
Tepat pada pukul 09.00 pagi,seorang gadis mungil menenteng tas nya dan bersiap menuju sekolah bersama ibu nya,raut wajah bahagia terpancar dari nya senyum lebar menandakan bahwa ia sangat bersemangat menjemput hasil jerih payah nya di sekolah menengah pertama.
"Ayo bu kita berangkat keburu telat nih aqila udah nggak sabar" ucap nya dengan semangat
"Hehehe iya sayang sabar sebentar ibu mengunci pintu rumah dulu" ucap nya sambil menutup pintu rumah lalu menguncinya.
Kemudian mereka berdua berangkat menuju sekolah menggunakan angkot yang dapat di tempuh sekitar 10 menit walaupun dengan berdesak desakan.
Tak berselang lama akhirnya mereka sampai di depan gerbang sekolah dan di sambut oleh beberapa siswa yang berlalu lalang masuk pintu sekolah.
"Alhamdulillah akhirnya sampai juga di sekolah"
ucapnya antusias mencari keberadaan sahabat nya.
"Dimana iya sahabat ku yang paling bawel?" sambil menatap sekitar halaman sekolah.
Tanpa sadar ada seseorang yang jail menutup mata aqila.
Hap,"Hayo yang kangen sama aku sampai nyari begitu segala"ucap nya sambil tertawa.
"Ihh najma lepasin ini tangan nya hitam semua penglihatan ku" ucap aqila kesal.
"Hehehe iya,tumben kamu sadar kalau aku yang nutup mata?" tanya najma penasaran.
"Kamu jail sama aku juga sering kan najma,jadi aku hafal dong sama si bawel ini" ucap aqila sambil mencubit kedua pipi najma.
"Sakit tauk,tambah lebar entar pipi ku yang gemoy ini" ucap nya menggerutu kesakitan.
"Biar tambah chubby tuh pipi,kayak bakpau" ucap aqila mengejek.
"Tidak... aku nggak mau nanti oppa lee min ho ku kaget melihat unyu nya tambah chubby" ucap nya sambil memegang kedua pipi nya.
"Udah ah kamu itu menghalu terus kita masuk ke kelas yuk keburu telat nih"ucap aqila menggandeng tangan najma masuk ke dalam kelas.
Setiap siswa duduk di samping orang tua nya dan menunggu mendapat panggilan penerimaan surat kelulusan.
Tak berselang lama namanya pun disebut
__ADS_1
" Aqila Rumaisa Zahrana harap maju ke depan" ucap Bu Hanifah selaku wali kelas 9 c.
"Ayo bu,qila udah di panggil " sambil berjalan ke depan dan duduk berhadapan dengan bu Hanifah.
"Bu perkenalkan saya wali kelas 9 c,saya Hanifah dan hari ini saya menyampaikan bahwa Aqila termasuk siswa yang rajin dan berprestasi alhamdulillah anak ibu masuk peringkat 3 besar dalam kelulusan,saya ucap kan selamat bu semoga ilmu yang aqila peroleh disini bisa bermanfaat untuk ke jenjang berikutnya,dan ini surat kelulusan nya mohon di buka di rumah"ucap bu Hanifah mengembangkan senyum.
"Terima kasih bu selama tiga tahun sabar mendidik anak saya maaf apabila sering nakal dan belum bisa menaati peraturan sekolah " ucap Ibu aqila pamit.
"Sama sama bu sudah tugas saya sebagai tenaga pengajar untuk membimbing murid murid nya menjadi lebih baik lagi,dan untuk Aqila semangat terus nak,ibu tunggu kabar kesuksesan aqila" ucap bu Hanifah sambil mengelus pucuk kepala aqila.
"Baik bu saya pamit pulang dulu assalamu'alaikum" ucap Ibu aqila undur diri.
"Wa'alaikumussalam warahmatullah hati hati di jalan bu" ucap bu Hanifah
Waktu perjalanan pulang memakan waktu yang cukup lama karena lalu lintas yang macet parah,keringat membasahi seluruh tubuh aqila rasanya ingin cepat cepat sampai rumah dan merasakan guyuran air yang begitu segar.
"Ibu,aqila gerah udah lengket tubuh ini dengan keringat" rengek aqila seperti anak kecil.
"Sebentar iya nak,sabar tahan dulu " sambil Menyunggingkan senyum.
Tak berapa lama akhirnya mereka sampai di depan gang.
"Alhamdulillah juga nak,aqila pingin yang seger segar nggak?" ucap ibunya sambil menunjuk ke arah lapak yang menjual sop buah dan jus buah.
"Wah ide bagus itu bu,boleh nih aqila minta?" ucap aqila meyakinkan.
"Boleh dong sayang,aqila mau minta apa selagi putri ibu ini belum berangkat ke pesantren,karena nanti ketika kamu di pesantren ibu kesepian di rumah,kakakmu juga merantau rumah jadi sepi" ucap Ibu nya merasakan kesedihan.
"Aaaa ibu sudah lah aqila nggak mau nangis di jalan,mending langsung beli sop buah aja udah panas nih" ucap nya sambil mengalihkan suasana haru.
"Hehehe iya sayang ku" Ucap sang ibu menggandeng tangan aqila.
"Mbk,sop buah nya tiga bungkus iya" ucap Ibu aqila.
"Baik bu" ucap seorang pedagang sop buah.
Sembari menunggu pesanan,Tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti .
__ADS_1
"Mbk,saya beli sop buah 2 di bungkus iya" ucap seseorang.
(Loh kok suaranya seperti ustadz Salman iya)ucap aqila dalam batin.
"Baik Pak mohon di tunggu sebentar" ucap seorang pedagang.
Rasa penasaran pun menghantui aqila dan akhirnya berusaha menoleh ke sumber suara.
"Hehehe ustadz,aqila kira siapa,habis darimana ustadz ?" tanya aqila
"Oalah ternyata aqila disini dan ibu,ustadz baru ada acara di rumah teman,aqila juga mau beli sop buah?" tanya ustadz Salman menyunggingkan senyum.
"Hehehe iya ustadz aqila di ajak ibu beli sop buah ini udah di bungkus(sambil menunjukkan bungkusan kresek)jadi berapa mbk sop buah nya?" tanya aqila setelah menerima sop buah.
"Total nya jadi 15 ribu dek" ucap mbk nya ramah.
"Ini mbk saya yang bayar sekalian sama sop buah saya" ucap ustadz Salman menyodorkan uang 50 ribu.
"Ustadz,maaf aqila nggak bermaksud minta di bayarkan ini ustadz aqila ganti uang nya." sambil menyerah kan uang sepuluh ribu dan lima ribuan.
"Nggak apa apa aqila,Itung itung berbagi kebahagiaan kepada orang lain,ini uang nya di tabung saja buat keperluan sekolah aqila." ucap ustadz Salman sopan
Ibu yang dari tadi diam akhirnya bersuara
"Haduh,ustadz maaf ini jadi merepotkan terimakasih lo kita nggak bermaksud untuk di bayarkan" ucap Ibu sungkan.
"Udah nggak apa apa bu,alhamdulillah saya ada rejeki lebih,berbagi terhadap sesama itu penting bu" ucap ustadz Salman.
"Iya sudah ustadz ibu sama aqila mau pulang dulu assalamu'alaikum" ucap aqila tersenyum.
"Wa'alaikumussalam,apa ibu dan aqila tidak keberatan untuk ikut pulang bersama saya?" ucap ustadz Salman.
"Maaf ustadz kami akan berjalan kaki saja takut merepotkan lagi" ucap Ibu tidak enak hati
"Tidak apa apa bu kebetulan bangku belakang mobil saya kosong,mumpung searah lagi pula cuacanya juga terik " ucap ustadz Salman
"Terima kasih ustadz maaf sudah kedua kalinya harus merepotkan" ucap Ibu sungkan.
__ADS_1
"Tidak masalah bu,mari saya buka kan pintu" ucap ustadz Salman membuka pintu mobil.
Setelah mereka semua masuk ke dalam mobil,akhirnya ustadz Salman menghidupkan mesin mobil dan pulang menuju rumah.