Mas Pondok... I Love You

Mas Pondok... I Love You
Koala dan Satpam Pondok


__ADS_3

Sholat ashar pun usai di laksanakan,dan Gus Arsyad membenarkan posisi nya sambil menatap sepupu serta sahabat nya.


"Sudah selesai syad?" ucap Gus Ahmad sambil mengucek kedua bola matanya yang di landa mengantuk.


"Sudah mas" tersenyum manis kepada dua rekannya dan beranjak turun dari ranjang.


"Eits..,bentar kamu mau kemana?" langsung beranjak menuju ranjang sepupunya.


"Arsyad pingin pulang mas ke rumah,udah rindu umi sama abi" ucap Gus Arsyad berdecak kesal pasalnya sepupunya tersebut kurang peka.


"Nggak mau nginep di sini dulu satu minggu?" ucap nya sambil tersenyum nakal.


"Nggak lah mas,di sini bau obat Arsyad nggak tahan,aaaa ayo pulang mas" sambil menggoyang goyang kan tangan sepupunya layak nya anak kecil.


"Disini dulu iya satu minggu,enak lo rawat inap disini makan di sediakan,obat di sediakan mau kemana pun di bantu bahkan di dorong pake kursi roda jalan jalan di taman bercerita dengan mbak perawat disini lumayan sekalian cuci mata" ucap Gus Ahmad mempromosikan pelayanan di rumah sakit layak nya seorang petugas.


Cetak...


Pukulan mendarat tepat di kepala Gus Ahmad


"Duh... Sakit lo syad,main pukul pukul saja kamu,nggak pernah berubah dari dulu" ucap Gus Ahmad sambil memegang kepalanya.


"Lo salah nya Mas Ahmad,udah tau Arsyad lagi ngambek di ajak bercanda mulu" sambil manyun.


Tiba-tiba terdengar suara


Kruyuk... kruyuk..


"Nah nah kan keliatan yang lagi demo tuh perut nya" ucap Gus Ahmad tertawa.


Yang menjadi tersangka pun hanya bisa tertunduk malu,nih perut nggak bisa di kondisikan sama sekali.


Akhirnya ustadz Salman pun angkat suara


"Lo Gus Arsyad lapar?" sambil menahan tawanya karena tidak mungkin menertawakan putra kyai nya sendiri.


"Nggak,Arsyad nggak lapar" ucap nya sambil gelagapan menyembunyikan rasa malunya tapi akhirnya perutnya pun semakin tidak terkondisikan.


"Bilang aja napa syad,nggak usah malu" ucap Gus Ahmad tersenyum nakal.


"Iya deh Arsyad ngaku kalau lapar,ayo lo kita cari makan udah nggak kuat lagi menahan gejolak demo yang melanda" ucap nya sambil memegang perutnya dan tak lama kemudian terdengar suara kentut.


"Astaghfirullah Arsyad,kamu ini ganteng ganteng tapi tukang kentut iya,auto pada kabur tuh mbak santri yang ngantri jadi istri kamu" ucap Gus Ahmad sambil menggeleng gelengkan kepada nya karena tingkah laku sepupunya.


"Yeh,siapa suruh ngejar ngejar duluan,Arsyad kan nggak lari cuma jalan biasa ngapain di kejar" ucap Gus Arsyad ketus karena paling tidak suka di sangkut pautkan dengan penggemar rahasia nya.


Sepupunya pun hanya bisa pasrah dengan jawaban Arsyad karena di sudah tahu reaksi nya jika di sangkut pautkan dengan santri putri.


"Kulkas kulkas dingin kaya di Kutub Utara,sampai kapan kamu akan cuek dengan mereka syad? mberuh iki cah karepe opo,Bidadari kecile kowe ora genah to kahanane,lalek no wae syad,ono sing nang ngarep moto ngopo ora mbok mbat,iyo ora Ris?" ucap Gus Ahmad sambil melirik tepat di ustadz Salman.


"Di depan mata?" tanya Gus Arsyad penasaran.


"Halah koyo ora ngerti wae kae lo Izah,lurah ma'had putri,wis bocahe pinter,sholihah,ayu,sopan,manis wis jan mantep pas nek karo awakmu syad." ucap Gus Ahmad membanggakan.


"Lo ngopo kok ora karo awakmu wae mas?" ucap Gus Arsyad dengan nada ketus.


"Iki lo bocah di kei saran malah bantah,piye to syad kowe ora arep rabi?" ucap Gus Ahmad menjawab.


"Aku Iyo arep rabi mas,wong njenengan wae durung masa aku kon rabi set,wegah aku" ucap Gus Arsyad menolak saran dari sepupunya.


"Lo aku mono santai,kowe kan kakang ku syad,moso adine set sek rabi,iyo wagu" ucap Gus Ahmad membantah.


"Tapi kan njenengan luwih tua sekang aku mas,wlee(sambil menunjukkan lidah nya) moso Arsyad deset,wegah emoh aku" sambil menggeleng kan kepalanya.


"Arsyad Hanif As'ad" ucap Gus Ahmad dengan geram.


"Ampun mas Gus Ahmad Maulana Irsyadi" sambil terkekeh menutup wajahnya.


Gus Ahmad pun maju dihadapan Gus Arsyad dan mengeluarkan jurus... menggelitik perut.


"Ampun mas Ahmad hahaha... ampun mas sampun" ucap Gus Arsyad sambil memegang perut nya karena sakit akibat tertawa.


Gus Ahmad terus menggelitik tubuh Gus Arsyad hingga terkujur lemas.


"Hah.. hah..sampun mas Ahmad sampun Arsyad sakit perute" ucap nya sambil tersengal sengal.


Akhirnya ustadz Salman pun angkat bicara

__ADS_1


"Sampun lo mas Gus Ahmad kalian Gus Arsyad,Ture jeng kundur ngantos ndalu niki wekdale" .


Akhirnya mereka berdua pun menghentikan kegiatan nya dan beralih ke ustadz Salman.


"Asiapp ustadz Salman alfarisi,saya akan mengatur administrasi ,njenengan sama Arsyad menuju parkiran nanti saya menyusul" ucap Gus Ahmad berjalan keluar menuju ruang pembayaran dan tebusan obat.


Akhirnya mereka pun pulang menuju rumah menggunakan mobil ustadz Salman.


"Sudah semua ini?" ucap Gus Ahmad yang berada di samping ustadz Salman.


"Sudah mas,lo katanya mau jemput mas leman sekalian buat di ajak ke pesantren." ucap ustadz Salman.


"Oh iya,iya sudah kita menuju area tadi sambil mengajak mereka" ucap Gus Ahmad.


Sedangkan Gus Arsyad sudah terlelap di alam mimpi maklum lah anak santri langganan tidur🤭.


"Ealahh, Arsyad Arsyad,sudah molor aja tu anak,si koala kalau nyaman di tempat langsung tidur" ucap Gus Ahmad yang menengok kebelakang sambil melihat keadaan sepupunya.


"Mboten nopo nopo Gus,mungkin Gus Arsyad nya kelelahan di perjalanan dan juga efek dari obat nya" ucap ustadz Salman memaklumi.


Setelah sampai di tempat kejadian,Gus Ahmad langsung memberi aba aba kepada leman dan anak buahnya untuk mengikuti nya dari belakang mobil menggunakan sepeda motor,kalau dilihat seperti lagi pawai atau konvoi sepeda motor karena jumlah nya yang lumayan banyak.


Selama di perjalanan pulang,mereka bercengkrama bersama,sedang yang kursi belakang tak merasa terganggu dengan aktivitas kedua rekan nya hanya terdengar dengkuran,entah sampai mana Gus Arsyad bermimpi hingga begitu pulas dan nyenyak.


Kini giliran Gus Ahmad bagian menyetir mobil hingga jiwa ke usil nya pun muncul.


Citt...


Mobil pun berhenti mendadak dan Gus Arsyad yang semula menikmati tidur indah nya pun tersungkur ke depan.


"Astaghfirullah,kaget aku serasa habis terjun ke jurang,lain kali hati hati dalam berkendara faris" ucap Gus Arsyad masih setengah sadar karena belum sadar jika yang menyetir adalah sepupunya.


"Hehehe maaf Gus,bukan saya yang menyetir" ucap ustadz Salman menggaruk kepala yang tak gatal.


Gus Arsyad yang mendengar ucapan ustadz Salman langsung mengernyitkan dahinya sambil membenarkan posisi peci nya.


"Ohhhh (sambil melirik kearah sepupunya) jangan ijin kan untuk menyetir ris,tes mengendarai motor saja belum lulus apalagi tes mengendarai mobil" ucap Gus Arsyad sambil menyindir.


"Heh Koala, enak aja kalau ngomong ane udah lulus satu tahun yang lalu,ente aja yang belum tahu makanya kalau liburan itu pulang jangan jadi satpam pondok." ucap Gus Ahmad terdengar begitu kesal sambil men starter mobil kembali.


Yang di tantang pun mengambil dompet dan menunjukkan beberapa kartu penting.


"Nih liat nih( sambil menunjukkan di depan mata Gus Arsyad) di baca tuh yang jelas, ane udah punya,ente udah jadi satpam pondok mana tahu ane tes mengemudi, wlee" sambil menunjukkan lidah nya.


"Halah paling juga buatnya nembak bukan hasil dari tes mengemudi" ucap Gus Arsyad yang tidak kehilangan akal untuk menjaili sepupunya.


"Ohhh jadi sekarang sudah berani meremehkan iya,Arsyad iri iya? Iri bilang bos haha" ucap Gus Ahmad membalas perbuatan sepupunya.


"Enggak siapa juga yang iri,Arsyad mah sudah lulus tes mengemudi 2 tahun yang lalu" ucap nya dengan nada ketus.


"Alahh selisih satu tahun juga lulus nya,Iri tanda tak mampu,iri tanda tak mampu" ucap Gus Ahmad sambil menyanyikan slogan tersebut yang pernah viral.


"Ihhhh mas Ahmad(saking gemasnya,Gus Arsyad langsung mencubit pipi chubby Gus Ahmad sedang yang di cubit sedang fokus menyetir)"


"Auhh sakit Arsyad,ente kalau nyubit nggak kira kira tambah embul nih pipi" ucap nya sambil memegang pipinya yang merah tanpa sadar mobil hampir hilang kendali hingga terdengar bunyi citttttt..


"Astaghfirullah ya Allah,Arsyad nih ganggu orang nyetir hampir aja tuh nabrak pohon " ucap Gus Ahmad kesal.


"Iya mas Ahmad si ganggu saja,udah tahu lagi nyetir nggak fokus." ucap Gus Arsyad kesal.


"Kamu tuh iya,awas tunggu saja nanti pembalas..." ucap nya tergantung karena suara adzan maghrib.


Allahu akbar Allahu akbar...


Mereka bertiga pun diam karena tidak mungkin berbicara di waktu adzan.


Setelah adzan selesai mereka pun berdoa dan memulai percakapan.


"Gus Arsyad mau ikut sholat jamaah?" tanya ustadz Salman dengan sopan.


"Iya saya mau ikut sholat berjamaah sekalian itu diajak santrinya abah" sambil menunjuk ke belakang tepat di arah leman dan kawan-kawan.


"Emang udah kuat syad buat sholat sambil berdiri?" ucap Gus Ahmad bertanya karena keadaan Arsyad yang masih sedikit terluka.


"InshaAllah kuat mas,masa luka sedikit saja sudah manja kaya bocil,udah ah ayok kita menuju masjid keburu iqomat tuh" ucap Gus Arsyad sambil membuka pintu mobil dan dengan sigap kedua rekan nya menuntun menuju tempat berwudhu.


"Bisa saya bantu Gus?" ucap leman yang sudah berada di belakang mereka bertiga.

__ADS_1


"Makasih mas bantuan nya,nanti bila ada apa-apa saya akan memanggil njenengan" ucap Gus Arsyad tersenyum.


Leman pun hanya bisa menuruti perkataan putra kyai nya dan segera menuju tempat wudhu.


Tak lama kemudian iqomat berkumandang menandakan bahwa sholat akan segera di laksanakan,para jamaah langsung merapat kan shof nya dan terdengar suara takbir dari imam sholat..


Allahu akbar..


Hening,senyap ke khusyukan mereka menghadap sang ilahi,bahwa mereka masih membutuhkan Allah sebagai petunjuk dan meminta pertolongan,karena satu satunya tempat berharap yang paling baik adalah Allah Subhanahu Wata'ala.


Beberapa menit kemudian jamaah sholat maghrib pun berhamburan keluar tidak semua jamaah pulang ke rumah karena menunggu waktu sholat isya.


"Gimana syad mau pulang langsung atau menunggu sholat isya dulu?" ucap Gus Ahmad bertanya kepada sepupunya.


"Nunggu sekalian saja mas,nanggung kalau pulang sekarang" ucap Gus Arsyad.


Akhirnya mereka pun melaksanakan sholat isya berjamaah sebelum pulang menuju ke rumah.


"Alhamdulillah,waktunya kita pulang" ucap Gus Arsyad dengan senang nya.


"Nah nah satpam pondok mulai berulah,seneng nya kaya santri baru di jemput pulang karena sakit" ucap Gus Ahmad melihat tingkah lucu sepupunya.


" Yeee..Arsyad kan kangen sama umi dan abi di rumah apalagi sekarang udah punya ponakan baru,aduh senangnya " ucap nya sambil membayangkan suasana rumah.


"Iya ayok buruan masuk ke rumah kalau sudah kangen dengan ponakan baru keburu malem syad" ucap Gus Ahmad mengulurkan tangan nya sebagai bantuan berjalan.


"Ok mas Ahmad asiap kita berangkat,umi... I'm coming" ucap Gus Arsyad begitu girang nya.


Gus Ahmad hanya bisa menggeleng kan kepala melihat tingkah lucu sepupunya.


Akhirnya Gus Ahmad yang akan menyetir selama perjalanan karena membutuhkan waktu lama sekitar 2 jam lebih.


#Di pondok pesantren al Ikhlas...


Umi Zulaikha masih menunggu kabar Ahmad karena hari mulai malam,dia mengabarkan bahwa akan kembali ke pesantren hari ini karena beberapa hari yang lalu Gus Ahmad bermalam di tempat pengabdian ustadz Salman.


"Ahmad kok belum pulang juga iya?" ucap umi Zulaikha sambil memperhatikan sekitar pesantren.


Kyai Hanif yang melihat tingkah sang istri pun menghampiri nya.


"Umi,kenapa belum tidur ini sudah malam sebaiknya umi istirahat kondisi kaki umi belum pulih" ucap Kyai Hanif khawatir dengan istrinya.


"Iya abi,tapi Ahmad belum pulang padahal besok rencana kita mau menjemput Arsyad,umi sudah rindu dengan Arsyad bi" ucap umi Zulaikha terdengar sendu.


"Sabar,nanti juga Ahmad pulang, kalau belum berarti belum takdir kita untuk bertemu dengan Arsyad,doakan saja semoga Arsyad baik baik saja" ucap Kyai Hanif menenangkan.


"Tapi bii..." ucap umi menitihkan air mata.


"Sudah Ayok tidur,semoga saja Ahmad sedang perjalanan pulang kesini,Ahmad tidak pernah ingkar janji kan mi?" ucap Kyai Hanif.


"Iya abi,iya sudah kita istirahat bi semoga Ahmad pulang dengan selamat " ucap umi Zulaikha sembari menggandeng tangan suaminya.


Kyai Hanif pun menyambut hangat tingkah istrinya dan membalikkan badan menuju kamar


Tiba-tiba... Tok tok


"Assalamu'alaikum " ucap seseorang sambil mengetuk pintu.


"Wa'alaikumussalam warahmatullah sebentar" ucap umi dan abah serentak.


"Ada tamu bi kayanya" ucap umi Zulaikha.


"Iya sudah umi masuk dulu ke kamar,nanti abi nyusul" ucap Kyai Hanif.


"Enggak ah bi,mungkin itu Ahmad kali tapi masa nggak langsung buka pintu rumah saja " ucap umi Zulaikha heran.


"Mungkin Ahmad takut mengganggu waktu istirahat kita,makanya dia mengetuk pintu dulu" ucap Kyai Hanif.


"Iya sudah bi kita buka pintu nya dahulu bersama" ucap umi Zulaikha dan diangguki oleh suami nya.


"Assalamu'alaikum..." ucap nya kembali.


Krekkk... pintu rumah pun terbuka.


"Wa'alaikumussalam warahmatullah" bola mata umi pun terbelalak kaget melihat siapa yang datang


Hayo siapa kah yang malam malam datang ke rumah Kyai Hanif?🤭

__ADS_1


__ADS_2