Mas Pondok... I Love You

Mas Pondok... I Love You
Handphone Boba


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Akhirnya mereka berdua pun pulang dengan tangan kosong bahkan belum sarapan.


Tiba-tiba.....ada suara yang memanggil mereka


"Mas....mas..." ucap seseorang memanggil mereka berdua.


Seketika,motor yang melaju dengan kecepatan sedang pun berhenti.


"Mas,panjenengan yang tadi membelikan sarapan simbah bukan?" ucap kakek Muhaimin memberhentikan laju motor mereka.


"Injih mbah,simbah sampun dhahar?" ucap Gus Ahmad tersenyum manis lalu menyalami tangan nya.


"Sampun mas alhamdulillah,maturnuwun sanget nggih,alhamdulillah ugi sampun purun kersa numbasaken damel putune simbah,maturnuwun sanget,mugi saget dados amal panjenengan mas" ucap kakek Muhaimin berterimakasih dengan ekspresi yang begitu cerah.


"Nggih mbah aamiin,pandungane kula rumiyin nggih mbah" ucap Gus Ahmad berpamitan serta Gus Arsyad yang berdiri di sebelah nya pun ikut mencium tangan kakek Muhaimin.


"Maturnuwun sanget mas,panjenengan niki putrane Yai Hanif nggih?" ucap kakek Muhaimin bertanya kepada Gus Arsyad.


"Hehehe injih mbah leres,pinarak mbah wonten tiang sepah kula" ucap Gus Arsyad tersenyum malu.


"MashaAllah,putrane Yai Hanif mpun bujang nggih,dereng kersa rabi nopo Gus?" ucap kakek Muhaimin tersenyum.


"Hehehe dereng mawon,nyuwun pandungane mawon mugi enggal kepanggih jodo mbah" ucap Gus Arsyad malu malu.


Sebenarnya,Gus Arsyad paling tidak suka ditanya seperti itu,tapi apa boleh buat dia tetap menghormati kakek Muhaimin karena beliau pasti lebih berpengalaman tentang hal rumah tangga.


"Aamiin le,niki asmane sinten mawon?tepangaken kula simbah Muhaimin" ucap nya sambil menunjukkan gigi nya yang ompong.


"Kula Arsyad mbah,niki sepupu kula asmane mas Ahmad" ucap Gus Arsyad sopan.


Kakek Muhaimin pun tersenyum melihat tingkah laku kedua pemuda tersebut,sopan ramah bahkan santun dalam berbicara,karena di jaman sekarang,jarang ada seorang pemuda yang seperti itu.


"Gus Ahmad,maaf sebelumnya,terimakasih tadi sarapan nya,alhamdulillah bisa mengganjal perut,uang kembalian nya masih di sana,simbah takut nya mas Ahmad mencari kembalian uang tadi,maaf iya nak" ucap kakek Muhaimin sungkan.


"Mboten nopo nopo mbah,mugi simbah di paringi kesehatan berkah rizki ne" ucap Gus Ahmad.


"Wangsul rumiyin mbah,kula pamit Assalamu'alaikum" ucap Gus Ahmad berpamitan tak lupa juga dengan Gus Arsyad melakukan hal yang sama.


"Wa'alaikumussalam warahmatullah le,Hati-hati di jalan dan sampaikan salam simbah pada Yai Hanif"


ucap kakek Muhaimin sambil melambaikan tangan.


Beberapa menit kemudian,mereka berdua sampai di rumah akan tetapi raut wajah Gus Arsyad menunjukkan sebuah penyesalan.


"Assalamu'alaikum" Ceklek.... bunyi pintu ruang tamu terbuka dan mereka berdua masuk lalu Gus Arsyad berjalan cepat mencari keberadaan umi Zulaikha untuk meminta maaf karena kelalaian nya.


"Umi.........." ucap Gus Arsyad menangis.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


#Kembali ke Aqila..


Setelah berkecimpung dengan guyuran air,Kak Ulul keluar menuju kamar tidur yang letaknya bersebelahan dengan ruang tidur Aqila.


"Dek?" ucap kak Ulul sambil mengetuk pintu kamar.


"Qila adek kak Ulul yang sholihah,udah dong ngambek nya" ucap kak Ulul membujuk.


Tak lama terdengar sahutan dari dalam kamar Aqila.


"moh" ucap aqila ketus🤭.


"Ayo lah dek,kakak minta maaf nanti kita jalan jalan sore iya,di taman kota" ucap kak Ulul kembali.


"Bodo amat" ucap nya kembali.


"Ayo lah dek plis,keluar dari kamar yuk" ucap kak Ulul berusaha membujuk akan tetapi tidak membuahkan hasil.


Sedangkan Aqila yang dibujuk tertawa geli melihat tingkah kakaknya hingga munculah ide jail nya.


"Ahha,mending kerjain kak Ulul sekalian nih mumpung di rumah" ucap Aqila tersenyum jail.


Berjalan menuju pintu kamar dan membuka nya dengan wajah ketus.


"Apa?" ucap Aqila judes.


"Kakak minta maaf piss,"sambil menunjukkan kedua jarinya.


" Iya,tapi ada syaratnya " ucap aqila tersenyum jail.


"Baik,syarat apapun kakak akan Terima,asal Aqila mau memberi maaf" ucap kak Ulul mengangkat satu tangan sebagai tanda persetujuan.


"Ok,Aqila pingin kak Ulul janji dulu" ucap Aqila menunjukkan jari kelingking nya.


"Baik,kakak berjanji" ucap nya membalas uluran jari tangan adiknya.


"Syarat nya adalah........"

__ADS_1


Jeng jeng jeng....🤭


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Mbak Izzah beranjak keluar dari ruang makan menuju dapur untuk membantu persiapan acara syukuran Gus Arsyad.


Dengan wajah tertunduk malu serta pipi yang mulai memerah ia tetap menjalankan tugasnya akan tetapi mbak Dila menyadari tingkah aneh temannya langsung menyenggol lengan tangan nya.


"Hayo,daritadi mesem mesem mulu,lagi berbunga bunga nih hati nya" ucap mbak Dila.


"Hehehe apaan si mbak,Izzah cuma lagi good mood aja,mungkin tanda tanda kiriman dari simbah datang hari ini" ucap mbak Izzah mengalihkan pembicaraan.


"Ohhhhh...bagus itu,bisa nraktir aku dong mbak" ucap mbak Dila jail.


"Hehehe iya mbak InshaAllah semoga ada rejeki lebih buat nraktir mbak" ucap mbak Izzah sambil memotong sayur.


Akan tetapi penglihatan mbak Dila teralihkan oleh balutan plester di jari kelingking mbak Izzah.


"Mbak Izzah,ini jari nya kenapa?" tanya mbak Dila panik.


"Oh ini,cuma luka sedikit mbak,tadi kena pecahan gelas" ucap mbak Izzah tersenyum.


"Kok bisa,padahal mbak Izzah ini kan orang nya paling hati hati dan teliti" ucap mbak Dila penasaran.


"Namanya juga manusia mbak,jauh dari kata sempurna,walaupun saya sudah berhati-hati namanya juga musibah,mbak Dila nanti sibuk nggak?Dila pingin curhat di jemuran kalau acaranya sudah selesai" ucap mbak Izzah memohon.


"Iya boleh mbak,untuk Naimatul Izzah yang cantik ini,apa sih yang nggak" ucap mbak Dila tersenyum.


"Terima kasih iya mbak,sudah mau Izzah repotkan" ucap nya sungkan.


"Sudah anggap aja aku ini saudara mu,lanjut lagi motong sayur nya keburu acara mulai lagi" ucap mbak Dila dan diangguki oleh mbak Izzah.


Dapur yang biasanya sepi sekarang ramai di isi oleh santri putri yang mendapat bagian tugas memasak,dari yang memotong sayur,memasak serta menyiapkan tempat makan,hanya terdengar suara dentingan alat dapur yang beradu,mereka menjalankan tugas sesuai perintah umi Zulaikha.Jika di acara seperti ini umi biasanya ikut serta dalam dapur,akan tetapi karena kaki beliau belum kunjung sembuh maka para santri yang di tugaskan lebih banyak dari sebelumnya.


Acara syukuran di mulai sekitar jam 9,selepas menjalankan sholat dhuha berjamaah untuk berkumpul di aula pesantren dalam rangka acara syukuran kepulangan Gus Arsyad.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Baik,kakak berjanji" ucap nya membalas uluran jari tangan adiknya.


"Syarat nya adalah........beri Adek mu yang manis ini sebuah hadiah kelulusan sekolah" ucap Aqila.


"Huh...itu mah kecil,Qila mau minta apa?" ucap sang kakak menyamai tinggi adiknya.


"Aqila pingin hape boba" ucap Aqila polos sambil menunjukkan gigi kelinci nya.


"Itu lo kak,merk hp yang lagi trend di kalangan remaja,yang kameranya bulet itu" ucap Aqila sambil menggambarkan lewat bayangan.


"Bulet?yang lagi trend?" ucap kak Ulul membayangkan deskripsi yang di ucapkan Aqila.


(Bentar iya para readers,kak Ulul nya belum sarapan jadi agak sedikit ngelag 🤭).


(Bulet,HP boba,yang lagi trend,nih anak di kasih tau siapa sebenarnya,HP kaya gitu mah nggak ada,ngarang lah ni anak) ucap kak Ulul dalam batin yang akhirnya jalan satu satunya mencari di google.


Setelah mencari begitu lama akhirnya ketemu, dan tercengang dengan pernyataan adiknya,ini bukan sembarang handphone,eh iya kali kak Ulul harus jual ginjal nya dulu.🤭.


Kak Ulul pun mengambil nafas dalam dan mengelus pipi adek perempuan nya.


"Qila tau HP boba dari siapa?" ucap kak Ulul penasaran.


"Hehehe,Qila tahu dari teman teman sekolah,soalnya sebelum kelulusan teman teman Qila bilang pingin HP boba gitu,nah ada juga yang bilang mau dikasih HP boba untuk hadiah kelulusan,Qila kan penasaran dan mumpung kakak dirumah juga,boleh dong Aqila minta hadiah kelulusan" ucap nya sambil menunjukkan wajah memelas.


"Aqila sayang dengerin kakak,adek yang imut ini boleh minta hadiah kelulusan apapun,tapi maaf sebelumnya bukan maksud kakak membuat mu kecewa,Hp boba keinginan Aqila itu tidak seperti harga Handphone pada umumnya."ucap Kak Ulul memberi pengertian.


Sang adik pun hanya terdiam dan bingung dengan penjelasan kakak nya.


"Huh..jadi gini dek kakak jelasin,kalau Handphone Android seperti yang kak Ulul gunakan itu harganya masih standar,nah kalau kita beli hp boba iyaa...alamat jual ginjal dulu" ucap kak Ulul jail.


"Berarti kalau pingin hp boba,kita harus jual ginjal dulu iya kak?terus gimana dengan teman teman Aqila yang mau beli hp boba,masa mereka harus menjual ginjal nya,kan ginjal organ penting dalam tubuh manusia,kalau nggak punya ginjal kan bahaya kak" ucap Aqila panik sedangkan sang Kakak menepuk jidatnya karena mendengar penuturan adeknya.


"Astaghfirullahalazim,ampuni hamba mu ya rabbi,berikan hamba kesabaran yang luas" ucap kak Ulul sambil memegang dadanya.


"Kakak kenapa?kak Ulul mau jual ginjal juga buat beli hp boba?jangan iya kak pliss,mending Aqila nggak punya hp boba daripada kak Ulul kehilangan ginjal nya" ucap nya polos.


(Ternyata sepolos itu kau Aqila 🤣,masa iya harus jual ginjal dulu).


"Haduh...punya adek gini amat,Aqila...bukan berarti kita harus jual ginjal dulu,akan tetapi itu sebagai kiasan,kalau kita pingin beli hp boba itu membutuhkan uang yang lebih banyak daripada membeli handphone Android,karena harga nya yang lebih mahal,gitu lo maksud kakak" ucap kak Ulul gemas.


"Ohhhhhh...gitu,kenapa nggak bilang dari tadi kak,aqila kan bingung masa iya langsung bahas jual ginjal juga,adek mu ini masih polos kak jangan di pusingkan dengan penjualan ginjal juga,Aqila belum berpengalaman" ucap Aqila yang baru saja paham dengan penjelasan sangat kakak.


"Haduh...sak karepmu wis dek" ucap kak Ulul ketus.


"Hehehe,oh iya kak masa iya itu namanya hp boba,baru pertama kali denger juga" ucap Aqila penasaran dengan merk hp tersebut.


"Adek ku sayang,boba itu bukan merk,akan tetapi itu penyebutan trend di kalangan remaja,mereka menyebutnya boba karena bentuk kamera yang hitam bulat seperti boba,nah kalau merk aslinya itu iPhone yang chasing belakang nya itu terdapat gambar apel bekas gigitan" ucap kak Ulul menjelaskan.


"Ohhhh yang itu,eh tapi yang buat Aqila penasaran itu apel nya kak,kok bisa yang di chasing belakang itu apel bekas gigitan,bukan nya buah apel yang biasanya di jual pasar itu masih utuh iya?" ucap Aqila heran.


Kak Ulul pun terkuras kesabaran nya menghadapi tingkah Aqila,untung adek sendiri coba kalau bukan,usah aku buang ke sungai Nil.🤭 bercanda guys.

__ADS_1


"Astaghfirullah...sabar sabar hembuskan keluar kan(ucap kak Ulul sambil menghirup nafas dalam),Adek ku sayang yang paling polos sedunia,Itu cuma logo sayang ku,kalau pingin tau sejarahnya sana nyari di google,kakak kesel pingin sarapan" ucap Kak Ulul beranjak meninggalkan adeknya dengan raut wajah kesal karena kesabaran nya di uji.


"Ehhh kak Ulul terus hadiah nya gimana,jangan sampai lupa buat hadiah kelulusan Aqila,adek tunggu"ucap nya sambil berteriak sedangkan sang kakak cuek.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


"Umi.........." ucap Gus Arsyad menangis.


Umi Zulaikha kaget tiba-tiba dari arah belakang sang anak memeluk nya.


"Uhuk uhuk,astaghfirullah le,kamu kenapa?" ucap umi yang sedang sarapan.


Lo😳,kan buburnya nggak dapat author?


Ehhhh iya,tapi tahan dulu ada suatu alasan mengapa umi bisa sarapan.


Gus Ahmad yang melihat umi Zulaikha tersedak langsung mengambil kan minum.


"Niki bude" sambil menyerah kan segelas air putih.


"Makasih le,ini kok Arsyad tumben nangis emang ada apa?" ucap umi Zulaikha penasaran karena tidak biasanya Gus Arsyad menjadi cengeng.


Gus Ahmad hanya tersenyum dan berkata


"Biar Arsyad saja bude yang menjelaskan"


"Le,ada apa?tumben nangis,ini umi lagi sarapan le,nanti keselek gimana hayo" ucap umi Zulaikha menenangkan putra nya.


"Sudah le,nggak malu apa diliatin sepupu nya sendiri nangis nangis kaya gitu" ucap nya kembali.


"Umi...maafin Arsyad" ucapnya masih dalam tangisan.


"Lo Arsyad kan nggak salah apa apa sama umi,kok tiba-tiba minta maaf" ucap umi Zulaikha penasaran.


"Bubur punya umi...heuheu Arsyad lupa" ucap Gus Arsyad tertunduk.


Umi Zulaikha mendengar penuturan putra nya pun kaget,ternyata begitu khawatir nya Gus Arsyad kepada sang ibu,walaupun kadang tingkahnya yang terlalu manja,tapi sangat perhatian kepada ibunya bahkan Gus Arsyad lebih dekat kepada umi Zulaikha di banding Kyai Hanif.


"Le...Umi sudah dapat sarapan,udah iya jangan nangis lagi" ucap umi Zulaikha mengusap pipi putra nya.


"Tapi kan bubur umi...🥺" ucap nya kembali sambil menatap sang ibunda.


"Sudah Le,alhamdulillah umi lagi sarapan ini(sambil menunjukkan semangkuk bubur ayam)udah iya nggak boleh nangis,sekarang sarapan dulu,Ahmad juga pasti belum sarapan" ucap umi Zulaikha sambil menunjukan bungkusan styrofoam berisi bubur.


"Tapi Umi gara gara Arsyad umi telat sarapan nya,hukum Arsyad umi..hukum" ucap Gus Arsyad memohon untuk memberi hukuman yang setimpal atas perbuatan nya.


"Sudah sudah,umi tidak ingin ada perdebatan,sekarang sarapan iya kasian perut putra umi nanti sakit" ucap umi Zulaikha menyuruh kedua ya untuk sarapan.


Gus Arsyad dan Gus Ahmad duduk di kursi dan memulai sarapan.


"Tapi um.."ucap Gus Arsyad tertahan karena suapan bubur dari sang ibunda.


" Sudah,sekarang waktunya sarapan bukan lomba debat,kalau mau minta maaf besok lebaran " ucap umi Zulaikha jail,karena jika masih menanggapi putra nya yang bawel maka tidak akan usai🤭.


Gus Ahmad yang melihat tingkah bude nya tertawa hingga hampir saja tersedak.


"Umi...mas Ahmad ngejek" rengek Gus Arsyad seperti anak kecil.


"Habis nya kamu Syad,udah gede masih manja sama bude,iya nggak bude?" ucap Gus Ahmad mengedipkan mata ke arah umi Zulaikha.


"Iya le,beda kalau di hadapan mbak santri pasti langsung dingin kaya kutub utara,kalau sama bude iya nempel terus kaya bocil " ucap umi Zulaikha usil.


"Pasti itu bude,Arsyad dari dulu nggak berubah,eh tapi kemarin Arsyad nggak cuek sama santri putri bude,bahkan perhatian" ucap Gus Ahmad melaporkan.


"Oh iya?siapa santri putrinya?" ucap umi Zulaikha penasaran sambil melirik sang putra yang menatap tajam sepupunya.


"Umi...Arsyad mau di suapin lagi" rengek Gus Arsyad mengalihkan percakapan.


"Uluhhh sini,putra ibu yang paling bungsu,di habiskan iya" ucap umi Zulaikha sambil Menyendokan bubur ke mulut putra nya.


"Ciyehhh,yang paling pinter mengalihkan percakapan,tunggu saja cepat atau lambat bude bakalan tahu Syad" ucap Gus Ahmad sambil Menyendokan bubur kedalam mulut nya.


"Wlee...😛" Gus Arsyad mengejek Gus Ahmad.


"Sudah,sekarang di habiskan dulu,nanti kalau mau debat udah ada tenaganya buat mikir" ucap umi Zulaikha kembali.


Tak berapa lama kemudian,bubur ayam pun habis tanpa sisa,lalu Gus Arsyad pun bertanya.


"Umi,ini yang beli bubur siapa?" tanya Gus Arsyad heran.


"Ohhhh yang membeli bubur ayam ini nak Sal..." ucap umi terhenti ketika ada yang mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


Tok tok..


"Assalamu'alaikum..."


Kira kira siapa iya yang bertamu....🤭


Hayo tebak...🤭

__ADS_1


__ADS_2