Mas Pondok... I Love You

Mas Pondok... I Love You
Umi.....Maafkan aku


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Setelah menjalankan ritual mandi nya,Aqila pun keluar dengan setelan baju lengkap dan berjalan menuju ruang makan menghampiri orang tuanya


"Ayah,Kira-kira kapan aqila bisa berangkat ke pesantren?" ucap Aqila penasaran.


"Secepetnya boleh,tapi kita jalan jalan dulu sebelum putri ayah ini berangkat menuntut ilmu,Aqila pingin liburan kemana sayang?" ucap ayah nya.


Aqila pun terdiam,bingung memikirkan suatu tempat wisata yang tepat untuk berlibur,kira-kira kemana iya,readers ada rekomendasi tempat liburan nggak?🤭.


"Emmm...Aqila bingung yah,kalau ada kakak pasti bisa cari tempat yang recommended buat liburan tapi sayang kakak lagi...." ucap Aqila terhenti ketika mendengar suara ketukan pintu rumah.


"Sebentar..." ucapnya kembali sambil berjalan menuju ruang tamu.


Ceklek..."Maaf,mencari siapa iya?" ucap Aqila sambil membetulkan posisi jilbab nya.


"Hay adek cantik,boleh kenalan?" ucap seseorang yang bertamu.


"Maaf sebelumnya,anda mencari siapa iya?" ucap Aqila terheran mendengar penuturan pemuda tersebut yang memakai helm serta masker.


Seketika itu,pemuda tersebut membuka masker dan helm nya...


Jeng jeng jeng...surprise..🤭


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


#Kembali ke Gus Arsyad..


Citttttt....bunyi sepeda motor yang berhenti mendadak hampiri menabrak gerobak tukang sayur.


"Astaghfirullah..." ucap Gus Arsyad memberhentikan laju motornya.


"Kowe ki piye syad,genah genah nang ngarep mu ana gerobak arep kowe tabrak wae" ucap Gus Ahmad kesal.


"Lo,iyo aku njaluk ngapura mas,gerobake koyoe wae mlakune oleng to,cobi mas aku tak delok sek." ucap Gus Arsyad turun dari motor dan menghampiri tukang sayur.


Tiba-tiba...Tukang sayur tersebut hampir jatuh pingsan karena sekujur tubuhnya yang mulai lemas serta usia beliau juga sudah cukup berumur.


"Astaghfirullah...Mas Ahmad tolong kula mas" ucap Gus Arsyad panik sambil memapah tubuh kakek tua tersebut.


Gus Ahmad yang mendengar teriakan sepupunya langsung berjalan menghampiri.


"Astaghfirullah...Lo simbah kengeng nopo?" ucap Gus Ahmad yang sudah paham dengan kakek tua tersebut.


Kakek tersebut pun tersenyum melihat Gus Arsyad dan Gus Ahmad yang memiliki jiwa sosial yang tinggi.


"Mboten nopo-nopo le,namung lemes mawon biasa masuk angin,awak simbah ugi wis tua to,lumrah nek lemes koyo iki" ucap kakek tersebut sambil mengelus kedua tangan pemuda tersebut.


"Simbah dereng sarapan?" ucap Gus Arsyad penasaran lalu kakek tersebut tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Dhahar sareng nggo mbah wonten mriku" ucap Gus Ahmad sambil menunjukan letak warung makan yang berada di seberang jalan.


"Mboten le,simbah tasih kiat dorong gerobak niki,gampil dhahar mangke wedos ngrepoti panjenengan niki" ucap kakek tersebut sambil berdiri untuk melanjutkan perjalanannya berjualan.


Tiba-tiba Gus Arsyad memegang lengan kakek tersebut dan berkata


"Mboten mbah,sarapan dulu mbah bersama kami,sebagai tanda tanggung jawab karena hampir menabrak gerobak simbah,ngapunten nggih mbah" ucap Gus Arsyad memohon.


Kemudian kakek tersebut menatap ketulusan hati Gus Arsyad dan tersenyum sambil menganggukkan kepala sebagai pertanda menerima ajakan nya.


Akhirnya mereka bertiga berjalan menuju tempat makan di pinggir jalan.


Tiba-tiba tinn..... terdengar suara klakson dari arah berlawanan ketika mereka sedang menyebrang dan...


Duarrrr....


Hayo... Kira-kira ada kejadian apa iya...🤔


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Kembali ke pesantren...


"Monggo umik,niki Unjukane" ucap mbak Izzah lembut lalu berjalan mundur untuk kembali ke dapur.


"Makasih iya nduk,oh iya mbak Izzah tunggu sebentar ada yang mau umi sampaikan" ucap umi Zulaikha.


"Injih umi" ucap mbak Izzah kembali ke hadapan umi.


"Nak Izzah,boleh umi tanya sesuatu?apabila nak Izzah berkenan" ucap umi Zulaikha sungkan.


"Injih umi,Izzah berkenan" ucap mbak Izzah lembut.


"Jadi maaf sebelumnya,bukan umi mau ikut campur tentang kisah asmara nak Izzah,apakah genduk sudah mempunyai gambaran sosok calon suami untuk ke depannya?Umi rasa nak Izzah sudah siap membina rumah tangga" ucap umi Zulaikha sambil mengelus kepala santrinya itu.


Deg....alangkah terkejutnya mendengar penuturan umi Zulaikha,sungguh tidak di sangka seorang bu nyai tempat ia belajar mengaji di pesantren bertanya seperti itu,apakah ini sebagai sebuah pertanda atas semua doa mbak Izzah selama ini.


(Sebenarnya Izzah mengagumi putra umi yang paling bungsu,tapi Izzah sadar diri umi,bagaikan langit dan bumi yang jarak nya terlalu jauh,Gus Arsyad terlalu Alfiyah buat Izzah yang jurumiyah,huh sadar diri zah,mungkin umi hanya basa basi saja) ucap mbak Izzah dalam hati.


"Emmm,Izzah belum punya tambatan hati yang jelas umi untuk berlabuh di bahtera rumah tangga,mungkin hari ini Izzah ingin mendalami ilmu yang masih belum di pahami,ilmu izzah baru setetes air laut umi,Izzah belum ada gambaran sampai kesitu umi,ngapunten" ucap mbak Izzah sopan takut kata-kata nya menyinggung perasaan umi Zulaikha.


Umi Zulaikha yang mendengar penuturan santrinya pun tersenyum tidak salah lagi jika Izzah dipilih menjadi Lurah ma'had karena kebijakan nya dalam menanggapi suatu hal.


"Baik,umi mengerti nak,jika sudah siap untuk menikah,langsung bilang ke ndalem minta restu sama umi dan abah,biar nanti umi bisa membantu kelancaran ta'aruf nak Izzah" ucap umi Zulaikha menyunggingkan senyum.

__ADS_1


(Jadi,umi tidak hanya basa basi saja untuk menanyakan hal itu,bahkan akan membantu kelancaran acara ta'aruf ku,Ya Allah apakah ini sebuah pertanda bahwa jodohku sudah dekat)ucap nya kembali dalam batin.


"Iya sudah,maaf iya nak,umi telah menyita waktu nya,sekarang mbak Izzah boleh kembali lagi" ucap umi Zulaikha sambil mengelus kepala nya yang tertutup jilbab.


"Injih umi,Izzah permisi dulu" ucapnya sambil membawa nampan dan kembali ke dapur.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Seketika itu,pemuda tersebut membuka masker dan helm nya...


Jeng jeng jeng...surprise..🤭


"Assalamu'alaikum adek manis ku yang unyu unyu,kakak kangen tau" ucap seorang pemuda tersebut yang tak lain adalah Muhammad Ulul Ilmi.


"Kak Ulul...Aqila kangen,kakak pulang kok nggak ngabarin si kan nggak lucu tau,jadinya aqila nggak bisa minta di bawakan oleh oleh" ucap nya sambil memeluk tubuh kakak nya yang sudah lama merantau.


"Heleh,kamu ini makanan aja yang di pikirkan,kakak mu pulang dengan selamat saja sudah alhamdulillah dek" ucap kak Ulul sambil mengelus kepala adek nya yang mungil.


"Hehehe kan mumpung kakak udah punya banyak uang,nyatanya aja udah punya usaha sendiri" ucap Aqila.


"Emm emm,itu kakaknya nggak disuruh masuk nak?" ucapan sang ayah yang baru saja sampai di ruang depan.


"Hehehe iya ayah,ayo kak masuk ibu juga sudah kangen lo" ucap Aqila sambil menunjukkan gigi kelinci nya.


"Alah,paling kamu yang kakak,kemarin saja katanya sampai mengigau ,Kak Ulul Aqila kangen Aqila kangen" ucapnya sambil menirukan suara khas adik nya.


"Ihhh kakak,nggak lucu" ucap aqila ngambek dan berjalan masuk ke ruang makan.


"Kamu ini,baru saja sampai langsung ngejailin adeknya,Alhamdulillah nak kamu jadi pulang ke rumah dengan keadaan selamat,kok tumben nggak ngabarin dulu?" ucap sang ayah sambil merangkul putranya masuk ke rumah.


Kak Ulul langsung menyalami tangan ayah nya dan berkata


"Hehehe biar surprise yah,oh iya dapat salam dari fahmi teman Ulul yang sekarang jadi asisten di tempat usaha juga"


Akhirnya mereka berdua masuk ke dalam ruang makan,kemudian menemui sang ibunda.


"Assalamu'alaikum ibu" ucap kak Ulul menemui ibunya dan menyalami tangan nya.


"Wa'alaikumussalam warahmatullah nak,alhamdulillah ya Allah,kamu jadi pulang? ibu kangen sama kamu nak" ucap sang ibu sambil memeluk tubuh putranya itu.


"Hehehe iya bu,maaf iya Ulul nggak ngabarin dulu,mumpung ada waktu yang longgar jadi Ulul putuskan untuk pulang." ucap Kak Ulul membalas pelukan hangat ibu nya.


Dari arah dapur,Aqila datang dengan membawa nampan yang berisi minuman dan berkata


"Tuh,nyatanya juga ibu yang kangen,bukan Aqila yang kangen,wleee" ucapnya sambil meletakkan minuman dan mengejek kakaknya.


"Terus tadi yang bilang Kak Ulul...Aqila kangen,kakak pulang kok nggak ngabarin si kan nggak lucu tau,jadinya aqila nggak bisa minta di bawakan oleh oleh,hayoo terciduk kau dek" ucap Kak Ulul membalas ejekan adek nya.


"Oh iya tadi juga ada yang belum menjawab salam,padahal kan menjawab salam hukumnya wajib" ucap Kak Ulul menyindir.


"Ciyahh,ada yang kesindir rupanya,oh iya ibu nanti sore kita jalan jalan yuk,sekalian jajan di taman kota,udah lama lo kita nggak menghabiskan waktu bersama" ucap Kak Ulul manja terhadap ibu nya.


"Jangan mau bu,nanti di bawa terbang sama kak Ulul,mending sama ayah dan aqila aja yang aman terkendali"ucap Aqila memprovokasi.


"Yeee,siapa juga yang mau ngajakin adek bawel,yang mau jalan jalan kan ibu sama aku,bocil nggak usah ikutan hus hus" ucap kak Ulul sambil melambaikan tangan seperti mengusir hewan.


Tiba-tiba aqila jatuh di pelukan ayah nya


"Ayah,nanti anter Aqila ke taman kota,buat refreshing setelah ujian,Aqila kangen jajan sore di sana kayak waktu bulan Ramadhan itu" ucap Aqila merengek.


"Tapi kan itu adanya cuma di bulan ramadhan nak,sekarang penjual nya tidak serame waktu bulan puasa" ucap sang ayah menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Ayah sama kakak nggak ada bedanya,suka ngejahilin aqila" ucapnya berjalan menuju kamar dan menutup pintu keras.


Brakkk...


Semua orang yang berada di ruang makan langsung saling tatap lalu ibu berkata.


"Sudah nak,tuh adek kamu ngambek,bujuk sana,dia tuh paling kangen sama kamu nak,eh malah udah ketemu di jailin terus adek nya,ayah juga sama aja" ucap sang ibu yang menggeleng kan kepala karena tingkah laku anaknya.


"Hehehe kalau nggak ngejailin,rasanya ada yang kurang bu,seneng aja buat ngambek Aqila karena nanti jika Aqila sudah berumah tangga maka kesempatan itu sudah tidak ada bu,pasti Aqila akan lebih fokus terhadap keluarga nya" ucap kak Ulul menjelaskan alasan nya.


"Tapi jangan keseringan nak,yang ada malah entar adek kamu bales dendam nya ke anak kamu" ucap sang ibu.


"Ibu tenang saja,Aqila kan adek perempuan Ulul,InshaAllah akan Ulul bimbing sampai melepas masa lajang,iya sudah bu,Ulul mau mandi dulu sudah gatal ini tubuhnya" sambil berjalan menuju kamar dan bersiap untuk mandi.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Tiba-tiba tinn..... terdengar suara klakson dari arah berlawanan ketika mereka sedang menyebrang dan...


Duarrrr....


Mobil yang membunyikan klakson ternyata mengalami rem blong dan hampir saja menabrak penyebrang jalan tersebut.


Kemudian mobil tersebut menabrak pohon dan jatuh ke dalam parit.


Byur.... seketika itu orang yang berada di situ langsung berlari menuju lokasi kejadian dan menyelamatkan korban.


"Innalillahi,mas Ahmad itu ada kecelakaan" ucap Gus Arsyad sambil menunjuk ke arah kejadian.


"Astaghfirullah iya syad,kita langsung kesana dulu,mbah tunggu sebentar iya,simbah masuk dulu nanti saya dan mas Arsyad menyusul" ucap Gus Ahmad sambil mengantar kakek tersebut masuk kedalam warung.


"Tapi mas saya tidak bawa uang,bagaimana saya bisa membayar?" ucap kakek tersebut bingung.

__ADS_1


"Simbah tenang saja biar nanti saya dan Arsyad yang membayar" ucap Gus Ahmad dan memanggil pemilik warung makan untuk melayani kakek tersebut.


"Maaf mbak,ini simbah nya biar sarapan dulu,mohon maaf untuk dilayani dan ini uang nya nanti saya kembali kemari untuk menjemput simbah,saya tinggal kedepan" ucap Gus Ahmad sambil memberi 2 lembar uang seratus ribu rupiah.


"Ohh iya mas terimakasih,monggo mbah mau sarapan dengan lauk apa biar saya bantu ambilkan" ucap pelayan warung tersebut dengan ramah.


"Ehmmm...simbah minta lauk yang sederhana saja mbak,sama satu teh hangat,kalau bisa di bungkus saja,kasian cucu kakek belum makan" ucap kakek tersebut duduk di kursi menunggu pesanan.


"Kenapa tidak makan disini saja mbah?" tanya pelayan tersebut.


"Simbah teringat dengan cucu saya mbak,mereka belum makan biarlah ini menjadi pengisi perut cucu saya" ucap kakek tersebut tersenyum.


Mendengar penuturan tersebut,sang pelayan merasa iba dan membungkus kan 2 nasi beserta lauk pauk untuk di bawa pulang serta mengantarkan satu porsi nasi beserta lauk pauk dan minuman nya yaitu teh hangat untuk sarapan kakek tersebut.


"Ini mbah pesenan nya selamat menikmati" ucap pelayan tersebut ramah.


"Maaf mbak,makanan nya di bungkus saja" ucap kakek tersebut sungkan.


"Sudah mbah ini(sambil menunjukkan kantung kresek yang berisi bungkusan makanan)dan ini sarapan untuk kakek,alhamdulillah uang yang di beri mas mas tadi cukup untuk membeli sarapan kakek,bahkan masih ada kembalian,ini mbah(menyodorkan uang kembalian)" ucap pelayan tersebut.


"Alhamdulillah terimakasih mbak,maaf itu uang kembalian nya di kasih ke mas nya saja,takut nanti dia mencari" ucap kakek tersebut.


"Baik mbah kalau begitu saya permisi dulu" ucap pelayan tersebut dan diangguki oleh sang kakek yang kemudian menyantap lahap sarapan pagi hari yang penuh berkah.


Disisi lain...


Gus Ahmad dan Gus Arsyad beserta warga lainya membantu evakuasi korban.


"Mas,kita bantuan warga desa untuk memanggil ambulan desa,untuk membawa korban ke rumah sakit" ucap Gus Arsyad panik.


" Waktunya mepet syad,kita minta bantuan mobil yang lewat saja " ucap Gus Ahmad menyangkal.


"Haduhh mana lagi ini jalan desa,jarang mobil yang lewat sini" ucap Gus Ahmad panik mondar mandir kebingungan.


Tin Tin... bunyi klakson mobil terdengar dan seorang wanita keluar dari mobil tersebut dengan berjalan tergesa-gesa.


"Ya Tuhan,mas tolong itu mobil anak saya" ucap wanita Tersebut yang tak lain adalah ibu dari korban kecelakaan tunggal.


"Sabar bu,ini kami sedang mengevakuasi korban" ucap salah satu warga.


"Anak ku,ibu sayang kamu nak,kenapa bisa begini?" ucap Ibu tersebut menangis.


"Doakan saja bu semoga anak ibu Baik baik saja" ucap Gus Ahmad menenangkan.


"Tapi bagaimana dengan dia,saya khawatir" ucap nya sambil menangis melihat kecelakaan yang dialami anaknya.


Tak lama kemudian,evakuasi korban telah berjalan dengan lancar,huhuhu akhirnya. kemudian korban di bawa ke rumah sakit menggunakan mobil ibu nya yang sudah menyusul di lokasi serta mobil korban telah di Derek oleh petugas.


"Alhamdulillah,misi kita selesai mas,sekarang waktu nya..." ucap Gus Arsyad menepuk jidat nya karena ada sesuatu yang mengganjal.


"Astaghfirullah,bubur ayam titipan umi,Arsyad lupa mas,gimana ini" ucap Gus Arsyad panik.


"Haha,hayo kasian bude juga pasti udah nunggu,hayo Arsyad" ucap Gus Ahmad menjaili sepupunya.


"Mas Ahmad,ini gimana,Arsyad lupa,kita cari sekarang mas" ucap Gus Arsyad berlari menuju letak motor nya dan segera mencari bubur ayam pesanan umi.


"Ayo mas Ahmad buruan" ucap Gus Arsyad panik.


Gus Ahmad berjalan santai sedangkan Gus Arsyad sudah tidak sabar lagi.


"Iya iya,sabar sedikit napa,kamu si di amahin bude buat beli sarapan malah lupa" ucap Gus Ahmad kesal.


"Namanya juga manusia,ini cari di mana juga bubur nya,kalau mau ke pasar nggak pake helm juga." ucap Gus Arsyad menengok ke kanan dan ke kiri mencari penjual bubur ayam.


Sedangkan di warung makan,sang kakek menunggu kedatangan kedua pemuda tersebut akan tetapi belum ada tanda tanda,kemudian sang kakek berjalan menuju gerobak dagangan nya lalu bersiap berjualan kembali untuk mencukupi kebutuhan hidup.


"Mas mas tadi dimana iya,padahal mau ngucapin terimakasih eh malah nggak balik balik" ucap kakek tua tersebut yang bernama Muhaimin.


Setelah sekian lama mencari,akhirnya tidak bertemu juga dengan penjual bubur ayam,runtuh sudah harapan Gus Arsyad,ia tidak bisa menjaga amanah umi nya.


"Ya Allah ampuni hamba,yang telah melalaikan amanah ibu ku sendiri" ucap Gus Arsyad sambil mengemudi kan motor nya.


"Mas Ahmad,ini gimana bubur ayam buat umi nggak ada" ucap Gus Arsyad dengan mata yang berkaca kaca.


"Sudah syad,jangan nangis tinggal kamu bilang pada bude seperti kejadian tadi,jujur bahwa kamu lupa" ucap Gus Ahmad.


"Tapi pasti umi kecewa" ucap Gus Arsyad sedih sambil mengacak rambutnya karena kesal.


"Sudah tidak apa apa,bude juga mengerti keadaan anak nya sekarang kita pulang,bilang apa yang sebenarnya terjadi" ucap Gus Ahmad menenangkan.


"Sini,motornya mas Ahmad ambil alih" ucap Gus Ahmad sambil memegang tangan sepupunya lalu tersenyum.


"Sudah jangan menangis,nanti Arsyad jelaskan saja pada bude " ucap nya kembali.


Dan Gus Arsyad hanya bisa tertunduk malu sambil mengusap air matanya yang meluncur begitu saja.


Akhirnya mereka berdua pun pulang dengan tangan kosong bahkan belum sarapan.


Tiba-tiba.....ada suara yang memanggil mereka


"Mas....mas..."


Lo😳,kira kira siapa iya yang memanggil mereka?🤔

__ADS_1


penasaran kan..🤭


__ADS_2