Mas Pondok... I Love You

Mas Pondok... I Love You
ASSALAMU'ALAIKUM USTADZ SALMAN


__ADS_3

Setelah keluar dari gerbang sekolah,mereka langsung menuju rumah wali kelas nya yang rumah nya tidak terlalu jauh dari sekolah sehingga mereka memutuskan untuk jalan kaki sambil bercengkrama di sepanjang jalan.


Setelah beberapa menit kemudian sampailah mereka di rumah bu Hanifah yang begitu indah dengan model minimalis,sebagian siswa ada yang membantu membersihkan ruang tamu ada juga yang di dapur.Mereka saling bekerja sama membantu bu Hanifah yang notabene nya sebagai wali kelas,terdengar pula suara kekehan dari siswa yang bercanda dan jail,tanpa terasa semua hidangan untuk acara syukuran telah selesai dan saat nya acara inti yang akan di pimpin suami bu Hanifah.


Setelah acara demi acara telah terlaksana,saatnya menikmati hidangan yang di buat oleh murid murid bu Hanifah,kebersamaan antar siswa sangat lekat tanpa membedakan agama masing masing hingga tak terasa waktu mulai sore mereka membersihkan ruangan yang di gunakan untuk syukuran lalu melaksanakan sholat karena bebarengan dengan waktu ashar.


Sungguh hari yang melelahkan,tapi penuh dengan candaan dan kebersamaan teman teman selama tiga tahun,setelah selesai sholat mereka pulang ke rumah masing ada yang jalan kaki,naik angkot maupun di jemput iya salah satunya aqila.


Tut tut tut....


bunyi telepon yang terdengar tanpa ada sahutan.


"Duhhhh ayah mana si katanya mau jemput aqila,kok nggak di angkat".dengan bibir sedikit di moncongkan.


Tin tin.....


Terdengar suara klakson mobil cat hitam menghampiri gadis tersebut dan terdengar ucapan dari nya.


" Adek mau pulang kemana? mari saya antar"


ucap laki laki tersebut dan keluar dari mobil.


Batin aqila takut kemudian berjalan mundur


tapi di tanggapi oleh laki-laki tersebut.


"Adek jangan takut,saya tidak akan berbuat jahat,rumah adek dimana? kalo searah saya antar sekalian." lanjut nya dengan nada meyakinkan.


Dengan terbata bata aqila menjawab"emm anu a..aku pulang di jalan gang merpati tepatnya di desa Sido Dadi".Perasaan takut terus menghantui aqila hingga ia bingung harus kemana.


Senyuman terpancar di wajah laki laki tersebut "adek manis ikut iya,kakak juga mau kesitu dan jangan takut kakak nggak jahat manis"


Aqila bingung hingga terdiam tanpa menyahut ajakan laki-laki tersebut,kemudian dia berbicara dalam hati "aku takut kalo dia jahat tapi kalo Su'udzon sama orang kan nggak boleh,tapi kalo aku nggak sampai rumah gimana Ya Allah tolong aku😥.


" Dek kok ngelamun nggak baik lo nanti kesambet setan gimana"lelucon laki laki tersebut.


Aqila menarik nafas dalam, sambil mengucap basmallah "Hmmmm iya udah aku ikut bapak tapi aku duduk di belakang iya Pak".


" Hehehe iya boleh adek manis,tapi jangan panggil bapak iya soalnya saya belum nikah "


ucapan nya kemudian dia memperkenalkan diri "Panggil kakak dengan sebutan kak salman atau kak faris iya".sembari tersenyum.


" Hmmm baik kakak,maaf kak aqila jadi ngrepotin ". ucap aqila dengan nada ragu.


Kemudian mereka masuk ke mobil dan duduk di posisi masing-masing


"Nggak sama sekali, malah jadi seneng soalnya ada yang tahu desa yang akan aku kunjungi,karena pertama kali nya aku menginjak kan kaki di sini".ucapnya dengan semangat.


"Ohhhh iya tadi nama kamu aqila?kok sendiri an teman teman nya kemana?? tanya kak Salman dengan rasa penasaran.


" Teman teman ku sudah pulang semua kak tinggal aku saja yang menunggu jemputan ayah,tapi ketika aku telfon tidak di angkat." ucapnya dengan nada kecewa.

__ADS_1


Sambil menyetir,kak Salman menenangkan aqila "Kamu jangan marah dengan ayah kamu,mungkin beliau di sibuk an oleh suatu kepentingan atau yang lain nya kan udah pulang bareng kakak,jadi jangan cemberut gitu".


" Hmmm iya kak ". ucapnya singkat.


Lalu suasana kembali hening tanpa ada percakapan dari dua insan tersebut,tak butuh waktu lama akhirnya sampai di desa Sido Dadi.


" Kita sudah sampai manis,hati hati di jalan iya maaf kakak cuma bisa mengantar sampai sini." Ucap nya.


"Alhamdulillah makasih kak Salman,maaf merepotkan Aqila pulang dulu." membuka pintu mobil dengan perlahan.


Aqila berlari menuju rumah nya dengan nafas yang tersengal-sengal,dan membuka pintu.


"Assalamu'alaikum ayah ibu?? aqila pulang. Lo kok sepi mereka kemana?" tanya aqila sembari melihat seluruh ruangan.


"Haduh lelah nya,pasti ayah dan ibu sedang menyambut ustadz baru di TPQ,hmmm kira kira siapa iya ustadz itu? apakah akan betah disini?.


Mending sekarang aku mandi dulu terus menyusul kesana."


Aqila menuju kamarnya dengan membawa baju ganti berupa gamis dan jilbab yang cocok untuk penampilan nya.Beberapa menit kemudian selesailah aqila mandi dan memakai jilbab lalu keluar dari rumah menuju TPQ.


Menuju perjalanan,aqila bertemu dengan najma yaitu sahabat nya.


"Hai najma,kamu mau kemana nih tumben rapi sekali". tanya aqila penuh harap.


" Ehhhh sahabat ku yang unyu unyu,aku mau ke TPQ nih,penasaran sama ustadz baru kita,banyak yang bilang ustadz nya ganteng,ayo sekalian kita kesana aku kepo nih" jawab najma dengan antusias.


"Kamu nih kebiasaan kalo ada yang ganteng langsung melek tu mata, udah ah ayo kita kesana Ayah ibu aku juga disana sekalian nyusul."


"Ayoo...."ucap mereka serentak dan berjalan menuju TPQ dengan bergandengan tangan.


" Hey sahabat ku,kok melamun si nggak baik lo nanti kalo ada yang merasuki gimana hayo?🤭


Entah apa yang merasuki mu??" sambil di praktek an dengan tangan bergeliat sesuai dengan trend tik tok masa itu.


"Astaghfirullah kamu nih ngagetin aja udah ah ayo kita ke TPQ keburu acara nya selesai." ucap Aqila sambil menarik tangan najma.


"Aduh aqila nggak sabaran banget,jangan ditarik tarik emang tangan aku ini benang layangan" ucap najma menggerutu.


Ketika sampai di TPQ,mereka mengucapkan salam.


"Assalamu'alaikum,boleh kami masuk??".


ucap mereka secara bersamaan.


" Wa'alaikumussalam warahmatullah,masuk kenalin nih ustadz baru kalian yang akan mengajar ngaji di sini, namanya ustadz Salman al Farisi " ucap ustadzah Ana.


"Ohhhh ustadz Salman." dengan nada datar.


"Apa?😳kak Salman yang tadi menolong aqila bukan?" ucap aqila dengan nada terkejut.😲


Najma menepuk bahu aqila "ihhh aqila biasa aja kali nggak usah sampai teriak begitu".

__ADS_1


" Ups maaf habisnya aku kaget,ternyata kak Salman jadi ustadz baru di sini " sambil menunjukan dua jari✌sebagai tanda perdamaian.


"Lo ustadz Salman sama aqila udah saling kenal?"tanya ustadzah Ana.


" Hehehe iya ustadzah, aqila kenal tadi waktu pulang sekolah dan ustadz Salman juga yang mengantar aqila pulang." sambil menunjukkan gigi kelinci nya.


"Kenalin ustadz,ini teman Aqila namanya najma,kita itu kembar tapi beda ayah ibu."


ucapnya kembali.


Kak Salman menaikan alis sebelah kanan nya sebagai pertanda bingung" kok bisa kalian kembar tapi beda ayah ibu?"


"Hehehe jadi begini ustadz,waktu ibu kita sedang berjuang melahirkan mereka pergi ke rumah sakit yang sama tapi ruangan nya berbeda,nah waktu tepat di jam 03.00 pagi setelah menunggu begitu lamanya akhirnya kita keluar deh dari rahim ibu secara bersamaan.Maka dari itu kita menyebutnya anak kembar beda orang tua begitu ustadz"


ucap najma menjelaskan kejadian nya.


"Najma,itu ceritanya belum lengkap lo masih kurang detail." ucap aqila cemberut.


"Aqila,aku lelah kalo buat nyeritain semua panjang kali lebar kali tinggi ribet pokoknya intinya kan kita udah tahu ceritanya ustadz Salman juga nggak kepo kepo amat".ketus najma.


" Iya iya deh aku ngalah" ucap aqila mengalah.


"Lo kok kalian malah asik cerita sendiri,kebiasaan kalian tuh nggak liat kondisi ustadzah jadi dicuekin deh". ucap ustadzah Ana memasang raut cemberut.


" Hehehe maaf ustadzah,biasalah kami si tukang ghibah" ucap mereka berdua.


"Duhhh kebiasaan buruk nih,mulai di kurangi iya" ucap ustadzah Ana dengan lembut.


"Hehehe siappp ustadzah akan kami tingkatkan " ucap mereka berdua sembari menutup mulut🤭


"Aqila,Najma kalian tuh kebiasaan iya,mau nih dapet hukuman lagi". ucap ustadzah Ana dengan mengelus dada.


ucap mereka serempak sambil ber lari" kabur ustadzah marah🤭".


Ustadz Salman tersenyum melihat tingkah mereka berdua " ustadzah Ana,apakah mereka bertingkah seperti itu?"


"Hehehe iya ustadz,mereka itu iseng sekali dengan saya,kadang kadang malah lebih dari itu.Kalau ada pengajian mujahadah aqila paling hobi namanya tidur,tapi beda lagi kalau berangkat majelisan sholawat mereka siap begadang katanya sekalian cuci mata melihat mas mas hadroh"ucap ustadzah yang tersenyum geli melihat tingkah mereka.


"Lucu juga iya,Afwan ustadzah apakah saya boleh mengajar mulai besok?" tanya ustadz Salman.


"Tentu ustadz,semoga betah mengajar disini dan secepatnya bisa berbaur dengan masyarakat" ucap ustadzah Ana sembari menunduk kan pandangan.


"Hmmm ustadz Salman ini ternyata baik,sholih dan juga ramah,apakah aku mulai mengagumi nya?


Astaghfirullah Ana istighfar jaga pandangan" ucapnya dalam batin.


"Baik ustadzah maaf sebelumnya maka dari itu saya mohon pamit Assalamu'alaikum" ucap ustadz Salman pamit tanpa bersalaman langsung akan tetapi menunjukkan kedua telapak tangan di dada sebagai tanda maaf.


"Wa'alaikumussalam Ustadz" sembari menatap punggung ustadz Salman yang sudah membelakangi nya.


"Ya Rabb engkau lah sang Maha Cinta,menyayangi hamba nya tanpa pilih kasih

__ADS_1


Ijin kan lah hamba menyayangi ciptaan mu ya rabb,dia yang selama ini hamba tunggu jika berkenan maka ijin kan kami mengarungi bahtera ibadah yang engkau ridhoi." ucap ustadzah Ana dalam hati.


Cieeeee ada yang lagi kasmaran nih,apakah cinta ustadzah Ana terbalas atau hanya bertepuk sebelah tangan?


__ADS_2