Sebenarnya siapa mbak Aisyah yang di sebut sebut mas Ahmad tadi?apakah berkaitan dengan trauma mas Ahmad yang belum sembuh?bahkan aku baru mendengar nya pertama kali,seperti apa orang nya hingga sepupu ku sendiri takut kehilangan nya?) ucap Gus Arsyad dalam hati.


"Arsyad...?" panggil Gus Ahmad akan tetapi beliau masih dalam lamunan.


"Heh koala🐨,ngelamunin apa ente?" tanya Gus Ahmad sedang kan yang dipanggil hanya diam.


Akhirnya Gus Ahmad turun tangan menyadarkan lamunan sepupunya dengan menepuk pundak.


"Hayo...kesambet jin ifrit rasain kamu syad" ucap Gus Ahmad mengagetkan.


"Astaghfirullah mas Ahmad ngagetin aja,untung nggak copot nih jantung" ucap nya sambil memegang dadanya.


"Habis nya kamu di panggil panggil nggak nyaut,sekalian kagetin aja sebelum kemasukan jin ifrit" ucap Gus Ahmad mengejek.


"Mana ada jin ifrit yang mau ngerasukin orang setampan dan gagah seperti Arsyad ini" ucapnya sambil mengedipkan satu matanya yang genit.


Gus Ahmad yang melihat tingkah laku sepupunya merasa geli dan pura-pura merinding.


"Hii tatapan maut yang mengerikan,untung ane normal,ente lagi ada masalah syad,kok sampe ngelamun?" tanya Gus Ahmad penasaran.


(Mas Ahmad lama lama ngeselin iya,untung sepupu sendiri,kalau bukan sudah aku terkam kau,sabar syad ini ujian) ucap Gus Arsyad dalam hati.


"Iya mas,Arsyad lagi di bingung kan oleh suatu permasalahan,berat sekali rasanya" ucap Gus Arsyad pura pura pusing.


"Seberat itu kah syad,sampai ente lemas? berceritalah mungkin mas Ahmad bisa membantu" ucap Gus Ahmad .


Gus Arsyad langsung tersenyum jahil dan melancarkan aksinya.


"Sebenarnya aku sangat khawatir akan keadaan nya,hingga takut kehilangan nya,sampai sampai terbawa mimpi aku bertemu dengan nya,menyebut asma nya yang terngiang ngiang di pikiran,hati ku menolak untuk berpisah,ternyata dia yang selama ini menghantui pikiran ku,wanita yang mampu meluluhkan hati ku yang keras bagai batu,aku rindu padamu wahai sang pujaan hati, (terdiam sejenak)Aisyah " ucap Gus Arsyad tertawa terbahak bahak setelah bercerita begitu serius.


Gus Ahmad yang mendengar curhatan Gus Arsyad tiba-tiba menunduk malu karena ulah nya tadi ketika mengigau.


"Yah,Arsyad nggak lucu beneran,tak kira kamu serius,awas aja tunggu pembalasan ku" ucap Gus Ahmad mengancam.


"Weh santuy mas bro,Arsyad cuma penasaran siapa mbak Aisyah itu?sampai mas Ahmad mengigau menyebut namanya,apakah beliau sangat istimewa mas?" tanya Gus Arsyad yang penasaran.


Gus Ahmad yang mendengar penuturan sepupunya langsung terdiam menunduk mengingat semua kejadian yang pernah ia lalui bersama nya,tanpa terasa hati nya mulai sendu dan menetes lah air dari pelupuk matanya secara perlahan sedangkan Gus Arsyad yang melihat reaksi Gus Ahmad menjadi bungkam dan merasa bersalah tidak sepatutnya ia menanyakan hal itu.


"Mas Ahmad,Arsyad minta maaf iya sudah memancing masa lalu yang seharusnya Arsyad tidak perlu mengetahui nya" ucap Gus Arsyad merasa bersalah dan hendak beranjak pergi keluar kamar akan tetapi di tahan oleh Gus Ahmad.


"Arsyad mau kemana,disini saja temani mas Ahmad mengobati rindu ini yang begitu sakit untuk di ungkapkan,Mas akan bercerita tentang seorang gadis yang mampu menarik hati" ucap Gus Ahmad sambil memegang tangan sepupunya dan Gus Arsyad pun mengangguk serta duduk di posisi semula sambil menatap sendu sepupunya yang ternyata pernah mencintai seseorang.


"Jadi,ini kejadian berawal ketika mas Ahmad sedang kuliah..."


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Ibu...tolong aqila bu,huaaa" ucap Aqila di kamar nya sambil berteriak.


Sang ibu yang mendengar suara anaknya yang berteriak ketakutan langsung mendekat ke kamar.


"Nak,ada apa,kamu Baik baik saja?ibu akan masuk " ucap sang ibu sambil membawa sapu.


"Ibu,qila takut, usir laba laba itu" ucap nya sambil menunjuk ke arah Laba-laba yang berada di depan meja belajar aqila.


"Astaghfirullah nak,ibu kira itu ular atau tikus,kamu ini ada ada aja,itu cuma Laba-laba kecil" ucap Ibu sambil menggeleng kan kepala melihat tingkah laku anaknya.

__ADS_1


"Aaaaa ibu buruan,di usir dahulu binatang menggelikan itu" rengek aqila ketakutan,iya aqila punya Phobia terhadap Laba-laba,kalau kalian kira kira phobia terhadap apa hayo?🀭


Sang ibu langsung mengusir serangga itu dengan sapu dan keluar dari kamar Aqila melalui jendela.


"Nah sudah ibu usir sekarang putri ibu tidak perlu khawatir lagi,kita sarapan yuk nak ayah sudah menunggu" ucap sang ibu sambil menarik tangan putrinya.


"Beneran bu udah keluar?Serangga aneh itu,udah kecil nyebelin,hidup lagi,kenapa tidak di bunuh saja bu,serangga itu meresahkan" ucap Aqila sambil merengek.


"Dia juga mahluk hidup qila,biarkan mereka hidup lepaskan saja" ucap sang ibu sambil mengelus rambut putrinya.


"Tapi kan meresahkan bu,mengganggu" ucap Aqila.


"Sudah yuk,kita sarapan,ayah sudah menunggu lama" ucap sang ibu dan akhirnya Aqila pun menurut.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Jadi,kejadian ini berawal ketika mas Ahmad kuliah,dan juga menjadi awal pertemuan pertama ku dengan nya. Pernah suatu hari ketika mas Ahmad perjalanan pulang menuju kost,tidak sengaja melihat seorang gadis yang menjadi korban bully temannya di suatu taman,gadis tersebut di tarik jilbabnya,ia merintih kesakitan dan meminta tolong akan tetapi tidak ada yang menanggapi nya,akhirnya mas Ahmad maju melerai kejadian itu dan para pelaku menarik cadar yang di pakai gadis tersebut hingga terbuka lah wajahnya yang tertutupi,akan tetapi mas langsung membelakangi nya tidak pantas rasa memandang yang bukan mahram,gadis itu menangis ketakutan karena wajahnya terlihat di depan umum,dan mas Ahmad baru sadar bahwa cadar yang pakai sobek karena ulah temannya,mas Ahmad juga bingung apabila menolong otomatis mas melihat wajahnya akan tetapi jika di biarkan gadis itu menjadi sangat malu." ucap Gus Ahmad.


"Terus apa yang di lakukan mas Ahmad untuk menolong gadis itu?" tanya Gus Arsyad penasaran.


"Di posisi serba salah itu,mas Ahmad memikirkan sesuatu,ah iya hasduk pramuka,walaupun sebenarnya kurang sopan tapi untuk keadaan darurat boleh mungkin iya akhirnya mas Ahmad menyerah kan hasduk pramuka kepada gadis tersebut tanpa melihat wajahnya,awalnya sang gadis menolak tetapi karena darurat akhirnya mau menerima nya,mas Ahmad juga menawarkan bantuan untuk mengantar nya pulang tapi di tolak kembali,padahal kan niat nya takut nanti tuh ukhti di ganggu lagi eh malah tidak mau iya sudah mas Ahmad pulang." ucap mas Ahmad menjelaskan.


"Terus gimana mas kelanjutan nya?" tanya Gus Arsyad bersemangat.


"Selang 2 hari kemudian,waktu itu ketika ospek pengenalan lingkungan sekolah untuk Maba,kebetulan juga mas Ahmad mendapat bagian untuk ikut serta karena kan anggota BEM dan ternyata gadis itu seorang mahasiswi baru di kampus,dan tidak tepat waktu ketika pertama kali ikut ospek,karena terlambat mas Ahmad mau tidak mau menghukum langsung para mahasiswa yang terlambat termasuk dia,sebenarnya merasa iba juga jika harus di hukum di bawah sinar matahari tapi bagaimana lagi kan sudah konsekuensi,ketika mas Ahmad akan pulang menuju kost,gadis tersebut berlari mengejar eh malah tersandung gamis hitam nya dan jatuh,akhirnya mas Ahmad menolong agak sedikit luka pada bagian tangan karena tergores jalan,gadis itu menangis menahan sakit,jadi bingung waktu itu syad,walaupun tertutup cadar tapi mas rasa dia cantik" sambil membayangkan wajahnya.


"Heh zina mata mas,istighfar" ucap Gus Arsyad sambil memegang dadanya.


"Hehehe iya tau,dengan cepat mas mengeluarkan kotak p3k dari tas gendong,lalu mengobati nya,tenang ane tidak memegang sekali pun tangan nya,dia memakai plaster sendiri dan memberi obat merah pada luka juga sendiri ane cuma bantu membuka plester dan obat merah,setelah itu dia menyerah kan hasduk pramuka punya ane"


Flash back kejadian...


"Auhh sakit, astaghfirullah ya Allah tangan ku" ucap gadis tersebut menahan perih.


"Mbak nya Baik baik saja,boleh saya menolong?itu tangan mbak terluka" ucap Gus Ahmad menghampiri gadis itu.


"Tidak mas terimakasih ini hanya luka sedikit" ucapnya walaupun darah dari tangan nya terus mengalir.


"Daripada nanti infeksi mbak,jika mbak nya keberatan,saya hanya akan membantu mengeluarkan alat p3k,dan mbak nya bisa mengobati sendiri" ucap Gus Ahmad menawarkan.


"Ya Allah sakit sekali" ucap nya sambil merintih kesakitan dan tidak terasa air matanya pun mengalir begitu saja.


"Tahan iya mbak memang sedikit sakit,lain kali hati hati iya mbak tidak perlu berlari" ucap Gus Ahmad membereskan kotak p3k.


"Ohh iya mbak sama-sama,oh iya apakah mbak nya mahasiswa baru disini?" ucap Gus Ahmad.


"Iya mas,saya mahasiswa baru di Fakultas Dakwah dan komunikasi" ucap nya kembali.


"Ohh berarti masih satu fakultas dengan saya,kalau boleh tahu siapa namanya?" ucap Gus Ahmad penasaran.


"Nama saya...(tiba-tiba percakapan nya terhenti ketika ada seorang laki-laki setengah baya menatap nya tajam tak jauh dari tempat tersebut) maaf kak saya pulang dahulu,assalamu'alaikum" ucap nya tergesa-gesa berlari menuju laki laki tersebut.


"Yah hampir saja mengetahui namanya,telat sedikit nih,sabar besok coba lagi" ucap Gus Ahmad berjalan menuju tempat kost.


Selama di perjalanan pulang,Gus Ahmad tidak henti hentinya mengingat kejadian tadi betapa bahagianya.


Malam tiba menggantikan posisi siang yang di hiasi oleh rembulan bertabur bintang,sungguh suasana malam yang indah,Gus Ahmad sedang menatap pemandangan indah malam ini sambil membayangkan gadis pujaan hati.


"Andai aku bisa tau namamu tadi,mungkin sudah kusebut engkau dalam sujud sepertiga malam ku,tapi Allah berkehendak lain agar aku berusaha untuk mengetahui lewat ikhtiar ku sendiri,ya rabbi maaf kan hamba mu ini yang menginginkan salah satu ciptaan mu yang menawan." ucap Gus Ahmad sambil menatap langit.


Kukuruyuk......


Angin pagi yang berhembus menusuk tulang melambai seakan akan mengajak kita untuk larut dalam mimpi yang indah,tapi itu tidak berlaku untuk Gus Ahmad yang sudah bangun dari jam 3 pagi dan bersiap untuk berangkat kuliah.


"Bismillah,semoga hari ini takdir berpihak kepadaku" ucap Gus Ahmad sambil membetulkan tali sepatu dan berjalan menuju kampus yang letaknya tidak jauh dari kost nya.


Kegiatan ospek sudah selesai beberapa hari yang lalu,dan kini sudah mulai kegiatan belajar mengajar seperti biasanya.


Ketika menapakkan kaki di depan gerbang,Gus Ahmad menoleh ke arah belakang karena terusik oleh suara klakson mobil,lalu ketika pintu mobil terbuka,hati Gus Ahmad begitu berdebar ternyata benar takdir sedang berpihak kepadanya,bidadari pujaan hati nya baru tiba di kampus.


"Assalamu'alaikum kak" ucap nya sambil Menelungkup kan tangan nya.


"Wa'alaikumussalam warahmatullah,baru saja berangkat?" ucap Gus Ahmad.


"Iya kak,maaf saya duluan permisi" ucap nya berpamitan.


Gus Ahmad pun membalasnya dengan senyuman dan berjalan menuju kelas nya,akan tetapi dia di hadang oleh sekelompok perempuan yang genit terhadap Gus Ahmad.


"Assalamualaikum kak Ahmad,ini aku bawakan bekal makan siang,dimakan iya" ucap nya sambil menyerah kan kotak makan berwarna merah.


"Ohhh iya kak,kalau makan tidak di kasih minum pasti bikin seret,ini aku bawakan jus jambu,minuman sehat lo" ucap salah satu temannya yang memberi bekal.

__ADS_1


"Aku juga mau ngasih coklat buat kak Ahmad biar mood nya bagus gitu" ucap nya dari salah satu mereka.


Gus Ahmad hanya memberi tatapan dingin lalu menjawab


"Maaf,saya sedang puasa,lebih baik kalian berikan kepada teman atau saudara yang lebih membutuhkan,permisi " ucap Gus Ahmad datar.


"Ihhhh kak Ahmad kok judes gitu si,dingin kayak kutub utara"


"Akan ku buat hati mu luluh kepada ku kak"


"Aku akan mencari tahu siapa yang bisa memikat hatinya,hingga membuat kak Ahmad enggan kepadaku"


"Kak,kalau tidak puasa bilang iya,nanti aku bawakan lagi"


Mereka hanya bisa mengoceh dan Gus Ahmad tetap pada pendiriannya bersikap cuek.


"Eh Ahmad,udah sampai juga ternyata di kelas,tumben tuh mulut di tekuk kek baju belum di setrika" ucap temannya yang bernama Ulul.


(Lo kok nggak asing iya,seperti nama kakak nya Aqila,intinya kalau pingin tau asal usul nya tetep stay di cerita iniπŸ˜‰).


"Biasalah,genk cewek genit nunggu di depan gerbang masuk fakultas,lama lama gue risih ama tingkah mereka" ucap Gus Ahmad.


"Yeh,Salah siapa ganteng dan cool di Fakultas,gendutan dikit gitu mad,biar semua pada mundur deketin lo kembali" ucap Ulul.


"Sudahlah lupakan mereka,eh katanya adek kelas kita ada yang jadi ninja" ucap Kak Ulul ceplas-ceplos.


"Ninja?maksudnya" ucap Gus Ahmad.


"Itu lo make baju item cuma keliatan matanya doang" ucap nya kembali.


(Ninja? bentar,apakah yang dimaksud Ulul itu,bidadari pujaan hatiku,wah ngajak berantem nih Ulul).


"Sembarangan kamu lul,itu tandanya dia menjaga aurot tubuhnya agar tidak dilihat oleh orang lain,berarti dia menjaga hak suaminya di masa depan kelak" ucap Gus Ahmad membenarkan pikiran temannya.


"Oh gitu,apa dia nggak gerah gitu iya memakai pakaian seperti itu?" ucap Ulul bertanya.


"Mereka memakai seperti itu pasti ada rasa gerahnya,tapi lebih panas api neraka dari pada teriknya matahari" ucap Gus Ahmad.


"Betul juga lo bro,tapi bukan nya kemarin sempat beredar berita bahwa yang seperti itu malah berbahaya,kaya contohnya bom bunuh diri gitu,takut nya dia termasuk dari kalangan itu juga" ucap Ulul menyangkal kembali.


"Ulul,tidak baik berprasangka buruk seperti itu,dia itu kesini karena ingin menuntut ilmu,bukan membuat ke onaran,jika benar akan membuat kerusuhan,buktinya kemarin waktu Ospek saja dia menurut dan di hukum karena telat juga tidak memberontak,husnudzon,nggak boleh seperti itu terhadap orang lain" ucap Gus Ahmad menerangkan dan di angguki oleh Teman nya.


Akhirnya waktu pembelajaran telah usai,para mahasiswa pun beranjak keluar dan pulang menuju rumah masing-masing.


Ketika baru saja sampai di depan gerbang,Gus Ahmad di sajikan oleh pemandangan tidak meng enak kan yaitu bidadari nya di ganggu oleh sekelompok pemuda.


"Berhenti!!" suara bariton yang yang keluar dari mulut Gus Ahmad dan mengalihkan apa yang dilakukan mereka.


"Apa maksud kalian mengganggu perempuan, bahkan dia saja belum pernah mengusik mu" ucap nya kembali dengan nada marah.


"Heh mad,jangan mentang mentang lo anggota BEM jadi sok jago,dia ini *******,tidak seharusnya kuliah di sini,lo nggak tahu kalau dia salah satu komplotan bom bunuh diri,cuh bisa bisanya ******* daftar disini" ucap Irfan salah satu mahasiswa tersebut dengan ucapan merendahkan.


"Jika kalian punya bukti,saya akan melaporkan pada pihak berwajib,tapi mana bukti kalian hah mana?,dengan seenaknya menuduh orang yang tidak bersalah tanpa bukti,ingat iya fitnah lebih kejam dari pembunuhan,jadi tolong lepaskan perempuan itu sebelum saya bertindak lebih lanjut" ucap Gus Ahmad dengan nada keras.


"Baik lah,kali ini kau lepas Ninja,tunggu saja pembalasan ku di esok hari" ucap Irfan mengancam sambil mendorong gadis itu.


Sang gadis pun tersungkur serta buku yang ia bawa pun berserakan


"Auh.. astaghfirullah ya rabbi " ucap nya membenahi buku sambil menangis menatap iba dirinya yang di perlakukan tidak sopan.


"Kamu nggak apa-apa mbak,mari saya bantu membereskan." ucap Gus Ahmad sambil membereskan buku buku yang berserakan dan tanpa sengaja ia melihat sebuah id card yang bertuliskan nama gadis tersebut.


(Aisyah Syauqi Habibah,nama yang cantik,dia sopan dan menjaga dirinya bahkan aurot nya pun tertutup,sungguh tak ku sangka ternyata dengan cara ini Allah mengabulkan doaku,akan ku sebut nama mu dalam doa sujud sepertiga malam ku,engkau telah meluluhkan hati ku ,bahkan engkau juga sangat ku rindukan seperti arti dari namamu,Syauqi).ucap Gus Ahmad dalam hati.


"Baik kak terimakasih atas bantuan nya,saya pamit dulu kak Assalamu'alaikum" ucap nya tergesa-gesa dan mengambil buku yang telah di kumpulkan Gus Ahmad akan tetapi ia lupa dengan id card nya.


"Wa'alaikumussalam,(aduh id card nya ketinggalan juga) ehh mbak-mbak,ini id card nya ketinggalan" ucap Gus Ahmad berlari mengejar sang gadis akan tetapi ia kehilangan jejaknya.


"Aku kasih besok saja mungkin,dia kan juga masih satu fakultas dengan ku,selamat Ahmad kamu berhasil mengetahui namanya ,perjuangkan dia di sepertiga malam,Selamat berjuang" ucap Gus Ahmad tersenyum sambil menatap id card tersebut.


Di sepanjang jalan,Gus Ahmad tersenyum bahagia karena kejadian tadi,bagaimana tidak bidadari yang ia cari selama ini ternyata bernama Aisyah.


Akan tetapi,disisi lain ada yang mengamati gerak gerik Gus Ahmad sejak insiden buku tadi,dia menatap kesal terhadap Gus Ahmad.


"Jadi si Ninja itu berusaha mendekati pangeran hatiku,tunggu saja pembalasanku akan ku buat kamu menyesal,dan untuk mu Ahmad, bersiaplah untuk menerima segala konsekuensi karena telah menolak cintaku" ucap seseorang itu yang bersembunyi di balik pohon.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


"Allahu akbar Allahu akbar..." terdengar kumandangkan adzan dari arah masjid.


"Alhamdulillah sudah subuh,kita siap siap sholat berjamaah mas,nanti bisa sambung cerita lagi" ucap Gus Arsyad sambil menepuk paha saudara nya.

__ADS_1


"Baiklah ayo,sebelum waktunya terlambat" ucap Gus Ahmad berdiri lalu keluar dari kamar menuju masjid.


__ADS_2